
Tentu saja Victor mencurigai tiap gerak gerik Lady, karena sejak awal ia sudah tau apa yang sedang dilakukan dan disembunyikan oleh anaknya, jika bukan karena dirinya, bisa saja kemarin acara pemberkatan nikah yang telah matang dipersiapkan akan batal dalam sekejap mata. Ia sangat menyayangkan jika apa yang diperkirakannya benar – benar terjadi, melihat bagaimana Lady sangat gelisah dan seolah menyembunyikan sesuatu mendorongnya untuk ingin tau lebih dalam permasalahan yang dihadapi anaknya dan menantunya.
Victor juga berpikir jika hal ini ternyata diketahui oleh Dave adiknya Lady, maka tidak akan menutup kemungkinan jika dalam waktu dekat ini kedua orang tua Lady juga akan tau masalah ini, dan jika sampai bom waktu ini meledak di tengah – tengah keluarga besar mereka maka mau di taruh di mana wajah Victor, dan kekacauan apalagi yang akan di hadapinya.
“Ba...bagaimana... papa berpikir seperti itu pa?” melihat anak menantunya begitu gugup, Victor langsung yakin jika memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh Lady, keprihatinan menyeruak di hatinya, kala membayangkan hal – hal yang tidak diinginkan apalagi dia melihat cucu dalam kandungan menantunya sudah berkembang begitu sehat dan sebentar lagi akan lahir di dunia ini.
Victor lalu menggapai kedua tangan Lady, “ Nak..., jika ada sesuatu katakanlah..., jangan dipendam sendiri, papa akan selalu berpihak kepada yang benar, bukan lantas Rey adalah anak papa lalu papa akan membelanya jika dia salah nak..., ceritakanlah semuanya kepada papa..., papa tidak ingin jika ada masalah keluarga justru papa tau dan atau mendengarnya dari orang luar”
“Bukankah lebih baik papa tau dari anak atau menantu papa sendiri, sehingga papa bisa memberikan solusi nak..., bukan kaget saat orang membicarakan hal buruk tentang rumah tangga kalian..” Lady tak kuasa menahan air matanya.
“Tapi ini belum pasti pa..., Lady.. lady takut jika ini menjadi fitnah... Lady masih menyelidikinya pa..” ungkap Lady sambil tertunduk, tak sanggup menunjukkan wajahnya dihadapan Victor.
“Justru kalau belum pasti papa bisa ikut mencari tau, bukankah Dave sudah membantu mu Nak? Mengapa tidak kamu ijinkan papa untuk ikut membantumu?” bujuk Victor,
Lady berpikir mungkin ada baiknya juga jika Lady berterus terang kepada Victor, jika memang mertuanya itu akan membantu bisa saja justru Rey akan pulang dan kembali bersamanya, menanti kelahiran anak mereka, bukankah selama ini yang paling di dengar oleh Rey hanya Victor? Jika mertuanya berpihak kepadanya..., maka besar kemungkinan rumah tangganya akan terselamatkan.
“Bagaimana? Sini.. sini duduk dulu.., ini air putih... di minum dulu..., dan apakah Rey sudah tau papa disini?” Lady lantas menggelengkan kepalanya,
“Belum pa..., Lady bahkan baru tau kalau papa ada rencana ke sini..., apakah papa sudah memberitahu kakak kalau papa ada di sini?”
“Belum juga..., dan tujuan awal memang papa ingin memberikan kejutan, tapi kalau begini keadaannya, papa akan meminta mama Tuti untuk ke tempat Felix dulu, sambil menunggu satu minggu sebelum acara tujuh bulanan mu, dan rahasiakan jika papa ada di sini, papa akan mencari hotel atau motel yang murah agar Rey tidak gampang mencari papa jika Rey curiga dan berikan segala info yang kamu tau saat ini untuk menjadi petunjuk awal papa..., bagaimana?”
Sambil mengangguk lemah Lady akhirnya mengeluarkan ponselnya, sudah tak sanggup lagi untuk berbicara atau menceritakan pokok permasalahannya, sebuah foto dan video padaa ponselnya langsung saja di perlihatkan kepada Victor, dengan menahan sesak di dadanya Victor memperhatikan foto itu dengan seksama.
“Wanita ini tidak asing...” bisiknya, tentu saja Lady dapat mendengarkannya dengan baik,
“Iyah pa.., dia bahkan datang di acara resepsi pernikahan kami, dan dia memperingati Lady untuk menjaga suami Lady, saat dia menyalami tangan Lady Pa..., tapi wajahnya... wajahnya tidak jelas..., namun suara mereka.. sama pa.., bahkan dia tau keberadaan Lady pa..” Lirih Lady, lalu segera menunjukkan sebuah rekaman pembicaraan suami dan wanita idaman lainnya itu bercakap – cakap.
“Papa..., sempat melihatnya berbisik sama Rey dan kamu, lalu dia turun tangga di panggung sambil melempar senyum dan sedikit membungkuk juga dengan papa..., Yah Tuhan..” Victor menduga dialah wanita yang hampir mengacaukan hari pernikahan anaknya, Jika dia bisa hampir mengacaukan hari pernikahan anaknya, maka dia juga tidak akan berkeberatan untuk mengacaukan pernikahan suci anak dan menantunya.
“Bukan berencana menggoda nak, tapi mereka memang sudah memiliki hubungan dari awal, bahkan sebelum kalian resmi menikah dan ... dan... papa tidak menyangka hal ini terjadi..” gumam Victor dalam hati, kenyataan ini belum siap disampaikan oleh Victor kepada Lady.., terlalu berat dia menanggung kenyataan yang ada.
“Lady..., apakah ada informasi terbaru dari Dave?” tanya Victor
“Ada pa.., tadi Dave memberikan share lokasi tempat Kak Rey dan wanita itu berhenti, mereka turun di sebuah apartemen kak..., di curigai itu apartemennya wanita itu pa..”
“Baiklah kalau begitu kirimkan lokasinya kepada papa yah..., papa sekarang,,” belum selesai Victor berbicara, sebuah tangan keriput memegang bahunya sambil menangis dan tersenyum, Lady dan Victor sama – sama terbelalak, sangking seriusnya mereka berbicara, mereka sampai tidak sadar jika Tuti mendengarkan semuanya.
“Mama akan segera ke tempatnya Felix.., papa tidak usah mengantarkan mama.. tolong selamatkan pernikahan Rey dan Lady pa..., jangan biarkan Rey berbuat kesalahan yang..., yang..., ah.. sudahlah.. pa.. mama nggak sanggup berbicara.., mama hanya akan mendoakan mu nak..” ucap Tuti sambil mengusap kepala Lady, ia melihat Lady yang begitu menderita saat ini, sama seperti dirinya dulu...,
Victor lalu berdiri dan memeluk Tuti, mengerti apa yang dimaksud oleh Tuti, Victor sangat menyesali, mengapa sejarah yang dulu terjadi, kehidupan kelam itu kini di lakukan oleh Rey.., ini benar – benar sebuah kutukan bagi Victor, seolah dejavu dengan apa yang sudah terjadi dulu, kini tekat Victor hanya satu yaitu mempersatukan kembali pernikahan anak dan menantunya.
“Maafkan papa ma..., maafkan papa...” bisik Victor sambil mencium pipi dan dahi Tuti, semua itu tidak luput dari pandangan Lady yang tidak tau apa – apa. Dia hanya berpikir betapa kedua mertuanya sangat perduli dan menyayanginya.
“Baiklah Nak..., tunggulah di rumah ini jangan kemana – mana yah..., papa akan segera mengabarimu, lokasi terkahir Rey jangan lupa di teruskan ke nomor papa..., mama segera pesan taksi online untuk mengantar mama kestasiun kereta, nanti kalau sudah dapat tiket kabari yah.., kalau sampai juga kabari, ingat pesan papa..., jangan sampai Rey tau jika papa ada di sini, dan telpon Dave agar tidak membocorkan kepada siapapun, hanya saja papa takut jika justru Rey tau dari kedua besan papa...”
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman