
Tanpa terasa perjalanan pernikahan Rey dan Lady sudah melewati bulan pertama, bulan pertama dilewati dengan normal, intensitas hubungan suami istri pun masih terbilang normal antara sepasang suami istri ini, Lady merasa tidak ada kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupannya sebagai seorang istri Reynold, kebahagiaannya semakin lengkap dikala Victor ayah mertuanya sangat menyayangi dan memperhatikannya walaupun hanya lewat video call saja, itu sudah lebih dari cukup bagi Lady.
“Lady..., aku rasa kamu cuti saja selama dua semester yah.., untuk fokus menjaga kesehatanmu, aku tidak ingin jadwal kuliahmu malah membuat kamu kewalahan mengurus rumah tangga kita dan janin di dalam kandungan mu..” usul Reynold saat mereka sedang sarapan.
“Entahlah kak.., rasanya sayang sekali kak.., satu tahun ini aku akan menyelesaikan kuliahku kan kak..., lagi pula aku pikir kuliah jurusan hukum juga tidak sepadat anak – anak teknik sipil atau arsitek kak.., mungkin semester ini aku ingin melanjutkan kuliahku kak.., semester depan saja baru aku cuti.., boleh yah kak..?” rengek Lady.
Tapi bukan semata – mata karena kesehatan Lady tapi jika Lady ke kampus maka segala kehidupan Reynold akan semakin sulit, sedangkan hanya di kampuslah Reynold bisa membagi waktu antara Lady dan Riska.
“Tidak.., aku tidak ingin kamu kuliah untuk sementara waktu, aku ingin kamu menjaga kesehatanmu Lady.., ini perintah dari suamimu...” ucap Rey sambil mencubit pelan pipi Lady, berusaha agar rayuannya kali ini berhasil.
“Ck..., kakak..., kalau sudah begini mau bagaimana lagi..., baiklah kalau begitu..” rajuk Lady, namun dengan muda Reynold meluluhkan hati istrinya itu hanya dengan ciuman mesra di bibir saja sudah dapat membutakan pikiran dan melunturkan rasa kesal Lady.
“Good..., istri berbakti, yah sudah Aku berangkat dulu yah..” kekeh Rey sambil berpamitan dan mengecup kening lalu bibir Lady.
Lady yang mendapat perlakuan semanis itu semakin merasa nyaman di apartemen milik suaminya, hingga kenyamanan itu berubah menjadi sebuah kepanikan kala Lady menerima telpon dari adik laki – lakinya yang mengatakan jika Maya sedang masuk di rumah sakit.
“Ada apa Dave? Kenapa dengan mama?” tanya Lady panik mendengar adiknya panik bukan main,
“Mama masuk ke rumah sakit kak.., dan sekarang dipindahkan ke ruangan ICU kak.., aku tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh dokter sedangkan sekarang papa di pesawat kak.., menuju ke Singapure untuk meeting bersama koleganya kak.., aku tidak tau lagi harus menghubungi siapa kak...” isak tangis Dave membuat Lady yang selama sebulan ini memang tidak diganggu oleh keluarganya langsung saja meminta alamat rumah sakit tempat Maya dirawat.
“Kami di Admaja International Hospital kak...” lirih Dave yang kala itu masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas kelas dua.
“Baiklah kakak kesana sekarang..” Lalu Lady segera bergegas menuju kerumah sakit, sesampainya di rumah sakit Lady langsung menuju keruangan ICU dan menanyakan kepada perawat penjaga ruangan dimana Maya di rawat.
“Selamat pagi Suster.., apakah disini ada pasien bernama Maya Gunawan Susanto Sus? Saya anak pertamanya Suster..”
“Pagi Bu..., beliau masih di ruangan isolasi Bu.., masih dipasangi alat – alat yang diperlukan Bu.., mohon menunggu sebentar yah..” terang perawat di ruangan tersebut,
“Nanti dokter yang bertugas akan menjelaskan kepada anda.., silahkan menunggu disini yah..” perawat tersebut mempersilahkan Lady untuk menunggu.
Lady duduk di kursi ruang tunggu sambil menghubungi Dave adiknya, “Dave..., kamu dimana?” tanya Lady,
“Kak sudah sampai kak?”
“Iyah sudah.., kamu dimana?”
“Dave masih di suruh nebus antibiotik mama kak.., aku...,aku pakai black card nya mama kak..” ucap Dave.
“Iyah nggak apa – apa, habis itu segera naik keatas yah..”
“Baiklah kak...”
“Lady..?” Panggil Dokter Stella spesialis penyakit dalam.
“Tante Stella..., gimana keadaan mama?” tanya Lady khawatir,
“Maagnya kumat lagi, sekarang sudah naik ketahapan kronis nak.., Maya harus dirawat dengan intensif selama dua puluh empat jam selama dua hari ini, tante harus memastikan lapisan dinding lambungnya yang tidak bermasalah, jika salah satu sel rusak yakni sel parietal, yang bertugas untuk menyerap vitamin B12. Maka secara tidak langsung, reaksi autoimun ini menyebabkan gangguan terkait proses penyerapan vitamin B12. Tubuh Maya kemudian bisa mengalami anemia berat Nak karena kekurangan B12, kami biasa menyebutnya anemia pernisiosa., huuffttt..., Maya seperti sangat setres entah karena apa..” lirih Dokter Stella.
“Yah Tuhan..., apa yang harus aku lakukan Te..?” tanya Lady dengan airmata yang terus mengalir di pipinya karena khawatir dengan keadaan Maya.
“Kamu haru selalu berada di dekatnya untuk sementara waktu Lady.., apalagi papamu ada urusan bisnis selama satu minggu di Singapura Lady, dan adik – adikmu masih kecil- kecil, Dave masih belum bisa mengurus semuanya, sedangkan Maya selalu saja mengandalkan kamu dan menolak bantuan dari para kerabat terdekatnya, benar – benar keras kepala mamamu itu..” Lady berpikir apakah Reynold akan mengijinkan jika sementara waktu ini harus menjaga Maya, dilema kembali terjadi pada benaknya.
Usia Lady yang terbilang masih sangat muda membuatnya sering kali tidak memiliki pendirian dan didikan senioritas yang selama ini diterapkan oleh Maya dalam rumah tangganya juga membuat Lady selalu takut jika sudah menyangkut siapa yang harus diutamakan terlebih dahulu, walaupun bukan lagi rahasia umum jika seorang wanita yang sudah menikah maka dia harus lebih mementingkan suaminya terlebih dahulu, namun yang selama ini terjadi terkadang justru anak lebih mengutamakan keluarganya sehingga tidak sedikit rumah tangga baru yang belum bisa beradaptasi malah berakhir dengan perceraian.
Dengan perasaan bimbing Lady memutuskan untuk menghubungi suaminya guna meminta ijin awalnya “Halo Kak..., apakah aku mengganggu kak?” tanya Lady,
“Aku sedang sibuk Lady.., tapi tidak apa – apa, ada apa Lady?”
“Kak..., mama masuk ICU kak..., dan papa ke Singapura, sedangkan Dave besok harus ke sekolah kak.., apakah Lady bisa minta ijin untuk menjaga mama di rumah sakit kak?” Lady menunggu jawaban dari Rey sambil menggigit kukunya karena merasa gugup, tidak yakin ijin akan diberikan dengan mudah mengingat bagaimana perseteruan antara suami dan mamanya sampai saat ini belum juga selesai.
“Aku tidak melarang mu untuk menjaga mamamu Lady, tapi bukankah mamamu memiliki adik yang sampai saat ini belum menikah Lady? Biasanya beliau bukan yang selalu menemani disaat kamu tidak ada?” jawab Reynold merasa tidak rela melepaskan Lady begitu saja.
“Tante Desi..., Lady bahkan tidak kepikiran untuk menghubunginya, terima kasih kak..., tapi bolehkah Lady gantian menjaga mama kak? Dan Lady akan pulang sebelum kakak pulang dari kampus kak..” lagi Lady memohon kepada suaminya.
“Terserah, Aku mau mengajar dulu sekarang... sampai nanti..” lalu tanpa menunggu Lady menjawab apapun, Rey langsung memutuskan sambungan teleponnya.
“Apakah kamu marah kak...?” gumam Lady sambil menatap nanar layar ponselnya.
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman