STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 56. KUTUKAN VICTOR



Menatap dengan perasaan muak dan menahan gelora emosi didalam dirinya Victor tak llagi kuat untuk mencegah bibirnya berkata segala sesuatu yang ada di dalam isi hatinya dengan penuh penekanan dan ketegasan tanpa lagi mau menjaga perasaan kedua insan muda yang telah kehilangan akal sehatnya atas nama cinta, cinta terlarang yang begitu hina dan kotor di mana Victor.


“Dengarkan ucapanku baik – baik, buka telinga kalian selebar – lebar, jangan coba – coba menyelah perkataanku walau hanya sedetik!” sambil mengambil nafasnya dengan dalam dan berat Victor melanjutkan kembali apa yang ingin diungkapkannya,


“Aku tidak merestui hubungan kalian ini sampai kapanpun, Tidak akan pernah, hilangkan segala asa yang ada di dalam dada kalian dan pikiran kalian, aku tidak akan pernah merestuinya!! Ingat dan camkan perkataan yang aku ulang berkali – kali ini, kalian berdua akan menerima pembalasan yang sangat menyakitkan lebih menyakitkan dari luka yang kalian torehkan kepada Lady, ingat bahwa apa yang di tabur akan di tuai, kalian tidak akan menuai padi jika kalian menanam lombok, kalian tidak akan menuai ribuan bunga di musim semi, jika yang kalian tabur adalah sebuah badai, hanya kehancuran dan penderitaan yang berkepanjangan yang akan kalian kecap kedepannya, aku tidak akan menarik dan tidak akan membatalkan segala ucapanku ini, semua ini aku sampaikan dengan kesungguhan hati terdalam, hatiku yang begitu sakit dan malu...!!”


“Bahkan seluruh malaikat mereka sedang mencatat ucapanku ini dengan meneteskan airmatanya karena ikut merasakan perihnya hati seorang ayah yang hampir mati ini, semua ini hanya akan kembali baik, jika kau kembali kepada istrimu dan kau merelakan anakku untuk memperbaiki bahtera rumah tangganya yang di buat karam olehnya secara sadar dan dengan sengaja, selama kau terus mengikat anakku dengan ego mu, maka kau pun akan memakan beribu – ribu kepahitan dalam hidupmu akibat keangkuhanmu sebagai seorang wanita yang merasa bisa dan memiliki segala..”


“Dan Kau Reynold Hariyadi jika kau tidak meninggalkan wanita ini, dan mengeluarkan racun dalam rumah tanggamu, maka jangan pernah lagi memanggil aku dengan sebutan papa, aku aakan pergi dari sini segera setelah menantuku menjemputku, kini aku tidak sudi mendengar perkataan, pembelaan, atau bahkan hanya sekedar mendengar nafas kalian yang memburu satu sama lain, itu semua membuatku muak dan sungguh sangat menjijikkan di pendengaranku, maka pergilah..., renungkanlah..., masih ada waktu untuk membuat segala sesuatunya menjadi baik..., aku mau istirahat.” Tutup Victor lalu mengambil selimut dan menutup wajahnya sambil menangis..., tangis saat mengucapkan kata – kata buruk tersebut.


Bukankah kata adalah doa? Dalam setiap kata yang terdengar begitu tegas sebenarnya terkandung berjuta kesakitan yang di tahannya hanya demi agar anaknya kembali kembali pada jalur kehidupan yang benar, bukan hanya Victor yang menangis di balik selimut yang di pakainya untuk menutupi wajah keriputnya, namun Riska dan Reynold juga berderai air mata, mereka berdua sama – sama memikirkan segala ucapan Victor yang begitu menusuk hingga ke sumsum tulang.


Bagaimana mungkin Reynold bisa hidup tanpa dianggap oleh seorang pria yang sangat di sayanginya, namun bagaimana mungkin dengan juga Ia tega untuk menyakiti Riska yang sekarang juga tengah berbadan dua, Reynold tidak mungkin memilih antara Riska dan ayahnya, jika di suruh memilih antara Lady dan Riska, Ia sudah menemukan jawaban pasti dari hati, namun di suruh memilih antara Riska dan Victor maka Ia tidak dapat menentukan jawabannya.


Riska yang mendengar kata – kata Victor tak kuasa menahan gemuruh derita di dadanya, setiap ucapan yang terdengar itu bagaikan sebuah kutukan buruk untuk dirinya, bagaimana Jika ternyata seluruh perkataan Victor terjadi, seluruh kehidupannya akan berubah dan menjadi sangat menderita, namun bukankah seorang ibu rela untuk menderita demi memperjuangkan kebahagiaan anaknya? Bukankah memberikan anak ini seorang ayah kandung yang kehadirannya selalu ada di setiap tumbuh kembangnya merupakan hakikat dari kebahagiaan itu sendiri?


“Aku tidak akan ragu untuk menderita dan di kutuk buruk oleh mu Om..., asal anakku memiliki ayah, dan aku akan.. aku.. akan tetap memperjuangkan hak anakku! Tidak ada yang perlu aku pikirkan dan renungkan kalau suda menyangkut anak didalam kandunganku, dengan atau tanpa restumu aku tetap akan berjuang mempertahankan Rey.” tegas Riska dengan suara bergetar penuh dengan isak tangis sambil menatap tajam kedua manik mata Reynold, lalu dengan langkah tegap Ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu tanpa menunggu Reynold menyusulnya.


Mendengar apa yang terucap dari Bibir Riska Reynold hanya dapat memejamkan matanya serta kedua airmata lolos begitu saja turun tak tertahankan, “Maafkan akan segala perkataan Riska papa..., aku.. aku akan memikirkan dan merenungkan semua yang papa ucapkan, maafkan atas segala kekacauan ini...”


“Kau sendiri yang menyulitkan diri dan membuat mu berdiri pada posisi seperti ini, dan dengan perkataanmu barusan ini, kini aku sadar jika aku sudah salah mendidikmu Reynold, Kau adalah manusia paling serakah dan egois yang pernah ku temui, dan satu hal..., aku akan menganggap anak dari Riska adaalah cucuku, jika dia mundur dari hubungan ini, tapi lihatlah dengan angkuhnya dia menantangku, semua kehidupan yang kalian jalani sekarang sudah pernah aku jalani, tapi kalian belum pernah menjalani kehidupan separuh kehidupanku. Aku hanyaa berusaha menyelamatkan kalian berdua dan yang kau sebut dagingku yang juga berada di dalam kandungan wainita itu..., kini pergilah dari hadapanku, masih ada kesempatan untuk merubah pendirian mu..” ucap Victor sambil mengusir Reynold.


“Apapun keputusanku..., percayalah.. bahwa aku sangat menyayangimu pa..” lirih Reynold lalu membalikkan badannya dan juga berjalan gontai menyusul Riska untuk mengantarkannya.


Namun baru saja dia berjalan beberapa langkah sebuah masalah baru terpampang nyata dihadapannya ketika ia melihat Riska dan Lady berdiri berhadap – hadapan saling melemparkan pandangan dengan sorot kebencian satu sama lain.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 