STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
BAB.18. BERTEMU RISKA



Setelah mendengarkan wejangan dari Victor dan berdamai dengan masa lalu orang tuanya, Reynold kembali menimbang nimbang baik buruknya yang dikatakan oleh Victor dan jalan keluar yang diberikan oleh Victor sebagai orang tuanya.


Berhubungan dengan orang - orang kaya ini memang sangatlah merepotkan, seolah tidak ada jalan keluar selain menuruti kemauan mereka, uang memang dapat mengubah dan membeli segala.


Sementara Reynold merenung suara notifikasi pesan masuk di ponsel android milik Reynold, di bukanya sebuah chatting dari Lady, terlihat foto USG empat dimensi dengan caption “Buah Cinta kita”,


Reynold merasa nafasnya tertahan melihat foto itu, tidak ada senyuman di bibirnya, sejenak di ingat kembali nasehat dari Victor, lalu dilihatnya lagi foto tersebut, Namun yang dirasakan oleh Hati Reynold hanya perasaan GAMANG.


Tiba - tiba segala sesuatunya terasa tawar begitu saja, Rey tau jika apa yang terjadi bukanlah kesalahan dari Lady atau bahkan janin yang ada didalam kandungan Lady, tapi tetap saja segala keadaan yang ada ini membuatnya merasa hilang begitu saja.


"Kak.... apa kakak disana?" lagi sebuah pesan masuk, tentu saja Lady disana menunggu balasan dari dirinya, yang hanya terpaku melihat foto janin tersebut.


"Iyah aku disini lagi melihat foto bayimu..." seraya enggan untuk menyebut bayi kita, Rey lebih nyaman dengan kata bayimu..., tapi perubahan sikap dari Rey tidak diketahui sama sekali oleh Lady,


"Kak... semua gedung, makanan, baju pengantin dan undangan telah siap, kakak minggu depan jadwal fitting Jas sama Papa Victor dan Mama Tuti yah... jangan lupa kak... pasang pengingat di alarm kakak yah..." balas Lady lalu mengirimkan beberapa foto lokasi resepsi dan beberapa konsep dekorasi yang di tawarkan oleh pihak WO,


Reynold merasa jengah dan jenuh dengan pembicaraan ini, sudah tidak ada lagi percikan semangat untuk menikah dengan Lady, 'Apakah kau mencintai Lady?' pertanyaan Victor kembali teringat,


Yah... Kini Reynold kembali bertanya pada dirinya sendiri, apakah ini yang namanya cinta dengan semudah itu perasaan gamang dan tawar hati ini hinggap akibat sebuah kekecewaan yang bahkan tidak disebabkan secara langsung oleh Lady,


"Kak... kakak mau dekorasi yang mana?" chatting dari Lady kembali masuk karena Rey tidak juga kunjung membalas,


"Kamu pilih saja yang kamu suka, aku juga pasti suka dengan pilihanmu.." jawab Reynold seadanya,


"Okay kak... makasi yah..."


Keesokan harinya Reynold kembali beraktivitas seperti biasa, dia ke kampus pada pagi hari, seolah ingin saja menyibukkan dirinya, sebuah surat dari Dekan Fakultas berada tepat diatas mejanya, Reynold diminta untuk menjadi pembicara di acara Kampus yang akan diadakan di pulau Jawa, kali ini Rey tidak pergi sendiri tapi pergi bersama salah satu dosen baru di universitas tersebut.


"Permisi Pak..." seorang wanita muda terlihat memasuki ruangan kerja Reynold dengan sopan,


"Oh Iyah... apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Reynold dan mempersilahkan wanita itu untuk duduk di kursi,


"Pak.. saya dapat surat dari Dekan Fakultas untuk kegiatan acara yang akan diadakan dan katanya nanti saya pergi dengan Bapak, tapi saya nggak bisa pak jadi saya mau minta tolong bantuan bapak untuk meminta rekomendasi dosen lain dari Dekan sebagai pengganti saya.." ucap wanita itu,


"Sebentar... kamu dosen baru disini?" tanya Reynold,


"Iyah Pak... duh.. maaf... jadi lupa memperkenalkan diri, saya Riska Pak..." Ucapnya sambil menyalami tangan Reynold,


"Saya Reynold, selamat bergabung yah Riska..."


"Terimakasih banyak Pak...,"


"Baiklah saya akan minta rekomendasi dari Dekan yah... tapi alasannya apa kok nggak bisa ikut Bu Riska?"


"Duh Pak... jangan panggil saya Bu dong.. berasa tua banget ini, kecuali didepan mahasiswa, kalau pas sama - sama panggil Riska aja .."


"Ops.. ahahaha.. nggak sadar saya tuh Pak.. eh... Rey..." Riska ikut tertawa saat sadar jika dialah yang memulai panggilan formal"


"Iyah...iyah di maafkan... untuk alasannya apa? supaya saat saya menghadap ke Dekan bisa saya sampaikan" tanya Rey,


Riska menggembungkan pipinya dan menautkan kedua jari telunjuknya seperti anak kecil yang sedang berpikir, "Eeemmmm...,maaf sebelumnya Rey... saya kurang nyaman kalau keluar kota berdua dengan lawan jenis..." akuhnya Jujur dihadapan Rey yang membuat Rey langsung ternganga tanpa sadar,


"Rey ..mulutnya ditutup dong.. takut saya lihatnya.." goda Riska kepada Reynold,


Reynold tertawa terbahak melihat tingkah rekannya ini, kok bisa ada wanita dewasa yang tingkahnya seperti anak kecil seperti ini, Reynold memandang gemas terhadap rekan yang baru saja ditemuinya tapi sudah dapat berbincang seolah mereka adalah kenalan lama.


"Yah ampun... Riska .. kamu ini... kamu umur berapa sih?" Rey penasaran dengan Riska,


"Aku... Dua puluh lima tahun, kamu?" tanya Riska...


"Yang jelas Aku lebih tua dari kamu hahahahaa!!" jawab Reynold menahan senyumnya,


"Waahhhh nggak adil kamu Rey... masa aku nggak tau umur kamu?! Okay lah kalo nggak kasih tau nanti aku cari tau sendiri" ucapnya sambil memicingkan kedua matanya kearah Rey,


'Yah Tuhan perasaan apa ini? aku gemas sekali dengan wanita ini...' Guman Rey dalam hati,


"Okay lah... cari tau saja sendiri..., tapi kalau alasannya hanya karena tidak nyaman aku pun tidak akan mau mengabulkannya.. jadi biar saja kamu terjebak harus pergi dengan aku..."


"Hhmmm... dasaarrr..."


"Lagi pula kamu takut apa sama aku?"


"Takut??? Hahahaha!!! Kamu salah besar tuan muda Reynold... Riska tidak pernah takut apapun!" ucapnya sambil berdiri, "Ehh... tau nggak kalau nama kita sama sama berawalan dengan huruf R?" sebuah pertanyaan random dari Riska kembali membuat Reynold terhibur.


"Yah... aku tau .. tapi aku baru sadar saat diberitahu" Reynold menatap Riska dari atas sampai bawah dan menilai wanita di hadapannya ini,


"Baiklah kalau kamu memang memaksa aku untuk pergi bersama kamu... apa boleh buat.. aku sudah menolaknya.. tapi kamu terlalu memaksanya.. jadi sampai jumpa nanti Rey.. aku ada jadwal mengajar sekarang, Byeee..." Riska berjalan keluar ruangan dengan berlenggang lenggok bak model papan atas, membuat Reynold gagal fokus dan memukul kepalanya sendiri dengan kertas yang dipegangnya.


"Apa yang kau pikirkan Reynold!! kau akan menikah sebentar lagi!!! dasar bodoh!!!" Reynold memaki dirinya sendiri.


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 