STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 48. APAKAH PERNIKAHANMU BAIK – BAIK SAJA?



Menyelamatkan rumah tangga adalah pilihan pertama yang di ambil oleh Lady, walaupun Lady tidak mengetahui sejauh apa hubungan antara Rey dan wanita yang menjadi idaman lainnya, tapi rasanya semua ini harus di hentikan sesegera mungkin, hanya tinggal tiga bulan dari sekarang anak dalam kandungan Lady akan lahir, Ia tidak mau membayangkan anak ini lahir tanpa seorang ayah.


Memiliki keluarga yang lengkap dari kecil, dengan saudara yang cukup banyak dalam satu rumah tangga yang harmonis di adalah tempat dimana Lady bertumbuh hingga saat ini, lalu jika sebuah kenyataan pahit dan yang terpahit harus terjadi pada dirinya, Lady sungguh tidak tau harus bagaimana dalam mengatasinya.


Kini dibantu oleh adiknya Dave yang juga memergoki kakak iparnya berduaan di rumah sakit dengan seorang wanita asing mengantarkannya sampai di persimpangan universitas tempat Rey bekerja, dan lagi – lagi dengan mata kepalanya sendiri Dave melihat bagaimana Rey menggandeng mesra wanita yang memang cantik dan seksi itu, “Kau bajingan Kak Rey..., kau benar – benar lupa dengan anak di dalam kandungan kakakku!!” dengan geram Dave mengambil gambar dan video melalui kameranya, dan menghubungi Lady, memberitahu apa yang sedang dilihatnya.


“Ikuti mereka Dave!” ucap Lady dengan tenang,


“Baiklah kak.., kakak bisa mengawasi ku dengan melihat posisi terkini di map yah kak...”


“Iyah Dave..”


Lady tidak ingin berlama – lama, segera bergegas untuk menyusul kepada Dave, namun belum juga keluar dari unit, suara bel unit berbunyi, Lady lalu membuka pintu apartemennya dan di dapati kedua mertuanya berdiri dan memeluknya, “Apa kabar nak?” Tanya Victor.


Lady masih bingung bagaimana menguasai dirinya, sedangkan dia harus cepat untuk melihat kemana arah tujuan suaminya pergi, tapi dengan datangnya Victor dan ibu tiri Rey, tidak mungkin Ia meninggalkannya begitu saja, “Ba.. baik pa...”


“Kamu mau pergi yah?” tanya Tuti,


“Iyah ma..”


“Kemana?” tanya Victor,


“Beli pakaian bayi pa..” Lady terpaksa berbohong dan memaksakan senyumnya,


“Tidak usah membeli terlalu banyak, ini papa dan mama sudah membawakan kain bedong, baju – baju mungil untuk anakmu..” Victor dan Tuti langsung masuk ke dalam dengan membawa berbagai belanjaan yang banyak.


Lady lalu mengikuti mereka untuk duduk di ruang keluarga, tapi pikiran Lady ada pada Dave yang sekarang sudah sampai di mana, dan apa yang di lakukan oleh Rey, “Pa.. ma... mau minum apa?” tanya Lady sengaja beranjak ke dapur, sementara kedua mertuanya lagi membongkar barang belanjaan dengan antusias, dan tertawa bahagia melihat pakaian – pakaian bayi yang sungguh imut dan memiliki motif lucu – lucu.


“Tidak usah..., nanti mama yang ambilkan..., Lady kalau mau pergi sama mama saja bagaimana? Mama masih belum puas melihat barang – barang bayi yang sungguh imut dan lucu ini nak..” Tuti berbinar membayangkan segala sesuatu yang berhubungan bayinya Lady.


“Baiklah ma...” lalu tidak seberapa lama ponsel Lady kembali berbunyi, semua menoleh kearah Lady, dengan canggung Lady mengangkat panggilan teleponnya.


“Halo Dave..?”


“Kak.. aku sudah tau mereka kemana kak..., aku sudah share pin lokasi mereka kak..., aku rasa ini adalah apartemen wanita itu kak..., Apakah kakak ingin aku melabrak mereka kak?” tanya Dave menahan amarahnya.


“Tidak usah Dave..., kamu tetap saja awasi yah... Oh yah.., kakak belum bisa ke rumah, soalnya mertua kakak baru saja datang..., sampaikan salam ku untuk mama yah...” Dave mendengar ucapan Lady awalnya bingung, tapi Dave cukup pintar dan mengerti maksud dari kakaknya itu.


“Baiklah kak.. aku akan tetap disini untuk mencari tau kemana mereka lagi kak.., semua perkembangan akan aku kabari kak..., kamu bersabarlah kak...” suara Dave terdengar melembut, karena dia sadar jika pasti sulit bagi Lady untuk menguasai diri di tengah situasi yang kacau ini.


“Iyah Dave..., terima kasih yah..” ucap Lady menutup ponselnya.


Tuti masih terus bersemangat membongkar enam tas belanjaan yang besar – besar, sedangkan Victor dia terdiam memperhatikan menantunya, lalu Victor membisikkan sesuatu kepada Tuti, dan Tuti hanya mengangguk lalu melanjutkan lagi aktifitasnya, sedangkan Victor berjalan mendekati Lady yang tengah menghadap ke tembok untuk menutupi kesedihannya, Ia sempat menyeka air matanya untuk menyembunyikan kesedihannya.


“Tidak apa – apa pa.., hanya saja mama baru keluar dari rumah sakit kemarin pa...” jawab Lady berbohong,


“Iyah papa tau..., sebelum ke sini papa sempat mampir ke rumah Tuan Hendrik kamu juga membawakan bunga rosela untuk Nyonya Maya...” Lady masih belum paham maksud dari ucapan Victor.


“Terima kasih atas kebaikan papa..” Victor mengangguk,


“Rey kemana Lady? Apakah kamu tidak menghubunginya dan memberikan informasi jika papa ada disini?” pertanyaan Victor membuat Lady berpikir jika dia menghubungi Rey maka, rencana pengintaian akan berakhir, dan setelahnya dia akan sulit tau kemana saja rute suami itu bersama wanita yang kini menemaninya.


“Kak Rey.., masih di kampus pa.., Lady tidak berani mengganggu kakak kalau lagi mengajar.., tapi besok kakak katanya mau keluar kota pa selama satu minggu.”


“Oh... baiklah.., biar papa saja yang menghubunginya untuk segera pulang, sebelum keluar kota dia harus menemui papa dulu bukan?” tanya Victor kepada Lady,


“Papa masih lama disini kan?” tanya Lady,


“Iyah sampai acara tujuh bulanan cucu papa, yang membuat papa datang sekarang juha Tuan Hendrik, katanya agar bisa bersama – sama mempersiapkan acara tujuh bulanan cucu kami..” Lady lalu manggut manggut,


“Ooo.... iya pa...” jawabnya canggung, Ia belum ingin semua orang tau masalah yang dihadapinya, tapi jika memang akan terendus yah mau tidak mau Lady akan berterus terang lebih dulu dengan mertuanya.


“Lalu Dave sekarang di mana Lady?” tanya Victor dengan curiga,


“Dave sedang di rumah dengan mama pa...” di kira Lady, Victor datang ke rumah orang tuanya lebih dulu baru berbelanja, tapi ternyata dugaannya salah, Victor dan Tuti berbelanja lebih dahulu, baru kerumah besan dan rumah anak juga menantunya.


“Tapi..., papa baru saja ke sana sebelum dari sini, namun kata Hendrik, Dave pergi dari semalam belum pulang nak...” mendengar itu membuat Lady seketika gugup,


“Ada apa sebenarnya, suamimu tidak ada, padahal ini sudah lewat dari jam kantor, lalu kamu baru dihubungi adikmu dan mengatakan untuk jangan kemana – mana, dan selalu berkabar denganmu, Lady..., ceritakan semuanya sama papa..., siapa tau ada jalan keluarnya.., apakah pernikahanmu baik – baik saja?” tanya Victor prihatin.


“Ba...bagaimana... papa berpikir seperti itu pa?” tanya Lady benar – benar gugup.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 