
Kebahagiaan begitu menyelimuti suasana rumah Hendrik pada hari itu, hari dimana Lady datang, menunjukkan foto USG empat dimensi anak yang ingin di beri nama Alfaro, walaupun awalnya nama itu terceploskan begitu saja dari bibir Lady, namun ternyata nama Alfaro memiliki makna yang sangat luar biasa, Alfa sendiri berarti Pertama, sedangkan Alfaro sendiri dalam bahasa Spanyol, artinya adalah pelindung, adil, dan bijaksana.
Bukankah itu sebuah nama yang sungguh indah, rasanya Lady sudah tidak sabara memberi tahu Reynold, nama anak yaang ingin disematkan kepala putra pertama mereka. Namun keinginan itu harus di tahannya sementara karena bahkan sampai saat ini Reynold belum juga memberi kabar kapan pulang, dan apakah urusannya sudah selesai atau belum.
“Dave kemana ma?” tanya Lady, juga ingin mengabari kalau keinginan adiknya memiliki keponakan laki – laki akhirnya terwujud.
“Dave lagi ke rumah sakit di suruh sama papa, untuk minta rekam medis serta kwitansi asli untuk di scan, supaya papa bisa klaim asuransi mama..” sahut Maya,
“Iyah.. soalnya saat tadi mama keluar dari rumah sakit papa idak sempat mengantri, jadi Dave yang papa suruh mengantri disana, mungkin sebentar lagi dia pulang, apakah kamu mau menunggu adikmu nak?” tanya Hendrik,
“Iyah boleh pa.., sambil menunggu Lady masakin makan buat mama yah...” tanya Lady sambil beranjak ke dapur, namun dicegah oleh Hendrik,
“Tidak usah nak.., papa sudah pesan makanan, sebentar lagi kurirnya pasti sudah sampai, kamu tidak usah banyak kerja nak.., papa tidak tega lihat kamu bekerja dengan perut buncit itu.” Lady dan Maya tertawa bersamaan mendengar ucapan Hendrik.
“Justru masuk usia tujuh bulan dia harus banyak bergerak pa.., agar anakmu itu tidak kesulitan saat melahirkan...” sahut Maya, disambut anggukan kepala oleh Lady.
Dave yang lagi ditunggu kedatangannya oleh semua keluarga dirumah malah sedang kebingungan melihat kakak iparnya dirumah sakit sedang menemani seorang wanita, dan mereka terlihat begitu mesra, saat Ia berbelok dari lorong Farmasi menuju ke laboratorium Dave melihat bagaimana seseorang wanita seumuran dengan Rey sedang menyandarkan kepalanya di bahu kakak iparnya, dan Rey sesekali mencium puncak kepala wanita cantik itu.
“Kak Rey...? siapa wanita itu” gumam Dave, Dave kembali mencoba untuk memutar memorinya, Ia tidak menemukan jawaban apapun, karena seingat Dave kakak iparnya itu hanya memiliki seorang adik tiri itu pun laki – laki bukan perempuan, jika dia saudara sepupu mengapa dia tidak diundang saat acara pernikahan sang kakak?
Beribu pertanyaan bermain di otaknya Dave, sampai Dave akhirnya memutuskan untuk merekam dan mengambil foto Rey juga wanita itu tanpa disadari oleh kakak iparnya, kini Dave berjalan melewati Rey, dan tidak ingin pulang dengan tangan kosong, Dave sengaja duduk persis di belakang kursi tunggunya Rey dan wanita itu.
Dave yang menggunakan masker pada wajahnya juga topi membuat Rey tidak mengenalinya, setelah menunggu beberapa menit akhirnya Dave mendengar sedikit percakapan mereka,
“Rey..., bagaimana dengan Lady? Apakah dia tidak apa – apa kamu tinggal seharian, aku takut membuat istrimu itu sedih..” ucap wanita itu, mendengarnya Dave semakin bingung dalam hatinya dia berpikir kalau kalau wanita ini mengenal Lady maka pasti kakaknya juga mengenal wanita ini, namun mengapa sampai Rey meninggalkan kakaknya seharian? Dan mengapa mereka terlihat begitu mesra? Ada apa ini sebenarnya.
“Tidak apa – apa.., aku sudah mengabarinya semalam, dan sebentar lagi aku akan menelponnya juga agar dia tidak khawatir..” sahut Rey sambil mengelus lembut wajah wanita disampingnya, melihat apa yang dilakukan Rey dada Dave begitu bergemuruh.
“Ini sudah tidak wajar, ini tidak benar..” gumam Dave dalam hati, keinginannya kuat untuk mencari tau siapa sebenarnya wanita yang bersama dengan Rey, namun ketika ia masih mengintai tiba – tiba saja suara ponsel berbunyi, dan nama Lady tertera di layar ponselnya.
Dave lantas buru – buru berjalan keluar ruangan itu, karena jika Rey mendengar suara Dave, ia yakin jika kakak iparnya itu pasti akan mengenalinya. Sesampai diluar akhirnya Dave mengangkat ponselnya, “Halo kak...”
“Apakah kamu masih lama Dave? Kakak sudah menunggu kamu dari tadi di rumah mama papa, cepat pulang yah... ada ikan bakar rica – rica kesukaan kamu, dan ada yang ingin kakak sampaikan Dave, ini sangat penting..” suara Lady terdengar begitu serius, apakah ini berkaitan dengan apa yang baru saja dilihatnya barusan?
“Ini baru saja selesai kak.., sebentar lagi Dave pulang, kakak tunggu Dave disana yah...” suara Dave terdengar bergetar,
“Kamu kenapa Dave?” tanya Lady yaang menyadari jika ada yaang salah dengan suara adiknya, “Apakah mama baik – baik saja? Apakah kamu mendengar sesuatu yang salah dengan diagnosa mama?” tanya Lady sambil berbisik dan berbicara cepat seolah takut ada yang mendengarkannya.
“Tidak kak.., aku tidak apa – apa, aku kesini juga bukan mengambil hasil diagnosa mama kak.., aku kesini hanya mengambil berkas administrasi dan kwitansi, yah sudah Dave nyetir dulu yah..., tunggu Dave dirumah..”
“Baiklah, see you..”
Sepanjang jalan Dave masih sangat gelisah berpikir apakah Dave akan langsung bertanya dan memberitahu masalah Rey, ataukah Dave akan menyelidikinya terlebih dahulu, kebimbangan terus menguasai hati Dave, ingatan – ingatan bagaimana Lady begitu menyayanginya selalu saja teringat dan membuat hati Dave begitu pilu, dia membayangkan hal terburuk, jika wanita itu selingkuhan Rey..., maka bisa dipastikan Lady akan sangat hancur, lalu bagaimana dengan pernikahan mereka, dan bagaimana juga dengan bayi yang ada didalam kandungan kakaknya itu, Dave yang hampir lulus dari bangku sekolah menengah atas memang anak kedua setelah Lady, tapi Dave merupakan anak laki – laki pertama di dalam keluarga Hendrik.
Pada akhirnya pun kedepannya semua tanggung jawab akan di pikulnya, mobil Lady terlihat terparkir rapi di pekarangan rumah orang tuanya, Dave juga memarkir mobilnya sejajar dengan mobil Lady, sejenak Ia mengambil sebuah keputusan apa yang akan dilakukannya, dan kini Dave merasa yakin langkah apa yang harus diambilnya.
Ia turun dari mobil dan melangkah yakin kearah rumahnya, sebuah pemandangan sangat indah terlihat mengharukan, bagaimana kedua orang tuanya bersama Lady sedang tertawa bersama, secara bersama mereka menoleh melihat siapa yang datang, sebuah senyuman lebar tercetak jelas di wajah Lady, “Dave!!!!” sambut Lady lalu memeluk adiknya dan menyelipkan sesuatu di saku belakangnya.
Dave menyadari ada sesuatu yang diselipkan oleh kakaknya, lalu Dave segera merogoh saku belakangnya dan dilihatnya sebuah foto hasil USG empat dimensi bertuliskan “He is a boy!!”, langsung saja Dave memeluk Lady dengan haru karena ikut merasakan kebahagiaan kakaknya.
Mereka berbincang cukup lama di depan, sampai akhirnya Hendrik berpamitan untuk mengajak Maya untuk berisitirahat, “Papa ajak mama tidur dulu yah.., dokter bilang mama harus banyak istirahat, dan Dave temani kakakmu yah..”
“Iyah pa..., ma.. cepat pulih yah.. nanti Lady akan sering kesini untuk menemani mama yaah...” lalu Lady mengecup dahi Maya, dan kini tinggallah Dave bersamanya.
“Kak..” panggil Dave saat melihat Hendrik dan maya telah masuk ke kamar,
“Iyah?” jawab Lady sambil mengunyah kue kering yang baru saja di makannya
“Apakah Kak Rey menjagamu dengan baik selama ini?” tanya Dave,
“Iyah dong.., dia sangat khawatir dan menjaga kakak..” jawab Lady sambil tersenyum riang,
“Lalu mengapa dia tidak datang kesini sama – sama kakak?”
“Oh.. dia lagi menemani Rektor, ada guru besar yang datang katanya...” jawab Lady, “Kenapa?”
“Kak..., maaf.. aku tidak bisa menyembunyikan ini, siapa dia kak?” tanya Dave sambil menunjukkan Foto yang ada di ponselnya.
Jantung Lady seakan mau meledak saat itu juga, dan wajah Dave juga sudah merah padam menahan rasa emosi yang naik ke ubun – ubun.
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman