
Lady begitu terkejut melihat foto yang ditunjukkan oleh Dave, difoto itu Ia melihat suaminya sedang mengecup puncak kepala seoang wanita cantik..., dadanya bergemuruh, air mata sudah siap terjun bebas di pelupuk matanya, kepalanya mendadak berputar sangking kagetnya, lidah pun terasa keluh, tak tau harus berbicara apa, sampai saat Lady merasa tangannya di pegang oleh Dave yang berusaha menguatkan kakaknya.
“Aku akan cari tau siapa dia kak..” ucap Dave meyakinkan Lady,
“Tidak usah Dave.., biar kakak saja yang akan menanyakan langsung kepada Kak Rey..,siapa tau itu saudaranya..” jawab Lady masih berusaha menenangkan dirinya,
“Tidak kak...!! dia bukan saudaranya Kak Rey..., kalau kakak tidak percaya lebih baik kita memastikan langsung kepada Om Victor kak..” Lady berpikir benar ucapan Dave, namun acara tujuh bulanan sudah diketahui oleh mertuanya, bagaimana jika karena masalah ini semua semakin kacau,
“Dave..., kakak tau kamu sangat menyayangi kakak..., tapi.., kakak ingin menyelesaikannya sendiri dulu Dave, kakak mohon jangan beritahu siapapun terlebih – lebih papa dan mama, kakak harus menanyakan langsung kepada Kak Rey disaat yang tepat, acara tujuh bulanan keponakanmu ini sudah di jadwalkan Dave.., Biarkan semuanya akan kita ketahui satu bulan lagi yah...” bujuk Lady kepada adik yang sedang menahan rasa emosinya.
“Apakah kakak kuat bertahan dengan perasaan seperti ini selama satu bulan kak?” tanya Dave masih menahan geram.
“Harus Dave.., kakak harus bertahan, agar semua lebih jelas, dan kakak butuh waktu yang sesingkat – singkatnya menghadapi kemungkinan terburuk bukan?” jawab Lady dengan berusaha tegar.
“Kak... aku bersumpah jika dia macam – macam denganmu, aku sendiri yang akan membunuhnya kak...” Dave berbicara dengan sungguh hingga matanya memerah.
“Jangan kamu mengotori tanganmu Dave, dan jangan kamu mengorbankan masa depanmu untuk urusan – urusan seperti ini, bukankah semuanya juga belum pasti kan? Kakak mohon Dave harus tenang yah.. dan bisa menguasai diri.., kalau bukan demi kakak, harus demi keponakanmu ini..” ucap Lady sambil menggapai tangan adiknya dan menaruhnya diatas perut buncitnya, ada sebuah gerakan kecil yang lantas membuat Dave begitu terkesiap, perasaan sedih bercampur aduk dengan marah serta haru menyatu di relung hati Dave.
Hingga akhirnya Dave mengalah dan tidak mau berdebat juga memaksakan kehendaknya lagi kepada kakaknya. “Baiklah kak..., Dave percaya bahwa apapun yang akan kakak lakukan adalah yang terbaik untuk kakak, namun satu hal kak..., Dave akan selalu ada, kapanpun kakak membutuhkan Dave, ku mohon jangan sembunyikan apapun kak..., hanya denganku, kumohon kak.., hal ini sampai saatnya kakak siap memberitahu mama dan papa adalah rahasia kita, ini video dan fotonya kak..., Dave akan kirimkan kepada kakak..” Lalu Dave mengirimkan file video dan foto kepada Lady.
“Terima kasih yah Dave.., kalau begitu kakak mau pulang dulu yah...” pamit Lady,
“Dave antar yah kak...”
“Nggak usah.., kakak bisa pulang sendiri kok, nanti kalau kamu antar lantas kamu pulang naik apa?”
“Dave pulangnya naik taxi online kak..., kali ini jangan menolak yah.. Dave antar kakak titik.” Paksa Dave, Ia benar – benar takut Lady yang dalam keadaan terguncang bisa saja menangis atau melamun sambil menyetir, bukankah itu sangat berbahaya nantinya.
“Baiklah..” Lady yang memang dalam hati merasa sudah tidak kuat untuk menyetir akhirnya mengalah dengan Dave, walaupun dia tetap berusaha baik – baik saja dihadapan Dave, namun tidak ada yang tau selain Lady dan Tuhan seberapa rapuh hatinya saat ini.
Dalam perjalanan sebuah panggilan masuk berbunyi di ponsel Lady, dan ini adalah nada dering khusus jika suaminya menghubunginya, berkali – kali mengambil nafas akhirnya Lady memberanikan diri untuk mengangkat ponselnya.
“Halo kak Rey..” sahut Lady yang sontak membuat Dave langsung saja menoleh melihat kakaknya,
“Lady..., kamu dimana?” tanya Rey,
“Di jalan kak..., menuju ke apartemen kak..”
“Oh yah sudah, hai – hati dijalan yah.., apakah kabar Maya baik – baik saja?” tanya Rey,
“Oh.. maafkan aku yang baru menghubungimu yah.., aku pulang besok, tadi kakak sempat kerumah hanya sedekar mengambil baju ganti, besok siang baru kakak pulang, jadi malam ini tidak usah masak, ini masih sibuk sekali, kakak seharian ikut seminar soalnya..” Lady tersenyum kecut karena tau jika suaminya sedang berbohong kepadanya,
“Iyah kak.., jangan terlalu lelah yah... semoga seminarnya berjalan dengan lancar..” sahut Lady sambil menahan tangis, Dave yang sadar jika kakak iparnya berbohong tak dapat berbuat apa – apa karena janjinya kepada Lady, Ia hanya bisa meremas kuat setir mobil sebagai pelampiasan kemarahannya.
“Terima kasih yah... yah sudah ini sudah mau makan malam dengan para dosen, sampai jumpa besok istriku.., I love you..” ucap Rey penuh semangat, seolah – olah dia memang sedang mengerjakan apa yang dikatakannya,
“Me too kak..” sahut Lady dan mengakhiri pembicaraannya, sudah tak kuat lagi kini isak tangisnya pecah menjadi tangisan yang memilukan. Dave otomatis langsung banting setir dan meminggirkan mobilnya ke kiri jalan.
Dave lalu memeluk Lady, dan membiarkan kakaknya itu menangis sepuas – puasnya didalam pelukan adiknya, tidak ada sepatah kata apapun lagi dari mulut Dave, dia hanya menyediakan dadanya sebagai tempat kakaknya bersandar dikala kesedihan sedang melanda batinnya.
“Dia.. dia mengkhianatiku Dave..., Kak Rey telah mengkhianatiku.., bahkan disaat aku sedang mengandung anaknya, Dave... Apa yang harus aku lakukan...,Kakak... kakak.. tidak tau bagaiman lagi kakak harus melanjutkan hidup kakak..., Yah Tuhan...” tangis Lady begitu pecah, saat Lady sedikit tenang, Dave lantas berkata,
“Kak...., ada Baby Al..., kamu harus melanjutkan hidupmu, dengan atau tanpa Kak Rey..., semua pilihan aada di tangan mu kak.., tapi yang jelas.., kakak tidak boleh menyerah, kakak tidak boleh putus asa, siapa yang akan menjadi panutan keponakanku jika mamanya tidak kuat dan tegar? Iyah kan kak?” Dave yang sebenarnya juga menahan tangis melihat dan mendengar bagaimana Lady menangis pilu,
“Bantu kakak untuk menyelidiki ini semua Dave..., kakak tidak mau masalah ini terkuak sebelum semuanya lebih jelas Dave..., aku tidak menyangka.. jika suamiku mengkhianatiku...” kembali Lady terisak, kembali Lady meratapi nasibnya.
Dave yang dituntut dewasa karena keadaan, lantas memikirkan apa yang harus dilakukannya terlebih dahulu untuk menyelamatkan pernikahan kakaknya, Ia tidak ingin kakaknya menjadi janda muda, namun semua itu juga tergantung Rey bukan? Bagaimana jika ternyata Rey memilih untuk meninggalkan kakaknya..., yah Tuhan... pikiran itu semakin membuat Dave sakit hati.
“Kita pulang yah kak... kakak istirahat yah.. atau kakak mau Dave temani malam ini?” Lady lalu menggeleng pelan,
“Nggak Dave, pulanglah..., kakak akan menenangkan diri di apartemen, kalau ada apa – apa kakak akan menghubungimu yah...” Dave pun menuruti kemauan kakaknya dan mengantar pulang Lady sampai didepan unit apartemennya.
Dave lantas pulang kerumahnya, dan pamit dengan papa Hendrik jika ingin kerja kelompok dan tidur dirumah temannya, setelah mendapatkan ijin dari Hendrik, Dave tidak pergi kerumah temannya tapi Dave menuju ke apartemen Rey dan memarkirkan mobilnya disana untuk berjaga – jaga jika Lady membutuhkannya maka Dave dapat segera datang tanpa memakan waktu, Dave juga memiliki rencana untuk mengintai kakak ipar yang telah mengkhianati Lady.
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman