STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 53. RESTU VICTOR



Betapa leganya Lady mendengarkan penjelasan dari Pak dokter yang menangani mertuanya Victor, bahwa mertuanya keadaannya mulai stabil dan akan di pindahkan ke ruangan perawatan, berbagai macam wejangan untuk menjaga kondisi Victor tetap stabil di informasikan kepada sang menantu, kini mereka berjalan untuk mengantarkan Victor ke kamar yang telah disiapkan.


Kamar yang tanpa sepengetahuan Lady disiapkan oleh Riska, anak dari pemilik rumah sakit tempat Lady menginjakkan kakinya, tempat yang sama juga di mana Maya dirawat karena penyakit maag kronis, namun bbetapa terkejutnya Lady saat Ia ikut mendorong tempat tidur mertuanya, sebuah pemandangan yang membuat semua istri sah di dunia ini pasti akan terkejut dan shock, bahkan bagi kebanyakan orang jika tidak dapat mengendalikan emosinya maka pastinya langsung membuat keributan di tempat.


Bagaimana tidak terkejut setengah mati, Ia yang seharusnya menebus obat mertuanya dia apotik justru melihat bagaimana Rernold suaminya sedang memeluk dan mengusap lembut wanita yang bisa di tebak, bahwa wanita itulah yang membut Victor sampai terkena serangan jantung. Rey terlihat begitu menyayangi wanita itu, air mata Lady tak terbendung saat berdiri terpaku melihat semua adegan perselingkuhan sang suami.


Namun Lady masih bisa menguasai dirinya, bahwa dia tidak akan membuat keributan seperti orang – orang pada umumnya, Lady sedikit mundur dan sengaja mengirimkan pesan singkat kepada Reynold, “Kak...papa sedang di pindahkan ke kamar yang sudah disiapkan katanya kak..., sekarang Laady mau menebus obat papa dulu kak..., ada satu obat yang katanya harus ditebus diluar, nanti setelah Lady selesai, Lady akan mengantarkan obat dari luar dari apotik di rumah sakit ke kamar papa..”


Terdengar suara pesan masuk di ponsel Rey, dan Lady mengintip dari jauh Rey membaca pesan tersebut, serta membisikkan sesuatu kepada wanita di sampingnya, dan terlihat bagaimana wanita itu mengangguk lemah serta mengusap kedua mata sembabnya, “Apa yang ditangisinya?” gumam Lady, dan seperti yang diucapkan sebelumnya kepada Rey, bahwa Ia harus pergi membeli obat di luar.


Selama perjalanan menuju ke apotik yang dituju, pikiran Lady sudah gelisah tidak karu – karuan, Lady lantas menghubungi Dave dan memberikan informassi jika mertuanya Papa Victor terkena serangan jantung, dan kini Ia menuju ke Apotik,


“Kakak ke apotik sama siapa kak?”


“Sendiri Dave..., kak Rey lagi jaga Papa Victor..” jawab Lady, Dave mendengar ada yang salah dengan suara dari kakak perempuannya,


“Kak... ada apa? Ceritakan kepada Dave kak..., jangan diam aja kak..., pasti ada sesuatu yang nggak beres kan?” tanya Dave tidak mau dibohongi.


“Iyah memang ada sesuatu Dave...”


“Cepat katakan ada apa kak?” desak Dave kepada Lady,


“Tadi pas kakak mau ikut mengantar Papa Victor ke kamarnya, Kakak melihat Kak Rey bersama wanita itu Dave..., kakak curiga Papa Victor sampai serangan jantung karena lagi memergoki mereka berdua, dan saat kakak chating kak Rey juga memberitahu jika papa Victor dipindahkan, kakak lihat bagaimana mesranya dia berpamitan dengan wanita itu, lalu terlihat wanita itu mengusap pipinya yang dibasahi dengan air matanya Dave..” cerita Lady panjang lebar.


Dave sangat jengkel, dadanya kembang kempis menahan rasa emosi yang begitu ingin meledak, “Lalu apa rencana kakak habis dari apotik?” Lantas Lady menjawab,


“Kakak kembali kerumah sakit Dave, dan mengantri lagi di apotik rumah sakit, harusnya tadi kakak antar dulu resep ini, tapi kakak nggak kuat kalau melewati mereka berdua yang terlihat begitu mesranya, jadi kakak memilih untuk ke luar dulu, siapa tau nanti kalau kakak ke rumah sakit, wanita itu sudah tidak ada”. Akuh Lady.


“Yah udah Dave temani, kakak share lokasi kakak sekarang dimana, biar Dave nyusul pakai ojek online aja kak.., kebetulan ini Dave baru saja selesai kerjakan tugas sekolah..” Lady sebenarnya tidak enak merepotkan adiknya, tapi siapa lagi yang bisa menjaga rahasia dalam keluarganya hanya Dave seorang.


“Baiklah.., ini kakak kirim yah Dave.., hati – hati dijalan, ini kakak paling sekitar setengah saja..”


“Okay kak.., Dave lima belas menit uda sampai kok..” sahut Dave tidak mau menunggu lama, Ia langsung memesan ojek online dan lima menit kemudian Dave berangkat ke apotik tempat Lady berada sekarang.


Lalu pintu kamar perawatan terbuka dengan pelan, terlihat Riska memasuki kamar tersebut dengan perlahan, agar tidak membangunkan papanya Reynold yang sedang terbaring lemah di tempat tidur paling nyaman di rumah sakit ini.


“Rey...” bisik Riska,


“Terima kasih untuk fasilitas ini yah..” ucap Rey lalu memeluk dan mencium lembut bibir Riska, “Bagaimana hasil pemeriksaan tadi Ris.. apakah bayi kita baik – baik saja?” tanya Rey juga sambil berbisik,


“Ini Rey..” Riska menunjukkan foto USG 4 dimensi kepada Reynold, wajah anak itu belum terlihat, bentuknya masih seperti kacang hijau dan sangat merah,


“Dokter bilang aku harus banyak minum susu hamil agar asam folat yang dibutuhkan anak kita terpenuhi Rey..., Rey..., aku takut..”


Reynold lalu membelai lembut rambut Riska,


“Aku juga memiliki ketakutan yang kamu miliki Ris..., tapi keadaan ini..., maau tidak mau harus kita lewati bersama bukan? Apakah sudah seperti ini kamu masih ingin mundur?” Lalu Riska menggeleng dengan cepat,


“Tidak akan, Aku tidak akan mundur apapun yang terjadi, hanya saja kau tidak mau hal buruk terjadi dari pihak keluargamu Rey.., aku juga ingin agar diterima oleh Papa mu Rey..., aku juga ingin direstui..” Rey menatap nanar kepada Riska, permintaan Riska yang sungguh sangat mustahil ini tidak mungkin akan terwujud, Victor adalah seseorang yang tidak akan pernah menarik ucapannya kembali, namun harapan Rey, paling tidak dia dapat dimaafkan agar dapat menjalankan hidupnya tanpa ada kejadian buruk kedepannya.


Bukankah.., kutukan orang tua yang sakit hati kemungkinan besar akan terjadi, itulah yang sangat ditakuti Oleh Reynold..., Ia berharap hal ini tidak sampai terjadi, “Ris..., apapun itu yang penting papa memaafkan kita dulu yah Ris..., barulah kita meminta restu darinya.., bisakah kamu bersadar untuk itu Ris?” tanya Rey dengan suara yang begitu terdengar memelas,


“Iyah Kak Rey..., aku akan menunggu restu sampai kapanpun Kak..” Riska lalu memeluk Rey dengan begitu erat..


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 