STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 50. WANITA DI PESTA



Ada sedikit perasaan lega yang Lady rasakan, Victor yang dikiranya akan membela Rey jika mengetahui kenyataan yang ada ternyata malah menunjukkan reaksi yang berbeda, Victor justru membela nya, bahkan akan membantunya untuk menyelamatkan pernikahannya, semua hanya perlu di lakukan dalam keadaaan senyap, tanpa perlu banyak orang tau masalah ini.


Bahkan Victor meminta Lady untuk merahasiakan kedatangannya hanya untuk membuat papa mertuanya itu dapat menyelidiki segalanya dengan leluasa, oleh karena itu pesan sang mertua agar meminta Dave jangan membocorkan kedatangannya segera di lakukan oleh Lady, Ia langsung mengirimkan pesan singkat kepada Dave.


“Dave..., papa Victor sudah tau masalah ini, dan beliau meminta agar merahasiakan kedatangannya, jangan sampai kak Rey tau yah..., tolong rahasiakan ini semua dulu, beliau akan membantu kakak menyelamatkan rumah tangga kakak Rey dan kakakmu ini Dave..”


Sebuah balasan dari Dave yang menyatakan dia akan melakukan apapun yang kakaknya perintahkan membuat Lady dapat bernafas lega, namun sebuah ingatan terbesit di pikiran Victor, “ Ingat pesan papa Nak..., jangan sampai Rey tau jika papa ada di sini dan sudah berkunjung ke sini hanya saja papa takut jika justru Rey tau dari kedua besan papa... kalau kamu meminta agar Pak Hendrik dan ibu Maya merahasiakan kedatangan papa apakah mereka tidak akan curiga? Kalau mereka curiga apa yang harus papa katakan Lady?”


Wajah Victor berubah sangat khawatir, begitu juga dengan Lady yang pikirannya serasa buntu untuk memikirkan alasan apa yang akan disampaikan kepada Papa dan mamanya, jika alasan ini tidak tepat maka masalah ini malah akan naik kepermukaan sebelum waktunya.


“Pa...., jangan khawatir, mama yang akan menghubungi Maya sekarang..” Ucap Tuti sambil menelpon Maya, baru akan di cegah oleh Victor yang khawatir jangan sampai istrinya salah ngomong suara Maya sudah terlanjur menyahut dari balik ponsel istrinya.


“Halo Mbk yu....” sapa Tuti,


“Halo jeng..., maka yo... oleh – oleh madunya..., ini tadi aku minum, perutku agak enakkan, biasanya kalau makan dikit sehabis makan itu langsung perih perutku Jeng, tapi habis minum madu pemberianmu padahal baru satu kali uda rasa lega..., Puji Tuhan.. makasi banget loh...” Ucap Maya begitu ramah dengan Tuti membuat Lady dan Victor melongo tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Iyah.. sama – sama...., duh.. aku tuh bersyukur banget kalau oleh – oleh ku bermanfaat Mbk Yu..., semoga cepat sehat dan cepat sembuh yah..., supaya kalau cucu kita lahir, kita bisa gantian gendong, haahahahaa..., kalau nggak sembuh – sembuh jangan iri loh..., kalau nanti Baby Al lebih sayang sama Oma Tuti....” goda Tuti kepada Maya,


“Duh..., bener yah.., aku harus cepat sembuh, wah..., ndak mau aku di saingi sama kamu.., Hahahahaa!!! Eh.. eh.. Jeng.., gimana anakku Lady, di sana kamu diperlakukan dengan baik to? Kalau ada kurang – kurangnya, mohon di maklumi yah..., baru belajar berumah tangga..., nanti di nasehati baik – baik yah jeng..”


Mendengar itu Lady sungguh sangat terharu, Tuti mengetahui perasaan Lady, Ia lantas mengelus kepala anak mantunya itu sambil menatapi kedua manik mata dan menjawab Maya, “Lady wanita yang sangat baik, dan nyaris sempurna Mbk Yu.., keluarga kamu beruntung menjadi besan Mbak Yu..., saya juga berterima kasih Mbak Yu akhirnya mau menerima anak kami dengan lapang dada..., kami akan menyayangi Lady seperti kami menyayangi anak – anak kami Mbak yu..., jangan khawatir yah..” suara helaan nafas lega terdengar jelas dari balik ponsel Tuti.


“Syukurlah kalau begitu Jeng..” ungkap Maya,


“Mbak yu.. saya juga mau minta tolong ini..” setelah basa basi akhirnya Tuti menyampaikan maksud yang sebenarnya,


“Iyah gimana Jeng? Minta tolong apa? Sampaikan saja..”


“Gini.. kan anak – anak ini ndak tau kalau kami datang kesini, saya minta tolong jangan beritahu ke Reynold kalau saya dan papanya datang yah Jeng, soalnya saya dan papanya mau kasih kejutan, tapi ini kebetulan Felix ada urusan penting juga, jadi saya pamit Mbk Yu..., saya mau ke tempat Felix paling ndak satu atau dua minggu, yang jelas paling lama seminggu sebelum acara saya sudah kembali kesini, nanti semua urusan biar di urus sama suami saya Mbak yu istirahat aja.., biar pas hari H mbak yu sehat, jadi terlihat seger gitu mbk..”


“Iyah mbak yu.., ini kan anak pertama Rey..., biar dia kaget dan seneng, soalnya saya selama ini belum pernah membuat Rey bener – bener bahagia mbak...”


“Iyah..., iyah..., jangan khawatir, nanti saya bilangin suami saya yah..”


“Baiklah Mbk yu.., makasi banyak yah....”


“Samai- sami..” tutup keduanya, seisi ruangan tentu saja bernafas lega, dan tidak memperpanjang kata Victor juga Tuti segera bergegas, sedangkan Lady terus – terusan merapalkan doa agar semua berjalan dengan lancar.


Setelah Victor Pergi Lady melihat baju – baju dan kain bedong serta segala kebutuhan anak nya yang sudah tersedia membuat hatinya begitu berharap agar tidak aada satu pun yang dapat menggoyahkan pernikahannya.


Sedangkan Victor pergi menggunakan mobil sebuah mobil sewaan, tujuannya adalah ke alamat apartemen yaang di datangi oleh Rey, dia menunggu berjam – jam, bahkan berhari – hari.., Victor bahkan tidak mau pergi beranjak dari tempat itu, untung saja sekitaran apartemen itu ada sebuah pom bensin besar di sanalah Victor mandi dan melakukan segala aktifitas rutinnya, bahkan ia memilih untuk makan di mobil dari pada harus pergi ke rumah makan dan akan melewatkan kesempatan memergoki anaknya sendiri.


Tepat hari minggu, Rey terlihat keluar dengan memeluk seorang wanita muda, wanita muda itu bahkan seumuran dengan Rey, Victor bahkan sampai memicingkan matanya dan ia begitu yakin, “Kamu adalah wanita bergaun merah di acara pernikahan anakku, kau sungguh bodoh Rey!! Kamu pasti akan menyesali ini semua, papa tidak perduli apapun yang terjadi tidak ada ceritanya papa akan merestui hubungan gelap mu ini, kamu harus kembali kepada istrimu dan kepada anakmu!! Kamu benar – benar keterlaluan!!” Umpat Victor yang bersiap untuk turun dari mobil.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 