STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 58. REYNOLD SELINGKUH PA!



Pengakuan dari bibir Riska terdengar menelisik di rongga telinga Lady hingga membuat seluruh tubuhnya terasa lemas seketika, bukan ini yang dia harapkan, bahkan dia bayangkan..., mengapa hubungan mereka sejauh ini dan sampai terdengar ada benih dari Rey di dalam perut itu? Apakah itu benar?


Apakah Lady tidak salah mendengar perkataan wanita di hadapannya itu? Serasa tuli seketika hanya suara dengungan keras yang mengisi gendang telinga dan kepalanya, dengan perasaan yang gamang ia menatap satu persatu manusia di hadapannya itu, mulai dari Reynold, Riska bahkan adiknya sendiri Dave yang wajahnya sudah memerah.


“Riska bukankah sudah ku bilang cukup!” bentak Reynold kepada wanita di hadapannya itu seketika membuat kesadaran Lady seketika kembali, dan beberapa kali ia mengerjabkan matanya yang sudah di lumuri dengan air mata yang mengalir begitu saja, tak lagi ingin membahas segala sesuatunya lagi, kedua manik mata gelapnya kembali menatap tajam tepat pada kedua manik mata suaminya dan berjalan meninggalkannya, namun baru beberapa langkah Lady membalikkan tubuhnya.


“Aku.., tetap akan berusaha mempertahankan apa yang menjadi hak ku, dan Kau harus mengakui semuanya kepada kedua orang tuaku Kak..” Lalu Lady kembali berjalan menuju ke kamar dimana mertuanya sedang di rawat,


“Kita lihat saja siapa yang akan dipilih oleh Reynold!! Dan aku pun akan mempertahankan ayah dari anakku!” teriak Riska diikuti dengan suara frustasi dari lelaki yang tidak lain adalah suaminya sendiri.


“My God Riska!! Ayo kita pulang..” ucap Rey sambil memegang kedua kepalanya, semua itu terdengar jelas di telinga Lady yang memejamkan matanya sesaat untuk berusaha menguatkan hatinya yang telah hancur lebur dan berserakan tak beraturan di mana – mana. Ketika sampai di depan kamar mertuanya Lady seketika tersungkur di depan pintu masuknya dan menangis sejadi – jadinya sambil memeluk tubuhnya sendiri, suara tangisannya terdengar pilu membuat Dave tak kuasa untuk menahan derai air matanya sendiri.


“Kuatkan dirimu kak.. ingat ada baby Al di dalamnya.., kuatkan dirimu kak...., ayo... kita masuk antar obat lalu aku akan mengantar kakak pulang yah...” hibur Dave untuk membuat Lady berhenti menangis di tempat umum, dengan perlahan Dave menuntun Lady masuk kamar Victor, dan terlihat Victor sedang duduk serta menatap nanar kearah menantunya, ada bekas air mata di wajahnya, mata mertuanya pun sama sembabnya dengan kedua matanya.


Lady lalu setengah berlari menuju ke tempat tidur Victor, Ia memeluk mertuanya dan mencurahkan kesedihannya, tak kuasa Victor menahan tangis lagi entah sudah yang ke berapa kali hari ini Ia menangis, kini Ia kembali menangis akibat merasakan penderitaan wanita malang yang tak lain adalah menantunya sendiri.


“Maafkan papa nak..., maafkan papa yang tidak bisa mendidik anakku..., maafkan papa...” ucapnya sesenggukan, Lady semakin menangis tanpa kata mendengar apa yang terucap di bibir mertuanya yang terdengar seolah sebuah ungkapan menyerah..., seolah sudah tidak ada cela lagi untuk memperbaiki semuanya.


Dave lalu keluar meninggalkan keduanya di dalam selain untuk memberikan privasi, Dave lalu mengangkat ponselnya dan menghubungi Hendrik, Ia mengatakan secara singkat padat dan jelas hingga membuat Hendrik merasakan dunia berhenti berputar sesaat.


“Papa...., ini Dave..”


“Hai nak..., yah papa tau jika ini kamu, hahaha!!! Ada apa? Apakah kamu membuat masalah di sekolahan?” tanya Hendrik masih terdengar santai.


“Pa..., Om Victor masuk rumah sakit kena serangan jantung, aku dan kak Lady ada disini.. di rumah sakit yang sama di tempat mama di rawat..”


“Yah Tuhan.., papa akan segera kesana...”


“Tidak usah pa..., ada masalah yang lebih penting dari pada serangan jantungnya Om Victor..” ucap Dave datar,


“Apa maksudmu? Ada apa sebenarnya Dave?” tanya Hendrik,


“Pa..., Om Victor masuk rumah sakit kena serangan jantung karena memergoki Reynold selingkuh.., tolong papa sekarang ke rumah saja..., aku akan membawa Kak Lady pulang sementara, papa tolong tenangin kakak yah pa.., untuk lebih jelasnya Dave akan ceritakan semua sampai di rumah.” Tidak ada suara lagi di seberang sana hanya gemertak gigi yang terdengar jelas di telinga Dave,


“Pa?” panggil Dave sekali lagi,


“Iyah..., bawa Lady pulang, dan pastikan Pak Victor baik – baik saja di sana, papa akan bergegas untuk pulang dari kantor” ucap Hendrik lalu mematikan sambungan teleponnya.


“Kau datanglah ke rumah sakit setelah mengantar pelacur mu itu! karena aku akan membawa kakakku Pulang sekarang..” desis Dave menahan gemuruh di dadanya,


“Dave jaga ucapan mu..” Reynold terpancing emosi karena tidak terima Riska di panggil dengan kata ‘pelacur’ oleh Dave,


“Aku tidak perlu menjaga ucapan ku saat berbicara dengan laki – laki kotor dan brengsekk seperti kamu! Aku pastikan bahwa urusanku dan kamu belum selesai laki – laki pengecut!!!” lalu Dave mematikan sambungan teleponnya secara sepihak tanpa memperdulikan suara Reynold yang hendak menjawab ucapannya.


Ia lalu masuk kembali ke dalam kamar, dan melihat bagaimana Lady menyuapi bubur untuk mertuanya yang masih tertunduk dan sesekali meneteskan air mata, “Sudah nak.., terima kasih..” ucap Victor kepada Lady.


Lady lalu memberikan obat untuk Victor dan terlihat Victor meneguk obat tersebut lalu kembali mengusap air matanya yang sesekali terus saja membasahi pipinya tanpa bisa di cegah olehnya, Dave hanya bisa sesekali menghembuskan nafasnya secara perlahan melihat pemandangan di hadapannya ini, pemandangan yang begitu suram.


“Pulanglah Nak..., istirahat..., tolong jaga satu – satunya cucu yang papa miliki...., dan sampai kapanpun kamu adalah anakku..., kamu bukan lagi menantuku, tapi kamulah anakku Lady...” Lady memejamkan matanya mendengar ucapan sang mertua, kedua bahunya bergetar hebat membuat Dave melangkah dan memegang erat kedua bahu itu.


“Benar kata Om Victor kak..., kakak harus kuat..., Baby Al di dalam sana adalah satu – satunya harta berharga milikmu sekarang kak..., ayo kita pulang kak.., biar Om Victor istirahat yah...” ucap Dave sambil memandang Victor dan sama – sama mengangguk satu sama lain seolah mengerti apa yang kini menjadi prioritas mereka.


“Pa..., Lady pulang yah...” ucap Lady...


“Iyah..., ingat jaga kesehatanmu yah.. demi cucuku...walaupun papa tau bagaimana beratnya masalah yang kini sedang kita hadapi terutama dirimu nak..., tapi ingatlah dan yakinlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada umatnya di luar batas kemampuan yang kita miliki..., apapun keputusanmu kedepannya papa tetap berpihak kepadamu nak..., papa tidak akan selalu menjadi papamu..., apapun itu..., sekarang istirahatlah di rumah yah..” ucap Victor sambil membelai kepala anak menantunya tersebut.


“Terima kasih yah paa..., Lady pamit...” Ucap Lady lalu membenarkan selimut mertuanya dan berpamitan diikuti oleh Dave, mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran mobil, Dave hanya menggandeng erat telapak tangan kakaknya sambil sesekali membayangkan akan membuat perhitungan dengan kakak iparnya tersebut.


“Kalau kau bisa menyakiti kakakku, aku juga akan menyakitimu dengan caraku sendiri, kau tunggu pembalasan dariku Reynold!” gumam Dave dalam hati.


*****


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 