
Peserta futsal menaiki bus yang telah di sediakan oleh sekolah. 5 menit lagi mereka akan berangkat.
Mungkin kali ini agak ironis karena tidak adanya kehadiran Aria. Ya mu bagai mana lagi, cowok itu sedang mengurusi ibunya yang sakit.
Tak lama bus itu berangkat ke tempat tujuan. Para suporter dari siswa-siswi menggunakan sepada motor sambil membawa logo dan bendera. Seakan-akan sedang pawai.
Reni berboncengan dengan Jeje. Selain mereka berdua, banyak sekali dari anak IPS yang mendominasi menjadi supporter. Padahal tim futsal banyak berasal dari anak IPA.
"Ren, waktu kemarin gak kalah heboh tau dari ini. Mereka gila gila tauu." Teriak Jeje yang sedang mengendarai. Ia berteriak karena agar Reni mendengarnya soalnya suasana disekitar sangat berisik oleh geberan motor.
"Serius lo?"
"Hooh dah. Ini sih belum apa-apa nya."
Reni bergumam oh.
Sebenarnya solidaritas anak IPS itu sangat erat sekali. Entah kenapa Reni jadi iri melihatnya. Namun bukan berarti kelasnya tidak solid, melainkan rasa kekeluargaan nya terkadang hilang.
20 menit kemudian sampailah di GOR. Para Supporter gila itu menaruh sepeda motornya di parkiran.
"Yo turun yok!!" Teriak salah satu siswa disana.
"Wisanggeni no surrender!!whoooo." Teriak pula siswa berhodie hijau.
"Tarik sis! SEMENGKOOOOO!!"
"WHOAOOOOOO." Mereka bersorak dan diiringi tawaan yang keras hingga memenuhi parkiran.
"Eh Gofir! canda mulu. Kelakuan lo gak bisa di rem dulu apa? Tempat elit nih, jaim dikit nape Pir." Kata Damar keluar dari bus.
"Gopir anti jaim-jaim yee. Kalo gopir tiba-tiba jaim, patut di curigai. Hahahaha." Ucapan Riko agak nyeleneh.
"Hidup Gopir!!!" Seru anak-anak lainnya.
"Ahahahhahahha." Tertawa mereka serempak. Sedangkan anak yang tadi di ledekin mulu tidak masalah, ia ikut tertawa pula beserta yang lainnya. Menurutnya ini hanya candaan belaka, laki-laki anti baperan!!
Suka buat onar, tapi gak pernah kapok kalau dihukum.
Namanya juga cowok. Pengen bergaya di depan banyak orang makanya begitu.
"Eh udah udah. Tim ayo masuk. Prepare!!" Reni meneriaki anggota Tim futsal agar berhenti bercandanya.
"Weh Weh masuk oiyy.!!"
"Gopir! masuk Pir!! Awas lu godain cewek sini." Ancam Riko. Ucapannya hanya bercanda mencairkan suasana agar tidak tegang.
"Ampun bang! sorry bang jago." sahut Ghofir dari belakang meneriaki Riko tadi.
Para anggota Tim futsal dan supporter masuk ke dalam gedung. Sangat megah memang, ber AC disekitar lobi.
Sesampainya di lapangan, ternyata sudah ramai. Banyak penonton lain yang sudah stand by di tempatnya masing-masing.
"Mar. 5 menit lagi tanding di mulai. Lo selaku ketua di Tim harus bisa ngatur strategi yang baik. Aria percaya sama lo, jangan sia-siakan kesempatan kali ini." Ucap Reni seraya menepuk punggung Damar.
Cowok itu menatap Reni balik. "Siap Bu komandan."
Reni berdecak sebal. "Jangan bercanda deh."
"Iya Ren. Khawatir banget sih kalo tim dipegang gua. Intinya lo duduk manis aja dah. Liatin gua main."
"Aish. Udah sana lo pergi."
"Bye bye sayaaanggg." Damar mengeluarkan ala-ala kiss bye. tampangnya sangat genit membuat Reni memalingkan wajahnya seolah-olah ingin muntah.
"Jangan berlagak jijik dah. Sebenarnye juga mau ye kan?" Lagi-lagi Damar menggoda Reni.
cewek itu melotot tajam. "Pergi gak lo?!! Gue Tendang ginjal lo lama-lama."