
...Sport girl...
"Ih sebel! Masa gue satu kelompok sih sama Alfa. Iuew, cupu gitu." Seorang siswi menggerutu dalam toilet wanita. Ia sedang bercermin membenahi rambut indahnya. Dia bernama Sisi. Teman satu kelas Alfa.
Temannya berbicara. "Iya jijik banget. Letoy lagi. Gak ada maco-maco nya. Sumpah deh gue gak mau deket-deket dia ah." Loly namanya. Dia mempunyai gingsul satu didalam deretan gigi.
Saat mereka sibuk menggosipi dan menghina Alfa, seseorang lagi yang berada didalam WC mendengar percakapan mereka. Tangan seseorang itu mengepal kuat. Lagi dan lagi telinganya mendengar ejekan pada Alfa. Sebenarnya apa salah dia sih sampai harus di bully dan di hina terus menerus.
Akhirnya seseorang itu membuka pintu WC secara kuat hingga menimbulkan suara yang keras. Dua orang itu terkejut bukan main.
"Apa-apaan sih Lo?! Gak santai am—." Sisi membentak Reni yang wajahnya merah madam.
"LO YANG APA-APAAN. MAKSUD LO APA HINA-HINA SI ALFA BARUSAN!" Suara Reni tak kalah seru dari Sisi. Matanya melotot tak terima.
Loly maju untuk mendorong bahu Reni namun gagal. Cewek maniak olahraga itu tak goyah, lalu sudut bibirnya terangkat tersenyum kecut.
"Mau main kasar nih. Sini gue jabanin. Lo jual gue beli." Kata Reni penuh penekanan.
Loly gelagapan. Matanya mengerjap, sanggupkah ia melawan sang jawara silat tingkat provinsi?
Kemudian tangannya menyenggol lengan Sisi menunjukkan ekspresi takut.
"Gue takut Si." Lirih nya.
"Alah! Tadi aja berani nyenggol bahu gue. Sekarang malah takut sendiri. Sini ayo lawan gue." Reni menyingsing kan lengannya. Beradu tatap dengan Sisi.
Mereka berdua terdiam. Loly menunduk takut setelah mendorong bahu Reni. Sedangkan Sisi bermuka marah.
"Asal lo tau ya. Alfa itu gak se hina yang lo berdua pikirin. Jangan berani nya ngomong dibelakang, pengecut namanya." Tangan Reni menunjuk ke muka mereka.
"Awas aja kalo gue denger hal buruk soal Alfa lagi dari mulut kalian. Siap-siap abis lo ditangan gue." Reni melangkahkan kakinya pergi dari toilet wanita.
Baru saja 5 langkah, Sisi maju dan dengan cepat menjambak rambut Reni kuat-kuat.
"ADUH SIALAN!" Umpat Reni kasar karena tiba-tiba mendapat serangan.
Sisi makin kuat mencengkram rambut Reni hingga rontok. "Lo jangan sok-sokan deh. Baru juara provinsi udah belagu. ****** lo bodoh!"
Loly tertawa kemenangan. "Jambak lagi Si sampe rontok semua. Ahahaha."
"Hahahaha rasain. Harusnya lo yang jangan macem-macem sama gue."
"ADUH!!!! BERANI-BERANINYA LO!" Bentak Sisi sembari menahan sakit pada perutnya. Demi apapun ini perutnya sakit sekali, serasa ingin mual.
"Lo jangan kasar dong mainnya." Teriak Loly jengkel. Ia segera menghampiri Sisi.
Membantu untuk berdiri dan bersandar di tembok.
"Lo duluan yang main kasar sama gue. Sekarang gue bales, malah lo gak terima. Gimana si?! Dasar lemah." Ucap Reni setenang mungkin. Stay cool.
"Baru digituin aja udah mewek-mewek. Udah keliatan sih, siapa sebenarnya yang letoy." Lagi lagi Reni menajamkan ucapannya agar mereka jera dan gak ulangi menghina Alfa.
Karena tak terima di bilang begitu, sekuat tenaga Sisi mendekat ke Reni dengan langkah tertatih-tatih. "Si! Lo mau ngapain?" Teriak Loly khawatir.
Sisi maju kemudian menampar keras pipi Reni hingga berdenyut. Gadis berambut Bob itu terdiam sejenak. Merasakan tamparan keras dari cewek sialan ini.
"LO UDAH BIKIN PERUT GUE SAKIT. BERANINYA LO MAU NONJOK, KALO ADA APA-APA SAMA PERUT GUE, AWAS AJA. GUE BAKAL TUNTUT LO KE PENGADILAN."
bugh
Bugh
Reni meninju bertubi-tubi perut Sisi hingga orang itu menjerit dan mengerang kesakitan. Puncak amarah Reni membakar hasrat yang semula baik menjadi iblis. Lalu beralih ke tangan, ia memintir tangan Sisi hingga berbunyi.
Kreeek
"AAAAAAAAAAA SAKIT!" Sisi menitikkan air matanya. Dirinya benar-benar tak berdaya. Lemah dan lemas dibawah. Reni menampar wajah Sisi bolak balik.
"RENI UDAH OI! LO TEGA BANGET SIH. SISI ITU CEWEK. DIA GAK SEKUAT LAWAN LO YANG ADA DI RING." Loly ikut menangis melihat keadaan Sisi tergeletak lemah. Kesadaran sisi perlahan menghilang. Setelah itu ia pingsan sebab energinya habis. Paha Loly menopang punggung Sisi. pipi, tangan dan perut semua membiru. Lebam dimana-mana.
"LO SEMUA DULUAN YANG NYERANG GUE. GUE JUGA GAK TERIMA DITAMPAR SI BODOH ITU ASAL LO TAU. ITU SEMUA BALASAN BUAT LO YA G UDAH JELEK-JELEKIN TEMEN GUE." Teriak Reni keras.
Gadis itu pergi dari toilet'dan tak lupa menggebrak pintu dengan keras. Langkahnya semakin cepat, tujuannya sekarang adalah UKS. Mengobati luka di kepalanya.
Mengingat amparan dari Sisi yang masih berbekas. Lebam merah dan ngilu rasanya membuat dadanya sesak tak terima. Sakit yang Sisi alami belum seberapa.
Denyutan kembali datang di kepala Reni yang terus terngiang-ngiang dalam otak karena sangkin kuatnya. Tangannya meraba kepala, tepatnya mengelus rambut.
"Rambut gue..... AAAAAAAAAAKKHH BENCI!!!!!" Teriak Reni frustasi. Sebagian rambut rontok hingga membentuk bulatan-bulatan kecil di disekitar kepala.