Reyhan

Reyhan
ep 7



"Jadi? Lo mau balikan lagi sama dia atau gimana?" tanya Andre dengan mendekati Rizky yang sedang duduk dan meminum cola.


"Bantu gue supaya balikan sama Nikita." kata Rizky dengan tersenyum dan mulai mengepalkan tangannya.


"Okeh, jadi apa yang akan lu lakuin?" tanya Michael dengan tersenyum ke arah Rizky.


"Hmm, gue rasa gue bakal lakuin sesuatu untuk membuat Nikita menjauhi Reyhan." kata Rizky dengan mengusap usap dagunya dan tersenyum ke mereka semua.


"Gue rasa Lo butuh bantuan kita semua, gue yakin banget sih." kata Anto yang sudah selesai bermain PS4 dan bergabung dengan yang lainnya.


"Eh, cupu! Lawan gue dulu sini anjir!!" kata Alucard yang menantang Anto untuk bermain lagi dengannya.


"Mari kita atur rencana untuk menjauhkan Reyhan dari Nikita!!"kata Rizky dengan sangat serius dan melihat ke arah mereka semua.


"Jadi, menurut lu enaknya si Reyhan kita apain?"tanya Alucard yang baru saja bergabung dengan mereka.


"Gue rasa kita harus pake cara halus dulu deh, gimana?"usul Andre yang kini duduk di samping Anto.


"Gue rasa begitu, kira kira cara halus yang lu maksud itu bagaimana?"kata Rizky yang melihat Andre dengan kebingungan.


"Gimana kalo kita hajar dia aja langsung?" usul Michael dengan mengeluarkan pisau dari celananya.


"Eh anjir, jangan di hajar lah, kasian si Reyhan." kata Anto yang berusaha untuk tidak melakukan rencana itu.


"Lo ngapain bawa bawa pisau di celana? Lu mau nge begal?" tanya Rizky dengan melirik ke arah Michael yang meletakkan pisau di meja.


"Eh? Nggak kok, ini cuma buat jaga-jaga aja" kata Michael dengan memasukkan kembali pisau itu ke dalam kantong celananya.


"Kita teror aja dia, gimana nih?" tanya Rizky dengan melihat ke arah mereka semua yang sedang menikmati makanan yang tersedia.


"Hmm, boleh juga tuh, gue rasa itu bakalan seru!!" kata Alucard dengan tersenyum ketika mendengar rencana dari Rizky.


"Tapi, teror apa yang bakalan kita lakuin buat Reyhan?" tanya Anto dengan penuh penasaran kepada Rizky.


"Gimana kalo kita coba buat surat supaya si Reyhan menjauhi Nikita, gimana nih?" kata Rizky dengan melihat ke arah mereka semua supaya memberikan tanda persetujuan dari mereka.


"Wah, boleh juga tuh, gue setuju banget, biar dia kapok lah!" Seru Anto dengan menyetujui ide dari Rizky.


"Kira kira kita buatnya kapan?" tanya Rizky dengan melihat ke arah mereka semua Yang sedang serius.


"Sekarang aja, biar lebih seru!!" kata Michael dengan melihat ke arah mereka semua dan tersenyum licik.


"Yap, lebih cepat lebih baik!" kata Andre dengan memperbaiki rambutnya yang nampak acak acakan.


"Wooo! Slow aja, gausah terburu buru, tenang aja tenang!" kata Rizky dengan menenangkan mereka agar tidak terlalu terburu buru untuk meneror Reyhan.


"Terus? Kapan kita buat peringatan kepada Reyhan?" tanya Michael dengan melihat ke arah mereka semua yang sedang duduk sambil memakan pizza.


"Hmm, gue rasa besok aja, sewaktu pulang sekolah? Gimana?" kata Rizky dengan memberikan usul kepada mereka semua.


"Hmm, boleh juga tuh, gue yakin Reyhan pasti bakal jauhin Nikita, dan Lo pasti bakalan bisa deketin Nikita lagi!" kata Alucard dengan tersenyum kepada Rizky yang sedang duduk.


"Lu pasti bisa deketin Nikita lagi, dan balikan lagi!!" kata Anto dengan menepuk pundak Rizky.


"Yap! Kita setuju Lo balikan lagi sama Nikita, karena lu berdua itu cocok!!" kata Andre yang berusaha membuat Rizky agar balikan lagi dengan Nikita.


"Apa Lo masih sayang sama dia?" tanya Michael dengan berbisik kepada Rizky yang sedang terdiam sejenak.


"Entahlah, mungkin gue masih sayang sama dia, gue pengen balikan lagi dengan Nikita." kata Rizky dengan tersenyum senang dan melihat ke arah mereka semua.


"Kalau begitu kita akan lakukan apapun untuk membuat Lo balikan lagi sama Nikita!" ucap Anto dengan penuh percaya diri.


"Baiklah, gue ga sabar nunggu besok!" Seru Rizky dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Oh ya, kenapa gak lu ajak Nikita nonton aja sekalian?" usul Andre dengan meminum cola yang ada di meja.


"Hmm, ide yang bagus, mungkin aja dengan begitu Reyhan sadar bahwa dia ga cocok sama Nikita dan dia akan menjauhi Nikita secara perlahan." kata Rizky dengan memainkan dagunya layaknya seorang detektif.


"Wih, ini baru sahabat terbaik gue!!" kata Anto dengan menepuk nepuk pundak Rizky.


"Hehehe, semua berjalan sesuai rencana yang gue susun." batin Michael dengan tersenyum seperti psikopat.


Sementara itu di rumah Galang, dia sedang bermeditasi dengan penuh konsentrasi, dan dia sadar bahwa akan terjadi sesuatu pada Reyhan.


"Gue udah duga, akan terjadi sesuatu sama Reyhan!!" kata Galang dengan membuka matanya secara tiba tiba.


Keesokan harinya, hari Kamis, tepat pukul 06:15, Reyhan baru saja turun dari motornya dan merapikan rambut serta juga dagangannya yang akan dia jual di kelas, setelah merapikan semuanya Reyhan pun mulai berjalan menuju ke kelasnya, tapi entah dari arah mana Mauren langsung muncul tepat di sampingnya dan mulai berbincang dengan Reyhan.


"Hai Reyhan,selamat pagi!!" sapa Mauren dengan tersenyum manis di hadapan Reyhan


"Wah, Lo hari ini keliatan lebih terang yah mukanya!" kata Reyhan dengan melihat muka Mauren yang tampak lebih cerah.


"Haha, Lo pikir muka gue senter apa, keliatan lebih terang?" kata Mauren dengan tertawa dan tersenyum kepada Reyhan.


"Hmm, Minggu depan gue akan membuat lu senang mauren, percayalah!" Kata Reyhan dalam hatinya dan terus memperhatikan Mauren.


"Woi! Kenapa Lo? Kok bengong aja, nanti kesambet loh!" Panggil Mauren dengan menggoyangkan tubuh Reyhan yang sedari tadi bengong melihat ke arahnya.


"Hehehe, nggak kok, yuk ke kelas!" kata Reyhan dengan mengajak Mauren untuk ke kelasnya.


"Jih, abis makan apa kali nih anak, gue kan kelas sebelas IPS, gue anak IPS bukan IPA!" kata Mauren dengan kesal kepada Reyhan.


"Oh ya, gue lupa lu kan anak IPS." kata Reyhan dengan menepuk jidatnya dan tersenyum kepada Mauren.


"Kalo kata anak IPS mah, sejarah dari Indonesia aja gue hapalin, apalagi sejarah cinta kita berdua, hahaha!" kata Mauren dengan bergurau bersama dengan Reyhan.


"Astaga, kalo kata anak IPA sih, rumus ajah aku inget apalagi kamu, hahaha!!" kata Reyhan dengan mencolek pipi Mauren dan tertawa bersama di lorong.


"Yaudah, gue ke kelas dulu yah, nanti istirahat gue ke kelas Lo kok!" kata Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan dan beranjak pergi.


"Iyah, kalo gue ada di kelas Lo ke kelas, kalo gue di kantin ya ke kantin, hahahaha!"kata Reyhan dengan tertawa bersama dengan Mauren, dan Mauren pun pergi ke kelasnya, Reyhan juga masuk ke kelasnya dan merapikan tempat duduknya serta dagangannya.


Sementara itu dengan Nikita, dia baru saja Sampai di lingkungan sekolah, dia sedang berjalan menuju ke kelas 11 IPA 1, tetapi pada saat sedang berjalan dia tiba tiba dipanggil oleh seseorang dan itu adalah Rizky, dia mulai nampak serius kepada Nikita.


"Nikita, bisa ngomong sebentar gak?" tanya Rizky dengan tersenyum kepada Nikita yang sedang berjalan perlahan.


"Mau apa Lo? Kurang ya nyakitin perasaan gue? Iyah?!!" Bentak Nikita dengan sangat kesal dan memalingkan pandangannya.


"Dengerin dulu penjelasan gue, plis kasih gue kesempatan untuk memperbaiki masalah ini." kata Rizky dengan menggenggam tangan Nikita dan memohon kepadanya.


"Apalagi yang perlu dijelaskan? Bukannya lu udah ngejelasin semuanya waktu itu?" tanya Nikita yang masih memalingkan wajahnya dari Rizky.


"Gue mau memperbaiki hubungan kita, gue mau kita temenan, plis kasih gue kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hubungan ini." kata Rizky dengan memohon kepada Nikita yang masih memalingkan wajahnya.


"Gue udah cukup disakiti berkali kali sama Lo, dan gue udah ga akan membuka hati lagi untuk Lo!" kata Nikita dengan beranjak pergi meninggalkan Rizky, tetapi Rizky langsung menahan tangan Nikita.


"Plis Nikita, kasih gue kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hubungan ini!" ucap Rizky dengan menggenggam tangan Nikita dan menatapnya dengan sangat dalam.


"Emang Lo mau apa?" tanya Nikita dengan memperlambat langkahnya dan berhenti.


"Gue mau ngajak Lo nonton hari Sabtu depan!" ajak Rizky dengan tersenyum kepada Nikita.


"Hmm, sorry gw gabisa nonton sama Lo, karena gue--" kata Nikita dengan kesal dan kata katanya terpotong karena Rizky yang memotong kata kata Nikita.


"Plis Nikita, kasih gue kesempatan untuk memperbaiki hubungan ini, gue janji ga akan menyakiti Lo lagi!" kata Rizky dengan memohon kepada Nikita.


"Gue bakal jawab ajakan lu besok!" kata Nikita dengan melepaskan tangannya, dan langsung pergi dari hadapan Rizky.


"Gimana bos? Berhasil gak?" tanya Andre yang menghampiri Rizky yang sedang terdiam.


"Dia bakal jawab besok, Tenang aja!" kata Rizky dengan memperhatikan Nikita yang sedang berjalan menuju ke kelasnya.


Nikita pun masuk ke kelasnya dengan muka kesal dan juga cemberut, dia langsung duduk di tempatnya, Reyhan yang sedang bermain game langsung berhenti ketika melihat Nikita datang dan mulai mengobrol dengannya.


"Yah, biasa selebgram mah bebas coy, hahahaha!!" kata dewa dengan melirik ke arah Nikita yang sedang menaruh kepalanya di meja.


"Hadeh, gajelas banget Lo pagi pagi, jangan bikin gue emosi deh!!!" kata Nikita dengan kesal dan memalingkan wajahnya dari dewa.


"Lo kayaknya lagi kesel, kenapa Lo?" tanya Reyhan dengan terus memperhatikan Nikita yang sedang menundukkan kepala.


"Ah, gapapa kok, biasa lah Lo pasti tau cewek kalo lagi ga mood itu kenapa." kata Nikita yang berusaha menyembunyikan sesuatu dari Reyhan.


"Ya, apalagi kalo bukan menstruasi, itulah cewek!" kata dewa dengan melirik ke arah Nikita yang sedang bersandar ke tembok.


"Nah, tuh lu peka, lu tau lah kalo cewek menstruasi harus ngapain!" kata Nikita dengan berkedip ke arah dewa yang sedang mendengarkan musik.


"Wah, kalo cewek menstruasi itu harus di jauhin, biar Lo gak kena amuk sama dia, hahaha!" kata dewa dengan tertawa dan tersenyum kepada Nikita.


"Hahaha! Kalo nggak Lo bisa kena amukan tuh, hahaha!" kata Reyhan dengan tertawa terbahak bahak.


"Intinya ketika cewek lagi menstruasi, Lo harus jauhin dia dan jangan buat dia tambah marah!" kata Galang yang tiba tiba muncul di samping Nikita dan memejamkan matanya.


"Brengsek Lo!! Mati sialan!!"kata Nikita dengan berteriak dan menonjok wajah Galang dengan sangat keras yang membuatnya terjatuh.


"Aduh, sakit dong, sakit." kata Galang dengan bangkit berdiri yang nampak sempoyongan.


"Lo lagian! Siapa suruh muncul tiba-tiba! Lo itu manusia apa setan sih!!!" bentak nikita dengan marah marah dan kesal kepada Galang karena dia yang muncul tiba tiba.


"Buset, udah Napa jangan ribut, masih pagi nih masih pagi!" ucap Reyhan yang berusaha memisahkan mereka berdua.


"Hadeh, Galang, Lo lagian ngapain coba muncul tiba tiba, bikin orang jantungan tau gak!!" kata dewa dengan kesal dan melihat ke arah Galang yang sedang memegang kepalanya.


"Nih Nikita, Lo minum dulu, Lo pasti shock." Kata Reyhan dengan memberikan sebotol minuman kepada Nikita yang sedang bengong karena kaget.


"Udah, tenang aja tenang!" kata dewa yang berusaha menenangkan Nikita.


"Gue shock anjay, temen Lo udah kayak setan aja muncul dan ilang tiba-tiba!" kata Nikita sambil mengambil minuman itu dari Reyhan dengan tangan bergetar.


"Maaf yah gue udah muncul tiba tiba, lain kali gue bakalan muncul normal kok." kata Galang dengan meminta maaf kepada mereka semua dan keluar dari kelas sebelas IPA satu.


Lalu bel masuk pun berbunyi, kini saatnya jam pelajaran pak Gavyn, pak Gavyn adalah guru yang cukup gaul dengan para murid, selain itu dia juga terkadang suka mencomblangi para murid, kini pak Gavyn sudah berdiri di hadapan mereka semua dan tersenyum ke arah mereka semua.


"Selamat pagi semuanya," kata pak Gavyn dengan menyapa mereka semua dan tersenyum.


"Selamat pagi pak," kata para murid lainnya dengan serentak.


"Bapak mau tanya, kira kira kalian merasa ada yang beda gak di kelas ini?" tanya pak Gavyn dengan melihat sekeliling.


"Beda? Apanya yang beda pak?" tanya tomi dengan melihat ke arah pak Gavyn.


"Yah, saya nanya kamu, kamu nanya saya, terus saya nanya siapa dong? Tembok?" kata pak Gavyn dengan bercanda bersama mereka semua.


"Hmm, emangnya apaan pak?" tanya Kiran dengan menunjuk tangan.


"Coba kalian tebak, yang bisa tebak saya kasih nilai 300, jadi kalo ulangan si pelajaran saya, gausah ikut ulangan, gampang kan." Kata pak Gavyn dengan menawarkan nilai yang cukup besar, dan keadaan kelas pun Mulai ramai oleh ocehan para murid.


"Si boy pake sepatu baru lagi pak!!!" kata Juli dengan melihat ke arah boy yang memakai sepatu baru.


"Wah, minta kenalan dong boy, hahaha." Kata dewa dengan menggoda boy yang memakai sepatu baru.


"Bukan, coba tebak lagi!" kata pak Gavyn agar mereka kembali menebak apa yang dimaksud pak Gavyn.


Sementara itu semua murid pun sudah menebak nebak apa yang baru di kelas itu, tetapi tidak ada yang benar dan juga berhasil menjawab pertanyaan pak gavyn.


"Pak, kasih kita klue dong, gimana kita mau nebak kalo kluenya aja gak ada." Usul dony dengan mengangkat tangan agar diberikan klue.


"Okeh, jadi kluenya adalah Reyhan." Kata pak Gavyn dengan menunjuk ke arah Reyhan yang sedang terdiam.


"Lah? Kok saya pak?" tanya Reyhan dengan kebingungan dan melihat ke mereka semua.


"Ah, saya tahu!, karena Reyhan dekat dengan Nikita dan bapak pikir Reyhan pacaran sama Nikita, itu kan maksud bapak." kata Santi dengan menggebrak meja, lalu tersenyum kepada pak Gavyn.


"Yap! Bapak pikir Reyhan itu pacaran sama Nikita." kata pak Gavyn dengan berkedip kepada Reyhan.


"Dih, apaan dah, gue sama Reyhan cuma teman aja kok." Kata Nikita dengan berusaha menjelaskan yang sebenernya.


"Okeh, Santi kamu dapat nilai 300 jadi gausah ikut ulangan selama 3 kali berturut turut," kata pak Gavyn dengan mencatat nilai di buku nilainya.


"Waaaah, makasih pak gavyn, makasih pak!!" kata Santi dengan melompat kegirangan.


"Oh ya, menurut kalian Reyhan sama Nikita cocok apa nggak? Kalo cocok kita doakan supaya mereka berdua pacaran," kata pak Gavyn yang sepertinya mencomblangi mereka berdua.


"Amin, semoga Reyhan pacaran sama Nikita," kata semua murid dengan serentak.


"Astaga, bisa barengan gitu anjir, bingung gue!" Kata Nikita dengan melihat ke arah mereka semua.


"Oke, Mari kita langsung lanjutkan saja pelajarannya," kata pak Gavyn yang memulai pelajarannya pada saat itu juga.


Setelah beberapa jam mengalami kejenuhan di dalam kelas, kini saatnya jam istirahat pun tiba, semua langsung pergi ke kantin bersama teman temannya, Reyhan juga begitu, kini dia sudah duduk bersama yang lainnya dan Roy yang mentraktir mereka semua.


"Asik dah di traktir sama bos Roy!! Hahaha!" kata Verrel dengan tertawa kegirangan karena ditraktir oleh Roy.


"Jih, Napa Lo! Kesambet nih anak jangan jangan." kata Reyhan yang melihat tingkah laku Verrel yang aneh.


"Makasih ya Roy udah mau nraktir kita!" kata dewa dengan menepuk pundak Roy yang sedang memakan nasi gorengnya.


"Iyah, tenang aja sama gue mah, yang penting Lo semua senang!" kata Roy dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Eh lu pada tau gak?" Tanya dewa dengan melihat ke arah mereka semua dengan tatapan serius.


"Hah? Tau apaan? Gue gatau tuh karena Lo belom ngasih tau." kata Willy sambil memakan ayam gorengnya.


"Yeh, ini gue baru mau bilang, Lo tau gak kalo tadi Reyhan dicomblangi sama pak Gavyn buat pacaran sama Nikita?" Jelas dewa dengan berbisik kepada mereka semua.


"Yeh, malah bahas ini, bahas yang lain dong." Kata Reyhan dengan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


"Hah? Kok bisa? Terus gimana terus gimana?" tanya Galang yang nampak penasaran dengan cerita dari dewa.


"Yah gitu deh, di doain pula sama pak Gavyn supaya Reyhan pacaran sama Nikita, hebat kan tuh!" kata dewa dengan melihat ke arah Reyhan yang sedang memakan nasi dan sotonya.


"Wih! Biasanya doa dari seorang bapak itu akan menjadi kenyataan loh!!" kata Verrel dengan melihat ke arah Reyhan.


"Hadeh, Lo sebenernya suka sama siapa sih? Nikita atau Mauren?" tanya Roy dengan mengeluh dan menepuk jidatnya.


"Ya, ya gw suka sama--" kata kata Reyhan terpotong karena ada Mauren yang datang dan menghampiri mereka semua.


"Hai semuanya, gue boleh pinjam Reyhan yang sebentar gak?" Kata Mauren dengan melihat ke mereka semuanya.


"Hmm, boleh, yuk teman teman kita pindah tempat duduk," ajak dewa agar Mauren duduk berdua dengan Reyhan, tetapi Mauren mencegahnya.


"Eh nggak usah, kita yang bakalan pergi, kita ke gazebo yuk Reyhan, ada yang pengen gue omongin nih." kata Mauren dengan berkedip kepada Reyhan yang sedang meminum es teh manisnya.


"Okeh, gue pergi dulu ya teman teman." kata Reyhan dengan berpamitan kepada mereka semua dan pergi bersama Mauren ke gazebo tempat untuk bersantai ria.


"Semoga kamu senang dek, kalo kamu bahagia Abang juga bahagia!" batin Roy dengan melihat ke Mauren dan Reyhan yang sedang berjalan.


"Woi jomblo! Bengong aja Lo!!" kata Willy yang menggebrak meja tepat di samping Roy.


"Ganggu aja Lo! Sialan!!" Geram Roy dengan menjitak kepala Willy dengan sangat keras.


Sementara itu dengan Mauren, kini dia hanya berduaan di gazebo, Mauren dan Reyhan duduk saling berhadapan walau terkadang Mauren masih salah tingkah di hadapan Reyhan.


"Hadeh, kapan lagi coba kita berduaan gini?" kata Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan yang sedang memandangnya juga.


"Hah? Maksud Lo?" kata Reyhan dengan kebingungan dan melihat ke arah Mauren.