
"Yaelah Roy, tenang aja sih, kita kan sahabat selamanya, kita akan selalu membantu Lo." Seru Reyhan dengan merangkul Roy.
"Baiklah, mungkin itu cocok buat gue menutup jalan, dan membuat kalian berdua terjebak disini." Kata Galang dengan melihat kedua pintu yang terbuka.
"Lo bakal tutup pake apa?" Tanya Roy kebingungan.
"Tenang aja, soal itu biar gue yang urus, kita hias aja ini." Kata Galang dengan Tersenyum kepada Roy.
"Terus? Balonnya kita mau apain?" Tanya Verrel yang datang bersama dengan Willy, membawa beberapa confenti dan juga balon huruf.
"Balonnya Lo yang tiup, terus nanti susun kalo udah siap." Perintah Roy dengan Tersenyum kepada Willy.
"Gak ada cara lain Buat niup balon ini?" Tanya Willy dengan terkejut.
"Gak ada, udah lebih baik cepetan daripada makin malem, jadi makin susah yang ada." Jelas Reyhan dengan menyusun beberapa dekorasi yang ada.
Semua pun sibuk mendekor labirin tersebut, beberapa jam mereka mendekor dengan bantuan penjaga labirin, kini sudah jam enam Soren dan mereka sudah siap untuk membantu Roy menyatakan perasaannya kepada Aulia.
"Aduh, capek banget gue." Kata Reyhan dengan duduk di sebuah kursi dan mengibaskan tangannya.
"Udah malem juga nih, suruh mereka buat ajak Aulia gak?" Tanya Dewa yang sedang kecapean.
"Sebentar dulu, gue mau periksa, apakah disini udah aman apa belom, tolong jangan ganggu gue." Jelas galang dengan nengambil posisi dan siap untuk menerawang.
Galang pun langsung memejamkan matanya dan mengecek sekitar area tersebut, ternyata tidak ada tanda apapun dari geng yang berbahaya, Galang pun hanya tersenyum melihat Roy beserta yang lainnya.
"Kenapa Lo?" Tanya Roy kebingungan yang melihat Galang Tersenyum sendirian.
"Gue udah periksa, dan hasilnya gak ada yang bakal gangguin Lo." Jelas Galang dengan bangkit berdiri.
"Yaudah, telepon mereka suruh bawa Aulia kesini." Kata Dewa dengan melihat ke arah Reyhan.
"Okeh, sebentar ya gue telepon." Kata Reyhan dengan mengambil handphone dan menelepon Rizky beserta yang lainnya untuk ke tempat tersebut.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di parkiran wahana tersebut, Reyhan yang sudah tahu apa yang akan dia lakukan langsung memberikan kode agar Aulia bermain di labirin tersebut.
"Wey semuanya, ayo lah ada satu permainan yang belom pernah gue mainin." Seru Reyhan dengan menghampiri mereka semua.
"Apaan tuh? Kok gue penasaran ya?" Tanya Santi dengan penuh penasaran.
"Ayo kita masuk ke labirin! Gue yakin kalian pasti suka dengan labirin tersebut." Ajak Verrel dengan Tersenyum kepada mereka.
"Labirin? Nggak, gue gamau ah, kalo ada Roy baru gue akan masuk ke labirin tersebut." Tolak Aulia dengan menggelengkan kepalanya.
"Gue ada kok, ayo kita main disana kayaknya asik." Ajak Roy dengan menggandeng tangan Aulia dan Tersenyum.
"Wah, gue rasa hari ini akan jadi hari yang paling menyenangkan untuk Aulia." Bisik Nikita kepada mereka semua.
"Jessica, Shinta, Santi, gue harap kalian jagain area sekitar sini, takutnya ada geng itu lagi." Bisik Galang kepada mereka berempat.
"Hah? Kok kita sih?" Tanya Santi kebingungan.
"Lo berdua kan jago hack, Lo jagain pake kamera cctv disekitar sini, gue khawatir mereka akan datang." Kata Galang dengan tersenyum kepada mereka.
"Baiklah, ini semua demi Aulia agar menjadi hari yang terbaik baginya." Kata Jessica dengan memakai hoodienya.
Sementara itu dengan Roy dan yang lainnya, mereka sudah masuk ke dalam labirin dan menelusuri labirin tersebut, hingga mereka tibalah di tempat yang sudah di dekorasi oleh Roy beserta yang lainnya, Roy pun berpura-pura tali sepatunya terlepas, dan pada saat membenarkan tali sepatu tersebut pintu sebelah kanan dan juga kiri tertutup sesuai rencana Galang.
"Astaga Roy, kok jadi ada tembok? Terus gimana kita keluar?" Kata Aulia dengan panik dan melihat sekeliling.
"Iyah nih, kok bisa ya? Gue juga gatau." Kata Roy dengan mengangkat bahunya dan Tersenyum.
"Gue udah bilang, gue gamau main labirin karena hal ini, gue takut Roy takut!" Teriak Aulia dengan memeluk Roy karena ketakutan.
"Tenang aja Aulia, gue ada disini, gue akan selalu menjaga Lo." Kata Roy dengan mengelus rambut Aulia yang wangi stroberi.
"Roy, gue lapar Roy, apa gak ada makanan disini?" Tanya Aulia dengan melihat Roy.
"Udah, Lo duduk dulu disini." Kata Roy dengan Tersenyum kepada Aulia, dan Aulia pun duduk di kursi yang tersedia.
Roy pun langsung mengambil sebuah kotak berisikan makanan dan juga minuman yang sudah disiapkan oleh mereka, setelah mengambil makanan tersebut Roy pun memberikan cemilan itu kepada Aulia.
"Makasih ya Roy, Lo emang pengertian." Kata Aulia dengan menerima cemilan dan Tersenyum malu.
"Gue rasa ini adalah hari paling indah, bener gak?" Kata Roy dengan duduk di samping Aulia dan memandang langit malam hari yang indah.
"Iyah Roy, gue rasa juga begitu." Kata Aulia dengan Tersenyum.
"Bila memang ada dua insan yang sedang jatuh cinta, apakah mereka harus bersatu?" Tanya Roy dengan Tersenyum kepada Aulia.
"Hmm, mungkin aja, karena kalo memang kedua orang tersebut saling mencintai, kenapa tidak bisa dipersatukan?" Kata Aulia dengan melihat Roy.
"Ayam jantan aja punya pasangan ayam betina, masa manusia tidak punya pasangan sama sekali?" Kata Roy dengan tersenyum kepada Aulia.
"Apaan sih maksudnya, gue gapaham Roy." Kata Aulia dengan kebingungan.
"Liat deh, di atas kenapa gak ada bintang?" Tanya Roy dengan melihat ke atas langit malam yang indah.
"Kenapa? Apa jangan jangan bintangnya udah hilang?" Tanya Aulia kebingungan dan terkekeh.
"Karena bintangnya, ada di samping gue." Ucap Roy dengan menggenggam tangan Aulia.
"Emm, Ro-Ro-Roy, gue jadi malu ah." Kata Aulia dengan tersenyum dan nampak pipinya merah merona.
"Aulia, apakah gue boleh jujur?" Tanya Roy dengan serius dan bangkit berdiri.
"Jujur apa Roy?" Tanya Aulia dengan kebingungan.
"Sejujurnya gue suka sama Lo dari lama, dan lihat lah ke belakang." Jelas Roy dengan memberikan kode kepada Aulia agar melihat ke belakang.
Aulia pun melihat ke belakang dan nampak balon huruf tersebut sudah tersusun rapi, dengan tulisan Will you be mine, Seketika Reyhan dan yang lainnya langsung menyalakan konfenti dan Aulia hanya bisa tersenyum kepada Roy dengan mengeluarkan air mata gembira, semua pun langsung masuk sesuai intruksi Roy dan Tersenyum bahagia.
"Gimana Aulia? Jawabannya?" Tanya Roy dengan memberikan Aulia sebuket bunga.
"Gue.....gue mau Roy, gue mau kok jadi pacar Lo." Jelas Aulia dengan tersenyum kepada Roy.
Roy pun bangkit berdiri dan langsung memeluk Aulia secara erat dan membisikkan sesuatu kepada Aulia.
"Gue cinta sama Lo, makasih udah Nerima gue sebagai pacar Lo." Bisik Roy kepada Aulia dan tersenyum manis.
"Akhirnya! Roy pacaran juga, gak jomblo lagi!" Seru Andre dengan membentangkan tangannya.
"Heboh banget anjir, gue cuma nembak dia doang gak ngelamar." Kata Roy dengan kebingungan kepada mereka semua yang nampak heboh.
"Yaudah, mau lanjut main wahana yang ada disini gak?" Tanya Reyhan dengan memberikan kode kepada mereka semua.
"Enggak ah, gue udah capek banget nih dari siang ngedekor dan membantu Roy agar proses menyatakan perasaan kepada Aulia berjalan lancar." Kata verrel dengan mengelus pundaknya.
"Galang, Roy aja udah pacaran, terus kita kapan?" Kata Lauren dengan menyikut Galang dan Tersenyum.
"Gue udah liat, kalo kita pacaran akan ada sesuatu masalag yang besar." Jelas Galang yang sudah paham maksud Lauren.
"Masalah besar? Kan gue hanya manusia biasa, lagi pula di sekolah gak ada cowok yang gue deketin selain lu." Kata Lauren dengan nada sedih dan menunduk.
"Tenang aja Lauren, gue tahu Lo suka sama gue, tapi gak bisa sekarang juga." Kata Galang dengan menatap Lauren sangat serius.
"Kenapa gak bisa? Tinggal menyatakan doang apa salahnya?" Tanya Lauren Dengan cemberut.
"Ini tanggal adalah tanggal jadian Roy sama Aulia, masa mau nembak pas tanggal jadian mereka? Gimana sih Lo?" Kata Galang dengan terkekeh geli melihat Lauren.
Plak
Satu tamparan hangat dari Lauren kepada Galang, tepat di pipinya, Galang pun hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Lauren.
"Sialan Lo! Lagi serius juga, malah dibecandain!" Bentak Lauren dengan kesal kepada Galang, yang membuat suasana sekitar menjadi sepi.
"Aduh, perang dunia kedua bakal terjadi nih, ayo deh kita keluar dari labirin ini." Kata Reyhan dengan mengajak mereka keluar dari labirin Tersebut.
"Gue pengen istirahat ah pokoknya, udah capek badan gue." Keluh Verrel dengan berjalan keluar labirin tersebut.
"Maaf yah Lauren, gue tadi cuma bercanda doang." Mohon Galang dengan memegang tangan Lauren.
"Halah, udah Lo gausah ngomong lagi sama gue!" Bentak Lauren dengan kesal dan pergi keluar labirin bersama yang lainnya.
"Yang sabar yah Galang, gue yakin Lauren bakal maafin lo kok." Kata Lita dengan menepuk pundak Galang dan tersenyum.
Semua pun keluar dari labirin tersebut, dan berjalan menuju ke parkiran, sesampainya di parkiran mereka sudah melihat Bobi dan juga Siti sedang duduk menikmati bakso, mereka berdua pun menikmati bakso tersebut dengan Lahap.
"Widih, akang makan bakso?" Tanya Andre dengan lihat Sunda.
"Ya jelas atuh, masa saya makan cendol." Kata Bobi dengan logat Sunda.
"Gue mau masuk ke mobil duluan yah, gue udah capek banget nih." Kata Verrel dengan masuk ke dalam mobil dan berisitirahat di dalam mobil tersebut.
"Mau kemana lagi nih?" Tanya Bobi dengan tersenyum kepada Roy.
"Ya jelas, kita pulang aja." Kata Roy dengan melihat mereka semua.
"Gue kekenyangan Nih, baksonya--" kata Siti Dengan Tersenyum, dan seketika pingsan di tempat karena habis makan bakso Tersebut.
"Siti! Kamu kenapa? Bangun!" Teriak Bobi dengan panik dan menggoyangkan tubuh Siti.
"Kenapa tuh? Keracunan atau gimana?" Tanya Reyhan dengan panik dan kebingungan.
"Gue rasa disini ada--" ucap Bobi kepada mereka, dan seketika dia pun langsung pingsan.
"Ada apaan nih? Apa mereka keracunan?" Tanya Roy dengan kebingungan.
" Sebaiknya masukkan mereka ke dalam mobil, cepatlah!" Perintah Galang kepada mereka semua dengan panik.
Rizky, Alucard, Reyhan, Anto dan Andre pun langsung memasukkan mereka kedalam mobil, pada saat yang bersamaan mereka menutup mobil seketika tukang bakso tersebut langsung membuka topinya dan tersenyum seraya menodongkan mereka pisau.
"Hahaha, kita bertemu lagi Aulia." Kata orang tersebut dengan Tersenyum dan melihat Aulia.
"Siapa Lo? Gue gak kenal Lo!" Bentak Aulia dengan bersembunyi di belakang Roy.
"Lo gaperlu tahu siapa gue, yang jelas gue akan membunuh Lo semua, karena diperintahkan oleh dia." Jelas orang tersebut dengan menodongkan mereka pisau.
"Lo hanya sendirian, kita ramean." Kata Andre dengan berkacak pinggang.
"Aduh! Harusnya Lo gak bilang begitu." Kata Galang dengan mengacak-acak rambutnya.
"Kata siapa gue sendiri? Gue udah bawa pasukan gue." Kata orang tersebut dengan membentangkan tangannya dan langsung saja para penjual makanan disitu membuka penyamarannya dan ikut bergabung dengan tukang bakso misterius tersebut.
"Waduh, salah sebut nih gue." Kata Andre dengan grogi.
"Cepetan masuk ke mobil, kita harus cepet pergi dari sini." Kata Reyhan dengan masuk ke mobil, tapi sayang ternyata semua ban mobil tersebut sudah kempes dan juga hilang.
"Kemana ban mobilnya anjir?" Tanya Willy dengan kebingungan.
"Reyhan, ban mobilnya hilang." Ucap Alucard dengan menunjuk ke arah ban mobil tersebut.
"Gue gatau kita harus apa, yang jelas kita harus lindungi para wanita terlebih dahulu." Kata Reyhan dengan kebingungan dan nampak panik.
"Serang mereka, lakukan apa yang disuruh dia!" Seru tukang bakso tersebut dengan mengangkat pisaunya.
"Lo pikir gue gabisa membela diri? Ya jelas gue bisa lah!" Kata Mauren dengan berkuda-kuda dan siap untuk melawan mereka.
"Aulia, Lo di belakang gue, jangan kemana mana." Perintah Roy dengan tersenyum kepada Aulia.
"Lo hati-hati ya Roy, gue gamau Lo kenapa-kenapa." Kata Aulia dengan nada khawatir.
"Jangan bucin terus! Bantu woi!" Teriak Anto dengan kesal kepada Roy.
Mereka semua pun membantu melawan geng suruhan entah siapa itu, dan ternyata jumlah mereka semakin banyak dan juga mereka semakin kuat, Rizky yang terkena pukulan keras tepat di dadanya langsung asmanya kambuh dan membuat Mauren menghampirinya.
"Rizky, Lo gapapa? Mana obat asma Lo?" Tanya Mauren dengan khawatir.
"Di-di-di tas guee......" Kata Rizky dengan menarik nafasnya.
"Mauren, nih obatnya!" Seru Reyhan dengan melempar obat asma tersebut kepada mauren, dan Mauren pun menangkapnya, dia pun langsung memberikan obat tersebut kepada Rizky.
"Makasih yah, udah bantu gue." Kata Rizky dalam keadaan lemas dan mengusap dadanya.
"Gue bakal hajar mereka habis-habisan, karena udah ngelukain Lo." Kata Mauren dengan wajah yang marah dan bersiap untuk melawan mereka.