Reyhan

Reyhan
ep 20



"Udah, Sekarang Lo lepas aja highellss yang Lo pake." Suruh Reyhan dengan melepaskan kedua highellss Mauren dan meletakkannya di samping Reyhan.


"Tapi Reyhan--" ucapan mauren terhenti ketika Reyhan yang meletakkan jarinya di mulutnya.


"Sst, bawel amat dah, udah lo diem aja, biar gue pijitin kaki Lo." Potong Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.


Reyhan pun mulai memijat kaki Mauren dengan sangat lembut yang membuat Mauren nyaman pada saat itu, Reyhan mulai tersenyum kepada Mauren karena dia merasa bahwa walau dia hanya menjadi mantan dan teman bersama Mauren tetapi dia bisa selalu bersamanya, Mauren pun tersenyum kepada Reyhan.


"Enak juga pijitan Lo, cocok nih jadi tukang urut." Ledek Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan yang sedang memijit kakinya.


"Anjir lah, ya kali jadi tukang urut?" Geram Reyhan kepada Mauren dengan kesal.


"Reyhan, udah gausah dipijit lagi, gue udah gapapa kok." Suruh Mauren kepada Reyhan dengan tersenyum.


"Beneran gapapa? Masih sakit gak?" tanya Reyhan mulai memelankan pijitannya dan berhenti lalu duduk di samping Mauren.


"Iyah, gue gapapa kok, makasih ya udah pijitin gue." Ujar Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Iyah, tenang aja Mauren." Kata Reyhan seraya mengelus rambut Mauren secara halus.


"Filmnya Kapan mulai?" tanya Mauren kepada Reyhan.


"Hmm, jam 2 siang baru mulai nih." Kata Reyhan dengan melihat jam di tangannya.


"Oh, berarti dikit lagi dong? Sekarang kan jam 1?" Tanya Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Iyah nih, gue ke toilet dulu yah? Lo gue tinggal disini gapapa kan?" Tanya Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.


"Gapapa lah! Emangnya gue anak SD pake ditungguin segala?!" Ketus Mauren dengan mencubit pinggang Reyhan.


"Haha! Biasanya kan gitu." Ledek Reyhan dengan beranjak pergi meninggalkan Mauren menuju ke toilet.


Reyhan pun berjalan ke toilet, pada saat dia sedang buang air kecil tak sengaja dia berpas Pasan dengan seseorang, dan seseorang itu adalah Rizky yang sedang buang air kecil juga, Reyhan pun tersenyum kepada Rizky dan Rizky membalas senyumannya.


"Eh, Rizky Lo disini nonton sama siapa?" tanya Reyhan dengan tersenyum kepada Rizky.


"Yah, gue nonton sama temen temen gue lah." ucap Rizky dengan kesal dan merapikan celananya lalu keluar dari toilet.


Reyhan pun merapikan celananya dan keluar dari toilet lalu menepuk pundak Rizky.


"Sebentar dulu dong, kita ngobrol ngobrol dulu." Ujar Reyhan dengan menepuk pundak Rizky lalu menahannya.


"Wedeh, slow dong, emang Lo disini nonton sama siapa?" tanya Rizky dengan berbalik badan kepada Reyhan.


"Gue nonton sama Mauren, Lo sama siapa?" Tanya Reyhan untuk kedua kalinya kepada Rizky.


"Sama temen temen gue dibilang! Ngeyel Amat sih Lo." Ketus Rizky dengan kesal dan berusaha menyembunyikan sesuatu dari Reyhan, lalu pergi beranjak keluar dari toilet tersebut.


"Hmm, sama temen kok pake parfum baunya wangi banget, mungkin dia lagi sama gebetannya." Gumam Reyhan sambil terus berjalan menuju tempat Mauren.


"Eh reyhan, Lo kenapa?" Tanya Mauren kepada Reyhan yang baru saja duduk.


"Eh gapapa kok gue." Kata Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.


"Lo masih lupa hari ini hari apa?" tanya Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Hari Sabtu anjir, Lo pikir ini hari kamis? Mau jaga lilin ya? Hahaha." Canda Reyhan dengan tertawa bersama Mauren.


"Anjir! Jaga lilin, Lo aja yang jaga, Hahaha." Balas Mauren dengan tertawa di hadapan Reyhan.


"Hahaha! Ngakak anjir." Kata Reyhan sambil tertawa bersama dengan Mauren.


"Tapi emang beneran gak tau hari ini hari apa?" Tanya Mauren untuk kesekian kalinya dan mulai serius.


"Hmm, nggak tau tuh, emangnya kenapa sih?" Jawab Reyhan dengan kebingungan dan melirik ke arah Mauren.


"Oh yaudah, gapapa kok!" Kata Mauren dengan tersenyum secara terpaksa.


Dari kejauhan Reyhan melihat Roy yang sedang berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Aulia, beberapa langkah kemudian, Roy sudah berada di samping Reyhan dan duduk bersama dengan Aulia.


"Wedeh Reyhan, gimana sama Mauren?" tanya Roy dengan berbisik kepada Reyhan.


"Baik baik aja kok, tenang aja." Jawab Reyhan dengan tersenyum kepada Roy.


"Gue ke toilet dulu yah Roy, kebelet nih." Jelas Aulia dengan pergi ke toilet secara cepat.


"Anjir, cepet amat dah larinya udah kayak superhero aja." Kata Roy yang melihat Aulia berlari secara cepat ke arah toilet.


Sementara itu dengan galang, serta juga verrel mereka masih dalam perjalanan menuju ke bioskop, akan Tetapi Galang yang kebelet untuk ke toilet pun langsung menyuruh verrel pergi duluan ke bioskop, tetapi Lauren menunggu juga di kursi yang tersedia, Galang pun langsung ke toilet, pada saat di toilet dia bertemu dengan dewa yang sedang mencuci mukanya.


"Wih dewa, Lo sama siapa disini?" tanya Galang dengan menyapa dewa yang sedang mencuci muka.


"Ah gue sama Lita, Lo pasti sama Lauren kan??" Tanya dewa dengan tersenyum kepada Galang.


"Iyah, kayaknya gue mencium akan ada sesuatu sebentar lagi!" Jelas Galang dengan tersenyum kepada dewa dan mulai meledeknya.


"Terus aja anjir, gue cuma mantan sama dia! Ga akan gue balikan." Kata dewa dengan kesal kepada Galang.


"Kalo ga akan balikan, kenapa Lo memberikan dia sebuah harapan?" tanya Galang kepada dewa, dan seketika dewa pun terdiam.


"Ah udah lah, gue duluan yah!" Ketus dewa dengan pergi keluar toilet dan langsung pergi menuju ke lita yang sedang menunggu.


pada saat Galang sedang buang air kecil dia melihat seseorang yang menggunakan topeng badut serta juga menggunakan Hoodie berwarna merah yang mengikuti dewa dari belakang, Galang mulai menyadari sesuatu yang aneh dan dia langsung buru buru menaikkan celananya kembali dan lalu menghilang menuju ke tempat Lauren.


Dewa yang sedang berjalan dia menyadari bahwa sedang diikuti oleh seseorang dari belakang, dia pun langsung buru buru ke tempat Lita menunggu, dan Lita masih ada disitu sedang asik bermain handphone miliknya sambil tersenyum bahagia, dewa langsung menghampirinya dan menarik tangannya menuju ke tempat ramai, Lita yang kebingungan melihat dewa langsung melepaskan tangannya dan melihat dewa dengan kebingungan.


"Lo kenapa?" Tanya Lita singkat dengan melihat wajah dewa yang nampak panik.


"Gue rasa ada yang ikutin kita daritadi." Jawab dewa dengan menatap Lita sangat serius


"Hah? Siapa? Mana orangnya?" tanya Lita dengan melihat sekeliling.


"Dia udah gak ada sih gue rasa, yaudah kita langsung ke bioskop aja." Ucap dewa dengan mengajaknya, tetapi dia dihadang oleh seseorang bertopeng badut di hadapannya.


"Lo siapa? Jangan Deket Deket atau gue panggil satpam!" Teriak Lita dengan panik dan mulai mengancam orang itu.


"Mau Lo apa daritadi ngikutin gue terus? Lo siapa?!!" Tanya dewa dengan berusaha melindungi Lita.


"Gue harap Lo jauhin Lita, atau Lo akan terima akibatnya." Jelas seorang bertopeng badut itu dengan menodongkan pisau.


"Lo berdua gaperlu tahu siapa gue, dan gue yakin kalian akan tahu dengan sendirinya." ucap orang tersebut sambil memainkan pisau miliknya.


"Kalau Lo mau urusan ini selesai, kita selesaikan secara jantan!" Ucap dewa dengan melepas jaketnya dan mulai mengambil ancang ancang.


"Dewa, Lo mau ngapain? Jangan dewa, gue gamau lo kenpaa kenapa." Lirih Lita dengan berusaha menahan dewa agar tidak melawan orang misterius itu.


"Cukup! Lo mundur aja, jagain jaket gue dan Lo coba cari Galang atau Lauren gue yakin dia masih disekitar sini." Perintah dewa dengan menatap Lita sangat serius dan Lita pun mengangguk pertanda akan mengerti.


Lita pun langsung pergi mencari Galang dan juga Lauren, dewa pun Mulai bersiap untuk melawan orang misterius tersebut.


"Haha! Apa Lo yakin mau lawan gue dengan tangan kosong seperti itu?" tanya orang misterius tersebut dengan memainkan pisaunya.


"Gue yakin! Sebaiknya Lo gausah ganggu hidup gue." ucap dewa dengan berteriak dan berlari lalu menendang kepala orang tersebut, tapi kakinya ditahan oleh orang misterius tersebut.


Seseorang itu pun langsung melempar dewa dengan sangat keras yang membuat dewa terbentur ke tembok, dewa langsung bangkit berdiri dan kembali melawannya, kini giliran orang tersebut yang melawan dewa dengan pisau tersebut,orang tersebut pun mulai mengarahkan pisaunya ke perut dewa, tetapi dewa langsung menahannya dan membuang pisau tersebut.


Dewa pun langsung menendang dada orang tersebut, tetapi tangannya ditahan oleh orang tersebut, dan tangan dewa mulai di putar lalu dewa pun ditendang dengan sangat kencang yang membuatnya mental sangat jauh.


Dewa pun kembali berdiri perlahan, dan orang tersebut langsung menyerang dewa dengan sebuah tonjokan tepat di kepalanya, tetapi dewa menahan tonjokan tersebut dan langsung mendorong orang tersebut dengan sangat keras, lalu secara cepat dewa pun langsung menendang perut orang tersebut dan menonjok kepala orang tersebut yang membuat orang itu jatuh tersungkur.


"Haha! Kuat juga Lo ternyata." ucap orang tersebut dengan tertawa sambil berusaha bangkit berdiri.


"Siapa Lo sebenernya?!!" ucap Dewa dengan berteriak dan mengepalkan tangannya sangat kuat.


"Lo akan tahu ketika sudah mengalahkan gue." ucap orang tersebut lalu menendang kepala dewa sangat keras.


Dewa pun langsung kembali bangkit berdiri, tetapi orang tersebut langsung mencekik dewa dan memojokkannya ke tembok dengan sangat keras, yang membuat dewa tidak bisa nafas.


Akan tetapi dewa secara cepat langsung menendang anu si orang misterius itu, dan langsung menonjok wajah yang ada di balik topeng tersebut dengan sangat keras dan kuat, dewa langsung terus menonjok wajah orang tersebut secara berkali Kali hingga orang tersebut tidak ada pergerakan sama sekali, dewa pun mulai panik dan mulai mengecek nadi di pergelangan tangannya.


"Masih idup anjir, gue pikir udah mati." ucap dewa dengan mengecek nadi orang tersebut.


"Hahaha! Jebakan!!" Ucap orang tersebut dengan tertawa lalu menonjok dewa dengan sangat keras.


Tetapi dewa langsung menahan tangan orang tersebut, sekilas dewa melihat sebuah tato petir di pergelangan tangan kanan tersebut, dan pada saat dewa lengah orang tersebut langsung mencekik dewa dan melemparnya dengan sangat kencang, Beruntungnya ada Galang pada saat itu yang langsung menangkap dewa secara cepat dan meletakkannya di kursi.


"Lo gapapa?" tanya Galang singkat dengan membantu dewa untuk duduk.


"Gue cuma pusing doang kok, tenang aja" jawab dewa dengan tersenyum kepada Galang dan memegangi kepalanya.


"Biar gue yang lawan dia." Ujar Galang dengan berjalan menuju ke orang tersebut.


"Wah wah, Galang, akhirnya gue bisa lawan Lo! Hahahaha." Kata orang aneh tersebut dengan tertawa.


"Lo siapa? Kenapa Lo bisa tahu nama gue?" tanya Galang singkat sebelum melawan orang tersebut.


"Bukankah Lo udah tau siapa sebenernya gue? Katanya Lo itu stlaker, mana? Hahaha bohong." Ledek orang tersebut dengan keadaan sempoyongan dan mulai mengeluarkan pisau dari celananya.


"Argh! Kenapa gue gabisa nerawang dia! Sialan." ucap Galang dengan memegangi kepalanya.


"Hahaha! Gabisa nerawang gue ya??! Sebaiknya kita selesaikan saja sekarang." ucap orang tersebut dengan tertawa dan bersiap dengan sebuah pisau di tangan kanannya.


Orang tersebut pun langsung berlari ke arah Galang dan melompat, hampir mau menusuk Galang dengan pisau tersebut, tetapi secara cepat Galang langsung menghindar, orang tersebut juga secara cepat langsung menyerang Galang dengan pisau dan juga pukulan secara bertubi-tubi, tetapi Galang menahan serangan itu dan pada saat dia lengah Galang langsung menonjok orang tersebut dengan sekuat tenaga, tetapi ditahan oleh orang itu.


"Hah?!! Kenapa bisa ditahan?!!" Kata Galang dengan kaget karena pukulan yang dia sangka kuat tersebut ditahan satu tangan oleh orang itu.


"Hahaha! Segini gak ada apa apanya!!" Teriak orang topeng itu dengan tertawa.


"Galang! Nunduk!!" Kata Lauren yang sedang berlari, dan Galang pun langsung menunduk.


Lauren pun langsung naik ke punggung Galang dan melompat ke arah orang tersebut lalu menendang dia dengan sangat keras yang membuat dia jatuh hingga sangat jauh.


"Kerja bagus Lauren!" ucap Galang dengan tersenyum kepada Lauren.


"Arggh! Sialan! Gue akan balaskan nanti!" ucap orang tersebut lalu pergi entah kemana.


Galang pun langsung menghampiri dewa yang sedang diobati luka di bibirnya oleh Lita, Galang kini duduk di samping Dewa.


"Hadeh, Lo kenapa bisa babak belur gini sih?" tanya galang dengan melihat ke arah dewa yang sedang diobati.


"Gatau nih, gue ga biasa berantem, maaf yah." ucap dewa dengan tersenyum kepada Galang.


"Lagian, siapa sih tuh orang, kok bisa bisanya dia nyerang Lo?" tanya Lauren dengan kesal dan melihat ke arah dewa.


"Gatau gue juga, tadi kita langsung dicegat dan dia langsung nyerang dewa." ucap Lita dengan mengangkat bahunya.


"Apa dia bilang sesuatu? Orang nyerang begitu kan harusnya ada suatu sebab." Kata Galang dengan melihat dewa sangat serius.


"Dia bilang gue suruh jauhin Lita, atau akan terima akibatnya." Jelas Dewa dengan nada lemas.


"Huftt, Lita dia adalah orang yang suka sama Lo dari lama, tapi baru ngedeketin lo kemarin kemarin." kata Galang dengan menghembuskan nafasnya.


"Hah? Siapa dah?" tanya Lita kebingungan.


"Arggh! Gabisa gue lihat lebih jauh lagi! Kepala gue pusing." kata Galang dengan memegangi kepalanya.


"Yaudah, Lo sekarang mau nonton apa pulang nih?"tanya Lauren dengan tersenyum kepada dewa.


"Udah, gue mau nonton aja, tenang aja, gue cuma luka luka sedikit doang kok." Ujar dewa dengan Tersenyum kepada mereka berdua.


"Apa Lo yakin?" tanya Galang singkat.


"Iyah, gue yakin kok,yaudah ayo kita ke bioskop." Ajak dewa dengan berdiri lalu berjalan menuju ke bioskop bersama yang lainnya.


"Sial! Siapa sebenernya dia? Kenapa tangan gue bisa ditahan? Padahal kan itu udah pukulan paling kuat, kalo begini caranya gue harus bilang ke Roy juga nih." Batin Galang mengatakan seperti itu dengan mengikuti arah mereka berjalan.


"Ada tato petir di tangan kanannya? Siapa sebenernya dia? Apa dia anak geng halilintar? Gamungkin!!" Batin dewa mengatakan seperti itu sambil menundukkan kepala.


"Woi! Jangan nunduk terus, nanti ketabrak." Panggil Galang dengan menahan dewa yang sedari tadi terus menunduk.


"Tau nih, lo salah bantal yah nunduk terus?" Ledek Lauren kepada dewa.


"Haha, nggak kok,yaudah ayo kita lanjut lagi." ucap dewa dengan tersenyum kepada mereka semua.


Mereka berempat pun berjalan menuju ke bioskop, sementara itu dari kejauhan seseorang bertopeng itu melihat dewa dengan sangat kesal, dan akan membalaskan dendamnya nanti.


"Lihat saja! Gue akan balaskan dendam gue." ucap seorang misterius itu sambil berjalan membuntuti mereka berempat secara perlahan.