Reyhan

Reyhan
ep 17



Roy yang membawa mobil pun membuka pintu mobil tersebut dan Aulia pun masuk ke dalam, dia duduk di kursi bagian depan, Roy yang senang pun langsung masuk ke mobil dan menjalankan mobil tersebut menuju ke restoran yang sudah dia rencanakan, setelah beberapa lama mengendarai mobil, mereka pun kini sudah sampai di sebuah restoran yang cukup mewah, Roy langsung turun dan membukakan pintu untuk Aulia, Aulia pun turun dan tampak kagum dengan melihat restoran mewah tersebut.


"Ini serius? Lo ngajak gue kesini?" tanya Aulia yang kebingungan melihat isi Restoran dan interior yang sangat mewah.


"Iyah, emangnya kenapa?" tanya Roy dengan Tersenyum ke arah Aulia.


"Emm, makanan disini pasti mahal-mahal yah?" tanya Aulia dengan curiga kepada Roy.


"Udah, ayo duduk dulu aja." Ajak Roy dengan menggandeng tangan Nikita menuju tempat duduk yang sudah dipesan.


Mereka berdua pun duduk di kursi yang menghadap ke arah luar, dan tampak Langit siang hari yang cerah, Aulia pun merasa tidak enak karena semua Roy yang membayarnya, Aulia juga grogi karena makanan disini mahal semua dan tidak wajar menurut pemikirannya.


"Hmmm, Roy gue mau tanya deh." ucap Aulia dengan melihat sekeliling.


"Kenapa? Lo gasuka sama tempatnya?" tanya Roy dengan melihat Aulia yang nampak melihat sekeliling.


"Nggak roy, Lo biasa makan disini?" tanya Aulia kepada Roy.


"Iyah, lo mau pesan apa? Biar gue yang bayarin." Tegas Roy dengan mengambil sebuah menu dari seorang pelayan yang memberikan buku menu.


"Hmm, mahal mahal banget Roy." ucap Aulia dengan berteriak kepada Roy, dan semua pengunjung pun melirik ke arah Aulia yang berteriak.


"Astaga, suasana apa ini, gua kok merasa malu yah?" batin Roy dalam hatinya sambil menutup wajahnya.


"Ini, lihat aja, masa nasi goreng 300 ribu? Nasi goreng apaan tuh?" ucap Aulia dengan memberikan buku menu tersebut kepada Roy.


"Ikut gue sebentar!" Kata Roy yang nampak kesal dan langsung menarik tangan Aulia entah kemana.


"Eh? Mau kemana nih?" tanya Aulia kebingungan, dan dia pun dibawa di depan toilet yang ada.


"Tunggu disini, nanti ada pelayan yang bakal ngajak lu ke tempat gue, jangan kemana mana ya." Perintah Roy dengan tegas kepada Aulia agar menunggu di depan toilet.


"Eh, Lo mau kemana Roy?" tanya Aulia kepada Roy yang baru saja pergi meninggalkannya.


Beberapa menit Aulia menunggu di depan toilet, dan tidak ada tanda tanda dari Roy yang menjemputnya lagi, tetapi pada saat Sedang menunggu Roy, akhirnya ada seorang pelayan yang datang ke arahnya dengan senyuman ramahnya.


"Dengan kak Aulia?" tanya pelayan itu singkat, dan Aulia pun mengangguk kencang.


Pelayan itu pun langsung mengajak Aulia menuju ke tempat yang sudah direncanakan oleh Roy, yaitu tempat yang sangat mewah dan juga elegan, hingga akhirnya dia tiba di depan ruangan yang tampak mewah, Aulia pun mengikuti instruksi dari seorang pelayan, dia pun masuk dan melihat ada Roy yang sudah berdandan layaknya seorang pangeran yang sedang menunggu tuan putrinya.


"Emm, Roy? Ini tempat apa?" tanya Aulia dengan kebingungan sambil melihat sekeliling.


"Udah, duduk aja sini, ini itu tempat VVIP!" ucap Roy kepada Aulia dan tersenyum.


"VVIP Lo bilang? Itu kan mahal Roy!" ucap Aulia dengan berteriak, dan Roy hanya tersenyum saja.


"Udah, gapapa, semua gue yang bayar, ada hal yang pengen gue omongin sama Lo." Kata Roy dengan mengajak Aulia ke kursinya, lalu Aulia pun duduk di kursi tersebut.


"Lo emang mau ngomong apa sih? Kayaknya serius banget deh?" tanya Aulia dengan serius kepada Roy.


"Tapi sebelum itu, makan dulu yah? Gue tau Lo pasti kepalaran dari tadi." ucap Roy dengan menepuk kan tangannya dan datanglah pelayan dengan membawakan beberapa porsi makanan yang paling mahal dan mewah.


Aulia pun terkejut ketika melihat para pelayan membawakan sebuah meja makan yang besar dan juga banyak makanan mewah disana, Aulia tampak kebingungan karena dia harus mulai makan dari yang mana terlebih dahulu.


"Roy? Banyak banget ini." Keluh Aulia yang melihat banyak sekali makanan.


"Udah, Lo makan aja dulu." Kata Roy dengan tersenyum.


"Hahaha! Selamat makan, terima kasih Roy." Seru Aulia yang tersenyum bahagia di hadapan Roy.


Aulia pun memakan hampir semua makanan tersebut dengan lahapnya, dan Roy hanya tersenyum ketika melihat dia makan dengan lahapnya, setelah beberapa menit mereka makan, Roy langsung menuju ke inti pembicaraan yang sudah dia siapkan dari awal.


"Lo mau nggak nonton sama gue hari Sabtu?" tanya Roy kepada Aulia yang sedang makan, dan dia pun tersedak, Aulia pun langsung minum dan menghela nafas.


"Huftt, kenapa Lo tiba tiba ngajakin gue nonton?" tanya Aulia dengan heran kepada Roy.


"Yah, gue mau kenal sama Lo lebih Deket lagi gitu." ucap Roy dengan tersenyum kepada Aulia.


"Hmm, gimana yah, gue bingung sih." ucap Aulia dengan kebingungan melihat Roy.


"Kalo gabisa dijawab hari ini, bisa Lo jawab besok kok." ucap Roy dengan tersenyum kepada Aulia.


"Hmm, gue mau kok nonton sama Lo Roy, tapi gue lagi gapunya uang nih." Kata Aulia dengan sedikit menunduk.


"Udah, biarin aja, gue yang traktir." Seru Roy dengan mengusap pipi Aulia dan tersenyum.


"Hmm, yaudah Iyah makasih yah Roy." ucap Aulia dengan tersenyum.


"Yaudah, dilanjutkan lagi makannya." Kata Roy dengan tersenyum kepada Aulia.


Aulia pun melanjutkan makannya, dan setelah selesai makan Roy pun mengantar Aulia pulang ke rumahnya, setelah selesai mengantar Aulia, Roy pun kini sudah berada di rumah dan sedang bersantai di pinggir kolam renang miliknya, Mauren dan juga teman temannya sudah tidak ada ide lagi untuk meneror Nikita dan memutuskan untuk tidak meneror lagi karena Nikita sudah agak menjauh dari Reyhan, begitu juga dengan Rizky ada kesalahpahaman pendapat antara michael dan juga Alucard, maka dari itu Rizky tidak bisa melanjutkan aksi teror menerornya karena pertengkaran kedua sahabatnya itu yang menimbulkan perpecahan diantara mereka semua.


Beberapa hari kemudian, dimana beberapa hari tersebut Reyhan dan juga Nikita tidak mengalami peneroran, kini tepatnya hari Sabtu dimana hari ngedate mereka bersama dengan pasangannya masing masing, Reyhan yang sedang merapikan rambut di kaca dan tersenyum di kaca.


"Asek! Siap jemput Mauren!" ucap Reyhan dengan tersenyum di kaca.


"Abang mau kemana?" tanya Michelle yang sudah ada di kasur Reyhan.


"Mau ngedate sama Cici Mauren." ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Michelle.


"Hah? Abang balikan lagi sama Cici Mauren?" tanya Michelle dengan terkejut ketika mendengar perkataan Reyhan.


"Terus? Kalo gak balikan ngapain ngasih dia harapan palsu? Kan kasihan, Abang!" ucap Michelle kepada Reyhan dengan nada kesal.


"Abang gak ngasih harapan palsu, Abang cuma ngajak dia nonton, udah kamu masih SMP tau apa sih soal cinta?" ucap Reyhan dengan kesal karena terlalu mencampuri urusannya.


"Ah, aku juga pernah kali pacaran, emang Abang doang?!!!" Gertak Michelle dengan kesal.


"Loh? Pacaran? Udah putus ya? Hahaha!" Kata Reyhan dengan meledek Michelle dan Michelle tampak wajah bersedih.


"Huaaaa! Jangan bahas itu lagi! Huaaa!" ucap Michelle dengan menangis.


"Astaga! Kenapa nangis? Lagian masih SMP udah jatuh cinta segala, sakit kan?" ucap Reyhan dengan memeluk Michelle.


"Iyah bang, rasanya di duain itu sakit!" ucap Michelle dengan menangis.


"Astaga, cowok mana yang berani ngeduain adek Abang yang cantik ini? Mana orangnya?!!!" ucap Reyhan dengan berusaha untuk menghibur Michelle.


"Ah abang bisa ajah deh, aku jadi malu!" Jelas Michelle dengan sedikit tersenyum.


"Udah, gausah nyari pacar lagi, ikhlasin aja yang itu, kamu masih SMP harus belajar dengan giat, kalo kamu pinter pasti banyak cowok yang bakal mau sama kamu." Tegas Reyhan dengan mengusap air mata yang ada di pipi Michelle.


"Iyah deh bang, aku bakal rajin belajar lagi." ucap Michelle dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Nah itu baru adek Abang, udah Abang pergi dulu yah, bye adek kesayangan Abang!" ucap Reyhan dengan tersenyum lalu mencium pipi Michelle dan pergi menuju keluar rumah.


Pada saat sedang berjalan Reyhan dikejutkan dengan sebuah batu besar yang menghalangi jalan keluar rumahnya, dan dibawah batu tersebut seperti ada sesuatu, Reyhan pun mulai mengambil sesuatu itu dan itu adalah sebuah surat, isi suratnya adalah:


Reyhan, jangan mentang mentang Lo udah gak diteror lagi sama gw, Lo malah makin Deket sama Nikita! Gw peringatkan kepada Lo, agar menjauhi Nikita secepatnya atau teman teman Lo akan celaka, dimulai dari dewa terlebih dahulu.


Salam sang peneror tampan


"Hadeeh, apaan lagi coba? Dasar orang gajelas! Ngapain ngirim beginian ke rumah gue?" Batin Reyhan dengan membuang surat tersebut dan memindahkan batu yang menghalangi jalannya itu.


Reyhan pun langsung menuju motornya dan menjalankan motornya untuk pergi ke rumah Mauren, kini Reyhan sudah berada di perjalanan menuju rumah mauren yang jaraknya agak jauh dari rumah Reyhan, beberapa menit melakukan perjalanan kini Reyhan sudah berada di halaman rumah Mauren yang cukup besar dan luas.


Sabtu, pukul 11:00 siang, tepatnya di rumah Mauren.


"Hmm, kira kira si kebo udah bangun belom yah jam segini?" Jelas Reyhan dengan berjalan menuju ke teras rumah Mauren.


"Ya jelas udah lah Reyhan, Lo pikir gue masih tidur?" ucap Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Dih? Lo sejak kapan disitu?" tanya Reyhan dengan melihat ke arah Mauren yang berada di samping rumahnya.


"Gue abis nyantai dulu disini, nungguin Lo daritadi lama banget." ucap Mauren dengan tersenyum manis kepada Reyhan.


"Maaf yah udah ngebuat lo nunggu, soalnya di jalan tadi macet." ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Alasan aja Lo kampret! Nunggu itu gak enak!" Kata Mauren dengan cemberut dan kini dia duduk di kursi taman disamping rumahnya.


"Yaelah, nih tadi gue beli coklat buat Lo, makan dulu coklatnya." Suruh Reyhan dengan memberikan sebuah coklat kepada Mauren.


"Dih! Nanti gue gendut Reyhan?" Bentak Mauren dengan kesal karena Reyhan yang memberikannya coklat.


"Nggak, walau gendut juga Lo tetep cantik kok!" Kata Reyhan dengan berkedip kepada Mauren.


"Dih, ngapain Lo kedip kedip? Kelilipan yah? Hahaha!" Kata Mauren dengan heran dan tertawa.


"Mau berangkat sekarang atau nanti?" tanya Reyhan singkat dan duduk di samping Mauren.


"Berangkat sekarang ajah deh, coklatnya gue simpen di kulkas dulu yah." ucap Mauren dengan berjalan meninggalkan Reyhan dan masuk ke dalam rumah untuk menaruh coklat tersebut di dalam kulkas.


"Udah? Yuk berangkat!" ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren yang baru saja menghampirinya.


"Hmm, yaudah ayok, jangan ngebut-ngebut yah! Gue takut." Kata Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Yaelah, tenang aja sih." ucap Reyhan dengan menggandeng tangannya.


Mereka berdua pun menaiki motor, Reyhan pun menyalakan motornya dan dia langsung menuju mall, beberapa menit mereka melakukan perjalanan, kini Reyhan dan Nikita sudah berada di mall tersebut dan berjalan masuk ke dalam sambil berbincang bincang.


"Kira kira Lo mau nonton film apaan nih?" tanya Reyhan singkat dengan tersenyum kepada Mauren.


"Hmm, film horror kayaknya seru deh, biar pas gue ketakutan bisa meluk lo." ucap Mauren dengan melirik ke arah Reyhan.


"Dih! Mauan kayak janda! Hahaha." Canda Reyhan dengan tertawa melihat Mauren.


"Dih, Lo kali tuh kayak duda! Hahaha." Canda Mauren yang ikut tertawa.


"Gue sih terserah Lo aja nanti mau nonton apa!" ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.


"Eh, Lo inget gak hari ini, hari apa?" tanya Mauren dengan tersenyum manis kepada Reyhan.


"Hari Sabtu lah, masa Lo lupa sih!" ucap Reyhan dengan santainya.


"Hmm, eh liat ke toko boneka itu dulu yuk!" ajak Mauren dengan menggandeng tangan Reyhan sangat erat menuju toko boneka tersebut.


"Yah, kalo udah liat boneka pasti lama kayak waktu pertama kali ngedate!" Batin Reyhan sambil terus mengikuti langkah Mauren.


Sementara itu dengan dewa, dewa yang baru saja bangun langsung mandi dan siap siap untuk ke rumah Lita dan menjemputnya, tetapi pada saat hendak keluar dewa selalu saja mendapatkan masalah di rumahnya dari ayah tirinya yang menghalanginya untuk keluar rumah.


"Mau kemana Lo anak haram?" tanya sanji dengan keadaan masih mabuk.