Reyhan

Reyhan
ep 36



"Kalian ngomongin apa? Kita gak paham nih." Jelas Santi dengan kebingungan.


"Bila kita tidak bisa membantu mereka dalam jarak dekat, maka kita bisa membantu mereka dari jarak jauh." Jelas Shinta seraya mengeluarkan laptop miliknya yang nampak berwarna cerah.


"Apa itu?" Tanya Lauren dengan Penasaran


"Lo inget gak sih kalo Roy itu membuat topeng dengan teknologi yang cukup canggih dan--" jelas Shinta dengan tersenyum kepada mereka,tetapi mereka masih tidak paham dan Mauren memotong perkataan Shinta.


"Bentar! Roy buat topeng dengan teknologi canggih? Maksud Lo? Lo mau ngapain dengan laptop itu?" Tanya Mauren dengan kebingungan.


"Baik, milea bantu gua buat masuk ke sistem kemanan Roy." Tegas Shinta dengan sangat serius.


"Jawab pertanyaan gua, seben--" kata Mauren dengan kebingungan, belum sempat ndia menyelesaikan kata katanya, tiba tiba Milea menyuruh mereka semua untuk diam.


"Tolong diam! Biarkan kita berdua fokus, lihat saja nanti kalo udah selesai!" Bentak Milea kepada mereka semua, seketika ruangan senyap dan cukup hening beberapa menit.


"Milea biasanya pendiam, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini?" Batin Mauren dengan memainkan sebuah pulpen di hadapannya.


Shinta dan Milea pun asyik memainkan laptop tersebut, beberapa menit mereka memainkan laptop tersebut dan nampak sangat fokus, hingga mereka melompat kegirangan dan saling berpelukan satu sama lain, mereka yang masih diam kebingungan langsung bertanya dengan cepat.


"Kenapa Lo? Kok tiba tiba seneng gitu?" Tanya Santi dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Heheh, kalo memang kita tidak bisa membantu mereka jarak dekat, saatnya kita bantu mereka dengan jarak jauh!" Jelas Shinta dengan menunjukkan kepada mereka semua laptop miliknya.


Dan nampak lah kamera dari topeng yang digunakan oleh Reyhan dan yang lainnya, nampak mereka sedang berjuang melawan geng Halilintar yang cukup ganas tersebut dengan kemampuan mereka masing masing, tetapi Mauren dan yang lainnya masih bingung dengan apa yang dimaksud oleh Milea dan juga Shinta.


"Gua bingung anjir, maksudnya apaan?" Kata Mauren yang masih kebingungan.


"Lihat saja cara gua bermain, kalo gua suruh ambil barang sesuatu Lo ambil dan biar Milea yang merakit barang itu." Jelas Shinta dengan tersenyum kepada mereka semua.


Mereka semua pun mengangguk walau tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Shinta, tetapi Shinta berusaha sebisa mungkin untuk membantu mereka dengan kamera yang ada di topeng milik mereka semua.


Dengan Reyhan, dia sedang berjalan menuju ke lantai 5, dan disana nampak sepi serta juga sunyi, snake yang mengetahui bahwa geng Halilintar tidak semudah meloloskan orang yang sudah masuk dan mengetahui markasnya, geng Halilintar akan membunuh dan terus mengejar orang yang masuk ke markasnya bahkan hingga ke ujung dunia sekalipun.


Reyhan dan snake pun berhati hati, tetapi lantai yang nampak retak, cat di dinding yang luntur, dinding yang nampak berlumut dan juga agak kotor, langit langit yang nampak kusam dan juga lampu berada di tengah tengah, walau ada sinar matahari yang menerangi lewat jendela walau hanya sedikit saja, itulah kondisi lantai 5 yang nampak mencekam layaknya di film horror, dari suatu ruangan entah dimana itu, muncul seseorang dengan mengenakan kaos dan bertopeng badut juga, dia sudah berada jarak tiga puluh meter dari tempat snake dan Reyhan berdiri.


"Wah, akhirnya snake kita bertemu lagi!" Sapa orang tersebut dengan membuka topengnya.


"Wah, Romlah, gua kira Lo udah mati di gedung ini waktu itu, ternyata masih hidup yah!" Jelas snake Dengan memberikan senyuman kepada orang tersebut.


"Itu nama mama gue! Nama gue adalah Guntur silau!" Kata orang tersebut dengan berkacak pinggang dan tersenyum.


"Ini orang kebelet narsis atau apa sih om? Gajelas banget deh!" Bisik Reyhan dengan melihat ke arah Guntur yang sedang berdiri.


"Gue denger itu! Pengen gue apain nih anak!!" Bentak Guntur dengan mengeluarkan sebuah pisau dari celananya.


"Lawan Lo bukan dia, tapi gue, Hadapin gue kalo Lo mau bunuh dia!" Jelas snake Dengan mengeluarkan sebuah golok dari tas miliknya.


"Reyhan, Reyhan! Lo harusnya gak menyelamatkan dewa! Harusnya Lo diem aja di rumah!" Ledek orang bertopeng dengan keluar dari belakang Guntur.


"Kamu harusnya jangan berkelahi sama dia disini, di atap kosong dan udah saya sediakan." Bisik Guntur dengan tersenyum.


"Wah, sebaiknya Lo harus ke atap dan lihat dewa diapakan sama gua." Jelas orang tersebut dengan menghilang dari hadapan Reyhan.


Reyhan pun berjalan menaiki tangga dengan tergesa gesa, dan dia kini sudah berada di atap yang nampak kotor, di pinggir atap tidak ada pembatas dan ada beberapa tong  yang nampaknya sudah disiapkan oleh guntur, Reyhan yang baru saja sampai kebingungan karena harus mencari dan menyelamatkan dewa dimana, Reyhan pun berjalan mencari cari, tetapi tiba tiba saja entah darimana Michael muncul dan membawa dewa bersama dengan beberapa preman yang mempunyai banyak senjata.


"Baik! Lo sudah berani masuk ke kawasan geng Halilintar, berarti Lo harus terima resikonya jika memang nyawa taruhannya!" Jelas Michael dengan berjalan mengitari Dewa yang sedang diikat dan ditutup matanya.


"Lepasin dia! Sebenernya apa sih mau Lo?!!" Teriak Reyhan yang sudah bersiap dengan tangannya yang sedang mengepal.


"Tes, halo apa ini Reyhan! Kalo ya, Lo cukup mengangguk dan jangan bersuara, gua Shinta akan bantu lo, intinya Lo pura pura aja kalo misalnya gak ada yang ngomong di topeng ini atau gua akan celaka sama yang lainnya." Jelas shinta lewat topeng yang Reyhan gunakan.


"Gua? Lo tanya mau gua apa?!! Gua mau Lo semua mati di tangan gua, karena Lo semua udah nyari masalah sama gua!" Teriak Michael dengan menunjuk ke arah Reyhan dan mengeluarkan sebuah pisau.


"Siapa yang nyari masalah?!! Gue dan yang lainnya nggak ngomongin Lo lagi!" Bentak Reyhan dengan penuh amarah.


"Maling mana ada yang mau ngaku! Gua bakalan bunuh Lo dan teman teman Lo disini!" Teriak Michael dengan sangat amarah yang membara.


"Reyhan, gua rasa Lo harus lawan dia, buka topengnya dan lihat siapa dibalik topeng tersebut!" Jelas Shinta dengan mengotak Atik komputer miliknya.


"Kalau Lo mau lawan gua, lawan dahulu anak buah gua!" Kata Michael dengan menunjuk ke arah beberapa preman yang ada disekitar Reyhan.


"Baiklah, gua rasa anak buah Lo bakalan mati!" Kata Reyhan dengan tersenyum.


"Bunuh dia, jangan kasih ampun!" Kata Michael dengan mengacungkan tangannya seakan akan memberikan arahan.


Para preman tersebut langsung menghajar Reyhan secara bersamaan, entah kenapa dai seperti dikendalikan oleh sesuatu dan ternyata itu adalah efek dari topeng yang digunakan oleh Roy, bahwa topeng tersebut bisa dikendalikan jarak jauh dan sudah dirancang sedemikian rupa, Shinta pun mengendalikan Reyhan layaknya boneka, dan dengan mudah dia melawan para preman tersebut.


Bruk! Bak! Buk! Bruk! Prang!! Brak!!! Jdukk!!! Prang!!


Reyhan yang sudah dikendalikan oleh Shinta kini dia dengan nafas terengah engah dan nampak kecapean, karena preman yang menyerangnya tidak habis habisan layaknya kuota unlimited, Reyhan yang sekarang sedang mengatur nafas, dan dia sedang melihat ke arah Michael Yang sedang duduk dan memainkan pisau miliknya.


"Hahaha! Gimana? Capek gak?" Tanya Michael yang bangkit dari kursinya dan tertawa.


"Kenapa-kenapa? Banyak banget yang menyerang gue?" Tanya Reyhan dengan berusaha memperbaiki posisi tubuhnya.


"Yah, Lo pikir geng Halilintar markasnya cuma disini? Gua udah suruh semua pasukan untuk datang kesini dan membantu gua, jadi seberapa kuat pun lo, akan kalah dengan jumlah geng Halilintar yang anggotanya lebih dari dua puluh ribu orang, hahaha!" Jelas Michael dan kemudian tertawa.


"Gua gak akan menyerah demi menyelamatkan dewa!" Teriak Reyhan dengan mengepalkan kembali tangannya.


"Reyhan, tingkat kesehatan Lo sisa lima puluh persen, dan tingkat kemampuan bertarung Lo sisa 60%, kalau dilanjutkan Lo bisa pingsan karena kecapean, resiko terbesar adalah kematian." Jelas Shinta dengan melihat bar yang ada.


"Jangan Dewa, jangan keluarin tenaga Lo, nanti Lo harus dirawat lagi." Batin Reyhan dengan memberikan sebuah kode.


"Woi! Lo berdua ternyata sedang ngobrol pake kode? Hah? Baiklah kalau begitu caranya." Kata Michael dengan kesal dan bersiap untuk melawan Reyhan.


"Jangan ganggu Reyhan! Atau Lo akan mati!" Teriak dewa dengan berusaha melepaskan diri dari rantai yang terikat pada dirinya.


"Hahaha! Lo juga akan mati disini!" Teriak Michael dengan menunjuk ke arah dewa.


"Gua gak akan mati, gua akan berusaha semampu gua walau gua keluarin itu." Kata dewa dengan tersenyum kepada Michael.


"Hah? Gak mungkin Lo punya kekuatan itu? Gak mungkin!!" Teriak Michael dengan terkejut dan menundukkan kepalanya.


"Woi cupu! Kenapa Lo! Udah gak kuat ngelawan gua?" Kata Reyhan dengan meremehkan.


"Sialan Lo!! Gua gak cupu!! Maju Lo sini pecundang!!" Kata Michael dengan bangkit berdiri dan berlari ke arah Reyhan.


"Gua jabanin apapun tantangan lo!" Teriak Reyhan dengan berlari ke arah Michael.


Dan mereka berdua pun saling beradu pisau, Reyhan yang menahan serangan Michael dengan pisau miliknya dia langsung menendang kaki Michael, kini dia pun berlutut, dan Reyhan berusaha melepaskan topeng miliknya, tetapi Michael menahan tangan Reyhan dan menendangnya hingga jauh.


Reyhan pun kembali bangkit, tetapi kaki Reyhan di injak dan ditahan oleh Michael, Michale berusaha menusuk wajah Reyhan dengan pisau tersebut, tapi secara tiba tiba keluar suatu alat dari topeng Reyhan dan menahan pisau tersebut, Reyhan yang sedang kebingungan harus apa.


Reyhan pun langsung menendang kelamin Michael dan Michael pun kesakitan ketika Reyhan menendang kelaminnya, Reyhan pun langsung berlari ke arah dewa dan berusaha melepaskan dewa dengan pisau tersebut, tetapi hasilnya sia sia.


"Percuma Lo ngelepasin gua pake pisau, gak mempan!" Bentak Dewa ketika Reyhan sedang membuka rantai tersebut.


"Terus? Gue harus apa biar Lo bisa lepas?" Tanya Reyhan kebingungan.


"Gua rasa gua emang harus mengeluarkan kekuatan itu, dan kita akan keluar dari sini!" Kata Dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Maksud Lo? Jangan itu dewa atau nanti Lo akan sangat lemah jadinya!" Kata Reyhan berusaha menghalangi dewa.


"Kalo gua gak keluarin kekuatan itu, Lo semua gak akan selamat dan gak akan bisa keluar dari sini!" Jelas dewa kepada Reyhan Yang sedang berdiri di sampingnya.


"Maksud Lo?" Tanya Reyhan kebingungan.


"Kalian semua jika sudah masuk ke area geng halilintar, apalagi markasnya, kalian akan mati jika tidak punya kemampuan khusus, walau Galang yang punya kemampuan menghilang sekali pun dia tidak akan bisa, karena disini ada segel yang dapat menghalau orang seperti Galang untuk menghilang." Jelas dewa panjang lebar dan tersenyum kepada Reyhan.


"Pantesan aja dia bilang tadi, ada yang menghalanginya untuk menghilang!" Jelas Reyhan dengan memainkan dagunya.


"Woi! Gue akan lawan Lo!!" Teriak Michael dengan bangkit berdiri secara perlahan.


"Lo harus lawan dia, biar gua keluarkan semua kemampuan ini, walau gua akan mati nantinya!" Bisik Dewa tepat di telinganya Reyhan.


"Hah? Apa? Mati? Nggak dewa jangan keluarkan kekuatan itu!!" Teriak Lita dari speaker aktif milik Shinta.


"Gila! Telinga gua sakit woi! Jangan teriak teriak!" Geram Reyhan dengan mengelus Elus telinga miliknya.


"Lo lawan dia, gua akan keluarkan kekuatan itu, percaya sama gua kita akan selamat!" Kata dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Percayalah Reyhan, gua akan keluarkan semua pasukan gua untuk membuat kerusuhan, agar keluarga Lo mati di tangan geng Halilintar, serta juga Mauren!" Teriak Michael dengan mengeluarkan sebuah pistol dan menembakkannya ke atas.


Keluarlah cahaya dari pistol tersebut, dan itu adalah flare gun yang cukup terang di langit siang hari, beberapa geng yang mengabdi dan bergabung kepada geng Halilintar pun mengerti apa yang harus mereka lakukan, para geng yang lain pun keluar dan kembali bangkit dari Hiatus lamanya, dan kembali menyerang kota dengan sangat brutal.


"Apa apaan?!! Kenapa kota menjadi berantakan!" Kesal Reyhan dengan melihat sekeliling dari atas gedung tersebut.


"Gua rasa kita harus selesaikan ini Reyhan, sebelum ada korban jiwa yang banyak!" Kata Michael dengan mengeluarkan pedang miliknya.


"Hah? Pedang legendaris dan turun temurun dari geng Halilintar!" Batin Galang dengan melihat ke arah pedang tersebut.


Pedang legendaris tersebut dinamakan pedang awan hitam, dikarenakan pedang tersebut banyak digunakan oleh ketua sebelumnya dari geng Halilintar, dan digunakan untuk membunuh musuh bebuyutan mereka, dan ada noda darah baru dari pedang tersebut, ada banyak sekali noda darah di pedang tersebut walau sudah lama sekali.


"Astaga, gua harus lawan Lo pake itu? Gampang!" Kata Reyhan dengan meremehkan Michael.


"Lo akan mati di tangan gua!"  Teriak Michael dengan tersenyum sinis.


Michael pun berlari kearah Reyhan dengan pedang tersebut, tetapi Reyhan menghindari serangan pedang tersebut dan melawannya dengan pipa yang tersedia disitu, Reyhan pun saling adu pedang walau dia tidak memakai pedang, dan Reyhan menahan serangan dari Michael dengan sangat kuat.


Reyhan pun langsung mendorong Michael dengan pipa tersebut dan menendangnya dengan sangat kuat, Reyhan pun berusaha untuk memukul pipa tersebut tepat di kepalanya,tetapi Michael yang sudah dirasuki oleh leluhur dan juga ketua geng Halilintar yang sebelumnya langsung menahan pipa tersebut dan melempar Reyhan ke arah dewa.


"Reyhan! Bangun! Alihkan perhatian dia! Gua udah 80% tinggal sedikit lagi!" Bisik Dewa dengan tersenyum kepada Reyhan, dan Reyhan hanya membalas senyuman itu kepada Dewa.


Reyhan pun berlari ke arah Michael, dan Reyhan langsung melompat ke belakang Michael, lalu pada saat mendarat dia menendang kepala Michael, tetapi ditahan oleh tangan Michael dengan sangat kuat, dan Reyhan pun langsung di lempar entah kemana dengan sangat keras, Reyhan yang sudah kesakitan dan sudah melemah pun hanya bisa berdiri saja.


"Wah, gua kira Lo gak akan lemah, ternyata Lo lemah juga yah! Hahaha!" Kata Michael dengan tertawa dan memainkan pedang tersebut.


"Gua akan lawan Lo sebisa mungkin!" Teriak Reyhan yang sudah sempoyongan.


"Reyhan, seluruh di tubuh Lo sudah mencapai dua puluh persen, jangan dipaksakan!" Jelas Shinta dengan khawatir kepada Reyhan.


"Gua akan bunuh Lo disini! Sama seperti gua membunuh ayah dewa!" Teriak Michael dengan berjalan ke arah Reyhan dan menodongkan pedang tersebut kepada Reyhan.


"Hah? Cahaya? Apakah gua akan meninggal?" Kata Reyhan dengan menunjuk ke arah belakang.


Duarrrrr!!!


Tiba tiba saja dari arah belakang terlihat dewa yang sudah bersiap dan dengan kemampuan terbesarnya, dan berjalan ke arah mereka berdua dengan santainya sambil mengeluarkan sebuah cahaya aneh dari punggung miliknya, yaitu tatto naga api miliknya.


"Hah??!! Gak mungkin!! Teriak Michael dengan terkejut melihat Dewa yang sedang dalam posisi sangat kuat.