
"Kapan kali mau nembaknya, lama amat coba." Sindir Reyhan dengan melirik ke arah Roy.
"Gue bakal nembak dia dengan cara gue sendiri, ingat itu!" Bentak Roy yang sudah kesal sedari tadi.
"Udah Roy, Lo jangan emosi dong." Kata Aulia dengan Menenangkan Roy yang nampak emosi.
"Udah, gue mau ngomong sesuatu ke Lo!" Kesal Roy dengan menggandeng tangan Aulia pergi entah kemana.
"Galak juga si Roy, gue aja sampe kaget." Kata Reyhan seraya mengusap dadanya.
"Nyegak dong dia, udah kayak anjing aja." Gurau Rizky dengan terkekeh.
"Parah Lo, kalo dia denger bisa abis Lo." Canda Reyhan kepada Rizky yang masih terkekeh.
"Yaelah, itu nempel amat udah kayak perangko." Sindir Nikita dengan melirik ke arah Mauren yang sedang bersandar di pundak Rizky.
"Halah, bilang aja Lo iri!" Bentak Mauren dengan meninggikan suaranya.
"Siapa bilang? Gue gak iri tuh!" Geram nikita dengan melirik secara jutek kepada Mauren
"Udah Napa, ribut Mulu Lo berdua kayak tom and Jerry aja." Bentak Reyhan dengan berusaha membuat suasana tenang.
"Iyah nih, kita kesini kan mau menikmati liburan, kalo Lo berdua mau ribut mending di ring tinju sana!" Kesal Rizky dengan melihat ke mereka berdua.
"Yaudah, Nikita ayo ikut gue aja, kita keliling villa ini aja." Jelas Reyhan dengan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua bersama dengan Nikita.
"Nanti nyasar gimana?" Kata Nikita dengan nada khawatir.
"Tenang, kalo nyasar tinggal pake ini aja." Ucap Reyhan dengan mengeluarkan handphone miliknya.
"Hahaha, bisa aja Lo." Kata Nikita seraya mencubit pipi Reyhan.
"Reyhan, sini bentar deh!" Teriak Verrel dari teras rumah Rizky.
"Kenapa Lo?" Tanya Reyhan seraya berjalan menghampirinya.
"Gue rasa gue ada sebuah rencana untuk Roy bisa jadian sama Aulia." Bisik verrel dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Hah? Apa rencananya?" Tanya Nikita dengan mendekati dan ikut bergabung bersama mereka.
"Kita coba ajak Roy dan Aulia pergi ke arena bermain labirin, gimana?" Usul verrel dengan melihat ke mereka semua yang sedang bersantai.
"Labirin? Kalo nyasar gimana?" Tanya Anto dengan kebingungan.
"Tenang aja, kita bakal buat Roy sama Aulia terjebak dalam labirin sampai malam, baru deh Roy bisa nembak dia pas malam tahun baru, gimana?" Usul verrel dengan Tersenyum kepada mereka semua.
"Ini baru ide yang bagus!" Seru Shannia.
"Yaudah, kapan nih kita mau berangkatnya?" Tanya Nikita dengan melihat ke mereka.
"Nanti dulu kali, yang lain aja belom pada balik anjir." Jelas Alucard dengan memakan roti yang disediakan.
"Makan mulu Lo alucard, gendut aja tau rasa Lo!" Bentak Milea kepada Alucard.
"Yaudah, gue mau keliling villa dulu yah, kira-kira ada apa nih di villa ini." Kata Reyhan dengan menarik tangan Nikita secara paksa.
"Jangan ditarik-tarik!! Lo pikir gue tali, ditarik Segala?!" Bentak Nikita dengan kesal dan mencubit perut Reyhan.
"Yaudah, kali ini gue gak tarik kok." Jelas Reyhan dengan menggenggam tangan Nikita secara erat.
"Pe-perasaan apa ini? Gue selalu deg-degan ketika dipegang sama Reyhan tangannya" batin Nikita dengan mengikuti Reyhan berjalan.
"Kenapa Lo bengong aja?" Tanya Reyhan dengan menjentikkan jarinya di hadapan Nikita.
"Eh nggak kok, katanya disini ada taman, kita coba cari yuk?" Ajak Nikita yang baru saja tersadar dari lamunannya.
"Dimana? Bohong aja Lo." Gurau Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Beneran ada Reyhan, Lo kenapa sih gak percaya sama gue?" Geram Nikita dengan kesal kepada Reyhan.
"Hahaha, lucu banget kalo Lo lagi marah." Gurau Reyhan dengan tertawa seraya mencubit pipi Nikita.
"Ih jangan di cubit dong, sakit Reyhan." Ucap Nikita dengan nada manja.
"Kita coba keluar villa yuk, kita keliling daerah sini, gimana?" Usul Reyhan dengan menggenggam tangan Nikita.
"Yaudah, tapi gak enak nih kalo berduaan doang, kita ajak--" ucap Nikita kepada Reyhan, belum sempat dia selesai berbicara Reyhan sudah menarik Nikita menuju keluar villa tersebut.
"Udah gausah ajak yang lain, kita berdua aja sih!" Geram Reyhan yang sudah berada di luar villa bersama dengan Nikita.
"Gue denger denger katanya disekitar sini ada perkebunan stroberi?" Kata Nikita dengan melihat sekeliling jalanan yang nampak ramai.
"Perkebunan stroberi? Emang iya? Bohong Lo jangan jangan?" Kata Reyhan dengan nada seperti tidak percaya kepada Nikita.
"Ih Lo mah, gapernah percaya sama gue!" Bentak Nikita dengan kesal dan menggembungkan pipinya.
"Hahaha! Gue bercanda Nikita, udah jangan ngambek lagi." Kata Reyhan dengan merangkul Nikita dan mencubit pipinya.
"Ini jalanan umum Reyhan, gue gamau kalo lu lakuin ini ke gue di tempat umum! Gue gak suka!!" Bentak Nikita dengan melepaskan rangkulan Reyhan.
"Yaudah, dimana perkebunan stroberinya?" Tanya Reyhan yang penasaran dengan ucapan Nikita.
"Gue sih taunya dari Aulia, tanya Aulia aja." Kata Nikita dengan beranjak masuk ke dalam.
"Capek anjir, bolak balik Mulu gue kayak setrikaan aja!" Geram Reyhan yang mengikuti Nikita berjalan ke dalam.
Reyhan dan Nikita pun berjalan ke dalam villa lagi, dan mereka mencari Aulia serta juga Roy yang sebelumnya mereka berduaan, mereka berdua melihat Roy dan Aulia sedang duduk di sebuah ayunan, dan sedang bersantai, Reyhan dan Nikita pun hendak mengagetkan mereka berdua.
"Woi Roy! Lagi apa Lo!" Teriak Reyhan dengan menyentuh bahu Roy.
"Gak kaget ah, gue biasa aja." Kata Roy dengan melirik Reyhan yang berada di belakangnya.
"Roy, Aulia mana? Bukannya tadi sama Lo?" Tanya Nikita kebingungan.
"Gue disini, abis ambil minum dari rumah." Kata Aulia yang berjalan menghampiri mereka dengan membawa sebotol air mineral.
"Makasih ya Aulia, silahkan diminum." Ucap Roy dengan mempersilahkan Aulia.
"Roy, sini bentar deh, ada hal yang pengen gue omongin sama Lo." Ucap Reyhan dengan menarik tangan Roy.
"Jangan ditarik tarik! Emangnya gue kambing apa ditarik tarik?" Ucap Roy yang risih karena ditarik tangannya oleh Reyhan.
"Udah Lo sini dulu, Nikita temenin Aulia tuh." Kata Reyhan dengan memberikan kode kepada Nikita, dan Nikita yang mengangguk menandakan mengerti.
Reyhan pun membawa Roy ke rumah, lalu di teras tempat mereka berkumpul verrel berseru seru kepada Roy agar menyatakan perasaannya kepada Aulia pada saat malam tahun baru.
"Jadi gue harus nembak dia gimana?" Tanya Roy dengan Santainya.
"Gini nih, kalo orang gapernah pacaran seumur hidupnya." Ledek Andre dengan Tersenyum kepada Roy.
"Gue abisin Lo! Ngeledek Mulu dah!!" Bentak Roy yang hendak memukul kepala Andre, tetapi ditahan oleh Reyhan.
"Udah anjir, Lo emosian Mulu dah!" Bentak Reyhan dengan kesal kepada Roy.
"Kalo Lo semua mau bantu gue, gue bakal kasih hadiah." Ucap Roy dengan Tersenyum kepada mereka semua.
"Yah Reyhan, seperti yang gue bilang tadi, itu aja rencananya gimana nih?" Ujar verrel kepada Reyhan dan melihat ke mereka semua.
"Iyah tuh, gue yakin pasti bakal diterima deh!" Ucap Dewa dengan berseru.
"Iyah jadi gini rencananya...." Ucap verrel dengan membisikkan rencana tersebut kepada Roy.
"Gila Lo! Gue gamau ah, pasti dingin banget kalo malam malam di luar." Tolak Roy dengan menggelengkan kepalanya.
"Yah, yaudah sih gue juga cuma mengusulkan doang." Ucap Verrel dengan Tersenyum kepada Roy.
"Iyah, kalo Lo emang mau diterima pake cara verrel aja." Seru santi dengan Tersenyum.
"Kita dukung Lo kok Roy, tenang aja." Kata Willy dengan Tersenyum kepada Roy.
"Gue takut, gue takut ditolak." Kata Roy dengan menundukkan kepala.
"Yah elah, ditolak atau diterima itu urusan belakangan! Sekarang Lo fokus aja menyatakan perasaan Lo sama dia." Jelas Reyhan dengan merangkul Roy yang nampak frustrasi.
"Tenang aja Roy, kita pasti akan bantu dan rancang arena Tersebut sedemikian rupa." Jelas Santi dengan mengeluarkan handphonenya.
"Mau apa Lo? Jangan bilang Lo mau hack kamera di arena labirin?" Tanya Andre dengan nada mencurigakan.
"Gajelas Lo, siapa juga yang mau hack kamera, gue mau main game sih!" Bentak Santi dengan kesal kepada Andre.
"Udah, sekarang kita tinggal tunggu aja mereka yang di pasar, soalnya malam ini bakalan ada pesta makan makan!!" Seru Reyhan dengan melirik ke arah Mauren dan juga Rizky yang baru saja datang.
"Baru aja Dateng, udah disindir aja, gimana sih Lo?" Kata Rizky yang baru saja datang dan ikut bergabung.
"Lama banget yah mereka, udah jam tiga nih, gue udah lapar banget." Kata Willy yang melirik jam dinding di dalam rumah.
"Tunggu aja sebentar lagi, paling mereka Dateng." Jelas Reyhan kepada Willy.
Lalu beberapa jam kemudian terdengarlah suara klakson mobil, dan mereka yang sudah belanja banyak bahan makanan siap untuk membuat banyak makanan untuk persiapan pesta merayakan hari jadian Rizky dan juga Mauren, Angel pun langsung masuk ke dalam rumah dan menyuruh beberapa orang untuk membantunya memasak serta menyiapkan tempat untuk makan bersama.
"Kita udah kayak mau ngerayain orang hajatan aja yah." Jelas Roy dengan melihat sekeliling.
"Iyah nih, pake dirayain segala." Ucap Andre kepada Roy dan juga Reyhan yang sedang duduk di gazebo bersamanya.
"Gue masih takut buat menyatakan perasaan gue ke Aulia." Kata Roy dengan nada pelan dan memandang ke arah mereka berdua.
"Udah Roy, Lo gausah pikirin itu, kita bakal bantu Lo kok." Kata Reyhan dengan menepuk pundak Roy dan Tersenyum.
"Apa Lo semua yakin? Gue takut masalahnya." Kata Roy dengan kebingungan.
"Apa yang Lo takutin? Laki-laki atau cewek Lo?" Tanya Andre dengan tegas dan melihat Roy.
"Gue takut kalo dia gak suka sama gue, gue takut kalo misalnya dia nolak gue, gue gamau itu terjadi." Ucap Roy dengan mengacak acak rambutnya.
"Udah Roy, Lo tenangin aja diri Lo, jangan di ambil pusing." Kata Reyhan dengan memberikan sebuah kode kepada Roy.
"Yaudah, gue mau tenangin diri gue dulu, kalo ada yang nyariin gue bilang aja gue lagi pengen sendiri dulu." Jelas Roy dengan beranjak pergi mengelilingi villa yang cukup luas tersebut.
Pada saat Roy sedang berjalan-jalan sore hari, dia merasakan hembusan angin yang menerpanya dan itu cukup dingin, dia pun merapatkan jaketnya dan memakai sebuah topi di kepalanya, Roy terus berjalan ke arah kolam ikan kecil yang berada di taman tersebut.
pada saat Roy sedang duduk bersantai disitu dia dari kejauhan melihat Jessica sedang membuat sesuatu dengan batu dan juga barang lainnya, Roy pun berjalan ke arah Jessica dan menghampirinya, lalu duduk di sampingnya dengan Tersenyum kepada Jessica, dan itu membuat Jessica terkejut serta juga menjadi tidak fokus.
"Ngapain Lo disini?" Tanya Jessica yang masih fokus membuat senjata rakitannya.
"Gue lagi jalan-jalan sore aja, Lo ngapain sih?" Tanya Roy dengan melihat ke arah langit yang agak mendung.
"Menurut Lo gue lagi ngapain? Mancing?!" Geram Jessica yang nampak risih dengan keadaan Roy.
"Ayolah Jessica, kita mau liburan bukan mau melawan geng Halilintar lagi." Jelas Roy dengan berdiri dan kesal melihat Jessica yang masih fokus dengan senjata rakitannya.
"Gue tau kita mau liburan, tapi harusnya kita menyiapkan sesuatu Untuk berjaga-jaga." Jelas Jessica yang mulai mendekati Roy.
"Tapi, kenapa kita harus berjaga-jaga? Kan disini aman, mereka gak akan tahu kita disini." Ucap Roy dengan menaikkan nada suaranya.
"Roy, Lo gak tau kita berhadapan sama siapa kemarin, Lo gak tau tentang mereka lebih jauh, Lo hanya tau soal mereka sedikit saja." Jelas Jessica dengan memegang pundak Roy dan menatapnya.
"Jadi? Sebenarnya apa yang Lo tau?" Tanya Roy dengan melepaskan genggaman tangan Jessica dari pundaknya dan melipat kedua tangannya.
"Intinya kita jangan omongin geng halilintar lagi, karena Guntur sedang menyiapkan sesuatu rencana untuk membebaskan Michael." Jelas Jessica dengan beranjak pergi meninggalkan Roy.
"Lo tau darimana? Eh Jessica tunggu dulu!" Teriak Roy agar Jessica tidak pergi meninggalkannya.
"Udah Roy, kalo emang Lo percaya sama gue Lo bantu gue, kalo emang gak percaya gausah bantu." Jelas Jessica dengan melihat ke arah Roy dan kembali berjalan menuju rumah untuk membantu Angel.
"Sebenernya apa yang terjadi? Kenapa dia tahu lebih banyak soal geng Halilintar?" Gumam Roy dengan menatap langit yang mulai mendung.
Secara tiba-tiba langsung turun hujan yang sangat deras, Roy yang sendirian pada saat itu langsung berlari ke arah rumah dan masuk lewat pintu belakang rumah tersebut, dalam keadaan basah kuyup Roy masuk dengan keadaan menggigil, semua yang hendak makan langsung menengok ke arah Roy yang kedinginan.
"Roy, Lo kenapa?" Tanya Aulia dengan khawatir dan memberikan Roy handuk.
"Di....dingin banget!" ucap Roy dengan bibirnya yang gemetar.
"Roy, Lo ke kamar dulu sana, ganti baju dulu, nanti Lo sakit." Ucap Aulia dengan khawatir seraya membawa Roy ke kamarnya, suasana pun menjadi hening, dan yang lain hanya melihat mereka berdua dengan penuh keheranan.
"Udah deh, mending lanjut makan aja." Seru Willy dengan memecah keheningan di ruang makan yang cukup luas tersebut.
"Yeh, ganggu suasana aja Lo!" Bentak Nikita dengan kesal kepada Willy.
"Gue mau lihat keadaan Roy dulu, dia baik-baik aja atau gimana." Ucap Galang dengan berjalan ke arah lantai dua.
"Yaudah, ayo silahkan dimakan!" Suruh Mauren dengan memberikan senyumannya kepada mereka.
"Kalo dirayain gini, katanya sih bisa langgeng." Jelas Andre seraya menyendok sebuah sayur yang baru saja matang ke mangkok miliknya.
Sementara itu dengan Roy, dia sudah berganti baju dan Aulia Masih menunggu di luar kamarnya, pada saat sedang menunggu datanglah Galang dengan tergesa-gesa, dan khawatir dengan keadaan Roy, Galang pun langsung masuk ke dalam kamar.
"Main masuk aja Lo! Untung gue udah pake celana!" Bentak Roy kesal kepada Galang dengan duduk di samping kasur.
"Lo gapapa kan? Kenapa kehujanan?" Tanya Galang denhan menatap Roy sangat jelas.
"Gak biasanya Lo kayak gini, kenapa Lo tiba-tiba nanyain keadaan gue? Apa yang sebenarnya Lo tau?" Tanya Roy yang sudah tahu maksud dari Galang.
"Gue rasa kita harus berhati-hati di villa ini Roy, gue udah melihat kalo kita bakal di serang lagi." Jelas Galang dengan menatap Roy sangat serius.
Tok tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar, nampak Aulia masih berdiri di luar pintu dan sedikit mengintip.
"Roy, gimana keadaan Lo?" Tanya Aulia dengan melongok dari balik pintu.
"Gue gapapa kok, udah Lo makan aja duluan, gue lagi pengen istirahat nih." Jelas Roy dengan tersenyum kepada Aulia.
"Mau gue bawain makanan gak? Lo pasti lapar? Tunggu Sebentar ya." Kata Aulia dengan terburu-buru dan langsung turun ke bawah untuk mengambil makanan.
"Menurut Lo dia suka gak sama gue?" Tanya Roy dengan Tersenyum kepada Galang.
"Kalo gue kasih tau, nanti Lo malah kesenangan lagi." Gurau Galang dengan terkekeh.
"Yeh, kasih tau aja, gapapa kok." Kata Roy dengan memohon kepada Galang.
"Bodo ah, gue pengen makan dulu, laper banget." Kata Galang dengan keluar dari kamar Roy dan pergi menuju lantai bawah.
Roy yang masih kedinginan pun hanya tidur di dalam kamarnya dan memakai selimut yang cukup hangat di bagian dalam, Aulia yang sedang membawa makanan untuk Roy pun langsung masuk ke kamar Roy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dikarenakan dia membawa beberapa makanan dengan nampan.
"Roy, bangun Roy, makan dulu nih." Suruh Aulia dengan menaruh makanan tersebut di meja.
"Makasih ya udah mau ngasih gue makanan." Kata Roy dengan menggenggam tangan Aulia secara lembut.