
"Haha, nggak kok,yaudah ayo kita lanjut lagi." ucap dewa dengan tersenyum kepada mereka semua.
Mereka berempat pun berjalan menuju ke bioskop, sementara itu dari kejauhan seseorang bertopeng itu melihat dewa dengan sangat kesal, dan akan membalaskan dendamnya nanti.
"Lihat saja! Gue akan balaskan dendam gue." ucap seorang misterius itu sambil berjalan membuntuti mereka berempat secara perlahan.
Kini Galang dan yang lainnya sudah masuk ke bioskop dan memesan tiket nya masing masing, sementara itu dengan Rizky dia yang sedang asik menonton filmnya di studio 4 tiba tiba saja kebelet buang air kecil, dia pun keluar dari studio 4 dan berjalan menuju ke toilet lalu buang air kecil, setelah selesai dia tak sengaja bertemu dengan Michael yang sedang mencuci muka.
"Michael? Lo ngapain disini?" tanya Rizky yang berada di belakang Michael dan memegang pundaknya.
"Diam! Jangan pegang pundak gue!" Gertak Michael secara spontan dan langsung mencekik Rizky lalu memojokkannya ke tembok.
"Woi! Lo kenapa?" Kata Rizky dengan mengangkat tangannya dan terlihat kaget dengan Michael yang tiba tiba menyerangnya.
"Sorry, gue kira tadi siapa." Ketus Michael dengan kembali ke wastafel dan mencuci mukanya lagi.
"Lo kenapa? Kayaknya ada masalah?" tanya Rizky kepada Michael dengan mendekat perlahan kepadanya.
"Gue cemburu ngeliat dewa dan Lita jalan bareng, gue suka sama Lita." Kesal Michael dengan menonjok dinding yang ada di sebelah kanannya.
"Lah? Muka lu pada berdarah begitu? Kenapa??" tanya Rizky dengan melihat wajah Michael yang tampak luka luka.
"Ah, gapapa kok." Kata Michael dengan tersenyum kepada Rizky dan berusaha menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya.
"Tadi Lo bilang, Lo cemburu sama Lita karena dia jalan sama Dewa? Kok Lo bisa tahu?" tanya Rizky kebingungan dan mulai serius.
"Gue tadi lagi milih sepatu, nah terus ga sengaja ngeliat mereka berdua, ya gue cemburu lah! Apalagi sampe pegangan tangan gitu." Kata Michael dengan kesal dan mengepalkan tangannya.
"Yaudah, enaknya dewa kita apain?" tanya Rizky dengan tersenyum seakan akan memberikan kode kepada Michael.
"Gue udah tau apa yang harus gue lakukan." Bentak Michael dengan tersenyum lalu mengepalkan tangannya.
"Apa yang bakal lu lakuin?" Tanya Rizky singkat dengan mendekat kepada Michael.
"Lihat saja nanti! Gue duluan ya." Seru Michael dengan tersenyum kepada Rizky dan pergi meninggalkan Rizky sendirian.
"Gue tau maksudnya apa! Gue harus cegah dia!" Batin Rizky dengan berlari keluar toilet dan mengejar Michael, michael yang sudah di depan pintu keluar bioskop.
Rizky terus berlari hingga dia terhalang oleh seseorang, dan pada saat kembali bangkit Michael sudah tidak ada di depan pintu masuk, Rizky pun mulai panik dan mulai kebingungan mencari Michael kemana lagi.
"Waduh! Gue harus apa nih?" Kata Rizky kebingungan dengan melihat sekeliling.
Rizky pun memutuskan untuk masuk lagi ke studio 4, kembali menonton bersama dengan d Nikita dan tidak mau tahu dan tidak mau ikut campur dengan masalah Michael, karena bila dia ikut campur dia akan tahu akibatnya, beberapa jam kemudian, tepatnya jam 5 sore Roy yang sudah berada di lantai 3 dan sedang berjalan dengan Aulia, dia tak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan.
"Waduh! Sorry yah sorry!" ucap Roy dengan mengulurkan tangannya dan berusaha membangunkan orang tersebut.
"Wishhh!!! Sultan Roy! Lo pacaran sama Aulia sekarang?" Kata Michael dengan menggapai tangan Roy dan tersenyum ke arahnya dan sedikit menyenggol lengannya Roy.
"Hah?!! Nggak kok, nggak cuma temenan doang." Kata Roy dengan tersenyum kepada Michael dan berusaha menyembunyikan sesuatu.
"Hmm gue bisa meramalkan kalo sebentar lagi Lo akan jadian sama Aulia." Bisik Michael dengan menirukan gaya Galang.
"Lo bukan Galang, gausah ikut ikutan gaya si Galang." ucap Roy dengan menjitak kepala Michael.
"Lo ngapain disini?" tanya Aulia singkat dengan melihat ke arah Michael yang sedang berdiri di hadapan mereka berdua.
"Gue abis beli sepatu futsal nih, besok mau sparing sama anak SMA langit malam." Seru Michael dengan tersenyum kepada Roy.
"Wih, ikut dong!!" Kata Roy dengan berseru seru ingin ikut.
"Gausah, lo jalan aja sama dia, hahaha." Ledek michael dengan pergi meninggalkan mereka berdua dengan candaan miliknya.
"Eh, itu dia kenapa pake Hoodie sih? Kan ini di dalem mall?" Tanya Aulia dengan menghampiri Roy yang sedang berdiri.
"Ah gue mana tau anjir, kayaknya ada yang aneh deh." Kata Roy dengan terus melihat ke arah depan.
"Aneh apa maksud Lo?" tanya Aulia dengan kebingungan.
"Sebentar dulu yah, ada hal yang pengen gue omongin." ucap Roy dengan menjauh dari Aulia dan menelepon seseorang.
"Halo bos, kenapa?" tanya seseorang tersebut yang sedang merokok di sebuah mobil yang sedang terparkir.
"Pak Roby, bapak coba ikutin temen saya yang pake Hoodie warna merah, fotonya sudah saya kirim ya." ucap Roy lewat telepon kepada orang yang ia sebut pak Roby itu.
"Baik bos, saya akan coba ikutin dia." ucap pak Roby dengan menutup teleponnya.
"Kenapa Roy?" Tanya Aulia singkat dengan melihat ke arah Roy.
"Oh gapapa kok, yaudah yuk kita ke parkiran!" ucap Roy dengan tersenyum kepada Aulia.
Kini Roy dan Aulia pun berjalan menuju ke parkiran, tetapi pada saat sedang berjalan menuju parkiran, Galang yang bersama dengan Lauren menghampiri Roy yang sedang berjalan santai dan menepuk pundak mereka berdua.
"Huftt! Huftt! Roy! Ada hal yang pengen gue omongin sama lo." Kata Galang dengan nafas terengah-engah dan berdiri di hadapan Roy.
"Kenapa Lo? Kok kayaknya buru-buru banget sih?" tanya Roy dengan kebingungan melihat Galang yang nampak terburu buru.
"Lo tau gak? Kalo tadi Dewa di hajar sama orang bertopeng badut?" tanya Lauren dengan serius kepada Roy.
"Hah? Kapan anjir? Kok bisa? Terus gimana keadaan dewa? Dia ba--" ucapan Roy terhenti karena Galang yang memotong kata katanya.
"Banyak nanya Lo! Udah kayak wartawan infotainment aja." Kata galang dengan kesal dan memberhentikan Roy yang banyak sekali bertanya.
"Okeh, jadi gimana? Coba ceritain kejadiannya." ucap Roy dengan sangat serius kepada Galang.
Galang dan lauren pun mulai menceritakan kembali kejadian pada saat tadi siang, dan Roy serta Aulia juga nampak kaget mendengar cerita dari Galang, Roy mulai mencurigai Michael pelakunya tetapi dia tidak punya bukti apapun tentang Michael.
"Terus? Kita harus apa nih?" Tanya Aulia dengan melihat ke mereka bertiga, dan Galang serta Lauren hanya mengangkat bahu menandakan tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.
"Dewa sekarang dimana? Dia udah pulang?" tanya Roy dengan mengelus Elus dagunya seakan akan menjadi seorang detektif.
"Hmm, gak ada di mall ini, dia baru aja keluar dari parkiran!" ucap Galang dengan memejamkan matanya dan mengajak Roy untuk keluar.
"Sebentar! Kita mau ngapain?" Tanya Reyhan yang tiba tiba saja datang.
"Plis, jangan ambil peran gue yang tiba-tiba Dateng! Gue mohon Reyhan." Mohon Galang dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Hahaha! Gue baru Dateng anjir, gak ngambil peran Lo kok! Tenang aja." Kata Reyhan dengan tertawa.
"Emang, sebenernya yang terjadi apa?" Tanya Mauren dengan sangat serius kepada mereka semua.
"Udah, Lo gausah banyak tanya kita liatin aja dulu." ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.
"Gue rasa dia lagi diikutin! Kita harus cepet nih!" ucap Galang dengan memejamkan matanya.
"Galang, Lo kan bisa ngilang, kenapa gak Lo susul aja pake kekuatan Lo yang misterius itu?" Usul Roy dengan menunjuk ke arah Galang.
"Maaf, gue belom ngecas nih, jadi lemah kalo ngilang begitu." ucap Galang dengan berjalan, lalu duduk di kursi tersebut.
"Anjir, belom ngecas! Lo pikir handphone? Hahaha." Ucap Reyhan dengan tertawa, dan yang lain juga ikut tertawa.
"Udah, serius dah gimana jadinya?" Tanya Roy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Anjay, malah bikin kata kata bucin." ucap Lauren dengan tersenyum kepada mereka semua dan menepuk jidatnya.
"Roy, apa salah satu bodyguard Lo ada yang ikutin dewa?" Tanya Aulia dengan berbisik kepada Roy.
"ada, gue rasa kita harus kejar Dewa sekarang deh, percuma kalo mengandalkan bodyguard gue doang." ucap Roy dengan melihat ke arah mereka semua.
"Dewa kenapa dikejar? Dia maling ayam bapak Lo?" Tanya Verrel dengan sedikit tersenyum kepada mereka semua.
"Nyari gue jitak? Atau gue? gampar pake sendal pak Roni?" Kesal Lauren dengan bersiap untuk menjitak kepala verrel.
"Anjay, sendal pak Roni yang baunya lebih Bau daripada bangke tikus." ucap zoey dengan terkejut ketika mendengar perkataan Lauren.
"Yaudah, intinya sekarang kita harus kejar Dewa sekarang juga!" Ucap Roy dengan berjalan menuju keluar mall, tetapi ditahan oleh Galang.
"Lo gatau yang lo Lawan siapa, sebaiknya kita harus bawa senjata!" Ucap Galang dengan mengeluarkan sebuah pisau dari kantongnya.
"Maksud Lo?" Tanya Reyhan kebingungan dengan sedikit berbisik.
"Intinya dia itu orang yang cukup kuat, gue gatau dia siapa yang jelas dia adalah salah satu anggota geng Halilintar!" Bisik Galang kepada mereka semua.
"Apa?!! Geng Halilintar?!" Tanya zoey dengan sedikit berteriak, dan orang yang lewat pun melihat ke arah mereka.
"Sst! Diam jangan sebut nama itu sembarangan atau Lo akan celaka seumur hidup Lo!" Kata Verrel dengan menutup mulut Zoey.
"Intinya kita harus bawa dan bersiap dengan mental kita yang cukup kuat untuk membantu dewa!" Jelas Galang seraya berjalan menuju parkiran, mereka pun mengikuti Galang berjalan.
"Hahaha! Mainan baru nih kayaknya." ucap verrel dengan mengeluarkan gir motor yang sudah ditalikan dari dalam tas miliknya.
"Anjay! Lo ngapain bawa gir motor segala? Emangnya kita mau tauran?" Tanya Reyhan dengan melihat verrel yang sedang bersiap dengan gir motornya itu.
"Ini adalah peninggalan Abang gue, sebelom dia meninggal dia ngasih ini Ke gue." Jelas verrel dengan menunjukkan gir tersebut ke mereka semua sambil di putar putar.
"Udah anjir, jangan puter puter disini! Nanti kena orang lain bahaya!" Cegah mauren agar verrel tidak memutar gir tersebut.
"Yaudah, ayo kita berangkat!" ucap Galang dengan beranjak pergi, tetapi ditahan oleh zoey dan juga Aulia.
"Sebentar! Kita juga ikut dong!" ucap Aulia dengan memegang tangan Roy.
"Iyah nih, kita udah siap bawa ini!" ucap zoey dengan menunjukkan nampan untuk membawa makanan.
"Woi! Balikin nampan itu! Ini punya kita! Main ambil ambil aja." ucap seorang karyawan McDonald dengan mengambil nampan yang dibawa oleh mereka berdua.
"Aduh! Bikin malu ajah anjir!" Kesal Mauren dengan menutup wajahnya.
"Udah, Lo sekarang pulang aja duluan, karena ini urusan laki laki, ngerti kan?" Ucap Roy dengan menggenggam tangan Aulia dan tersenyum kepada Aulia.
"Yaudah, hati hati yah Roy." Ucap Aulia dengan memegang pipi Roy dan tersenyum.
"Aduh! Delapan belas plus! Gue gak liat ah, udah ayo kita pergi!" ucap verrel dengan menutupi wajahnya dan mengikuti Galang ke parkiran.
"Anjir lah! Gue ditinggal!" Teriak Roy dengan melirik ke arah mereka dan hendak berlari,tetapi ditahan oleh Aulia.
"Roy, jaga diri Lo yah, gue gamau lu kenapa kenapa, okeh?" Kata Aulia dengan tersenyum kepada Roy dan bernada lembut.
"Iyah tenang aja, doain semoga Dewa selamat dan gak kenapa Napa yah." ucap Roy dengan setengah berteriak.
Sementara itu dengan Roy dan yang lainnya mereka sedang berjalan menuju ke parkiran, dan verrel bersama dengan zoey naik motor untuk menyusul dewa, sedangkan Reyhan dan Mauren naik motor, sedangkan Galang sedang kebingungan karena kekuatan menghilangnya sudah tidak ada sama sekali, dan Roy tersenyum kepada Galang dan juga Lauren.
"Haha, lagian kesini pake ngilang segala, bukannya pake motor atau apa gitu!" ucap Roy dengan tersenyum kepada mereka berdua.
"Tau nih si kampret! Ngapain ngedate sama gue pake jurus ilang segala?! Hah!" Geram Lauren dengan menjitak kepala Galang sangat keras.
"Anjir, jadi gue yang disalahin." ucap Galang dengan mengusap kepalanya yang kesakitan.
"Jangan dijitak mulu, nanti kepala Galang jadi lembek kayak adonan donat gimana? Hahaha!!" Ledek Roy kepada mereka berdua.
"Anjir, adonan donat gak tuh!" ucap Galang dengan tersenyum kepada Roy.
"Udah, Lo berdua ikut gue, karena gue bawa mobil." Ucap Roy dengan mengajak mereka untuk ikut bersamanya.
"Asik! Roy emang terbaik dah! Gak kayak Lo!!" Kata Lauren dengan memuji Roy, lalu mencubit Galang dengan sangat keras.
Mereka pun langsung pergi menyusul dewa, sementara itu dengan dewa dia sedang dalam perjalanan menuju rumah Lita, tetapi dia menyadari ada yang mengikutinya dari belakang, dewa yang sudah tidak tahan dengan 3 motor tersebut langsung mengarahkan mereka ke sebuah perkarangan sepi.
"Kita kok kesini? Mau ngapain?" Tanya Lita dengan kebingungan.
"Gue rasa gue harus melawan mereka deh!" ucap dewa dengan melirik ke arah belakang, dan ada 3 motor yang berhenti di hadapan dewa.
"Jangan dewa, tubuh Lo lagi lemah! Sebaiknya kita kabur!!" Perintah Lita dengan mencegah dewa agar tidak melawan 3 lemah tersebut dan nampak khawatir.
"Udah, gue yakin gue akan Menang." Kata dewa dengan melepas helmnya dan tersenyum kepada Lita.
"terus gue harus apa dewa? Apa yang harus gue lakuin?" tanya Lita dengan melihat ke arah dewa.
"Sebaiknya Lo kabur aja, pergi duluan biar gue yang lawan orang orang pengganggu ini." ucap dewa dengan berjalan ke arah mereka.
"Wah wah, sok jagoan juga nih anak." ucap seorang preman berbadan besar tersebut.
"Kata bos suruh bunuh dia, ayo kita abisin aja langsung." Kata preman tersebut dengan melihat ke arah yang lainnya.
"Maju terus pantang mundur!!!" ucap dewa dengan melepaskan jaketnya lagi dan melemparnya di sembarang tempat.
Ketiga preman tersebut pun langsung menyerang dewa secara bersamaan,tetapi dewa menghindar dengan sangat cepat, lalu salah satu preman tersebut menonjok dewa,tetapi ditahan oleh dewa dan membantingnya ke tanah dengan sangat keras.
Dan ada 2 preman lagi yang menyerang dewa secara bersamaan,tetapi dewa langsung menghindari serangan mereka, dan pada saat mereka lengah Galang langsung melompat lalu menendang kepala mereka dengan sangat keras yang membuat mereka semua tersungkur ke tanah.
Tetapi dari arah belakangan ada preman yang 1 lagi, preman itu hendak menonjok wajah dewa,tetapi dewa langsung menahannya dan menendangnya dengan sangat keras yang membuat dia jatuh ke belakang, dewa yang merasa sudah selesai langsung berjalan ke arah motornya dengan senyum sumringahnya.
"Hadeh, preman preman ini pada mau apa sih dari gue? Padahal kan gue miskin gini, gapunya uang." ucap dewa dan kembali memakai jaketnya lagi.
"Yang gue mau, Lo harusnya jauhin Lita." ucap orang misterius tersebut yang muncul dari gang yang ada di sebelah kanan dewa.
"Hah? Lo lagi! Gue udah tau ini perbuatan Lo." ucap dewa dengan kembali membuka jaketnya dan tersenyum ke arahnya.
"Gue suka senyum Lo." ucap orang tersebut dengan menunjuk dewa.
"Sialan Lo!! Homo lo!!" ucap dewa dengan kesal.
"Sebaiknya Lo jauhi Lita, atau Lo akan celaka." ucap orang tersebut dengan mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya.
"Hmm, urusannya apa sama Lo? Suka suka gue dong mau Deket sama Lita atau nggak." ucap dewa dengan kesal dan mulai mengepalkan tangannya.
"Lo gak akan sanggup lawan geng halilintar sendirian! Hahah." ucap orang tersebut dengan tertawa.
Lalu dari beberapa gang keluar preman dengan logo petir di jaket kulitnya, dewa pun mulai memperhatikan sekeliling dengan seksama, dan disana hanya ada dirinya, Lita pergi entah kemana.
"Gila?!! Geng halilintar? Lo seriusan??!" ucap dewa dengan melihat ke arah orang topeng badut itu.
"Hahaha! Lo akan mati disini, bunuh dia!!" teriak orang tersebut dengan memberikan arahan kepada preman yang mengepungnya.