
"Gila?!! Geng halilintar? Lo seriusan??!" Teriak dewa dengan melihat ke arah orang topeng badut itu.
"Hahaha! Lo akan mati disini, bunuh dia!!" teriak orang tersebut dengan memberikan arahan kepada preman yang mengepungnya.
Dewa pun langsung melawan para preman itu dengan sekuat tenaganya, jumlah preman yang dia lawan ada 30 preman, dan hampir semua preman tersebut dihabisi oleh dewa sendirian, tetapi tersisa 15 preman yang menurutnya kuat dan membawa senjata tajam, dewa yang kewalahan menghadapi preman tersebut, karena mereka menyerang dewa secara bersamaan.
Dewa pun langsung menghindari mereka semua dengan sekuat tenaganya, dan ada 3 preman yang datang ke arahnya dengan berlari, dewa yang sudah siap dengan tonjokan mautnya langsung melompat dan menonjok kepala 3 orang preman tersebut,tetapi dari arah belakang ada orang yang hampir memukul kepala dewa.
Untungnya ada orang ber jas hitam dengan kacamata hitam yang membantu dewa Mel preman tersebut, dewa yang kebingungan dia siapa langsung bertanya sambil melawan para preman yang terus berusaha membunuhnya.
"Lo siapa?" Tanya dewa singkat sambil terus memukuli preman yang ada.
"Gua bodyguard andalan Roy, gua udah tau apa yang sebenernya terjadi." Jelas orang tersebut dengan tersenyum lalu menonjok preman yang datang ke arahnya.
"Kalo gitu bantu gua buat lawan orang orang gajelas ini." Ajak Dewa dengan tersenyum lalu melompat ke punggung pak Anji lalu menendang kepala beberapa preman yang datang ke arahnya.
Dewa pun langsung melawan para preman tersebut bersama dengan pak Anji, tetapi malah semakin banyak yang membuat mereka berdua kewalahan, hingga pak Anji dikeroyok dan dewa dikeroyok juga bersama dengan preman tersebut, tetapi orang topeng Tersebut menghentikan mereka.
"Stop! Buat dia berdiri." Suruh orang tersebut dengan berteriak dan menunjuk ke arah dewa.
"Uhh, aargh! Sialan lo!!" Rintih dewa dengan melihat ke arah orang misterius tersebut dengan kondisi kesakitan.
"Ini adalah peringatan terakhir untuk Lo, sekali lagi Lo deketin Lita, gue gak segan segan untuk bunuh Lo." Jelas orang tersebut dengan menodongkan pisau di leher Dewa, lalu Dewa pun dilempar ke belakang dengan sangat keras yang membuat tubuhnya semakin lemah.
"Ughh, arghh!!! Gue akan balaskan dendam bapak gue, Karena kalian geng halilintar, bapak gue meninggal!!!" Geram dewa dengan berteriak dan nampak sangat marah.
"Hahaha! Lo gak akan bisa ngelawan geng halilintar sendirian, karena geng halilintar adalah geng paling kuat di Indonesia." Seru orang bertopeng badut tersebut dengan mundur ke belakang dan nampak ada banyak orang menggunakan jaket kulit berlogo petir.
"Gue gak sendirian! Gue yakin temen-temen gue akan membantu gue." Kata dewa dengan berjalan mundur dan tersenyum kepada mereka.
"Haha! Apa Lo yakin? Gue rasa Lo sendirian tuh." Ucap orang tersebut dengan tertawa.
"Siapa bilang dia sendirian?!!" Kata Reyhan yang datang dengan membawa sebuah balok kayu besar.
"Gue rasa dia gak sendirian, karena sahabatnya akan selalu membantunya." Jelas Galang dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Om Jack, apa yakin ini bodyguard punya saya?" Tanya Roy dengan muncul sambil membawa beberapa bodyguard yang sangat kuat menurutnya.
"Iyah bos, mereka adalah paling kuat diantara yang lainnya." Ucap pak Jack dengan tersenyum kepada mereka.
"Wih, ada pesta bukannya ngajak gue anjir." Ucap Willy dengan tersenyum sambil membawa pemukul baseball.
"Siapa yang ngajak Lo? Kok Lo bisa ada disini?" Tanya Reyhan dengan kebingungan sambil melihat Willy yang baru saja datang.
"Yaelah, gue disuruh verrel, mana katanya ada yang pengen di lawan?" Jelas Willy dengan tersenyum kepada mereka semua dan mengeluarkan sebuah alat kejut listrik.
"Lo semua ga tau lawan siapa, jadi berhati hatilah." Perintah Galang dengan bersiap untuk melawan mereka.
"Halah! Ga guna mereka semua, gue lawan pake ini juga jadi dah." Seru Verrel dengan menyiapkan gir motor tersebut.
"Itu, adalah geng halilintar! Lo gatau seberapa kuat mereka." kata Dewa dengan Menghampiri Verrel.
"Halah, justru mereka takut sama gue." Ketus Willy dengan terkekeh.
"Geng halilintar?!! Geng yang ngebunuh Abang gue, Saatnya balaskan dendam Abang gue." Teriak verrel yang nampak marah dan langsung mengayunkan gir motor tersebut.
"Verrel tahan emosi Lo!!" teriak Galang kepada verrel yang sudah melawan mereka dengan gir motor tersebut.
"Yah, mau gimana lagi, yaudah ayo kita lawan!!" Ucap Reyhan dengan melihat ke arah mereka semua, semua pun mengangguk dan langsung maju membantu verrel melawan para preman tersebut.
Semua pun maju dan langsung melawan para preman tersebut dengan kemampuan masing masing, dewa yang sedang melawan 3 preman sekaligus hampir saja di bunuh, tetapi Reyhan yang berada di belakang dewa langsung membantu dewa dan saling bekerja sama melawan para preman tersebut.
Verrel yang masih penuh amarah terus mengayunkan gir motor tersebut ke arah para preman itu, alhasil ada 5 preman yang terluka gara gara verrel, verrel pun terus melawan mereka dengan sekuat tenaga agar dendam abangnya terbalaskan.
"Woiiiii! Hati hati verrel, nanti kena yang lain!" ucap Reyhan yang berada di belakang verrel.
"Hahaha! Maaf ya, gue agi emosi banget nih." Seru Verrel dan terus melawan mereka dengan gir motor tersebut.
Kini semua melawan para preman tersebut, sedangkan dewa sedang berhadapan dengan orang bertopeng badut tersebut, orang bertopeng itu hanya memainkan sebuah pisau di tangannya dan melihat dewa dengan sangat serius.
"Lo akan mati di tangan gue." kata orang tersebut dengan berteriak.
"Oh tidak semudah itu!" ucap Galang yang sudah berada di samping Dewa.
"Hahaha! Galang lagi, apa Lo yakin mau ngelawan gue dengan tangan kosong?" kata orang tersebut seperti meremehkan Galang.
"Galang, biar gue aja yang lawan dia! Biar gue balaskan dendam papa gue." kata dewa dengan memberikan sebuah kode ke Galang, dan dewa mulai membuka bajunya secara perlahan.
"Eh anjir, Lo ngapain buka baju?" tanya Willy yang kaget ketika dewa membuka bajunya.
"Anjir, Adegan delapan belas plus." kata verrel dengan tersenyum kepada dewa.
"Lo mau mandi jangan disini anjay, di kamar mandi Sono!" kata Reyhan dengan melihat ke arah dewa, lalu menonjok preman yang datang ke arahnya.
"Hah?!! Tatto itu? Lo serius?" kata Roy dengan terkejut ketika melihat sebuah tatto bergambar naga warna merah di punggung dewa.
"Iyah, gue adalah anak dari ketua geng naga api, dan gue akan membalaskan dendam bapak gue ke geng halilintar yang telah membunuhnya." jelas dewa kepada mereka semua.
"Wahahaha! Bagus nih, keturunan dari geng naga api akhirnya ada juga, gue bisa bunuh untuk kedua kalinya." Kata orang tersebut dengan bersiap untuk melawan dewa.
Orang tersebut pun langsung maju untuk membunuh dewa, tapi dewa dengan sekuat tenaga menahan serangan dari orang topeng tersebut dengan tangannya, dan pada saat dia lengah dia langsung menonjok perut orang tersebut dan menendang kepalanya dengan sangat keras.
Dewa langsung berlari, lalu menendang kepala orang tersebut yang sedang tersungkur, tetapi orang topeng itu langsung menahan serangan kaki dewa, dan membantingnya ke lantai dengan sangat keras, dewa yang sudah dalam keadaan sangat lemah langsung kembali bangun.
"Apa Lo yakin? Lo aja udah lemes gitu, dan temen temen Lo semuanya udah pada kewalahan melawan anak buah gue, gimana Lo mau menang? Hahaha!" Jelas orang misterius itu sambil tertawa.
"Gue rasa dia gak sendirian tuh!" kata seorang misterius berjaket hitam dari gang sebelah kanan dewa.
"Berisik banget sih! Gue lagi tidur!" Ketus seseorang berbadan besar dan memegang golok.
"Hah?!! Om snake?" kata dewa dengan terkejut ketika melihat ke arah orang orang tersebut.
"Dewa?!! Anak almarhum bos Heri." Ucap orang yang disebut snake itu dengan bersalaman bersama dewa.
"Ada apa nih? Kok banyak banget orang orang?" Kata salah seorang preman tersebut dengan menghisap rokoknya.
"Bos, mereka geng halilintar, kenapa mereka ada disini?" Tanya salah seorang anak buah.
"Udah om, mending kita lawan mereka, nanti gue jelaskan!" kata Dewa dengan mengerahkan seluruh tenaganya dan tampak tatto yang di punggung pun mulai menyala secara perlahan, semua yang melihat pun terkejut.
"Anjir, bisa nyala dalam gelap! Beli dimana tuh tatto mainannya?" Kata verrel dengan terkejut ketika melihat tatto yang sedang menyala secara perlahan.
"Gue mau dong dewa, ajarin dong gimana punya tatto kayak Lo." kata Reyhan dengan menghampiri dewa dan tersenyum kepada dewa.
"Sudah, lebih baik kita lawan mereka dengan sekuat tenaga kita." Jelas Roy dengan mengambil sarung tinju miliknya yang sudah disediakan dan memakainya.
"Yah, gir motor gue hilang nih, padahal itu peninggalan Abang gue." kata verrel dengan menunduk dan nampak sedih.
"Eh bocah! Lain kali ngelempar gir motor hati hati, jangan sampe kena gue Liat nih kepala gue benjol gara-gara gir motor ini." Kata seorang laki laki berjaket hitam dengan memberikan sebuah gir motor.
"Haha, maaf yah om." Kata verrel dengan tersenyum.
"Baiklah, kita harus bantu Dewa melawan mereka dengan sekuat tenaga, dan lindungi Dewa!" Kata Galang dengan menghembuskan nafas.
"Serang mereka, dan lindungin gue." kata seorang misterius tersebut dengan berteriak dan dia pun melarikan diri.
"Bantu gue buat ngejar dia dan melepas topengnya, siapapun!" Teriak dewa Dengan berlari dan melirik ke arah mereka, semua pun mengangguk.
Dewa pun berlari berusaha mengejar orang tersebut, tetapi dia di Hadanng oleh beberapa preman dengan sebuah golok, Reyhan dan Willy pun berada di samping Dewa.
"Lo pergi duluan, biar kita yang lawan dia!" Perintah Reyhan dengan tersenyum kepada Dewa
"Hahaha! Rasakan ini." Kata Willy dengan menembakkan mereka sebuah stun gun.
"Anjir, nanti pada mati bego, main disetrum aja lo." kata Reyhan yang terkejut melihat Willy menyetrum para preman.
"Udah, lawan aja anjir, bawel amat Lo kayak emak emak di pasar." ketus Willy dengan nada kesal kepada Reyhan.
Sementara itu dengan Dewa, dia terus berlari sambil menghindari serangan dari para preman tersebut, tetapi teman temannya dan para anggota geng naga api yang lainnya membantu dewa dengan cara menghalangi para preman tersebut, hingga akhirnya dewa pun sudah sampai di tempat orang topeng badut tersebut, yaitu gang buntu, dewa tersenyum sambil mengepalkan tangannya.
"Gue bakal balaskan dendam bapak gue." kata dewa dengan sangat emosi dan mengepalkan tangannya kuat kuat.
"Hahaha! Gue juga bakal bunuh Lo, kalo Lo deketin Lita lagi." Ucap orang topeng badut tersebut dengan tertawa.
"Tidak semudah itu Ferguso." Ucap dewa dengan berlari lalu hendak menonjok wajah orang tersebut.
Tetapi orang tersebut langsung menghindar, dan terjadilah pertengkaran antara mereka berdua yang sangat dahsyat, Seketika pertengkaran mereka pun menjadi seri karena mereka berdua tampak kecapean, tetapi dewa yang sudah mengerahkan seluruh tenaganya langsung berlari ke arah orang misterius itu dan melompat lalu hampir menendang, tetapi kaki dewa di tahan oleh seseorang dengan topeng badut juga.
"Hah? Apa apaan?" kata dewa dengan terkejut ketika melihat orang tersebut yang muncul secara tiba-tiba.
"Hahaha! Surprise!!"kata orang tersebut dengan melempar dewa secara asal, dan dewa pun kembali bangkit lagi.
"Dua lawan satu? Masa iya? Emang bisa?" tanya Dewa dengan kebingungan sambil melihat ke mereka berdua.
"Akhirnya bro, Lo datang juga! Sesuai rencana yang kita susun." kata orang tersebut dengan bangkit berdiri dan bersalaman.
"Wah sialan! Gue dikacangin! Lo pikir gue martabak dikacangin segala!" kata dewa dengan berteriak.
"Hahaha! Temen temen Lo ga akan ada yang bantu Lo disini, karena mereka sibuk melawan para preman suruhan gue." kata orang tersebut dengan melipat kedua tangannya.
"Lawan gak nih? Ayo dong, tangan gue udah gatel nih." ucap seseorang berhoodie orange tersebut.
"Gatel ya garuk lah anjay! Susah amat." kata dewa dengan nada kesal.
"Woi! Kalo ribut jangan keroyokan dong, banci amat Lo sialan." ucap Reyhan yang muncul di belakang dewa dengan membawa sebuah pisau.
"Reyhan, Lo mau bantu gue?" tanya dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Kagak! Gue mau motong ayam! Ya jelas gue mau bantu lu anjir!" Ucap Reyhan dengan menghampiri dewa.
"Baiklah, ayo kita lawan mereka." ucap dewa dengan menepuk pundak Reyhan.
"Dewa, Lo udah kecapean, biar gue aja yang lawan mereka." Kata Reyhan dengan tersenyum kepada dewa.
"Nggak, lebih baik kita lawan bersama." ucap dewa dengan senyum kepada Reyhan dan memegang pipi Reyhan.
"Anjir! Jangan homo sialan!!" kata Reyhan dengan melepas tangan Dewa dari pipinya.
"Yaudah, ayo kita lawan dia." ucap dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Haha! Baiklah, gue bakal hajar Lo berdua habis habisan!!" kata orang berhoodie orange dan mengeluarkan sebuah handuk.
"Anjir lo ngapain bawa handuk? Mau mandi Lo?" Tanya Reyhan dengan tersenyum kepada dewa.
"Gausah banyak bacot! Ayo serang!!" kata orang bertopeng badut tersebut dengan berteriak dan menyerang mereka berdua secara bersamaan.