Reyhan

Reyhan
ep 26



"Mau ngapain sih ma?" tanya Reyhan dengan kebingungan.


"Ayo masuk kesini." Jelas Judy dengan menunjuk ke arah sebuah lobang kecil yang berada di belakang lemari tersebut.


"Lah ngapain kesitu? Sejak kapan ada lobang disitu?" tanya Reyhan kebingungan seraya jongkok untuk melihat ada apa di dalamnya.


"Udah masuk aja, ini penting banget dan sangat rahasia." ucap Judy dengan sedikit mendorong Reyhan agar masuk ke dalam.


Reyhan pun kini sudah berada di ruangan tersebut, ternyata ruangan tersebut cukup luas dan muat untuk beberapa barang, seperti lemari, kasur, tv, dan beberapa meja serta juga kulkas, Reyhan mulai melihat sekeliling ruangan tersebut dengan seksama, dan kebingungan sejak kapan ruangan itu berada di rumahnya, Judy kini masuk dan langsung menutup lobang tersebut dengan lemari yang tadi.


Judy langsung berjalan ke arah Reyhan, dan menyuruh Reyhan untuk duduk di sebuah kursi yang tersedia, Reyhan pun duduk dan mulai kebingungan dengan tingkah laku mamanya yang tidak biasanya seperti ini.


"Kamu harus tahu sesuatu tentang geng halilintar." kata Judy dengan singkat, lalu memasang sebuah kertas karton yang berisikan foto foto orang dengan tanda silang di dalamnya, serta juga beberapa tempat yang sudah diberikan sebuah tanda.


"Ini apaan ma?" tanya Reyhan kebingungan.


"Ini adalah daftar orang yang pernah dibunuh oleh geng halilintar, dia bahkan membunuh Bapaknya dewa, yaitu Heri." jelas Judy dengan menunjukkan sebuah foto tersebut dengan penggaris miliknya.


"Oh, papanya Dewa, Iyah ma aku inget kemaren pas ngelawan mereka juga ada om Snake, entah itu siapa." kata Reyhan dengan tersenyum kepada mamanya.


"Hah? Snake? Dia akhirnya kembali keluar dari persembunyiannya setelah 15 tahun." Kata Judy dengan tersenyum dan nampak bahagia.


"Mama kenal? Emang siapa sih mereka?" tanya Reyhan kebingungan.


"Biar mama jelaskan, jadi geng halilintar itu adalah geng mematikan di indonesia, bahkan pemerintah sampai juga polisi ketakutan ketika mendengar nama geng halilintar itu, semua orang di Indonesia tahu kalau geng Halilintar tersebut memiliki banyak sekali anak buah dan juga teman yang siap membantu kapan saja ketika diperlukan, jadi geng halilintar itu adalah geng yang sangat berbahaya." Kata Judy dengan menceritakan yang sebenarnya tentang geng halilintar.


"Kalo begitu? Berarti geng halilintar itu sangat berbahaya dong?" tanya Reyhan yang masih berusaha mencerna.


"Iya, jadi kamu jangan sampai berurusan dengan geng Halilintar tersebut atau kita sekeluarga akan celaka." Jelas Judy dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Yaudah ma, sekarang aku sekolah dulu yah ma." Kata Reyhan seraya mengambil tasnya dan keluar dari ruangan tersebut.


Reyhan sekarang sudah berada di luar rumah, dan sudah berada di atas motornya untuk berangkat ke sekolah, beberapa menit kemudian pun Reyhan sudah sampai di sekolah dan dia berjalan menuju ke kelasnya, pada saat itu dia sedang tidak membawa dagangan apapun, Dia kini berjalan menuju kantin untuk membeli minuman, karena dia lupa membawa minum, saat hendak membeli minuman dia melihat Roy dan yang lainnya sedang berkumpul, Reyhan pun menghampiri mereka semua setelah selesai membeli minuman tersebut dan bergabung.


"Hai, Lo semua lagi ngomongin apa nih?" sapa Reyhan yang baru saja datang dan duduk di samping Willy.


"Kita lagi ngomongin rencana untuk mencari tahu siapa yang mencelakai dewa." Kata Willy dengan nada berbisik kepada mereka.


"Galang mana? Biasanya dia yang paling sering di kantin." Tanya Reyhan kepada mereka semua seraya mengambil sebuah cilok milik verrel dan memakannya.


"Bukan di kantin, biasanya kan dia ada di pohon mangga yang dekat gazebo itu." Jelas Roy dengan sedikit terkekeh.


"sialan lo! Main makan aja cilok gue!" Kesal verrel dengan menjitak kepala Reyhan dan mengambil ciloknya kembali dari tangan Reyhan.


"Si Galang sakit, dia harus istirahat selama beberapa hari ke depan, untuk memulihkan keadaannya." jelas willy dengan meminum es teh manis miliknya.


"Waduh, gue rasa kita beneran harus berhati hati sama geng Halilintar itu deh." Ujar Reyhan kepada mereka semua.


"Gue tau kok, intinya kita sedang diawasi oleh seseorang, gw yakin itu." Ucap verrel dengan mengikuti gaya bicara Galang.


"Gak cocok Lo ngikutin gaya Galang! Kayak orang lagi ayan anjir." gurau Willy dengan tertawa.


"Gue jotos tau rasa Lo!" Umpat verrel dengan merangkul Willy lalu menggosok Kepalanya layaknya sebuah hadiah.


"Nikita mana yah? Tumben dia gak kelihatan?" Tanya Reyhan dengan melihat ke sekeliling kantin.


"Mungkin dia sebentar lagi Dateng deh, percaya aja sama gue." Ujar Roy dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Nyariin Nikita Mulu, mau minta tanda tangan kali!" Kesal verrel yang masih menggosok Kepala Willy.


"Homo lu berdua lama lama, najis anjir." Kata Reyhan dengan bergidik ketakutan.


"Hai Reyhan, selamat pagi!" Sapa Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan, lalu duduk di sampingnya.


"Hai Mauren, Lo udah sarapan?" Tanya Reyhan dengan melemparkan senyuman.


"Gue udah kok, nanti siang gue mau beli novel, temenin yuk?" Ajak Mauren dengan memegang tangan Reyhan secara perlahan, tetapi Reyhan langsung menghindari tangan Mauren.


"Boleh ajah kok, tapi...." Ucap Reyhan dengan ragu ragu sambil menundukkan kepala.


"Tapi kenapa? Ayo dong temenin gue, pliss....." Mohon Mauren dengan tersenyum manis kepada Reyhan.


"Udah, temenin aja sih apa salahnya." Ucap Roy yang langsung menyambar layaknya tiang listrik.


"Yaudah, nanti tunggu aja di depan gerbang ya." Kata Reyhan kepada Mauren dengan tersenyum.


Di gazebo, ada Rizky dan yang lainnya sedang berkumpul bersama, Rizky ingin membicarakan masalah dewa terhadap salah satu dari mereka semua, Michael dan Andre sudah dicurigai oleh Rizky.


"Lo berdua kenapa sih keluar dari rencana gue? Kenapa Lo berdua nusuk dewa?" Tanya Rizky dengan memasang wajah sangat serius.


"Hah? Dewa? Emangnya dewa kenapa?" Tanya Alucard dengan terkejut ketika mendengar dewa di tusuk.


"Tanya saja pada mereka berdua, Lo ngapain nyerang dewa? Kenapa keluar dari rencana??" tanya Rizky dengan setengah berteriak.


"Gue sih tadinya disuruh sama Michael buat gebukin Reyhan juga, tapi Michael malah nusuk Dewa, dia aja keluar dari kesepakatan bersama dengan gue." jelas Andre dengan menundukkan kepala.


"Kesepakatan? Maksud Lo kesepakatan?" tanya Rizky kebingungan dan nampak mulai serius.


"Iyah, jadi kalo gue bantu dia buat celakain Reyhan sama Dewa, dia bakal kasih gua uang lima belas juta." jelas Andre dengan memasang wajah serius.


"Tapi? Hasilnya gimana? Lo dapet gak tuh uang?" Kesal Alucard kepada Andre yang sedang kebingungan menjawab pertanyaan dari Alucard.


"Jadi, Lo berdua kan yang mencelakai dewa?!!" kata Rizky dengan menggebrak meja dan nampak sangat marah.


"Waduh, gue gapaham masalahnya apa, tapi kenapa sih emangnya?" Kata Alucard yang nampak kebingungan dengan mereka semua.


"Lo diem dulu kalo gatau masalahnya!!! Gausah ikut campur deh!!" Teriak Andre dengan menarik kerah baju Alucard.


"Gini yah Michael, rencana kita kan pengen membuat Reyhan celaka dan agar dia menjauhi Nikita, tapi kenapa Lo bawa geng halilintar segala? Kenapa Lo nyerang mereka pake geng halilintar? Kenapa Lo nusuk perut dewa, dan kenapa--" kata kata Rizky terhenti ketika Michael yang sedari tadi diam menahan amarahnya, dan dengan wajah sangat marah langsung menggebrak meja dengan sangat keras.


"Gausah banyak bacot, ini urusanĀ  gue, dan kalian gausah ikut campur urusan gue!!" Gertak Michael yang mulai menggenggam tangannya.


"Urusan Lo urusan gue juga! Kalo kita ketahuan gimana!!!" teriak Rizky yang sudah menarik kerah baju Michael.


"Lagipula, kenapa Lo mau membunuh Dewa? Kan kata Lo kita buat Reyhan dan dewa babak belur ajah!" Kata Andre yang sudah berdiri.


"Kalo Lo berdua mau ribut, ayo aja, gapeduli siapa Lo, kalau perlu kalian gua bunuh! Hahahaha!!!" Kata Michael dengan mengeluarkan sebuah pisau dari dalam celana miliknya.


"Apa apaan Lo?!! Kenapa Lo selalu bawa pisau?!! Mau ngapain Lo!!?" Kata Alucard dengan berteriak dan terkejut.


"Sialan Lo! kenapa Lo keluar dari rencana yang gua buat!!" Ucap Rizky dengan berteriak.


"Selesaikan saja kalo ga senang, selesaikan secara jantan!!" Kata Michael dengan memberikan senyum layaknya psikopat.


Secara tiba tiba Michael pun langsung menonjok wajah Rizky dengan sangat keras, yang membuat Rizky jatuh terpental, Rizky pun langsung kembali bangkit dan berlari ke arah Michael, terjadilah pertengkaran yang hebat di antara merwk berdua, Rizky yang sudah kelelahan mulai jatuh tersungkur dan nafasnya tidak teratur.


"Lo, Lo, lo, Lo akan hajar habis habisan!" teriak Rizky dengan nafas yang belum tidak teratur.


"Hahaha! Lo punya penyakit asma, tapi mau ngelawan gue? Lo bakal mati karena asma Lo kumat!" Kata Michael dengan tertawa sangat keras dan menghampiri Rizky.


"Hfftt, ta-ta-tapi Andre dan Alucard masih ada!" Kata Rizky yang nafasnya sudah tidak teratur lagi.


"Hahaha! Apa yakin mereka mau ngelawan gue Mereka gak akan kuat ngelawan gue." Jelas Michael dengan merendahkan mereka berdua.


"Woi! Kalo mau lawan gue sini, udah lama gak ribut nih!" Teriak Andre dengan mengepalkan tangannya dan mengambil ancang-ancang.


Seketika semua murid yang mendengar itu langsung bergerombol dan mulai melihat kejadian tersebut di hadapan mereka, Alucard pun langsung menghampiri Rizky dan membantunya untuk berdiri, lalu memberikan obat asma milik Rizky.


Andre pun langsung berlari ke arah Michael, dan hendak menghajar dia dengan sekuat tenaganya, Andre terus menerus melawan Michael yang punya kekuatan besar dan sangat kuat, tetapi Michael dengan santainya menghajar Andre dan melemparnya ke arah para orang yang sedang menonton.


Sementara itu, Reyhan dan yang lainnya sedang makan di kantin, mereka mulai kebingungan kemana orang orang yang makan di kantin, yang tadinya suasana ramai menjadi agak sepi di kantin.


"Kenapa jadi sepi gini?" tanya Roy kebingungan dengan melihat sekeliling yang sepi.


"Iyah nih, kan tadi rame deh perasaan." Jelas Reyhan dengan melihat sekeliling.


"Woi! Rizky sama Michael ribut noh!! Ayo kita liat!" Ucap salah satu seorang murid dengan tersenyum.


"Ribut? Ribut kok disekolah? Ayo kita liat yuk!!" ajak verrel yang sudah beranjak pergi meninggalkan mereka.


"Ribut kenapa ya? Mereka kan sahabat solid, kenapa bisa ribut?" Tanya willy kebingungan dengan melihat ke arah mereka berdua.


"Kita lihat saja langsung, daripada penasaran!" Kata Reyhan dengan tersenyum kepada mereka berdua.


Mereka semua pun langsung berlari ke arah tempat yang dimaksud, yaitu gazebo dan sudah ada banyak sekali orang yang bergerombol Disana, mereka berusaha melihat tetapi terhalang oleh orang orang yang menonton.


"Yah, ga dapet kursi paling depan nih." kata verrel dengan kecewa seraya tersenyum.


"Gimana sih Lo! Lo pikir ini bioskop apa!" kata Reyhan dengan membentak verrel.


"Gimana caranya kita bisa masuk kesana?" tanya Willy dengan kebingungan.


"Gue tau caranya." Ucap verrel singkat dengan melirik ke arah Roy.


"Kenapa Lo liat liat gue? Kok pada gitu sih liatnya?" Tanya roy dengan kebingungan sambil melihat verrel.


"Pake cara itu Roy, kali aja berhasil." kata verrel dengan tersenyum kepada Roy.


"Hmm, yaudah gue coba ajah deh." kata Roy dengan mengeluarkan sebuah dompet dari kantongnya.


Roy pun mulai mengeluarkan beberapa lembar uang, dan melemparkannya ke atas para orang yang sedang menonton itu.


"Woi! Hujan uang woi!" teriak verrel kepada orang yang sedang menonton itu.


Seketika semua langsung berlari ke arah uang yang berterbangan, Roy dan yang lainnya langsung masuk ke kerumunan dan berusaha memisahkan mereka berdua dengan sekuat tenaga, tetapi Michael yang sangat kuat tidak bisa dipisahkan.


"Cukup Michael! Jangan buat onar di sekolah!!" Kata Reyhan dengan berteriak dan mendorong Michael dengan sangat keras.


"Gue bakal bunuh mereka! Dasar brengsek Lo semua!!" Kesal Michael dengan berteriak.


"Liat apa yang Lo perbuat, temen temen Lo pada celaka, dan pada luka-luka!" Kata Reyhan dengan berusaha menyadarkan Michael.


"Lagian, kalian ini kan sahabat sejati, kenapa bisa ribut?" tanya Roy dengan menghampiri Michael secara perlahan.


"Siapa bilang gua sahabat sejati! Gua bukan sahabat mereka lagi! Gua bukan teman mereka lagi! Mereka lemah!" teriak Michael dengan sangat serius dan nafas terengah-engah.


"Maksud Lo? Emang masalahnya apa sih?" tanya Verrel dengan kebingungan.


"Gausah ikut campur urusan gue! Kalo Lo semua ikut campur urusan gue, gue gak akan segan segan menghabisi kalian satu persatu" Kata Michael dengan kesal dan berjalan pergi entah kemana.


"Ayo ke UKS sekarang, luka Lo cukup parah juga." kata Reyhan dengan membawa Andre ke UKS, sedangkan verrel dan yang lainnya membawa Rizky yang sedang duduk dengan nafas terengah-engah.


Kini Reyhan sudah berada di UKS, bersama dengan Andre yang sedang di obati lukanya, Andre merasa bahwa Reyhan itu baik tidak seperti yang dibilang Michael atau pun teman teman yang lainnya, Andre pun tersenyum kepada Reyhan ketika dia mengobati lukanya.


"Kenapa Lo senyum senyum?" tanya Reyhan yang masih mengobati luka di kakinya.


"Ternyata Lo baik juga yah, ga seperti yang dibilang Michael." jelas Andre dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Maksud Lo?" tanya Reyhan kebingungan seraya mengobati luka di kaki Andre.


"Eh, nggak jadi kok, makasih ya udah mau bantu gua." kata Andre dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Yah, sudah biasa kok, tenang aja." kata Reyhan seraya tersenyum lalu duduk di sampingnya "kenapa Lo tiba tiba ribut sama dia?"tanya Reyhan yang nampak mulai serius.


"Biasa deh, urusan cewek tuh si Rizky sama Michael." kata Andre dengan tersenyum berusaha menyembunyikan apa yang sebenernya terjadi.


"Yakin? Tapi kok nyampe pengen ngebunuh sih?" tanya Reyhan berusaha menyakinkan Andre.


"Ya jelas yakin, udah tenang aja sih, paling bentar lagi gua sama dia baikan kok." kata Andre dengan tersenyum.


"Hmm, kalo dia beneran pengen bunuh Lo gimana?" tanya Reyhan dengan melirik ke arah Andre.


"Ah gak bakal, dia cuma bercanda doang tadi." Kata kepada Reyhan.


"Oh ya, Lo mukanya kenapa? Kenapa pada babak belur gitu?" tanya Reyhan dengan melihat wajah Andre yang babak belur.


"Ah, kan ini digebukin sama dia tadi." Kata Andre dengan berusaha menyembunyikan sesuatu.


"Apa Lo yakin? Perlu gua obatin gak?" tanya Reyhan dengan mengecek wajah Andre.


"Gausah kok, oh ya gue pengen nanya sama Lo satu hal." Kata Andre dan nampak serius.


"Mau nanya apa emang?".tanya Reyhan yang kebingungan.


"Lo suka sama Nikita yah?" tanya Andre sedikit tersenyum kepada Reyhan.