
"Kenapa Lo? Kok lemes?" tanya Reyhan dengan duduk di samping Dewa.
"Hmm? Aduh, sakit banget nih perut gue." Rintih dewa dengan memegangi perutnya.
"Hah? Kenapa Lo?" kata Reyhan yang nampak khawatir dengan kondisi dewa yang sedari tadi lemas.
"Gua belom makan nih, lapar banget." kata dewa dengan nada lemas kepada Reyhan.
"Aduh! Kok bisa sih?" kata Reyhan kepada dewa.
"Iyah, gua buru-buru berangkat ke sekolah biar gak telat."ucap dewa kepada Reyhan.
"Loh? Masih jam 6:10 dah, buru buru apanya? Masih lama masuk juga." ucap Reyhan sambil melihat jam tangannya.
"Iyah, males aja di rumah!"kata dewa kepada Reyhan dengan nada kesal.
"Malas kenapa? Emangnya ada apa di rumah Lo?" tanya Reyhan yang nampak kebingungan.
"Gua gabisa ngasih tau itu, sorry itu privasi!" ucap dewa kepada Reyhan.
"Yaudah, nih sarapan nasi gorengĀ dulu, gausah bayar!"kata Reyhan dengan memberikan sebungkus nasi goreng kepada dewa.
"Makasih ya Reyhan, emang Lo sahabat paling pengertian!" ucap dewa kepada Reyhan.
Lalu setelah dewa diberikan makanan oleh Reyhan, dewa pun langsung memakan nasi goreng tersebut dengan lahap, dan pada saat dewa sedang makan datanglah nikita dengan santainya dan menaruh tas miliknya di tempat duduknya, Reyhan pun menyapanya tetapi tak dijawab oleh Nikita.
"Hai, selamat pagi!" sapa Reyhan sambil tersenyum kepada Nikita yang sedang duduk.
"Apa Lo? Gausah nyapa nyapa gue!" Ketus Nikita dengan jutek dan berusaha menghindari Reyhan.
"Dih? Kenapa lo? Baru Dateng udah marah-marah? Lagi menstruasi Lo?" Tanya dewa kepada Nikita yang masih duduk di belakangnya.
"Kagak! Gua cuma lagi kesel aja kok!" ucap Nikita dengan menjitak kepala dewa.
"Sakit anjir!! Dijitakin Mulu gue! Lama lama kepala gw botak nih, gara- gara lu jitakin terus nih!" Geram dewa dengan mengusap kepalanya.
"Lo kenapa? Kok marah marah sama gue?" tanya Reyhan kepada Nikita.
"Gak ada apa apa! Jangan ganggu gue!" Bentak Nikita dengan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua keluar kelas.
"Dih? Kenapa tuh anak?" ucap Reyhan kepada dewa dengan kebingungan.
"Positif thinking ajah! Mungkin dia lagi Pms, biasa lah namanya juga perempuan!" kata dewa dengan tersenyum ke arah Reyhan.
"Oh, yaudah, kalo gitu jauhin ajah dulu!"kata Reyhan dengan tersenyum kepada dewa.
"Kejar lah! Masa dijauhin gitu aja! Tanya kenapa." kata dewa dengan menyuruh Reyhan untuk mengejarnya.
"Tapi, dia kan lagi--" kata kata Reyhan terhenti ketika dewa yang secara tiba tiba berteriak
"Kejar!! Takutnya dia bunuh diri gimana Lo?" Gurau dewa dengan berteriak dan tersenyum kepada Reyhan.
"Eh, yaudah deh gue kejar!" Kata Reyhan dengan beranjak pergi meninggalkan dewa dan mengejar Nikita keluar kelas.
Reyhan pun mengejar Nikita, dan memegang tangan Nikita untuk memberhentikan dia, tetapi dia pun langsung menepis tangan Reyhan.
"Mau apa Lo?" tanya Nikita dengan menepis tangan Reyhan yang hendak memegang tangannya.
"Lo kenapa sih? Kok gak biasanya?" ucap Reyhan kepada Nikita yang membelakanginya.
"Gausah Lo Deket Deket gue lagi!" kata Nikita dengan beranjak pergi meninggalkan Reyhan dan menuju ke gazebo untuk menenangkan dirinya, tetapi Reyhan langsung mengejarnya kembali dan kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lain.
"Kenapa Lo?" tanya Reyhan singkat dengan menatap Nikita.
"Bukan urusan Lo!" ucap Nikita dengan sangat jutek.
"Lu gabisa kayak gini ke gue, lu harus kasih tau, Lo pasti ada masalah lagi kan?" kata Reyhan dengan menenangkan Nikita yang tampak masih marah kepadanya.
"Masalah? Gue gak ada masalah tuh!" Bentak Nikita dengan nada kesal.
"Ayolah, gue gatau masalah Lo apaan, Dateng ke kelas marah marah, terus marah sama gue, sama dewa nggak, Lo gak biasanya kayak gini." kata Reyhan dengan terus menatap Nikita sambil tersenyum kepada Nikita.
"Lo mau tau masalah gue apa?" ucap Nikita dengan membelakangi Reyhan.
"Ya gue mau tau lah, emangnya apaan sih?" Tanya Reyhan kepada Nikita dengan sangat penasaran.
"Gua diteror lagi, kali ini ada boneka di kamar gua, dan disitu ada tulisan, gua disuruh jauhin lo atau gua akan merasakan akibatnya!" jelas Nikita kepada Reyhan.
"Hah? Lagi? Lo diteror lagi? Kok bisa?" kata Reyhan dengan banyak pertanyaan.
"Aduh! Banyak banget sih pertanyaan Lo! Udah kayak wartawan infotainment aja!" Geram Nikita dengan menutup telinganya.
"Hehe, sorry, emang Lo diteror pake apaan?" tanya Reyhan dengan mendekati Nikita.
"Nih! Gue udah foto ini sebelum bonekanya gua buang!" ucap Nikita dengan memberikan foto boneka tersebut.
"Hmm, sebenernya siapa sih yang neror Lo, dasar orang kurang kerjaan!" kata Reyhan dengan memperhatikan foto tersebut.
"Gue rasa kita harus menjauh dulu Reyhan, sampe situasi aman baru kita bisa Deket lagi!" kata Nikita dengan beranjak pergi, Tetapi Reyhan kembali menahan Nikita agar masalah itu selesai terlebih dahulu.
"Gua juga diteror, Lo pikir Lo doang?" Kata Reyhan dengan memegang tangan Nikita dan mulai serius.
"Hah? Lo seriusan???" ucap Nikita dengan terkejut karena Reyhan juga di teror.
"Iyah, jadi kemaren gua dapet surat untuk menjauhi Lo, gue pikir itu bohongan, tapi ternyata kata dewa dan Roy itu adalah asli!" jelas Reyhan kepada Nikita.
"Hmm, gua rasa ini kerjaan seseorang yang iri sama Lo." ucap Nikita kepada Reyhan.
"Iri? Maksud Lo iri?" tanya Reyhan yang nampak kebingungan.
"Ya, karena gua selalu dekat sama Lo, dan gua yakin yang lain pada iri sama Lo, karena deket sama selebgram seperti gua, dan yang lain gabisa seperti itu!" Jelas Nikita kepada Reyhan.
"Menurut Lo siapa yang ngelakuin ini semua?" tanya Reyhan dengan wajah nampak serius.
"Gue juga gatau, tapi perlahan lahan kita akan tahu siapa yang neror kita." ucap Nikita kepada Reyhan dengan sangat serius.
"Yaudah, mulai sekarang kita ngobrol biasa aja, layaknya seorang teman pada umumnya." kata Reyhan dengan tersenyum kepada Nikita.
"Hanya teman? Padahal gue berharap kita lebih dari teman." kata Nikita dalam hatinya dengan melihat Reyhan.
"Widih! Udah baikan nih! Hebat dah hebat!" Seru dewa yang datang dari belakang mereka.
"Ngagetin gue aja Lo! Cukup Galang yang buat gua jantungan! Lo jangan." kata Reyhan dengan kesal kepada dewa.
"Hahahaha, sorry deh sorry!" kata dewa dengan menepuk pundak Reyhan.
"Lo ngapain disini? " tanya Nikita dengan melihat dewa yang baru saja datang.
"Bentar, kok gue kayak denger sesuatu yah!" batin dewa dengan memperhatikan sekeliling gazebo.
"Lo ngapain dah kok kayak merhatiin sesuatu?" tanya Reyhan kepada dewa yang sedang melihat sekeliling.
"Oh ya! Gua kan lagi pake earphone yang dikasih Roy!, Tapi kok suara ini ngomongin Reyhan yah?" Gumam dewa dengan terus berjalan ke arah pohon mangga yang ada disitu.
"Wah! Berani beraninya Lo ngacangin gue." Ujar Nikita dengan kesal dan berteriak kepada dewa.
Dewa pun tak memperdulikan keadaan sekitar, dia terus berjalan ke arah pohon mangga tersebut dan dia mulai mengaktifkan kacamata serta juga earphone miliknya agar bisa mendengar percakapan seseorang yang sedang membicarakan Reyhan di kantin.
"Hahaha, gue rasa kita berhasil ngelakuin ini!" kata Alucard dengan tertawa kepada mereka semuanya.
"Yah, rencana gue berhasil, dan gue yakin Reyhan bakal jauhin Nikita!" ucap Rizky dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Hah? Rencana? kok ga keliatan orangnya? Kenapa cuma suaranya doang? Rusak nih kacamatanya?" kata dewa dengan kebingungan karena kacamata yang dia gunakan untuk menata matai seseorang tidak berfungsi.
"Menurut lo, abis ini kita apakan Reyhan nih?" tanya Anto dengan melihat ke arah mereka semua dan tersenyum.
"Yah, enaknya sih kita abisin aja dia!" kata Michael dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Wooo! Tenang dong, jangan langsung bar bar, kita butuh strategi!" kata Rizky dengan menenangkan mereka semua.
"Lalu? Rencana selanjutnya apaan?" tanya Andre kepada mereka semua.
"Gue ada ide! Gimana kalo kita teror dia dengan mencoret coret tembok rumahnya dengan bertuliskan jauhkan Nikita atau Lo akan celaka!, Setuju?" Usul Rizky dengan memberikan saran kepada mereka.
"Hah? Siapa sebenernya mereka, kenapa di saat saat seperti ini kacamatanya ga berfungsi dong!!" Geram dewa dengan terus berusaha memperbaiki kacamata tersebut.
"Nah! Yaudah bener juga, giliran Anto yang tugas sekarang!" ucap Andre dengan menunjuk Anto Yang sedang memakan mie instan.
"Hmm, baiklah serahkan tugas ini sama gue!" kata Anto dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Yaudah, kalo gitu sekarang kita balik ke kelas, bentar lagi mau masuk!" ucap Michael dengan menyuruh mereka untuk kembali ke kelas, dan mereka pun jalan duluan untuk ke kelas.
"Aduh! Akhirnya bisa juga nih!" kata dewa dengan memperhatikan sekeliling dan sudah tidak ada siapa siapa di kantin.
"Woi! Daritadi dipanggil, gak ngejawab, Lo kesambet atau gimana?" kata Reyhan dengan mengagetkan dewa.
"Eh, nggak kok, yaudah yuk kita ke kelas,bentar lagi mau masuk nih." ajak dewa kepada Reyhan agar kembali ke kelas.
"Yaudah ayo." ajak Reyhan kepada dewa.
"Gua harus kasih tau ini sama Roy!" batin dewa dari dalam hatinya.
"Hehehe, rencana mulai berjalan dengan lancar!" kata seseorang dari balik pohon mangga itu dan tersenyum.
"Gua mau pesen soto ayam aja ah." kata Willy dengan melihat menu dan melirik ke arah mereka.
"Gua mau burger, udah lama ga makan burger nih." kata verrel dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Halah!! Sok Sokan Lo makan burger, biasanya makan tempe orek aja belagu" ucap dewa dengan sedikit tersenyum kepada Verrel.
"Bener juga Lo dewa, mending Lo makan ajah nasi goreng, nanti Lo sakit perut karena belum terbiasa makan burger, hahaha!" Ledek Galang dengan menyetujui pendapat dewa, dan dia pun tertawa.
"Udah, kalian pesen apa aja terserah, Biar gua yang traktir." ucap Roy kepada mereka semua dan tersenyum kepada mereka.
"Hah? Lo seriusan Roy?" tanya Reyhan dengan keheranan sambil melotot ke arah Roy.
"Yaelah, kapan sih gua bercanda?" tanya Roy dengan melihat ke arah mereka semua.
"Okeh! Kalo gitu gua mau pesen burger esktra besar dengan ekstrak keju yang banyak." ucap Verrel dengan melihat ke arah ibu kantin yang berada di samping mereka.
Semua pun memesan makanan yang cukup banyak, karena ditraktir oleh Roy sang Richman, setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan pun datang sesuai pesanan mereka dan semua langsung menyantap makanan yang ada di meja mereka.
"Lo kenapa sih daritadi? Kok senyum senyum sendiri?" tanya Verrel yang melihat Roy sedari tadi tersenyum sendirian.
"Eh? Gua gapapa kok, udah kalian lanjut makan aja." ucap Roy yang tiba-tiba tersadar dari bengongnya.
"Kayaknya lagi ada yang jatuh cinta nih." ucap galang dengan menghirup nafasnya.
"Widih! Suka sama siapa Lo? Kasih tau dong, kali aja kita bisa bantu gitu?" tanya Reyhan dengan merangkul Roy.
"HM, gua suka sama seseorang, hiaaa!" kata Roy dengan tersenyum.
"Siapa yang Lo suka? Kasih tau kita." kata dewa yang nampak serius.
"Hmm, mending sambil main tebak-tebakan aja gimana? Yang berhasil nebak secara cepat, gue beliin sesuatu!" ucap Roy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Hmm, gua tau siapa orangnya, yaitu si--" ucap Galang dengan memejamkan matanya dan kata katanya terhenti karena Roy.
"Selain Lo Galang, karena Lo udah tau gua suka sama siapa." kata Roy yang memotong kata kata Galang.
"Hahaha, kalo Galang yang nebak pasti enak tuh!" kata Willy dengan tersenyum kepada Galang.
"Yah! Curang Lo kampret!" kata Galang dengan kesal dan kembali fokus makan.
"Hmm, Nadia kelas sebelas IPS dua?" kata dewa dengan asal menebak.
"Bukan, Ga mungkin gua suka sama dia, coba Lo tebak lagi." kata Roy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Disekolah ini banyak Roy ceweknya, masa Iyah mereka harus nebak semua cewek? Kasih clue dong!" ujar Galang kepada Roy dan tersenyum.
"Yaudah! Clue-nya, adalah Nikita! Teman temannya Nikita." ucap Roy dengan menunjuk Nikita yang tak jauh dari tempat duduknya.
"Hmm, siapa yah? Apa Lo suka sama zoey?" kata Willy dengan asal menebak, dan secara tiba tiba dia pun dijitak oleh Verrel.
"Bukan zoey! Kalo zoey siap siap aja, hubungan persahabatan kita hancur!" Geram Verrel dengan mengepalkan tangannya dan melihat ke arah Roy.
"Hahaha! Tenang aja, Bukan zoey, coba kalian tebak lagi." kata Roy dengan tertawa.
"Hmm, gua tahu siapa orangnya, pasti Aulia kan?" kata dewa dengan asal menebak nebak dan Roy nampak tersenyum lebar.
"Hahaha! Kok Lo bisa tau sih, Iyah bener gua suka sama Aulia." ucap Roy dengan tersenyum kepada dewa.
"Ah elah! Padahal gua mau nebak tuh tadi, gagal untuk beli game terbaru ini mah!" ucap Verrel dengan kesal karena gagal beli game terbaru.
"Lo serius suka sama Aulia!? Lo seriusan Roy?" tanya Reyhan kepada Roy yang sedang tersenyum.
"Iyah, kenapa emangnya?" tanya Roy dengan melihat ke arah Reyhan.
"Tapi, Lo kan kaya raya, kenapa Lo bisa milih Aulia?" Kata Willy dengan melihat ke arah Roy.
"Cinta itu tidak memandang fisik, tapi mandangnya hati dan kesetiaan suatu pasangan!" ucap Roy dengan berdiri dan melihat ke arah Aulia.
"Anjay! Jago juga Lo buat kata kata bijak!" kata Reyhan kepada Roy yang sedang berdiri.
"Kalo emang Lo suka, kenapa gak Lo deketin aja dia?" kata Willy kepada Roy yang sedang meminum jus buah miliknya.
"Hmm, sebenernya gua suka sama dia udah dari kelas 10 sih, tapi gatau caranya untuk mengungkapkan perasaan ke dia." ucap Roy dengan menundukkan kepala.
"Ah Lo! Tenang ajah, kan ada kita, kita bakalan bantu Lo supaya bisa pacaran sama dia." ucap Reyhan sambil menepuk pundak Roy.
"Dimana ada usaha disitu ada jalan, Lo coba deketin dia sekarang, kali aja dua bulan kemudian jadian." kata Galang dengan memberikan semangat kepada Roy.
"Iyah, coba aja Roy, apa salahnya?" kata Willy dengan menyuruh Roy agar mendekati Aulia.
"Yaudah, gua akan mencoba! Semoga gya berhasil yah teman teman." kata Roy dengan bangkit berdiri dan mulai berjalan ke arah tempat duduk Nikita bersama teman temannya.
Roy pun mulai berjalan ke arah tempat duduk Nikita, dan Roy langsung menyapa mereka yang sedang asik makan.
"Hai, semuanya, kalian lagi makan apa?" ucap roy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Hai, kita lagi makan nasi goreng nih." ucap Shannia dengan membalas senyuman manis Roy.
"Gua boleh gabung gak? Ikut sama kalian?" tanya Roy dengan memperhatikan mereka semua.
"Gabung aja gapapa kok." ucap Nikita dengan melihat ke arah Roy.
"Oh yaudah, sebentar yah, gua ambil makanan gua dulu." ucap Roy dengan beranjak pergi dan mengambil makanannya.
Roy pun mengambil makanannya, dan membawanya ke meja mereka untuk makan bersama dengan mereka, tetapi Roy kebingungan dia harus duduk dimana karena tidak ada kursi yang kosong satu pun.
"Gua duduk dimana nih? Ga ada kursi kosong nih." tanya Roy dengan melihat sekeliling mereka.
"Lo duduk di samping Aulia aja, dia kosong tuh." kata Jessica dengan melirik ke arah Aulia yang sedang fokus makan.
"Iyah, sama kayak hatinya lagi kosong tuh, hahaha!" Ledek Angel sambil tertawa.
"Hahaha! Iyah, coba aja ada yang isiin hatinya, kasian jomblo terus dari lahir!" sindir Shannia dengan tersenyum di hadapan Roy.
"Percayalah, gua akan ngisi kekosongan di hati Lo!" kata Roy yang kini menatap wajah Aulia dengan serius dan mengelus wajahnya tersebut.
"Astaga! Jangan main disini! Kalo mau di hotel sana! Hahaha!" Gurau Jessica dengan tertawa, dan mereka semua pun tertawa.
"Apaan sih Lo semua? Ga lucu anjir!" Bentak Aulia dengan kesal dan mulai menjauhi Wajahnya dari hadapan Roy.
"Kalian semua, apakah kalian mencium bau bau orang yang akan segera pacaran?" kata Nikita dengan menirukan gaya seorang artis.
"Iyah, benar, saya mencium bau bau orang sedang bucin!" ucap zoey yang sedang mengendus endus layaknya anjing.
"Bilang aja Lo iri! Gw panggil Verrel nih." kata Roy dengan kesal karena sikap zoey.
"Nah! Betul juga tuh! Panggil aja si verrel kesini." ucap Jessica dengan melirik ke arah zoey.
"Verrel! Sini Lo!" teriak Roy agar verrel menghampirinya.
Verrel pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat Roy.
"Ada apa Roy? Lo butuh bantuan gua?" 5anya verrel dengan tersenyum ke arah mereka semua.
"Nggak kok, itu tuh Lo temenin si zoey gih, kasian dia sendirian! Hahaha!" Ledek Roy dengan tertawa, dan semua pun tertawa.
"Apaan sih Lo Roy! Gajelas banget!" ucap zoey dengan nada kesal dan menggebrak meja.
"Gausah munafik Lo kampret! Kalo suk--hmppft" belom sempat Nikita menyelesaikan kata-katanya, zoey langsung membekap mulut Nikita.
"Kenapa sih? Kok gua bingung yah?" tanya Verrel dengan melihat ke arah zoey.
"Udah, Lo balik lagi aja ke tempat duduk Lo, gapapa kok, gajadi." ucap zoey dengan menyuruh verrel kembali ke tempat duduknya.
"Yaudah, gua lanjut makan dulu." kata Verrel dengan santainya dan kembali ke tempat duduknya.
Akan tetapi pada saat berjalan dia menabrak seseorang, dan memegangnya, lalu mereka berdua pun saling bertatapan mata agak lama, yang membuat hati zoey menjadi panas, dan seisi kantin pun melihat ke arah mereka berdua yang tampak mesra.
"Verrel, di pipi Lo ada saos tuh." ucap Santi yang sedang di tahan oleh Verrel, dan Santi pun mengelap wajah Verrel dengan lemah lembut.
"Hah? Emang iya?" kata verrel dengan membuat keadaan kembali normal.
"Nah! Udah nggak ada lagi kok, tenang aja." kata Santi dengan tersenyum kepada verrel.
"Gua ke toilet dulu! Bye." ucap zoey dengan menggebrak meja dan terlihat sangat marah serta kesal, sementara itu Santi pun langsung pergi entah kemana dari hadapan Verrel.
"Hehehe, rencana yang gua susun, berjalan lancar!" gumam Santi di sepanjang perjalanan menuju meja makannya.
"Loh? Kenapa tuh dia?" tanya Verrel dengan kebingungan melihat zoey yang nampak mata dan pergi secara tiba tiba.
"Gua rasa dia cemburu deh, Lo kejar sana!" ucap Roy kepada verrel dengan menyuruhnya untuk mengejar zoey.
"Iyah tuh! Kayaknya dia cemburu ngeliat Lo sama Santi pegangan tangan kayak tadi." ucap Shannia kepada verrel.
"Yaudah, gue kejar dia dulu deh!" ucap Verrel yang beranjak pergi dan mulai mengejar zoey.
Sementara itu dengan zoey, dia sedang berlari menuju ke toilet dalam keadaan menangis, tetapi pada saat hendak masuk ke toilet tangannya di tarik oleh seseorang dan itu adalah verrel, Verrel mulai menatap zoey dengan sangat serius.
"Gua mau ngomong serius sama Lo." ucap Verrel yang wajahnya sangat dekat dengan wajah zoey.