Reyhan

Reyhan
ep 37



"Hah??!! Gak mungkin!! Teriak Michael dengan terkejut melihat dewa yang sedang dalam posisi sangat kuat.


"Gua udah bilang, gua akan buka topeng Lo, gimana pun caranya!" Teriak dewa dengan berjalan perlahan ke arah mereka berdua.


"Dewa, Lo sebaiknya pake jam tangan ini, gua rasa ini berguna buat Lo!" Teriak Reyhan dengan melempar jam tangan tersebut ke arah dewa, dan dewa pun menangkapnya.


"Jam tangan itu? Apakah itu buatan ayahnya Roy?" Batin Michael dengan terus melihat ke arah dewa yang sedang memakai jam tangan mewah tersebut.


"Gua rasa Lo yang akan mati disini, bahkan pasukan Lo akan kalah sama gua" Bentak dewa dengan bersiap melawan Michael.


"Baiklah, gue akan bunuh Lo dengan pedang ini, sama seperti gue membunuh ayah Lo!" Kata Michael dengan mengayunkan pedang tersebut.


Mereka berdua pun maju dan terjadilah perkelahian yang cukup dahsyat, Reyhan yang sudah lemah langsung berlindung di belakang box yang ada disitu, menghindari perkelahian yang cukup dahsyat.


Sementara itu keadaan kota sangat kacau dikarenakan geng yang lainnya menyerang kota dengan sangat brutal, membuat hancur seluruh gedung bahkan menjatuhkan banyak korban jiwa, sementara itu dengan Rizky, dia sedang mengendarai motor menuju ke rumah Nikita,tetapi di kanan kiri sudah ada kerusuhan oleh para preman, Rizky pun segera menuju ke rumah Anto, dan kebetulan sekali semua sedang berkumpul disitu.


"Gawat sih ini! Michael udah keterlaluan!" Kesal Rizky yang baru saja datang dan masuk ke dalam rumah Andre.


"Kenapa? Kok kayaknya Lo kesel gitu?" Tanya Andre dengan kebingungan.


"Dia sudah mengeluarkan semua pasukannya, gue rasa kita juga akan menjadi incarannya!" Jelas Rizky dengan mengambil sebuah pemukul baseball.


"Maksud Lo? Dia udah menembakkan flare gun itu?" Tanya Anto dengan kebingungan.


"Gue rasa ya, karena kota sudah penuh kerusuhan dimana mana, sebaiknya kita bersiap untuk--" kata Rizky dengan berdiri di hadapan mereka, belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, tiba tiba saja jendela rumah Andre pecah karena sebuah batu.


"Woi Rizky! Lo akan mati, karena gue udah dibayar dan disuruh oleh Michael untuk membunuh Lo semua!" Teriak seseorang dari depan rumah Andre dengan pasukan geng lainnya.


"Gawat nih, kita harus apa?" Tanya Alucard dengan ketakutan.


"Terpaksa kita harus kabur dan melawan, kalo nggak seperti itu kita akan mati!" Jelas Rizky dengan bersiap untuk melawan para preman tersebut.


"Baiklah, gue udah siap untuk melawan mereka!" Jelas Anto dengan membawa sebuah payung.


"Keluar Lo brengsek! Sebelum gue bakar rumah ini!" Teriak orang tersebut dengan mengeluarkan bom molotov.


Rizky dan yang lainnya pun sudah menyiapkan senjata di tangannya masing masing, dan mereka keluar rumah Andre dengan santai, Rizky sudah tahu siapa yang menyerang mereka, yaitu geng mata satu, suruhan geng Halilintar yang menggunakan bom molotov sebagai senjata jarak jauhnya, dan juga knuckle senjata jarak dekatnya.


"Mau apa Lo semua?" Tanya Rizky yang sudah bersiap untuk memukul mereka.


"Udah bosen yah ngeliat matahari pagi?" Tanya orang tersebut dengan tersenyum.


"Ah, Iyah nih gue bosen, abisnya matahari pagi sekarang terlalu berkilau, Kayak Lo semua!" Sindir Rizky dengan menantang mereka semua yang kepalanya botak pelontos.


"Lo bego! Ngapain nantangin mereka anjir!!" Kesal Anto dengan menjitak kepala Rizky.


"Percayalah, rencana ini akan berhasil!" Bisik Rizky kepada mereka semua.


"Hah? Rencana?" Kata Andre dengan berkata pelan dan kebingungan.


"Baiklah, bunuh mereka, dan jangan biarkan mereka lolos!" Suruh orang tersebut dengan tersenyum kepada Rizky.


"Ikutin arahan gue, kalo gue tonjok ya tonjok, lari ya lari, paham?" Kata Rizky dengan bersiap untuk melakukan rencananya kepada mereka.


"Paham!" Seru mereka dengan serentak.


Rizky pun berlari ke arah anggota yang datang ke arahnya dan menghindari, semua pun menghindari serangan mereka, lalu Rizky menonjok salah satu dari mereka, dan semua mengikuti Rizky, mereka terus menghindari serangan geng mata satu, hingga ada 5 orang yang cukup kuat datang ke arah mereka, dan mengepung, dengan mengeluarkan sebuah knuckle.


"Kita harus apa?" Tanya Andre kebingungan.


"Lakukan itu, ayolah cepat!"kata Rizky dengan tersenyum kepada Andre.


"Baiklah, ayo semua pegangan sama gua." Ucap Andre dengan berpegangan tangan bersama yang lainnya.


"Mau ngapain sih anjir? Lagi mau diserang begini malah pegangan tangan!" Kesal Anto yang nampak risih tangannya di pegang.


Andre pun mengeluarkan sebuah pistol yang sudah dia modifikasi bersama dengan Rizky, Andre mengarahkannya ke arah rumah Nikita yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Andre pun menarik pelatuk pistol tersebut dan keluar tali pengait ke arah atap balkon rumah Nikita, mereka pun dengan sangat cepat tertarik ke arah balkon rumah Nikita.


Dan mereka pun sampai di balkon rumah Nikita dengan selamat, Nikita yang sedang santai di kamar pun kaget ketika mendengar ada seseorang yang tiba tiba saja datang ke balkon rumahnya, Nikita segera menghampiri pintu balkon tersebut dan membukanya secara perlahan, dan itu adalah Rizky bersama yang lain.


"Rizky? Lo ngapain??" Tanya Nikita kebingungan ketika melihat mereka berdiri di balkon rumahnya.


"Nanti gua jelaskan, ayo semuanya masuk dulu! Sebelum terjadi hal yang lainnya!" Jelas Rizky kepada mereka semua.


Kini mereka semua pun masuk ke dalam kamar Nikita dan mengunci pintu balkon tersebut, dengan nafas masih terengah engah mereka pun duduk sejenak di kursi dan di lantai kamar Nikita.


"Pada kenapa sih? Lo kenapa?" Tanya Nikita kebingungan.


"Geng mata satu, mereka mau membunuh kita!" Jelas Andre dengan nafas masih terengah engah.


"Geng mata satu? Apaan tuh?" Tanya Nikita kebingungan dengan menghampiri Rizky.


"Sebaiknya Lo masukin barang barang penting ke dalam tas Lo, termasuk Gunting, lakban, kardus, pokoknya yang menurut Lo berguna!" Suruh Rizky kepada Nikita dengan menggenggam tangannya.


"Emang ada apaan? Gua gatau harus apa!" Kata Nikita yang masih kebingungan.


"Biar gua bantu, Lo semua jaga di balkon agar mereka tidak masuk ke dalam rumah Nikita!" Jelas Rizky dengan mengambil tas Nikita dan membantunya memasukkan barang yang menurutnya berguna.


"Baiklah, kita akan jaga!" Jelas Anto dengan tersenyum kepada Rizky.


Sementara itu Rizky dan Nikita pun memasukkan barang barang yang menurutnya berguna, dan memodifikasi senjata dengan barang yang ada dikamar Nikita, Rizky pun memberikan semua senjata rancangan miliknya tersebut kepada teman temannya, dan pada saat sedang membagikan senjata, tiba tiba saja ada bunyi pintu di dobrak dari arah lantai 1, semua pun terlihat sangat panik karena mereka sudah terkepung.


"Cari mereka! Bunuh, dan jangan sampai ada salah satu orang pun yang tersisa!" Teriak ketua geng mata satu tersebut dengan menyuruh anak buahnya.


"Waduh, kita terkepung!" Kata Andre dengan panik.


"Percayalah, gua udah siapkan semuanya dan gua yakin ini akan berhasil!" Kata Rizky dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Stop! Gua tau penyebab mereka semua tahu kita ada dimana, dan dikejar oleh mereka!" Tahan Rizky dengan mengambil sebuah topeng tersebut.


"Kenapa? Emang ada apa di topeng itu?" Tanya Alucard kebingungan.


"Sialan! Ternyata Michael sudah merancang rencana dengan sangat sempurna!" Kesal Rizky dengan memotong sebuah kabel di topeng tersebut.


"Maksud Lo?" Tanya Andre kebingungan.


"Dia sudah memasang alat pelacak di topeng yang diberikan olehnya, pantas saja mereka bisa menemukan kita!" Jelas Rizky dengan kesal dan melempar topeng tersebut.


"Bos! Coba ada di pintu ini kali!" Teriak salah seorang anggota yang sudah ada di depan pintu kamar Nikita.


"Kita harus apa?" Tanya Nikita dengan berbisik.


"Kita harus lindungi Nikita, apapun resikonya." Jelas Rizky dengan tersenyum kepada teman temannya, "oh ya, Lo bisa kan pergi ke rumah Reyhan dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sama mamanya Reyhan? Gua harap Lo bisa, karena nyawa kita bergantung sama Lo." Sambung Rizky dengan menggenggam tangan Nikita.


"Maksudnya? Gua harus ke rumah reyhan?" Tanya Nikita dengan kebingungan.


"Iyah, apapun caranya kita akan melindungi Lo!" Jelas Anto dengan mengeluarkan sebuah yoyo miliknya.


"Tapi? Gua harus ngapain?" Tanya Nikita dengan kebingungan.


"Cukup bilang 'geng halilintar' maka mama Reyhan akan mengerti yang dimaksud Lo." Jelas Rizky dengan tersenyum.


"Dobrak! Gua rasa mereka ada di dalam!!" Teriak ketua geng mata satu tersebut.


"Okeh, biar gua aja yang lawan mereka, kalian pergi lewat balkon dan lindungi Nikita." Jelas Anto dengan tersenyum kepada mereka semua.


Rizky bersama yang lainnya pun turun lewat balkon dan berusaha kabur dari kejaran geng mata satu tersebut, dari luar terdengar beberapa barang yang pecah dan juga teriakan Anto dengan sangat keras, Rizky berharap Anto baik baik saja pada saat melawan geng mata satu itu.


Mereka semua pun berlari ke arah rumah Reyhan yang jaraknya empat ratus meter dari rumah Nikita, tetapi pada saat mereka berlari, dari belakang mereka dikejar oleh geng kelelawar es, Rizky pun berlari semakin cepat dan berusaha melindungi Nikita dari serangan geng kelelawar es tersebut.


"Kalian pergilah, saatnya gua beraksi!" Kata Alucard dengan menyuruh mereka pergi.


"Hati hati dengan geng kelelawar es, mereka punya es batu yang dapat melumpuhkan musuhnya." Teriak Rizky seraya terus berlari bersama dengan Andre dan juga Nikita.


Mereka pun berlari dengan sangat cepat, tetapi lagi lagi mereka dicegat oleh beberapa preman suruhan geng halilintar, sekarang giliran Andre yang melawan mereka, dan Rizky berlari bersama dengan Nikita, namun pada saat hampir dekat dengan rumah Reyhan, tiba tiba saja Rizky di cekik dari belakang dengan lengan yang cukup kuat, dan Rizky hampir kehabisan nafas, tetapi Rizky langsung menonjok perut orang tersebut dan membanting orang tersebut dengan sangat keras.


"Sebaiknya Lo cepetan, daripada semakin banyak kerusuhan!" Kata Rizky dengan melirik ke arah Nikita.


"Baiklah, gus akan usahakan!" Jelas Nikita dengan tersenyum kepada Rizky, dan pergi meninggalkannya menuju ke rumah Reyhan.


Nikita pun berlari ke arah rumah Reyhan dengan secepat mungkin, setelah beberapa menit berlari, kini Nikita sudah sampai di rumah Reyhan, dan dia sudah berada di teras depan rumah Reyhan, Nikita pun mengetuk ngetik pintu rumah Reyhan, tetapi belom ada yang menjawabnya ataupun membukakan pintu, beberapa lama Nikita mengetuk pintu, akhirnya mama Reyhan membukakan pintu dan tersenyum kepada Nikita.


"Eh, ada apa Nikita?" Tanya Judy dengan tersenyum kepada Nikita yang sedang mengatur nafasnya.


"Itu tan... Itu, geng Halilintar" kata Nikita dengan nafas masih tidak teratur.


"Baiklah, kamu ikut Tante sebentar, dan jangan berisik!" Kata Judy dengan menarik tangan Nikita ke dalam rumah Reyhan dan membawanya entah kemana.


Sementara itu dengan dewa, dan juga Michael mereka sedang bertarung dengan sangat kuat dan sangat dahsyat, dewa yang sudah mengenakan sarung tinju dengan berlapis besi dari jam tangan yang dia pakai itu, dewa yang sudah dalam posisi sangat kuat dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun, langsung mencekik Michael dan memojokkannya ke lantai.


"Lo akan gua buka topengnya!" UCap Dewa dengan tersenyum kepada Michael.


"Gua-gua-gua akan bunuh Lo!" Teriak Michael dengan keadaan sedang tercekik, dan berusaha mengambil pedang yang berada di sampingnya.


"Tidak semudah itu Ferguso! Lo udah kalah!" Kata dewa dengan menendang pedang tersebut jauh jauh dari Michael.


"Sialan! Gua akan panggil seluruh pasukan gua!" Teriak Michael dengan berusaha meraba pahanya.


"Tidak semudah itu gua bilang!!" Kesal Dewa dengan melotot dan menginjak kaki Michael.


"Sialan!!! Gua akan buat Lo semua menjauh dari lita!" Teriak Michael dengan kesal.


"Cukup, saatnya membuka topeng Lo dan gua harus tahu siapa Lo." Jelas Dewa dengan membuka topeng Michael secara perlahan.


Dewa pun langsung membuka topeng yang digunakan oleh Michael tersebut, ketika topeng tersebut di buka, nampak lah wajah Michael yang sudah babak belur akibat dipukuli oleh Dewa yang dalam keadaan tidak terkendali, Dewa pun terkejut ketika melihat siapa orang yang ada dibalik topeng tersebut.


"Hah?!! Tidak mungkin!" Ucap dewa dengan terkejut dan menjauh dari Michael.


"Apa?!! Michael yang selama ini pelakunya?" Kata Reyhan dengan terkejut dan menundukkan kepala.


"Ya! Memang gua pelaku dari semua ini, gua yang menciptakan semua kekacauan, ini semua demi Lita, agar lo menjauh dan gua bisa mendekati Lita secara bebas! Tanpa ada halangan apapun! Puas Lo semua??!" Jelas Michael dengan berteriak karena kepuasan yang dia dapatkan.


"Gila sih, gua gak nyangka kalo Lo yang lakuin ini semua." Kata Roy dengan menggelengkan kepalanya.


"Percayalah, gua akan kembali, dan gua akan--" kata Michael dengan beranjak pergi, tetapi pada saat hendak pergi dia tiba tiba saja pingsan.


"Nah, itu dia stun gun yang gua maksud!" Kata Willy dengan memutar stun gun yang dia bawa dan tersenyum.


"Galang, percayalah gua akan kembali, jadi berhati hatilah!" Jelas musuh Galang dengan mendekati Galang dan menghilang secara tiba tiba.


"Baiklah, enaknya dia kita apakan?!!" Tanya verrel dengan kebingungan seraya melihat mereka semua.


"Gue rasa kita harus penjarakan dia, karena dia yang menyebabkan semua kekacauan ini!" Kata Roy dengan melihat ke arah bawah dan nampak kerusuhan sedang terjadi, dan semua pun melihat ke arah kota yang sedang mengalami kerusuhan.


"Reyhan!! Menunduk!!" Teriak Judy yang tiba tiba ada di bawah dengan mengeluarkan sebuah yoyo yang di rancang sedemikian rupa.


Judy pun melempar yoyo tersebut ke arah belakang Reyhan, dan tepat sasaran, karena di belakang Reyhan ada Michael yang hampir menusuknya dengan sebuah pisau, setelah Michael jatuh, dengan keadaan lemah, Reyhan bersama yang lainnya pun berbalik ke arah belakang dan memperhatikan Michael.


"Ternyata...... Lo Setega itu yah demi mendapatkan lita?" Kata Roy dengan menggelengkan kepalanya.


"Lo harus bertanggung jawab atas kerusuhan ini, suruh mereka berhenti!" Kata verrel dengan mencekik leher Michael.