
"Yeh, komen aja lu jones." kata Reyhan dengan kesal karena sedari tadi dia terus dikagetkan oleh beberapa orang.
Lalu bel masuk pun berbunyi dan kini pelajaran pun sudah dimulai, setelah 7 jam belajar, kini jam bel pulang sekolah pun berbunyi dan semua murid pun langsung pulang ke rumah masing-masing, lain halnya dengan dewa, dia kini sedang berjalan menuju parkiran,tetapi ada seseorang yang menahan tangannya, dan itu adalah Lita.
"Ehm, dewa bisa ngomong sebentar gak?" ucap Lita yang memegang tangan Dewa dan tersenyum ke arahnya.
"Hah? Kaget gue, kenapa?" kata dewa dengan melihat ke belakang dan mulai fokus pada Lita yang sedang berdiri tepat di belakangnya.
"Bisa ngomong sebentar gak?" tanya Lita dengan melihat dewa yang sedang melipat kedua tangannya di depan dada.
"Mau ngomong apa, ngomong aja sih." kata dewa dengan jutek dan mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Gue mau memperbaiki masalah kita yang belum selesai." kata Lita dengan gugup dan mulai menggenggam tangan dewa, tapi dewa mulai menepisnya.
"Memperbaiki apa? Bukannya kita udah putus dan ga ada hubungan apa apa lagi?" tanya dewa dengan sangat kesal dan mulai menyalakan motornya.
"Tunggu sebentar dewa, gue mau ngomong serius sama lu, plis kasih gue kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita." Kata Lita dengan memegang motor dewa.
"Apanya lagi yang perlu diperbaiki?" tanya dewa dengan membuka helmnya dan melirik ke arah lita.
"gue mau ngajakin lu jalan Minggu depan, kira kira ada waktu gak?" ajak Lita dengan memegang tangan dewa.
"Hah? Lo serius?" tanya Galang yang tiba tiba munul tepat di samping Dewa.
"Lo bisa gak sih kalo muncul itu ga tiba tiba?" tanya dewa dengan kesal sambil melotot ke arah Galang.
"Wooo! Tenang aja tenan!" kata Galang dengan menenangkan Dewa yang mulai emosi terhadap Galang.
"Emm, dewa kalo lu gabisa jawab sekarang, jawab aja besok atau--" kata Lita dengan melihat ke arah dewa yang sedang kesal, tapi tiba tiba saja dewa memotong kata kata Lita.
"Ssst!! Iyah, gue bakal jalan sama lu Minggu depan, gue hargain perasaan Lo, karena digantungkan itu ga enak!" kata dewa dengan mendekati jari telunjuknya ke arah mulut Lita, dan dewa mulai tersenyum ke arah Lita.
"Gue mencium bau bau orang yang akan balikan nih kayaknya!" kata Galang dengan menghirup nafas panjang dan tersenyum ke mereka berdua.
"Yeh, minta di jit--" kata dewa dengan berbalik ke arah belakang tetapi Galang sudah tidak ada.
"Gue duluan, jadi takut gue kalo lama lama disekolah, Galang selalu muncul tiba tiba, udah kayak kuyang ajah dah!" kata Lita dengan terburu buru dan langsung pergi meninggalkan dewa yang sedang kebingungan.
"Ah, mendingan gue pulang juga dah, ribet banget dah si Galang!" kata dewa dengan kembali menyalakan motornya dan langsung pergi menuju rumahnya.
Sementara itu dengan Reyhan, kini dia pulang bersama dengan Nikita, Reyhan pun mengajaknya untuk ke rumahnya untuk mampir dan main,setelah beberapa menit perjalanan dari sekolah mereka berdua pun kini sudah sampai di rumah Reyhan.
"Ayo, silahkan duduk dulu." kata Reyhan yang turun dari motor dan membuka helmnya, lalu mempersilahkan Nikita untuk duduk di kursi yang tersedia di sana.
"Hmm, okeh makasih ya!" kata Nikita yang berjalan ke arah kursi itu dan beristirahat sejenak.
"Gue ke dalam dulu yah, mau ganti baju." kata Reyhan dengan masuk ke dalam rumah dan mengganti baju.
Reyhan pun berganti baju beberapa menit, setelah selesai berganti baju Reyhan keluar dengan membawakan teh dan juga roti di nampan, dan menaruhnya di meja untuk dimakan bersama dengan Nikita.
"Silahkan, dimakan rotinya!" kata Reyhan dengan mempersilahkan Nikita untuk memakan roti yang tersedia.
"Oh ya, nanti gue makan kok!" kata Nikita kepada Reyhan.
"Oh ya, tangan lu gimana?" tanya Reyhan dengan melihat tangan Nikita yang masih memerah.
"Gimana apanya??" tanya Nikita kebingungan dan melihat ke arah Reyhan.
"Iyah, udah mendingan apa belom? Katanya lu kena kuah soto? Kok bisa?" tanya Reyhan dengan banyak pertanyaan kepada Nikita, dan Nikita mulai menutup telinganya.
"Hadeh, banyak banget pertanyaannya, kayak wartawan infotainment ajah Lo!" kata Nikita dengan mengusap telinganya karena pusing dengan banyak pertanyaan yang diberikan oleh Reyhan.
"Hahaha! Segitunya Lo sama pertanyaan yang banyak, emang kenapa sih?" kata Reyhan dengan bergurau bersama dengan Nikita dan mulai meminum teh yang ada.
"Mau dijwab gak nih pertanyaannya?" Tanya Nikita yang jahil kepada Reyhan sambil tersenyum manis.
"Ya-ya-ya, jaa- jaa- jawab aja!!" kata Reyhan dengan gugup karena Nikita yang tersenyum manis ke arahnya.
"Yah, kemaren gue lagi di kantin sih, entah kenapa pas gue lagi bawa makanan ke meja makan gue ada orang yang sengaja atau gak sengaja numpahin kuah soto di tangan gue, dan gue ga ngeliat orangnya siapa." kata Nikita dengan menceritakan kejadian yang sebenernya.
"Wah, gue rasa lu mulai ada haters nih." kata Reyhan dengan memakan roti yang ada di piring.
"Iyah nih, itulah suka dukanya jadi selebgram kayak gue." kata Nikita dengan menundukkan kepalanya dan mulai bersedih.
"Udah, lu gausah sedih, percayalah orang yang iri sama Lo itu hanya orang yang kurang kerjaan." kata Reyhan dengan memberikan motivasi kepada Nikita yang sedang bersedih.
"Abang?!! I-i-i-itu? Aku ga salah liat?" kata seseorang yang muncul secara tiba tiba dari kejauhan dengan berteriak.
"Heh! Kagetin aja yah! Bukannya masuk ganti baju, malah berdiri di situ." kata Reyhan yang kesal kepada seseorang itu dan mengomelinya.
"Hehehe, maaf Abang, kan aku baru pulang." kata anak berseragam SMP itu yang menghampiri Reyhan.
"Itu siapa?" tanya Nikita dengan menoleh ke arah anak berseragam SMP Yang sedang berjalan ke arah Reyhan.
"Ini, ini adek gue, namanya Michelle." kata Reyhan dengan memperkenalkan Michelle kepada Nikita.
"Hah?!! Ini? Seriusan? Ini kan!! Ini kan Nikita sang selebgram mukbang yang kalo makan banyak gapernah gendut!!!" kata Michelle dengan penuh kesenangan karena di rumahnya ada seorang selebgram yang terkenal.
"Ganti baju dulu sana, gausah norak yah!" kata Reyhan dengan kesal karena Michelle yang mengganggunya mengobrol.
"Sejak kapan Abang bisa temenan sama selebgram kayak kak Nikita ini?" tanya Michelle yang duduk tepat di samping Reyhan.
"Yah, dibilang ganti baju dulu!" kata Reyhan dengan kesal dan mulai menjewer telinga Michelle.
"Adaw!! Aku gamau ganti baju, foto dulu sama kak Nikita baru aku ganti baju!!" kata Michelle yang mengeluarkan handphone miliknya dan mulai menyalakan kamera.
"Reyhan, biarin ajah, biarkan dia foto dulu sama gue, kan kasian nih fans gue yang paling cantik." kata Nikita yang berusaha membela Michelle yang sedang di jewer oleh Reyhan, Reyhan pun melepaskan jewerannya dan membiarkan mereka berdua berfoto ria.
"Asik! Ayo kak Nikita! Foto ya" ajak Michelle yang mengarahkan kameranya untuk berfoto, dan mereka berdua pun foto bersama.
"Nah, udah selesai kan? Sana ganti baju! Kamu bau bangkai ayam tau!" kata Reyhan dengan menutup hidungnya.
"Ih Abang! Mangkanya mulut sama hidung jangan deketan!" kata Michelle dengan meledeknya dan langsung kabur ke dalam untuk berganti baju.
"Hahaha! Adek lu lucu banget sih, ngakak tau gak!" kata Nikita dengan tertawa melihat kelakuan Michelle.
"Gatau tuh bocah, namanya hidung sama mulut ya deketan lah! Masa iya hidung sama mulut jauhan!!" kata Reyhan dengan kesal kepada adiknya yang baru saja masuk.
Ya, Michelle adalah adik Reyhan, Reyhan adalah anak pertama dari dua bersaudara, adiknya ini terkadang jail dan usil terhadap Reyhan, meskipun begitu adiknya sayang sama Reyhan dan sangat tulus mencintai Reyhan sebagai kakaknya.
Setelah beberapa menit Michelle berganti baju, Michelle pun langsung keluar dan duduk tepat di samping Reyhan.
"Mau apalagi?" tanya Reyhan dengan kesal dan melirik ke arah Michelle yang tersenyum kepada mereka berdua.
"Kenapa kak Nikita bisa kenal sama Abang Reyhan?" tanya Michelle dengan mengeluarkan perekam suara.
"Kamu ngapain sih dek? Udah kayak wartawan infotainment aja." kata Nikita yang kebingungan dengan tingkah laku Michelle.
"Haduh, kamu ngapain sih?" tanya Reyhan dengan menepuk jidatnya dan melihat ke arah Michelle.
"Wah, kamu mau jadi wartawan? Bagus tuh! Kembangkan terus bakatmu!" kata Nikita dengan memberikan support kepada Michelle.
"Ah, asik akhirnya di support juga sama selebgramnya langsung." kata Michelle yang tersenyum kegirangan.
"Kamu udah kerjain pr belom?" tanya Reyhan yang berusaha untuk mengusir Michelle secara halus.
"Aku gak ada pr! Kenapa sih Abang kayaknya pengen banget aku ke dalam?" kata Michelle dengan kesal dan mulai cemberut.
"Udah, gausah ribut ah, adek kakak harus akur." kata Nikita yang berusaha menenangkan mereka berdua yang hendak ribut.
"Hehe, Abang udah move on belom dari Cici--" kata Michelle dengan tersenyum, dan kata katanya terpotong akibat Reyhan yang membekap mulut Michelle secara tiba tiba.
"Jangan bahas Cici Mauren lagi! Abang udah move on!!" kata Reyhan dengan berbisik ke telinganya Michelle.
"Ah! Tangan Abang bau bawang!" kata Michelle dengan melepaskan tangan Reyhan yang membekap mulutnya.
"Mangkanya mulut sama hidung jangan deketan!" kata Reyhan yang membalas dendam kepada Michelle yang mengejeknya tadi.
"Hahaha! Kalian berdua ini lucu banget! Jadi ngakak gue!" Kata Nikita dengan tertawa melihat tingkah laku Michelle dan juga Reyhan.
"Oh ya, tangan Lo udah sembuh belom?" tanya Reyhan yang berusaha beralih ke topik pembicaraan.
"Hah? Emang tangan kakak Nikita kenapa?" tanya Michelle dengan melihat tangan Nikita yang tampak memerah.
"Michelle! Bantu mama sini!" kata mama Reyhan dengan memanggil Michelle, dan Michelle pun masuk ke dalam untuk membantu mamanya.
"Hmm, gue rasa sih udah, walau masih perih kena kuah soto yang panas." kata Nikita dengan memperlihatkan tangannya yang masih memerah kepada Reyhan.
"Oh ya, Lo udah punya pacar?" tanya Reyhan dengan melihat ke arah Nikita yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Hah? Kok Lo tiba tiba nanya itu? Kenapa?" tanya Nikita dengan kebingungan karena Reyhan menanyakan pertanyaan yang menurutnya sangat aneh.
"Ya gapapa sih, gue cuma nanya doang." kata Reyhan dengan grogi dan berusaha memalingkan pandangannya.
"Tenang aja, gue gapunya pacar kok, masih jomblo nih, hahaha!" kata Nikita dengan tersenyum ke arah Reyhan dan tertawa.
"Biasanya cewek cantik kayak Lo itu udah punya pacar 1 dan selingkuhan 4, hahaha." kata Reyhan dengan bercanda ria bersama dengan Nikita.
"Hahahaha! Bisa aja lo!" kata Nikita dengan tertawa karena lawakan yang dibuat oleh Reyhan.
"Oh ya, lu gak ditanyain sama nyokap Lo?" tanya Reyhan dengan melihat ke arah Nikita yang masih tertawa.
"Ah, tenang ajah, asal pulang jangan lebih dari jam 7 malam." kata Nikita dengan tersenyum ke arah Reyhan yang mulai grogi.
"Emm, fo-fo- foto bareng mau gak?" tanya Reyhan dengan mengeluarkan handphone miliknya dan meletakkannya di meja.
"Eh? Yaudah, ayo!" kata Nikita dengan mengeluarkan handphone miliknya, dan mulai membuka kamera, lalu bergaya bersama Reyhan dan berselfie ria dengan Reyhan.
"Asik, kapan lagi gue bisa foto sama selebgram." Kata Reyhan dalam hatinya dengan tersenyum saat berfoto bersama dengan Nikita.
"Oh ya, ini gue post di Instagram gapapa kan?" tanya Nikita dengan memainkan handphone miliknya untuk di post di Instagram.
"Hmm, gue sih ngikut lu aja." Kata Reyhan dengan kebingungan dan dia pun mulai salah tingkah.
"Yaudah, gue udah post tuh, hehehe!" kata Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan yang sedang meminum teh yang ada.
"Mau gue anterin pulang nggak? Udah sore nih." kata Reyhan dengan mengambil kunci motornya di saku celananya.
"Oh iya!! Keasikan ngobrol gini nih, hahaha!" kata Nikita dengan menepuk jidatnya dan tersenyum ke arah Reyhan.
"Yaudah, ayo gue anterin." kata Reyhan yang berjalan ke arah motornya dan mulai menyalakan motornya untuk mengantar Nikita ke rumahnya.
Setelah Nikita selesai bersiap, Reyhan pun mengantar Nikita ke rumahnya, sementara itu di rumah verrel, dia melihat Instagram Nikita dengan postingan terbarunya bersama Reyhan yang memiliki like sebanyak 300 ribu like dalam waktu 3 menit, kebetulan verrel sedang berkumpul bersama dengan Galang dan juga willy, Verrel pun memberitahu postingan terbaru Nikita kepada mereka berdua.
"Weh, liat deh, Reyhan foto bareng sama Nikita dong!!" kata Verrel dengan memberi tahukan foto itu kepada mereka berdua.
"Wih! Gue rasa bentar lagi bakalan ada yang jadian nih!" kata Willy dengan melihat Instagram Nikita.
"Gue rasa sebentar lagi akan terjadi sesuatu diantara mereka berdua." kata Galang dengan memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya.
"Ah Lo! Terjadi sesuatu Mulu dah! Emangnya Lo tau apa yang akan terjadi?" tanya Willy yang seolah olah tak percaya dengan perkataan Galang.
"Ternyata benar dugaan gue hanya Roy yang mengerti dengan apa yang gue katakan." kata Galang dengan tersenyum kepada mereka berdua.
"Iyah Galang Iyah, kita percaya kok sama Lo." Kata Verrel dengan menepuk pundak Galang.
"Hmm, gue pulang duluan yah, bye." kata Galang dengan menghembuskan nafas panjang dan hilang tepat di depan mata mereka.
"Jadi takut gw sama Galang!" kata Willy dengan gemetar dan pingsan di rumah Verrel.
"Aduh, malah pingsan lagi nih anak." kata Verrel dengan melihat Willy yang pingsan dan Verrel pun ikut pingsan.
Sementara itu di rumah Anto mereka sedang berkumpul bersama, dan sedang bermain PS 4 milik Anto, Andre yang melihat foto postingan terbaru Nikita langsung menunjukkan itu ke Rizky yang sedang fokus melawan Anto.
"Rizky! Liat dah liat!!" kata Andre dengan menunjukkan foto terbaru Nikita.
"Apaan sih anjir? Ganggu aja! Nanti dulu Napa! Gue lagi lawan si Anto nih!" kata Rizky dengan kesal dan terus fokus melawan Anto yang memakai Kabuto.
"Hahaha! Kalah lu kampret!!" kata Anto dengan terus mengeluarkan jurusnya, dan itu membuat Rizky kalah.
"Ah sialan! Emang ada apa sih?" tanya Rizky yang masih kesal karena kekalahannya.
"Slow aja Rizky, lagian ini kan cuma game." kata Alucard yang sedang meminum cola.
"Nih, lu liat ini! Masa iya Reyhan foto bareng sama Nikita!" kata Andre dengan menunjukkan foto itu kepada Rizky.
"Ah, diem Napa! Gue udah bisa move on nih!" Kata Rizky dengan menghindar begitu saja dan pergi ke kursi untuk menikmati pizza yang tersedia.
"Ada yang mau lawan gue lagi gak? Lo semua cupu nih!" kata Anto dengan merendahkan skill teman temannya bermain PS 4.
"Sialan Lo! Nantangin gue Lo? Ayo lah! Gue sanggup lawan Lo!" kata Alucard yang membuka jaketnya dan mulai bersiap untuk bermain PS 4.
"Liat dulu Rizky! Gue rasa bentar lagi mereka berdua bakal jadian!" kata Andre dengan terus memperlihatkan fotonya kepada Rizky dan tersenyum licik kepada Rizky.
"Ah! Diem Lo! Gue udah males ngurusin hidup dia!" kata Rizky dengan kesal dan menghindari Anto, lalu duduk di samping Michael.
"Apa Lo yakin ga ada niat balikan sama dia? Kalo dia beneran pacaran sama Reyhan gimana? Gw rasa Reyhan ga pantes dapetin Nikita." kata Michael yang seperti berusaha menghasut Rizky agar balikan lagi dengan Nikita.
"Hmm, bener juga kata Lo, Reyhan ga pantes dapetin Nikita! Yang pantes cuma gue!!" kata Rizky dengan tersenyum licik kepada arah mereka semua.
"Jadi? Lo mau balikan lagi sama dia atau gimana?" tanya Andre dengan mendekati Rizky yang sedang duduk dan meminum cola.
"Bantu gue supaya balikan sama Nikita." kata Rizky dengan tersenyum dan mulai mengepalkan tangannya.
"Okeh, jadi apa yang akan lu lakuin?" tanya Michael dengan tersenyum ke arah Rizky.