Reyhan

Reyhan
ep 45



"Gue merasa gak berguna." Kata Galang dengan tersenyum secara terpaksa.


"Gak berguna? Maksudnya?" Tanya Lauren dengan kebingungan.


"Iya, maafin gue gabisa bantu dengan cara menerawang." Ucap Galang dengan nada lemah.


"Sudahlah Galang, gak usah dipikirin, sekarang saatnya kita bekerja sama." Jelas Shinta yang masih fokus dengan laptop miliknya.


Sementara itu dengan Rizky dan yang lainnya, mereka hampir sampai di depan pasar, tetapi ternyata penuh dengan kemacetan oleh kendaraan yang lainnya, mereka pun terpaksa menerobos masuk secara paksa ke arah pasar yang tampak ramai itu.


"Baiklah, kita harus bantu mereka semua." Jelas Anto dengan melihat sekeliling.


"Itu mereka, para preman itu masih belom melawan mereka, sebaiknya cepetan kita bantu." Seru Andre dengan menunjuk ke arah Milea dan yang lainnya.


"Baiklah, jangan bar bar, gue punya rencana." Kata Anto dengan melihat sekeliling.


Sementara itu dengan Milea dan yang lainnya, mereka masih dalam keadaan diam dan sunyi di tempat tersebut, para preman itu hanya melihat mereka dan tidak melakukan apapun, Santi pun kebingungan.


"Kenapa mereka gak melawan kita?" Bisik Santi dengan melihat sekeliling.


"Gue rasa mereka sedang merencanakan sesuatu." Jelas Jessica dengan melirik jam tangannya.


"Sudah jam setengah enam, sebentar lagi jam enam, apa mereka menunggu Jam enam untuk menyerang kita?" Kata Milea dengan kebingungan.


"Gue rasa iya, karena kalo jam enam mungkin mereka bertambah kuat dan tidak bisa dilawan oleh yang lainnya." Jelas Shannia dengan melihat sekeliling.


"Hah, liat itu ada Andre di lantai dua." Bisik Santi dengan melihat ke arah Andre yang sedang bersiap.


"Gue rasa mereka mau membantu kita, kita harus bersiap-siap." Jelas Angel dengan tersenyum.


"Baiklah, kira-kira rencana apa yang akan mereka lakukan." Jelas Jessica dengan Tersenyum.


"Kalian ternyata kalo dilihat, cantik juga ya." Kata salah seorang pria.


"Iyah bos, kayaknya enak nih kalo kita mainin mereka, apalagi yang itu tuh, semok banget!" Seru salah seorang laki laki dengan menunjuk ke arah Milea.


"Gawat, gue rasa kita mau diperkosa sama mereka." Bisik Jessica dengan mengeluarkan sebuah pisau.


"Kalo kalian mau lolos dari kita, kalian harus menyerahkan anak itu buat kita mainin, hahaha!" Teriak salah seorang preman dengan menunjuk Milea dan tertawa.


"Nggak sebelum Lo ngelewatin mayat gue!" Teriak Anto dengan melompat dan menonjok salah satu preman, lalu berjalan ke arah mereka.


"Wah, ternyata ada yang mau jadi jagoan nih." Ledek salah seorang preman yang sedang merokok.


"Gue gak jadi jagoan, gue hanya melindungi gadis cantik dari kota." jelas Anto dengan khas berlogat Sunda.


"Baiklah, kalo memang Lo mau jadi jagoan, serang mereka." Kata salah seorang preman dengan mengacungkan jari.


"baiklah, kalian pakai sepatu roda ini, cepatlah biar gue yang lawan mereka." Perintah Anto dengan mengeluarkan sepatu roda dari dalam tasnya.


Mereka pun langsung memakai sepatu roda tersebut, sedangkan Anto melawan dan berusaha untuk memperlambat waktu, setelah selesai memakai sepatu roda, Anto yang sudah siap dengan sepatu roda juga langsung memberikan kode kepada Rizky, seketika Rizky datang dengan skateboardnya dan menghajar mereka semua, lalu berdiri di samping Anto.


"Baiklah, udah pake satu roda semuanya?" Tanya Rizky dengan membawa sebuah tali.


"Udah, sekarang kita harus gimana?" Tanya Jessica dengan melirik ke arah preman yang datang.


"Baiklah, pegang tali ini, biar gue yang atur semuanya, tunggu disini sebentar!" Seru Rizky dengan memberikan tali yang cukup panjang dan pergi entah kemana.


"Yakin pegang tali ini? Mau ngapain anjir." Kata Shannia dengan kebingungan.


"Udah, cepetan pegang aja talinya!" Bentak Anto yang nampak kesal dengan situasi sekitar.


Rizky yang sedang menuju ke tempat Alucard, berusaha dengan sangat cepat untuk mengendalikan skateboard miliknya, setelah sudah siap dia langsung naik ke sepeda dan memegang tali itu dengan erat, serta membawa skateboard miliknya.


"Baik, udah siap nih?" Tanya Alucard dengan bersiap untuk menggoes.


"Udah, mending cepetan sebelom jam enam!" Teriak Rizky dengan tersenyum kepada Alucard.


Alucard pun langsung menggoes sepeda itu, dan seketika mereka yang memegang tali langsung tertarik secara otomatis, Alucard terus menggoes sepeda itu melewati beberapa pengunjung yang sedang lewat.


Pada saat sudah hampir sampai ke titik, ternyata dari belakang beberapa orang masih mengejar mereka dengan motor, Alucard yang melihat itu langsung menggoes sepedanya semakin cepat dan berbelok ke arah kanan, dimana mereka keluar dari tempat tersebut, tetapi disana ternyata ada dua mobil yang sedang berdiam, dan pada saat Alucard berhenti pintu mobil itu pun terbuka secara bersamaan.


"Cepetan masuk! Bahaya kalo lama lama disini!" Teriak Bobby dengan membuka jendela dan menyuruh mereka untuk masuk.


"Baiklah, semuanya ayo cepat masuk ke mobil!" Teriak Anto dengan melihat ke arah mereka yang sedang ketakutan.


Mereka semua pun langsung masuk ke dalam mobil, dan pada saat sudah siap ternyata para preman yang mengejar tidak menyerah, mereka kini sudah berada di samping mobil mereka, dengan mengeluarkan sebuah golok.


"Mana anak itu! Serahkan sama kita, atau kalian akan aman!" Jelas bos dari preman itu.


"Biar gue kasih mereka kenang-kenangan dulu nih." Ucap Jessica dengan mengeluarkan sebuah bola bekel, dan melemparnya ke arah mereka semua.


"Baiklah, pegangan semuanya!" Teriak Siti Dengan bersiap untuk mengebut dan keluar dari area tersebut.


Bobi dan Siti pun langsung mengebut dengan sangat kencang dan mereka pun keluar dari tempat kuliner yang cukup luas tersebut, sementara itu Milea yang masih ketakutan pun sedari tadi hanya diam saja dengan air mata yang terus menetes dari matanya.


"Milea, Lo gapapa kan?" Tanya Lita dengan melihat wajah Milea.


"Gue takut, gue mau pulang ke rumah, gue rasa kita udah gak aman disini!" Rintih Milea dengan memeluk Lita dengan erat.


"Tenanglah Milea, Lo aman sama kita semua." Jelas Alucard dengan Mengelap keringatnya.


"Gue udah capek banget nih, pegel banget kaki gue." Kata Andre dengan meregangkan kakinya yang nampak pegal.


"Gue rasa kalian harus berhati-hati, karena kalian sudah terlibat oleh mereka." Jelas Bobi yang masih fokus pada jalurnya.


"Maksudnya hati-hati?" Tanya Anto dengan kebingungan.


"Sebaiknya jangan dibicarakan lagi, atau kalian akan diteror terus-menerus sama mereka." Jelas Bobi dengan tegas.


"Gue gamau liburan ini dihabiskan dengan teror, gue mau liburan ini sangat menyenangkan." Jelas Rizky dengan menatap luar jendela.


"Maka dari itu, kalian gausah berhubungan lagi dengan mereka, atau liburan yang kalian impikan akan berakhir dengan sia-sia." Jelas Bobi dengan terus menyetir.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di halaman villa yang cukup luas, mereka semua pun keluar dari mobil satu persatu dan duduk di teras rumah, mereka cukup kecapean dengan kondisi seperti tadi.


"Gue capek banget, kali gue pegel banget." Keluh Alucard dengan memegangi kakinya.


"Gue takut mereka akan datang lagi, gue gamau liburan ini diisi dengan teror seperti geng Halilintar." Jelas milea dengan mengusap air matanya.


"Udah, Lo gausah nangis dong, lebih baik sekarang kita makan aja dulu." Jelas Willy dengan memberikan kode bahwa dia sudah kelaparan.


"Oh ya, gue udah beli bahan masakannya nih, ada yang mau nemenin gue masak?" Ajak Angel dengan memperhatikan sekeliling.


"Gue ikut dong, kali aja ada yang bisa gue bantu gitu." Kata Lita dengan berseru dan Tersenyum.


"Ga ada lagi yang mau nemenin gue? Ini soalnya banyak banget, buat kalian semua loh." jelas Angel dengan mengeluarkan bahan masakan itu dari bagasi mobil.


"Baiklah, gue juga mau ikut, gue mau coba enakan mana masakan Lo sama masakan gue." Kata Santi yang tidak mau kalah dari Angel.


"Santi, Lo gausah ganggu Angel lah, Angel masakannya udah enak, nanti kalo Lo bantu makanannya tambah ga enak." Ledek Dewa kepada Santi.


"Gue gampar pake sepatu lo!!" Bentak Santi dengan melotot ke arah dewa.


"Cepetan dong, cacing di perut gue udah pada demo nih!" Teriak Willy yang sudah kelaparan dan tidak sabar ingin makan.


"Sabar dong, masak juga butuh proses!" Bentak Lauren kepada Willy Yang sedari tadi hanya ngedumel saja.


Angel, Lita dan Santi pun masuk ke dalam untuk memasakkan mereka makan malam, sementara itu dengan Reyhan dia sedang duduk bersama yang lainnya di teras depan rumah.


"Gue rasa kita harus berhati hati terhadap mereka." Jelas Reyhan dengan melihat langit yang tampak mendung.


"Kalian tidak tahu siapa mereka, mereka adalah geng yang paling berbahaya nomor lima di Indonesia!" Jelas Bobi yang baru saja datang membawa sekotak biskuit dan juga teh.


"Widih, apaan tuh kang?" Tanya Willy yang tadinya lemas dan bersemangat.


"Saya tahu kalian lapar, makan dulu nih cemilan buat ganjel perut!" Kata Bobi dengan memberikan biskuit dan juga teh kepada masing masing orang.


"Nah ini baru penjaga villa yang asik!" Seru willy dengan mengambil biskuit lalu memakannya dengan lahap.


"Roy, kapan Lo nembak Aulia nih?" Bisik Reyhan secara tiba-tiba ke roy yang sedang minum.


"Uhuk-uhuk, bikin orang keselek aja Lo!" Kata Roy yang sedang tersedak dan kesal dengan Reyhan.


"Teman-teman, maafin gue yah tadi gabisa bantu kalian." Kata Galang dengan Tersenyum secara terpaksa kepada mereka semua.


"Udah deh Galang, bukan salah Lo kok, yang penting kita udah selamat dari mereka." Jelas Roy dengan merangkul Galang.


"Lama nih yang masak, gue udah lapar banget!" Geram Willy dengan keadaan terkapar.


"Emangnya Lo doang yang laper? Gue juga lapar." Bentak dewa dengan kesal kepada Willy yang sedari tadi hanya ngedumel.


"Daripada nunggu, terus lama mendingan kita main PS4 dulu yuk?" Ajak Rizky dengan Tersenyum kepada mereka.


"Hah? Emang ada? Dimana?" Tanya Reyhan dengan penuh antusias.


"Ada, di rumah gue tuh, yuk lah main bareng-bareng!" Ajak Rizky dengan beranjak pergi ke rumah Rizky untuk bermain PS4.


"Roy, ada hal yang pengen gue omongin sama Lo, penting banget." Kata Aulia dengan menahan tangan Roy yang hendak pergi.


"Yaudah, ayo kita ke gazebo aja, biar lebih enak." Kata Roy dengan menggenggam tangan Aulia dan pergi ke gazebo.


"Widih, Roy mau kemana tuh sama Aulia?" Tanya Andre yang penasaran terhadap Roy.


"Yaelah, Lo pikir kita kesini mau ngapain?" Tanya Willy dengan memberikan sebuah kode.


"Ya jelas liburan lah, ngapain lagi coba selain liburan!" Seru Andre dengan Tersenyum.


"Bukan anjir, Roy pengen nembak Aulia, tapi entahlah dia masih belom ngasih tau gue sama yang lainnya." Jelas Willy dengan tersenyum kepada mereka semua.


Sementara itu dengan Roy dan Aulia mereka sedang duduk di gazebo, menikmati senja sore hari yang cukup indah dan matahari yang tenggelam secara perlahan dari langit, Aulia pun terus memandang langit dengan sangat serius, dan Tersenyum kepada Roy yang berada di sampingnya.


"Ternyata, gue udah lama gak liat begini." Kata Aulia dengan tersenyum kepada Roy.


"Udah lama? Maksudnya?" Tanya Roy dengan kebingungan.


"Iyah, gue dulu tinggal disini sewaktu kecil, dan selalu memandang matahari di sore hari, sungguh indah kan?" Kata Aulia dengan menyenggol lengan Roy dan Tersenyum.


"Iyah, matahari sore yang cukup indah." Kata Roy dengan terus memandangi langit sore hari yang cerah.


"Makasih ya Roy, Lo udah kasih gue kesempatan buat liburan lagi di puncak, tempat gue berasal." Jelas Aulia dengan menggenggam tangan Roy.


"Iya, tenang aja sama gue, selagi gue bisa membuat Lo senang, kenapa nggak?" Ucap Roy dengan membalas genggamannya.


"Gue harap liburan ini adalah liburan paling banyak kenangan bagi gue." Kata Aulia dengan tersenyum kepada Roy.


"Maksudnya? Gue masih gapaham." Jelas Roy dengan kebingungan.


"Entahlah, gue juga bingung apa yang gue bilang barusan." Jelas Aulia dengan Tersenyum kepada Roy dan terkekeh.


"Gue sih berharap, kalo kita di liburan kali ini gak ada yang namanya melawan geng lagi, gue mau liburan kali ini biasa aja kayak liburan orang pada umumnya." Jelas Roy dengan merangkul Aulia yang sedang duduk.


"Gue juga berharap kalo gue udah gak jomblo lagi di tahun 2019 nanti." Kata Aulia dengan memeluk lengan Roy dan Tersenyum.


"Tenang Aulia, gue pasti bakal nembak Lo pada saatnya." Batin Roy dengan tersenyum, lalu mencium kepala Aulia dengan lembut.


"Kapan yah makanannya jadi? Gue lapar banget." Kata Aulia dengan memegangi perutnya.


"Gue ada roti nih, tadi gue beli pas di tempat kuliner." Jelas Roy dengan mengambil roti dari tas selempang miliknya.


"Gue gak suka roti coklat, gue sukanya keju, coklat bikin gue mual." Kata Aulia dengan melihat roti tersebut adalah roti coklat.


"Yah, gue kira Lo suka sama roti coklat, ternyata keju yah, hahaha!" Kata Roy dengan terkekeh.


"Roy, Lo lagi suka sama siapa sebenernya?" Tanya Aulia dengan tersenyum kepada Roy.


"Eh?? Kenapa jadi nanya itu tiba tiba?" Tanya Roy kebingungan dengan melepas rangkulannya dari Aulia.


"Gue nanya doang, siapa sih emangnya? Penasaran gue." Tanya Aulia dengan penuh antusias.


"Roy! Makanannya udah siap nih, pacaran Mulu Lo berdua!" Teriak Reyhan dengan meledek Roy yang sedari tadi duduk berdua.


"Iyah, sebentar dulu dong." Teriak Roy dari gazebo.


"Yuk Roy, gue udah lapar nih!" Ajak Aulia dengan menggandeng tangan Roy dan pergi menuju rumah Reyhan, untuk makan bersama.


Mereka pun langsung masuk, dan setelah masuk sudah disuguhi dengan banyak sekali makanan di meja makan yang membuat Willy semakin semangat untuk mencoba semua menu yang asing baginya.


"Asik! Makan makan!!" Seru willy dengan mengambil piring dan hendak menyendok nasi.


"Sabar dulu kampret! Biar gue aja yang sendokin." Geram Angel seraya memukul tangan Willy dengan sendok.


"Yeh, Lo selow dong, gabisa nyelow amat sama gue!" Geram Willy dengan melihat Angel secara tajam.


"Lo nyari ribut sama gue?! Hah?!!" Bentak Angel dengan berkacak pinggang dan mulai melotot ke arah Willy.


"Udah woi! Gue udah lapar banget nih, gausah ribut dong!" Teriak Aulia dengan menggebrak meja dan membuat keheningan di ruang makan pada saat itu.


"Udah deh, gue udah lapar banget, langsung aja kita makan." Seru Reyhan dengan mengambil piring dan mulai makan bersama yang lainnya.


Mereka pun langsung makan dengan lahap, dikarenakan seharian penuh mereka berjalan jalan dan sudah melawan para preman tersebut dengan sekuat tenaga, walau milea masih shock dengan kejadian tadi, dia tetap makan dan tetap kembali ceria.


Setelah selesai makan, mereka pun duduk dulu sebentar di gazebo untuk membuat nasi itu turun ke perut terlebih dahulu sebelum tidur.


Selasa, pukul 21:30 wib, Rizky yang sedang memegang gitar dan duduk bersama MaurenĀ  di bawah sinar rembulan malam hari dan cuaca yang cukup dingin pada saat itu, Rizky pun mulai memainkan sebuah lagu untuk Mauren.


"Waktu pertama kali kulihat dirimu hadir." Kata Rizky dengan memainkan gitarnya secara perlahan, dan Mauren hanya terdiam mendengarkan dia bernyanyi.


"Lanjutkan, gue suka lagu ini." Jelas Mauren dengan tersenyum kepada Rizky.


Rizky pun mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi untuk Mauren dengan penuh kelembutan pada malam hari itu, dia menyanyikan lagu yang berjudul cinta luar biasa, yang dia persembahkan untuk Mauren, Mauren dan Rizky pun saling bernyanyi dan saling bertatapan satu sama lain dengan Tersenyum dan kehangatan di malam hari.


"Ada yang mau gue omongin sama Lo." Kata Rizky dengan menatap Mauren secara serius dan menaruh gitarnya di sampingnya, lalu menggenggam tangan Mauren.