
Lalu tiba-tiba saja Reyhan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan, dengan memegang sebuah tongkat baseball dia gemetar ketakutan, dan pandangannya masih lurus ke depan, Nikita pun menepuk pundak Reyhan seraya bertanya.
"Kenapa Lo Reyhan?" Tanya Nikita dengan kebingungan.
Belum sempat Reyhan menjawab, tiba-tiba saja snake masuk dan mulai memegang stir mobil dengan sangat kuat, lalu melirik ke arah mereka yang duduk di belakang.
"Kalo kalian mau selamat, pakai sabuk pengaman dan berpegangan pada sesuatu." Perintah snake Dengan penuh keringat di dahinya.
"Ada apa emangnya?" Tanya Aulia kebingungan.
"Lo pikir gue selama ini ngapain aja, selain modifikasi tuh mobil?" Kata Jessica lewat earphone tersebut dan Tersenyum.
"Hah? Maksudnya?" Tanya Shannia dengan kebingungan.
Tiba-tiba saja mobil tersebut langsung menyala dengan otomatis dan bergerak lurus ke arah depan dengan kecepatan penuh, snake pun hanya membelokkan mobil tersebut dengan stir, ternyata mobil yang mereka gunakan sudah dimodifikasi oleh Jessica dengan nitro yang cukup banyak.
Pada akhirnya mereka lolos dengan tidak melawan geng tersebut, setelah beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di parkiran villa, Shannia yang terkejut masih dalam keadaan diam memandang lurus ke depan dengan rambut yang cukup berantakan.
"Ayo turun Shan, Lo ngapain diem aja?" Ajak Nikita dengan menarik lengan Shannia.
"Ketakutan nih ye? Gitu aja kok takut, hahaha." Ledek Nikita dengan tertawa.
"Udah deh, lebih baik cepetan kita ke dalam, kita siapin deh peralatannya." Kata Aulia dengan mengambil beberapa belanjaan dan membawanya.
"Sini Aulia, biar aku bawain." Kata Roy seraya mengambil satu plastik tersebut.
"Aduh, dasar bucin." Sindir Reyhan dengan beranjak masuk ke dalam.
Mereka pun membawa belanjaan tersebu ke dalam rumah, di rumah ternyata mereka sedang sibuk memotong dan juga mengolah masakan yang akan mereka makan pada saat malam tahun baru nanti, Roy pun menaruh peralatan masak yang baru di atas meja.
"Udah gue beli semua yang kita butuhkan." Kata Roy dengan menaruh barang tersebut.
"Kalian gapapa kan?" Tanya Rizky dengan khawatir kepada mereka.
"Iyah, untungnya kita gapapa." Kata Reyhan dengan menghela nafas lega.
"Lagian, kenapa Lo bisa misah dari kita?" Tanya Andre dengan kebingungan.
"Gak tau tuh si om snake, katanya itu jalan pintas mau ke villa, tapi mobilnya mogok dong." Kata Reyhan kepada mereka semua.
"Udah, lebih baik kita siapin aja apa yang mau dibakar nanti." Perintah Angel dengan Tersenyum kepada mereka semua.
"Kebetulan tadi kita beli sirop, enak kayaknya kalo bikin sirop nih." Kata Dewa dengan mengeluarkan beberapa botol Sirop.
"Bagus juga ide Lo, mantap nih malam-malam minumnya sirop." Kata Roy dengan menepuk pundak Dewa.
"Baiklah, saatnya beraksi." Teriak Reyhan dengan semangat, dan semua pun nampak semangat mendekorasi tempat tersebut.
Semua pun mulai saling bekerja sama untuk mendekorasi villanya itu dengan sedemikian rupa, agar malam tahun baru mereka menjadi malam yang tidak pernah terlupakan bagi mereka, serta juga mempersiapkan makanan yang banyak, seperti jagung bakar, sosis bakar, ikan bakar, dan masih banyak lagi.
Setelah beberapa jam kemudian, kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tinggal tiga jam lagi agar mencapai puncak malam tahun baru, mereka yang sudah selesai mendekorasi bagian luar beristirahat terlebih dahulu di teras rumah.
"Huftt, capek banget deh." Keluh Reyhan dengan menyeka keringatnya.
"Iyah nih, tapi ini juga kan supaya kita semua bisa menikmati malam tahun baru." Jelas Roy kepada mereka.
"Makanannya mana nih? Gue lapar Dong." Teriak Willy dari luar dengan perut keroncongan.
"Iyah, gue belom makan dari siang supaya bisa makan banyak deh." Jelas Verrel dengan Tersenyum kepada mereka.
"Aduh, dasar serakah Lo berdua." Ledek Dewa kepada mereka berdua.
Jderr jderr pukul sembilan malam sudah ada yang memasang kembang api dari kejauhan, dan terdengar oleh mereka, Reyhan melihat itu pun langsung Tersenyum kepada mereka semua.
"Mana kembang apinya? Pasang yuk?" Ajak Reyhan dengan melihat Dewa.
"Bukan gue yang bawa Kembang apinya, tapi Galang." Kata Dewa seraya melihat Galang yang sedang bermeditasi di gazebo.
"Yaelah, dia pasti lagi melihat apa yang akan terjadi di luar sana, nanti aja deh." Batin Reyhan dengan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Lo? Kok nyebut nama gue?" Tanya Galang yang tiba-tiba berada di belakang mereka.
"Udah gila Lo, ngagetin gue aja." Ketus Andre yang berada di samping Galang.
"Hahaha, maaf yah Andre." Kata Galang dengan menepuk pundak Andre.
"Kalian semua haus gak?" Tanya Nikita yang baru saja keluar.
"Haus banget." Teriak mereka dengan serentak.
"Okeh, sebentar ya gue ambilin Siropnya dulu." Kata Nikita seraya berjalan masuk ke dalam.
Nikita pun berjalan masuk ke dalam, dengan membuatkan mereka sebuah sirop melon, lalu kembali berjalan menuju teras dan menaruh sirop Tersebut di meja yang tersedia.
"Nih sirupnya, minum dulu tuh." Suruh Nikita dengan menaruh nampan Tersebut.
"Asik nih, malam malam enaknya minum air yang dingin." Seru Reyhan dengan meneguk sirop Tersebut.
"Makanannya kapan mateng nih? Gue lapar banget." Teriak Willy dengan
"Bantu bawain nih makanannya ke gazebo, cepet dong." Perintah Shannia yang baru saja keluar membawa bakul nasi.
Mereka pun langsung bergotong royong saling membantu membawakan makanan ke gazebo yang cukup indah dan sudah mereka rancang sedemikian rupa agar menjadi malam yang paling asik, setelah selesai mereka pun langsung duduk di gazebo dan makan bersama-sama.
"Mau aku suapin gak Lia?" Tanya Roy dengan Tersenyum kepada Aulia.
"Nggak ah Roy, aku makan sendiri aja." Kata Aulia dengan melanjutkan makanannya.
"Parah bener, gue bukannya di bangunin malah dibiarin aja di kamar." Geram Santi yang baru saja keluar dalam keadaan berantakan.
Di meja gazebo cukup banyak makanan, ada ikan bakar, jagung bakar, buah-buahan, dan masih banyak lagi, mereka menikmati liburan yang cukup menyenangkan karena mereka di saat seperti itu bisa berkumpul bersama dengan sahabat, gebetan atau pun mantan dan juga pacar, Snake dan yang lainnya mencium bau makanan dari dalam rumah, langsung menghampiri Reyhan dengan tersenyum.
"Kumpul gini, bukannya manggil gue Lo." Kata snake yang datang bersama dengan goat dan Tiger.
"Oh ya om snake, maaf om gue lupa." Kata Reyhan dengan menepuk jidatnya.
"Padahal yang nganterin kan kita, masa gak dikasih apa-apa sih?" Sindir Tiger dengan sedikit tersenyum.
"Ayo om, gabung om kita makan bareng om, masih banyak nih." Ajak Nikita dengan menyuruh mereka bergabung bersama.
"Asik, akhirnya gue bisa makan enak nih." Seru goat dengan mengambil piring, lalu menyendok porsi yang cukup banyak.
"Buset, itu om lapar, atau rakus?" Kata Roy dengan kebingungan melihat goat.
"Namanya juga kelaparan, nganterin kalian semua kan menguras tenaga juga." Kata goat dengan melahap makanan tersebut.
"Udah jam sebelas malam, sebentar lagi tahun baru nih." Seru Lauren dengan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul sebelas malam.
"Asik, semoga di tahun baru kali ini, gue bisa dapat pacar." Kata Milea dengan berdoa.
"Astaga, saking lamanya menjomblo gini nih." Ledek Shinta dengan tertawa.
"Sudahlah, sebaiknya kita persiapkan saja Kembang apinya." Kata Reyhan dengan membuka kantong plastik tersebut.
"Yaelah, beginian aja takut Lo, Cemen bener." Kata Roy dengan mengambil sebuah kembang api yang cukup besar.
"Roy, kalo mau masang gue saranin Lo iket aja di tiang." Saran goat dengan melihat ke arah Roy.
"Tiangnya mana? Lagipula di dekat sini kan gak ada tiang tuh." Kata Roy dengan melihat sekeliling.
"Gue tau, dimana yang ada tiang." Kata Tiger dengan Tersenyum kepada mereka semua.
"Hah? Dimana?" Tanya Andre dengan kebingungan.
"Udah jam setengah dua belas nih, kapan mau masang kembang apinya?" Kata Reyhan dengan melihat jam tangannya.
"Yaudah, ayo kita bawa semua kembang apinya, kalian ikut gue." Kata Tiger dengan berjalan menuju taman bermain anak anak, yang ada ayunan, perosotan, dan masih banyak arena bermain yang lainnya.
Mereka pun sudah berada di taman tersebut, di sekeliling taman ternyata sudah dipasang lampu kelap kelip oleh pemilik villa, terlihat dari taman tersebut langit malam hari yang cukup indah, serta juga para pengunjung villa yang menikmati malam tersebut dengan caranya sendiri
Tiger pun langsung mengikat beberapa petasan di tiang ayunan, perosotan, dan masih banyak lagi dengan menghadap ke atas, Reyhan bersama Nikita langsung duduk di pinggiran taman, dan menghadap langit malam yang indah.
"Indah banget kan sayang?" Kata Reyhan dengan menatap langit malam yang indah.
"Iyah sayang, aku merasa liburan kali ini adalah liburan paling menyenangkan dalam hidupku." Jelas Nikita dengan menyenderkan kepalanya ke bahu Reyhan.
"Menyenangkan, karena ada aku yang sayang sama kamu." Kata Reyhan dengan menatap Nikita dan mengelus pipinya dengan lembut.
"Kamu janji gak akan ninggalin aku?" Tanya Nikita dengan serius.
"Iyah, aku janji gak akan ninggalin kamu, apapun kondisi kamu." Kata Reyhan dengan merangkul Nikita.
"Makasih ya sayang, jadi makin sayang sama kamu." Kata Nikita seraya memeluk Reyhan sangat erat dan Tersenyum bahagia.
"Aku cinta sama kamu, bila memang kita ditakdirkan bersama, kita akan selalu bersama-sama apapun kondisinya." Kata Reyhan dengan mencium kepala Nikita dengan lembut.
"Udah deh, hargai yang jomblo." Sindir Shannia dengan melihat mereka berdua yang nampak bermesraan.
"Diem lu, iri aja dah perasaan." Kata Roy dengan menginjak kaki Shannia.
"Sakit anjir, jangan diinjek Napa!" Ketus Shannia dengan menjitak kepala Roy.
"Udah jam sebelas Lima puluh, sepuluh menit lagi dong." Kata Galang tidak sabar menanti tahun baru.
"Ayo semuanya, kita berkumpul dan pasang petasan." Seru Rizky kepada mereka semua.
"Pasang sekarang om, soalnya itu tahan sampai tiga puluh menit." Perintah Roy kepada goat.
"Okeh, siap siap ya semuanya, nikmatilah malam tahun baru ini." Kata goat dengan membakar sumbu salah satu petasan tersebut.
Duarr! Jederrr! Prtt!
Terdengar beberapa kali petasan tersebut meluncur di atas langit, semua pun memasang kembang api dan bergembira, ada yang bermain gitar, ada yang makan, dan juga ada yang bermain kembang api bersama-sama.
"Udah jam sebelas Lima sembilan, hitung mundur semuanya!" Teriak Alucard dengan melihat jam tangannya.
"Sepuluh.... Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu, happy new year!!" Kata mereka serentak.
Lalu Rizky yang membawa konfenti langsung meledakkannya, semua pun bergembira dan meniup terompet menandakan bahwa sudah tanggal satu, tahun 2020, mereka semua pun bergembira dan saling berpelukan.
"Semuanya, foto dulu yuk." Ajak Roy dengan mengeluarkan tongsis.
"Asik, foto bareng nih, buat kenang-kenangan." Kata reyhan dengan Tersenyum kepada Roy.
"Semoga di tahun baru kali ini, gue dapet jodoh." Kata Shannia dengan berteriak.
"Hahaha, saking lamanya menjomblo gitu tuh." Ledek Jessica dengan tertawa karena melihat tingkah laku Shannia.
"Oke, semuanya harus dulu dong, biar kayak foto keluarga." Perintah Roy dengan menyusun mereka agar berbaris.
"Yang pendek di depan yah, biar keliatan." Sindir Rizky dengan tersenyum kepada Mauren.
"Aku cubit biar kamu kesakitan nih, ngeledek Mulu bisanya." Ketus Mauren dengan mencubit pinggang Rizky, dan Rizky hanya mengusap pinggangnya.
"Yaudah, ayo semuanya biar gue yang atur." Kata Roy dengan membuat mereka berbaris layaknya foto keluarga.
Roy pun mengatur mereka semua agar berbaris rapi, mulai dari yang paling pendek, hingga yang tinggi berada di belakang, Roy pun kebingungan harus meminta tolong kepada siapa, dan kebetulan disitu ada goat yang sedang memakan sate buatan angel.
"Om goat, tolong fotoin dong." Kata Roy dengan memberikan kamera tersebut kepada goat.
"Yaudah, sini biar gue yang fotoin." Kata goat dengan Tersenyum.
Goat pun mulai mengarahkan kamera tersebut dan memotret mereka semua dengan sekali jepretan, dua kali jepretan dan hingga tiga kali jepretan, setelah selesai mereka pun langsung duduk di taman tersebut dengan menikmati kembang api dan juga malam yang indah.
"Akhirnya, tanggal satu Januari, tahun dua ribu dua puluh." Kata Reyhan dengan menatap langit.
"Iyah Reyhan, gak kerasa waktu berjalan begitu cepat." Kata Nikita dengan Tersenyum.
"Gue berharap di tahun yang baru ini, bisa menjadi diri yang lebih baik lagi, dan hubungan kita semakin erat." Kata Reyhan dengan menatap Nikita sangat serius.
"Gue juga maunya begitu Reyhan, tapi...." Ucap Nikita dengan ragu-ragu.
"Tapi kenapa sayang?" Tanya Reyhan yang nampak khawatir.
"Eh, nggak kok Reyhan, gapapa." Kata Nikita dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Reyhan, biasanya kan Lo yang makannya paling banyak, nih habisin nih." Kata Alucard dengan membawa sebuah buah semangka di hadapannya.
"Astaga, kasih Willy aja deh, biasanya dia yang paling rakus." Suruh Reyhan dengan Tersenyum.
"Gue udah kenyang wey, udah gila nih perut gue, sakit banget." Keluh Willy dengan membaringkan tubuhnya di rumput taman tersebut.
"Percayalah Nikita, aku akan selalu menjaga diri kamu." Kata Reyhan dengan memeluk Nikita sangat erat.
"Aku sayang kamu Reyhan." Kata Nikita dengan membalas pelukan Reyhan, dan mereka berdua pun saling berpelukan.
"Willy, Lo gapapa? Perut Lo sakit kenapa?" Tanya Shinta dengan menghampiri Willy yang sedang terbaring lemas.
"Udah kekenyangan gue, perut gue rasanya pengen meledak." Kata Willy dengan nada lemas.
"Rakus sih Lo, makanan tiga piring dihabisin langsung." Kata Angel dengan terkekeh melihat Willy.
"Lo gapapa kan? Perlu gue bantu buat ke kamar?" Tanya Shinta dengan khawatir.
"Nggak kok, gue baik-baik aja Shinta, tenang aja." Kata Willy dengan Tersenyum kepada Nikita.
Malam tahun baru yang cukup menyenangkan bagi mereka, mereka menikmati makanan yang menggiurkan, Serta juga menikmati pemandangan langit malam dan dinginnya puncak pada malam hari, mereka merasa bahwa liburan kali ini adalah liburan yang paling berarti.
Keesokan harinya, mereka semua masih tertidur di kamarnya masing-masing, dan jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tetapi mereka belum juga beranjak dari kasurnya masibg-masing, dikarenakan rasa malas yang melanda mereka semua, dan juga rasa lelah karena kemarin malam.
"Reyhan, gue capek banget nih." Keluh Dewa kepada Reyhan.
"Udah iya, gue juga mager nih buat gerak." Kata Reyhan dengan posisi masih memejamkan matanya.
"Sayang, aku lapar, makanan gak ada, temenin beli makanan dong." Kata Nikita yang ada di depan pintu dan dengan nada manja.