
"Gausah kok, oh ya gue pengen nanya sama Lo satu hal." Kata Andre dan nampak serius.
"Mau nanya apa emang?" tanya Reyhan yang kebingungan.
"Lo suka sama Nikita yah?" tanya Andre sedikit tersenyum kepada Reyhan.
"Kenapa Lo tiba tiba nanyain itu?" kata Reyhan yang sedang kebingungan dan mulai serius.
"Gapapa kok, gue nanya doang nih, masa gaboleh sih?" kata Andre dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Gue gatau suka sama dia atau nggak deh." kata Reyhan dengan ragu ragu.
"Reyhan, gimana? Andre udah baik belom kondisinya?" Tanya Willy yang tiba tiba masuk ke dalam UKS.
"Tuh, dia udah gue obatin, yaudah ayo balik ke kelas." ajak Reyhan dengan tersenyum kepada Willy dan berjalan menuju kelas.
"Gue harus coba memastikan, dia suka sama Nikita atau nggak." kata Andre dengan tersenyum.
Sementara itu Reyhan pun sudah masuk ke kelasnya dan memulai pelajaran pada seperti biasanya, sedangkan Alucard dan juga Rizky dimintai keterangan oleh kepala sekolah yang sudah mengetahui hal tersebut, sementara itu dengan Reyhan dia sedang duduk di kelas seraya menunggu guru yang datang.
"Hadeh, bosen banget gak ada temen ngobrol yang asik selain Dewa." Batin Reyhan mengatakan hal tersebut dengan melihat ke arah luar jendela.
Guru pun datang masuk ke kelas dengan santainya dan mengajar pada saat itu juga, Reyhan fokus terhadap pelajaran serta Nikita juga masih fokus dan berusaha tidak memikirkan tentang Reyhan lagi, dan jam istirahat pun berbunyi setelah beberapa jam kemudian, Reyhan langsung berjalan keluar dari kelas, tetapi dia ditahan oleh Alucard yang menepuk pundaknya secara tiba tiba.
"Makasih ya tadi, udah bantuin gue sama teman teman gue." kata Alucard dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Hmm, yaudah tenang aja, ayo kita ke kantin bareng, gabung aja sama temen temen gue." Ajak Reyhan dengan tersenyum kepada Alucard.
"Hmm, gue sama Rizky dan Andre aja deh." Tolak halus Alucard dengan tersenyum.
"Oh ya, udah lama gak liat anto, kemana nih dia?" tanya Reyhan kepada Alucard dan Alucard pun mulai terkejut.
"Hmm, dia lagi sakit sih katanya." Kata Alucard dengan gugup dan melihat sekeliling.
"Sakit? Sakit apa??" tanya Reyhan kebingungan.
"Dia-dia-dia gatau gue sakit apa, gue duluan yah mau ke toilet!" Kata Alucard dengan gugup dan pergi ke toilet.
Sementara itu Reyhan pun berjalan menuju ke kantin bersama dengan teman temannya, dan Roy mentraktir mereka untuk makan, pada saat sedang makan Mauren dan kawan kawannya ikut bergabung dengan Reyhan.
"Asik deh, bisa ketemu sama Lo." Ujar Willy dengan tersenyum kepada Shinta.
"Kenapa emang kalo ketemu sama gue?" Tanya Shinta kebingungan.
"Idih, udah jomblo, terus gak peka pula! Gimana mau dapet pacar coba." Ledek Mauren dengan mencubit pinggang Shinta.
"Kita kekurangan dua orang nih, Galang gak ada, dan Dewa juga gak ada." Ucap milea dengan melihat sekeliling.
"Yah.... Galang lagi memulihkan keadaan sih katanya, pegel banget anjir lawan preman Segitu banyaknya." Keluh verrel dengan meluruskan pinggangnya yang nampak sakit.
"Yah, masa ga ada sih? Bukannya dia paling kuat diantara mereka semua? Kenapa Galang gak masuk coba, padahal kangen" batin Lauren dengan menundukkan kepala.
"Kenapa Lo! Jangan diem diem Mulu napa, nanti kesurupan tau rasa Lo!" Kata Reyhan dengan menjentikkan jarinya di depan Lauren.
"Udah sih gausah sedih, gue ga ada Dewa aja biasa aja." kata Lita dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Sebenernya kalian pacaran gak sih?" tanya Reyhan kepada Lita yang sedang memakan eskrimnya.
"Sebenernya gue sama dewa gak pacaran, gua cuma pengen balikan lagi sama dia." Jelas Lita kepada mereka semua.
"Eh ya, tadi pagi kenapa sih? Kenapa Rizky dan Michael bisa ribut begitu?" tanya Santi kebingungan dengan melihat mereka semua.
"Jangan ngomongin dia lagi deh, takutnya nanti--" ucapan Roy terhenti dikarenakan Santi yang penasaran dan memotong pembicaraan.
"Udah sih, apa salahnya diceritakan gue penasaran nih, kali aja bisa jadi gosip sekolah!" Ucap Santi dengan menggebrak meja dan tersenyum kepada Roy.
"Dih, terus kalo udah jadi gosip sekolah gimana?" tanya verrel dengan kebingungan.
"Hmm, bakal gue jual berita itu, satu berita dua puluh ribu! Kan lumayan buat nambah uang jajan!" Ucap Santi dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Anjir, jadi selama ini yang jualan gosip hot itu Lo? Wah parah bener sih!" Kesal Mauren dengan tersenyum.
"Hahaha! Iyah nih, gue yang jualan gosip selama ini" Santi pun tertawa seraya berbicara kepada mereka.
"Daripada jualan gosip, mending Lo jualin ajah risol gue, dapet untung lebih besar tuh!" Ledek Reyhan dengan terkekeh. kepada Santi.
"Bener juga tuh! Lebih besar malah untungnya daripada jualan gosip." Kata Roy dengan tersenyum kepada Santi dan Santi nampak malu di depan mereka.
Sementara itu dengan Michael, dia sedang dilanda oleh emosi, Michael berada di rumah yang waktu itu dia jadikan sebagai rumah bohongan miliknya, Michael sedang meluapkan emosinya dengan menghancurkan barang barang yang ada.
"Argghh!!! Brengsek banget! Kenapa Reyhan dan teman temannya ikut campur urusan gua!!" Geram Michael dengan terus memukuli tembok yang retak.
Dia pun mulai berjalan keluar dari rumah tersebut dan dia masuk ke dalam sebuah gedung berlantai 5 yang letaknya tak jauh dari rumah tersebut, dia masuk dengan santainya, dan dia mulai duduk di sofa yang tersedia di sana, dari sebuah ruangan keluar seseorang dengan kaos oblong serta rambut di mohawk, dan juga tatto petir di seluruh tubuhnya.
"Kenapa kamu? Kayaknya lagi sensi amat ya?" tanya seseorang itu dengan tersenyum kepada Michael.
"Lagi kesel nih, rasanya pengen ngebunuh mereka semua yang menghalangi saya." Kata Michael dengan menggebrak sebuah meja yang tersedia.
"Kalau mau beraksi lagi, kamu pakai saja pasukan kita, pasukan saya pasukan kamu juga." kata orang tersebut dengan tersenyum dan memberikan sebuah kode kepada mereka.
"Pasukan yang kemarin kurang kuat, dan geng naga api kembali muncul lagi." Jelas michael dengan menundukkan kepalanya.
"Apa kamu bilang? Geng naga api? Apa heri masih hidup?" Ucap orang tersebut dengan Terkejut dan melihat ke arah tembok.
"Heri sudah mati, saya yakinkan itu, dan kini adalah anaknya, yang bernama Dewa, saya sudah menusuknya tepat di perutnya, tetapi dia masih saja hidup!" Geram Michael dengan mengacak acak rambutnya.
"Haha! Akhirnya! Setelah sekian lama, aku akan melawan kau lagi snake!!" Kata orang tersebut dengan mengambil sebuah pisau lalu melemparnya ke arah tembok yang ada foto snake.
"Gimana? Apa kamu mau bantu saya, saya sudah memiliki rencana yang matang dan sudah saya persiapkan dari jauh hari sebelum Nikita datang." Kata Michael dengan mengeluarkan sebuah buku.
"Biar saya lihat." ucapnya dengan mengambil buku itu, dan mengangguk, "cukup bagus rencananya, kita akan jalankan sesuai rencana yang kamu buat!" Kata orang tersebut dengan beranjak pergi meninggalkan Michael.
"Lihat saja dewa, gue bakal bunuh Lo sekaligus Lo Rizky!" Geram Michael dengan mengambil foto mereka dan meremasnya dengan kekesalannya.
Sementara itu, di rumah Nikita, teman temannya sedang berkumpul di rumahnya untuk bermain Bersama dengan nikita, tetapi mereka mulai membicarakan Reyhan lagi di hadapan Nikita.
"Lo tau gak sih, tadi Reyhan nolongin si Rizky, baik banget yah Reyhan." Kata zoey dengan tersenyum kepada yang lainnya.
"Iyah nih, lagipula masalah yang sebenernya apa sih? Gue bingung anjir." Kata Shannia dengan kebingungan.
"Iyah nih, kenapa mereka bisa ribut yah? Biasanya kan selalu akrab." Kata Aulia kepada mereka semua.
"Kalian ngomongin siapa? Reyhan atau Rizky?" Tanya Nikita dengan nada kesal dan melihat serius ke arah mereka.
"Kita ngomongin mereka berdua, emangnya kenapa Lo?" Tanya Angel dengan kebingungan.
"Gue mau kalian jangan ngomongin Reyhan lagi di depan gue, gue udah gamau berhubungan sama dia lagi!" Ketus Nikita dengan berusaha agar mereka tidak membicarakan reyhan di hadapannya.
"Kenapa Lo emangnya??" tanya Shannia dengan kebingungan.
"Gue mau melupakan dia, gue pengen fokus belajar biar dapet beasiswa!" Kata Nikita dengan menunjukkan sebuah brosur beasiswa kuliah di suatu universitas ternama di Indonesia.
"Wah, jadi Lo bakal pindah dong? Terus bapak Lo gimana?" tanya Jessica dengan terkejut.
"Papa gue juga bakalan pindah tempat, dua tahun lagi, kemungkinan gue bakalan ikut dan bersekolah disana!" Kata Nikita dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Haduh! Gede banget anjir tenaga Lo udah kayak preman aja, sampe sesak gini dada gue!" Kata Nikita dengan menghela nafas panjang.
"Oh ya, gue kok tadi gak lihat Dewa yah pas dia semua lagi kumpul? Kira kira kemana yah Dewa?" Tanya Shannia kebingungan.
"Gue kemaren jenguk dia di rumah sakit sama Rizky, dia dirawat di rumah sakit." Jelas Nikita yang sedang membaca sebuah buku.
"Hah? Dirawat kenapa?" tanya zoey yang nampak terkejut.
"Lo kan sama verrel waktu itu, pasti tau lah penyebabnya apa!" Kata Aulia dengan melirik ke arah zoey.
"Oh ya! Pasti penyebabnya adalah orang topeng badut itu!" Kata zoey dengan menjentikkan jarinya menandakan dia ingat kejadian kemarin.
"Kenapa sih? Coba dong cerita, kalo punya cerita jangan disimpan sendirian, kita penasaran nih!" Kata Shannia dengan kebingungan dan tersenyum kepada mereka semua.
"Yaudah, Lo ceritain dong Aulia, sekarang giliran lo!" Kata zoey dengan melirik ke arah Aulia yanh sedang asik minum jus melon.
Aulia pun mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada saat hari Sabtu, semua pun nampak terkejut dengan cerita yang diberikan oleh aulia, sedangkan Nikita hanya diam dan hanya menunduk ketika mendengar bahwa Reyhan dan Mauren berjalan bersama di mall.
"Wah, serem juga dong anjir!" Teriak Shannia dengan bergidik ketakutan.
"Diem anjir, kedengaran tetangga nanti bisa diabisin gue." Kata Nikita seraya menutup mulut Shannia dengan tangannya.
"Apa mereka mulai beraksi lagi? Kenapa bisa?" Batin Angel dengan kebingungan dan hanya diam serta menunduk.
"Eh Nikita, Lo sebenernya suka sama siapa sih?" Kata Jessica dengan wajah yang nampak penasaran.
"Gue? Ah, tenang saja gue lagi gak suka sama siapa siapa kok!" Kata Nikita dengan melambaikan tangannya kepada mereka.
"Yakin Lo? Apa Lo gak suka sama Reyhan?" tanya Aulia dengan mengedipkan matanya kepada Nikita.
"Ih, apaan sih! Gue sama Reyhan cuma temenan doang kok." Kata Nikita berusaha mengelak dengan pertanyaan teman temannya.
"Awalnya teman, lama lama suka, hahaha!" Ledek Aulia dengan tertawa.
"Yakin Lo gak suka sama Reyhan?" Tanya Shannia berusaha memastikan kembali.
"Bisa gak sih bahas yang lain gausah bahas Reyhan terus?" tanya Nikita dengan meninggikan nadanya dan nampak kesal.
"Kenapa kalo Bahas Reyhan? Ada masalah apa Lo sama dia?" Tanya Jessica dengan raut wajah yang mulai serius.
"Gue gak ada masalah apa apa kok, cuma lagi kesel aja." Ketus Nikita dengan menghela nafas.
"Kesel kenapa? Cerita dong sama kita." kata Aulia dengan membujuk Nikita agar menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Kalian tahu Mauren gak? Kira kira dia siapanya Reyhan?" Tanya Nikita dengan wajah cemberut.
"Oh Mauren! Gue tahu kok, dia itu mantannya Reyhan." jelas Aulia singkat, dan Nikita nampak terkejut ketiak mendengar hal tersebut.
"Lo yakin? Dia mantan Reyhan? Kenapa bisa Deket banget sih sama Reyhan?" tanya Nikita mulai serius dengan perkataannya.
"Kenapa? Lo cemburu ngeliat mereka dekat?" tanya Jessica dengan mengerutkan dahinya.
"Nggak kok, lagipula gue sama Reyhan cuma teman doang, buat apa gue cemburu kan hanya sebatas teman." Jelas Nikita dengan tersenyum secara terpaksa.
"Udah sih, gue sahabat Lo dari SMP! Gue tahu kalo Lo cemburu sama Reyhan, jujur aja sama gue." Bentak Jessica dengan mendekati Nikita, lalu memeluknya.
"Lo tau darimana?" Tanya Nikita dengan membalas pelukan hangat dari Jessica.
"Gue tau dari sikap Lo, udah gausah dipikirin, positif thinking aja, mungkin mereka cuma teman biasa ajah!" Kata Jessica berusaha menenangkan Nikita.
"Gue pulang duluan, ada urusan penting nih!" Kata Angel yang sudah keluar rumah Nikita dan pergi entah kemana.
"Lah? Kemana tuh dia? Kok tiba tiba pulang?" Ucap Aulia dengan kebingungan.
"Udah biarin ajah, kita lanjut ajah ngobrolnya." Kata Zoey dengan tersenyum kepada mereka semua.
Sementara itu, angel bergegas pergi entah kemana menggunakan motor miliknya, dan setelah beberapa menit melakukan perjalanan dia pun sudah sampai di rumahnya, Angel langsung masuk ke rumah, dan memeluk mamanya secara tiba tiba.
"Kenapa Angel? Ada apa meluk mama?" Tanya mama Angel yang sedang mengasah sebuah pisau.
"Mama, aku pengen cerita tentang geng halilintar." Bisik angel dengan pelan, dan mamanya pun kaget langsung melepaskan pelukan Angel, dan menutup seluruh pintu di dalam rumah dan juga jendela.
"Ikut mama masuk ke markas." Tegas mama Angel dengan menarik angel ke arah sebuah pintu kecil di bawah tangga rumah miliknya.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan kecil itu, namun ternyata di bawah tangga tersebut adalah sebuah ruangan yang cukup besar, penerangan yang cukup memadai, kursi serta juga lemari, dan juga ada sebuah peta tentang sejarah geng halilintar yang membunuh semua geng yang lemah di Indonesia.
"Mereka kenapa?" Tanya mama Angel singkat dengan membalikkan sebuah papan tulis.
"Mereka kayaknya mulai beraksi lagi deh, dia udah nyerang temen aku." kata Angel dengan duduk di sebuah kursi tersebut dan tersenyum.
"Menyerang teman kamu? Apa sebabnya dia menyerang teman kamu?" Tanya mama Angel dengan terkejut dan penuh penasaran.
"Katanya sih, dia diserang oleh pasukan geng halilintar dengan dipimpin oleh orang bertopeng badut." jelas Angel dengan memainkan sebuah pisau.
"Apa kamu yakin? Pasti ada sebabnya, apa sebab dia menyerang teman kamu?" tanya mama Angel untuk kedua kalinya.
"Sebabnya, karena orang topeng badut itu cemburu dengan Dewa teman aku karena dia jalan sama Lita, teman Mauren." Jelas Angel dengan tersenyum kepada mamanya.
"Hanya karena wanita lagi? Astaga kenapa bisa terulang lagi?" Kata mama Angel dengan menepuk jidatnya dan duduk di sampingnya angel.
"Maksud mama? Terulang lagi?" Tanya Angel kebingungan.
"Sudah, kalo soal sejarah geng halilintar sangat panjang, karena dia punya banyak sekali anak buah dan juga geng yang lainnya, yang tersebar di seluruh Indonesia." Ucap mama Angel dengan menyeka wajahnya yang penuh keringat.
"Gimana cara aku supaya melindungi mereka? Karena aku yakin teman teman aku juga pasti akan kena imbasnya!" Kata Angel dengan memegang tangan mamanya.
"Kamu harus tahu bagaimana cara melindungi teman teman kamu." Kata mama Angel dengan membuka sebuah lemari dan memberikan sebuah telepon seluler dengan logo permen lollipop.
"Ini apa ma? Kenapa telepon jadul?" Tanya Angel dengan kebingungan seraya mengambil handphone tersebut yang diberikan oleh mamanya.
"Kamu akan butuh ini semua, ini mama wariskan untuk kamu, walau belum waktunya." Jelas mama Angel dengan memberikan sebuah jaket berlogo Lolipop dengan campuran warna pink serta putih.
"Maksud mama? Geng Lolipop mama biar aku yang pegang?" Tanya Angel dengan keadaan masih kebingungan.
"Ya, saatnya geng Lolipop kembali beraksi!" Kata mama Angel dengan tersenyum seraya mengepalkan tangannya.
"Bagaimana supaya aku tahu dimana geng Lolipop itu ada?" Tanya Angel kebingungan.
"Baiklah mama ajarin, tinggal pencet saja satu tombol tersebut, dan mereka akan datang secara satu persatu hingga semua anggota datang." Jelas mama Angel dengan tersenyum kepadanya.
"Baiklah ma, aku akan jaga handphone ini dan juga jaket ini." Kata Angel dengan tersenyum seraya meraba raba jaket tersebut dengan tangannya.
"Percayalah, akan ada sesuatu yang lain, dan kamu harus bersiap melawan geng Halilintar tersebut." Jelas mama Angel dengan sangat serius.
Sementara itu dengan galang, dia Sedang bermeditasi di halaman rumahnya dengan keadaan sangat tenang, Lauren yang penasaran kemana Galang langsung menghampiri ke rumahnya dan masuk ke dalam secara diam diam, dia pun mendekati Galang secara perlahan dan mulai mengganggu Galang yang sedang berkonsentrasi.
Galang pun terus menahan gangguan tersebut, dan melanjutkan kembali meditasi tersebut, tetapi dia tidak tahan dengan tiupan angin yang berhembus kencang di depannya, dan saat dia membuka mata itu adalah Lauren yang tersenyum manis kepadanya.
"Hai Galang, serius amat sih, jadi makin ganteng deh kalo lagi meditasi gini!" Kata Lauren dengan tersenyum manis kepada Galang, dan itu membuat Galang salah tingkah.
"Ngapain Lo disini?" Tanya Galang dengan salah tingkah di hadapan Lauren.