Reyhan

Reyhan
ep 23



"Anjir lo ngapain bawa handuk? Mau mandi Lo?" tanya Reyhan dengan tersenyum kepada dewa.


"Gausah banyak bacot! Ayo serang!!" kata orang bertopeng badut tersebut dengan berteriak dan menyerang mereka berdua secara bersamaan.


Reyhan pun langsung berlari bersama dengan dewa dan dewa pun menunduk ketika kedua orang tersebut menendangnya, dan Reyhan yang sedang berlari langsung melompat ke punggung dewa dan menendang mereka berdua dengan sangat kuat.


"Hahaha! Kena juga kan Lo berdua." Kata Reyhan dengan tertawa di hadapan mereka berdua yang sedang jatuh kesakitan.


"Reyhan! Lakukan yang lainnya!" kata dewa dengan memegang tangan Reyhan dan Reyhan pun mulai tersenyum.


"Apa apaan nih? Lo berdua ngapain?" tanya orang berhoodie orange tersebut sambil bangkit berdiri.


"Hahaha!! Serang saja mereka gausah banyak bacot!" kata orang bertopeng badut itu dengan berlari lalu menyerang mereka berdua.


Tetapi Dewa langsung memutari Reyhan dengan sangat kuat, ketika mereka mulai mendekat Reyhan langsung melompat dan melempar dewa ke arah mereka berdua, tetapi harusnya dewa yang melempar Reyhan ke arah mereka berdua.


"Woi! Kenapa jadi gue yang dilempar sih anjir!" Teriak dewa yang sudah menuju ke arah mereka berdua.


"Haha! Mati Lo!!" kata orang bertopeng badut tersebut dengan melompat lalu hampir menusuk Dewa dengan pisau.


"Tidak akan bisa!! Hahaha!!" Ledek dewa dengan melompat ke belakang dan menendang mereka berdua dengan sangat keras.


"Haha! Salah lempar anjir!" kata Reyhan dengan menghampiri dewa dan tersenyum.


"Harusnya lo kampret! Gimana sih lo!!" Kesal dewa dengan menjitak kepala Reyhan.


"Gue bakal bunuh lo!!!" teriak orang topeng tersebut dengan berlari ke arah dewa dan Reyhan, tetapi dihalangi oleh orang berhoodie orange.


"Lo udah gila? Ini gak sesuai rencana yang kita susun yah!!" ucap orang berhoodie orange tersebut dengan menahan orang bertopeng badut.


"Lepasin gue!! Lo udah gak guna lagi! Ini rencana yang gue susun sendirian, bukan rencana kita berdua!!" Jelas orang bertopeng badut tersebut dengan mendorong orang berhoodie orange tersebut.


"Sialan Lo! Kalo gini caranya lebih baik gue gausah temenan lagi sama Lo!" Teriak orang berhoodie tersebut dengan meninggalkan orang bertopeng badut.


"Hahaha! Gue tinggal ngebunuh Dewa!!"ucap orang bertopeng badut tersebut dengan berlari ke arah dewa dan hendak menusuk dewa dari belakang.


Dewa dan Reyhan yang sedang berjalan menuju keluar yang tersebut, secara spontan Reyhan langsung menahan tangan orang misterius tersebut, dan hampir menonjok wajah orang misterius itu, tetapi tangan Reyhan di tahan dan Reyhan langsung di lempar hingga masuk ke sebuah tong besar di belakangnya.


Dewa langsung melawan orang misterius itu dengan sekuat tenaganya, dan terjadilah pertengkaran diantara mereka. Berdua yang sangat dahsyat, dewa hampir membuka topeng orang tersebut,tetapi pada saat hendak membuka topeng tersebut, orang misterius itu langsung menusuk perut dewa dengan sebuah pisau.


"Hahahaha! Mati Lo brengsek!!" teriak orang misterius itu sambil menusuk pisau di perut dewa, lalu pergi entah kemana.


"Arghhhhhh!!!! Tolong!!!" Rintih Dewa dengan memegangi perutnya yang nampak sakit karena ditusuk oleh sebuah pisau.


Darah pun keluar dari perut dewa dengan sangat banyak, Reyhan yang melihat itu langsung menghampiri dewa dan menahan perut dewa dengan sebuah kain yang dia robek dari salah satu bajunya.


"Dewa! Bertahanlah dewa!!" Rintih Reyhan dengan menahan darah yang keluar dari perut dewa.


"Sa- sakit Reyhan, tolongin gue." Ucap dewa dengan nada kesakitan dan memegangi tangan Reyhan.


"Astaga! Dewa!! Kenapa ini??" Kata Roy yang baru saja datang dan menghampiri dewa.


"Udah Roy, lebih baik kita langsung bawa saja ke rumah sakit, hentikan perkelahian ini! Dewa lebih penting!" Kata Reyhan dengan sedikit meneteskan air mata.


"Yaudah, ayo kita bawa dia, lebih baik cepatlah!!" kata Roy dengan ikut mengangkat Dewa bersama Reyhan menuju ke mobil yang terparkir.


Reyhan bersama dengan roy pun membawa masuk dewa ke dalam mobil, di perjalanan menuju rumah sakit dewa merintih kesakitan dan nampak tak berdaya, Reyhan yang berada Adi sampingnya pun mulai mengeluarkan air mata karena bersedih sahabat tercintanya tertusuk.


"Dewa.....maafin gue karena gabisa membantu Lo......" Rintih Reyhan dengan menundukkan kepalanya sambil terus menahan Luka dewa.


"Reyhan, percayalah Lo udah membantu gue tadi, jadi jangan minta maaf yah...." kata dewa dalam keadaan lemas.


"Dewa.... Maafin gue dewa kalo gue ada salah, maafin gue gabisa menjaga Lo pada saat tadi.....hiks hiks." kata Reyhan dengan meneteskan air mata, Roy yang melihat itu langsung mengeluarkan Air mata yang sangat banyak.


"Reyhan, Lo gausah nangis, Lo udah melakukan yang terbaik Rey." ucap Dewa dengan tersenyum dan mulai menutup matanya secara perlahan.


"Huaaa!!! Dewa! Gue mohon jangan tinggalin gue, maafin gue gabisa menjaga Lo! Maafin gue." ucap Roy dengan menangis dan memegang tangan dewa sambil menundukkan kepalanya.


"Gue mau Lo bilang ini ke mama gue, gue sayang dia, dan tolong ceraikan si sanji, ayah tiri gue dia gabaik buat mama gue, tolong yah kasih tau mama gue..." kata Dewa dengan keadaan lemas dan mulai menutup matanya secara perlahan.


"Dewa!!! Bangun dewa!!! Bangun!!!" ucap Reyhan dengan meneteskan air mata dan berteriak.


"Pak! Cari jalan tercepat menuju rumah sakit terdekat!" teriak Roy dengan berteriak dan menepuk pundak sopirnya.


Sopir Roy pun langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat dengan sangat dekat, kini mereka sudah berada di depan ugd, para perawat yang melihat mobil datang langsung membawa sebuah kasur, dan dewa pun diletakkan di kasur tersebut dan dibawa masuk ke dalam, Reyhan dan Roy yang mendampingi dewa sambil memegangi tangannya masih meneteskan air mata karena bersedih sahabatnya tertusuk.


"Dewa, Lo yang kuat yah, Lo harus kembali normal." ucap Reyhan dengan meneteskan air mata dan mulai menangis.


"Dewa, Lo harus kembali hidup, gue mohon jangan tinggalin gue." ucap Roy dengan mengusap kepala dewa.


"Cengeng Lo Roy, gini aja nangis." ucap dewa dengan sedikit tersenyum kepada Roy.


Pada akhirnya kasur tersebut pun dibawa masuk ke ruang UGD, dan tidak seorang pun boleh masuk ke dalam selain dokter dan perawat, kini Roy dan Reyhan menunggu di depan luar ugd, sedang asyik menunggu sambil dalam keadaan panik dan gelisah datanglah verrel dan yang lainnya.


"Gimana keadaan dewa??" tanya Willy yang baru saja datang dengan terburu buru dan tampak khawatir.


"Gatau, belom ada keterangan dari dokter." Ucap Roy lemas dengan mengusap pipinya yang masih ada air mata.


"Hiks, kenapa harus dewa yang jadi korban, kenapa!!" Kata Reyhan dengan menunduk, dan air matanya pun keluar, Reyhan tak bisa menahan tangisnya pada saat itu karena sahabat terbaiknya sedang bertaruh hidup dan mati.


"Kita harus coba cari tahu siapa yang nusuk Dewaa." ucap verrel dengan menunduk dan tampak kesal sambil mengepalkan tangannya.


"Lo udah hubungin Lita? Coba Lo hubungi dia suruh dateng kesini." ucap Roy dengan melihat ke arah galang, dan memberikan handphone miliknya ke Galang untuk menelepon Lita.


"Okeh, sebentar gue telepon dulu yah." kata Galang dengan mengambil handphone tersebut dan meninggalkan mereka keluar dari UGG.


"Sebenernya geng halilintar itu siapa? Kenapa mereka kuat banget, gue sampe sakit begini anjir badannya." Keluh Willy dengan melihat ke arah Roy dan yang lainnya.


"Lo gatau mereka siapa?" tanya Verrel dengan melihat ke arah Willy.


"Nggak, emang Lo tau?" tanya Willy dengan tersenyum kepada verrel.


"Nggak, tapi kita harus cari tahu mereka dan balaskan dendam kita ke geng halilintar itu, terlebih lagi orang yang neror Dewa." Tegas verrel dengan mengepalkan tangannya dan tampak kesal terhadap geng halilintar.


"Lo gamungkin bisa ngalahin geng halilintar sendirian, gue yakin itu anak SMA." ucap seseorang yang berjalan ke arah mereka.


"Loh? Ini kan om yang tadi? Kok bisa disini?" tanya Roy kebingungan sambil menghampiri Snake yang sedang berjalan ke arahnya.


"Om, apa om tahu siapa geng halilintar itu?" tanya Reyhan dengan menghampiri snake.


"Udah, sebaiknya Lo semua tenangin diri aja dulu, jangan terlalu terbawa emosi dan jangan terlalu bersedih." kata salah satu anak buah snake yang memiliki julukan bear.


"Kalo kalian udah pada reda emosinya, kita bakal bantu kalian." ucap salah satu anak buah snake yang memiliki julukan Tiger.


"Okeh om, kita tinggal tunggu keterangan dari dokter saja, apakah dewa baik baik saja." ucap Roy dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Semua ini salah gue, Kenapa gue ga bantu dewa tadi! Huaaa!!!!" Teriak Reyhan dengan memukul kepalanya sendiri dan menangis.


"Reyhan, tenang Reyhan, Lo gak salah, Lo udah lakuin yang terbaik buat Dewa." Kata verrel dengan mengusap punggung Reyhan dan tersenyum kepadanya.


"Gue takut dewa kenapa Napa! Huaaaa!" ucap Reyhan dengan memeluk Verrel dan menangis di bahu verrel.


"Udah, lebih baik kita berdoa saja supaya dewa baik baik aja, oke?" Kata Willy dengan menenangkan Reyhan.


"HM, baiklah, semoga dewa baik baik saja." Kata Reyhan dengan mengusap air matanya dan tersenyum kepada mereka semua.


Mereka semua pun berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing masing, beberapa menit mereka menunggu, Kini datanglah orang tua dewa bersama dengan Lita, Mauren dan juga Lauren, mereka berlari tergesa gesa menuju ruang tunggu UGD.


"Gimana keadaan Dewa? Mana Dewa?" tanya Rahel dengan memegang tangan Roy dan menatapnya.


"Dewa, dia lagi di periksa sama dokter, sedari tadi belum ada keterangan apapun dari dokter...." kata Roy dengan menatap mama dewa sangat serius.


"Memangnya dia kenapa bisa ditusuk? Siapa yang nusuk??" tanya Rahel dengan kesal dan melihat ke mereka semua.


"Kita semua tidak tahu Tante, yang jelas dia orang yang benci sama Dewa." ucap verrel dengan tersenyum kepada Rahel.


"Katanya ini ada hubungannya sama geng halilintar? Kenapa mereka beraksi lagi?" tanya Rahel dengan melihat ke mereka semua.


"Rahel, Lo harus sabar yah, cukup berdoa yang terbaik untuk anak Lo." ucap goat dengan menepuk pundak Rahel.


"Kalian??! Kenapa bisa dia disini?" tanya Rahel dengan terkejut sambil melihat ke arah mereka berenam.


"Kita tadi abis bantuin anak bocah ini, soalnya geng halilintar terlalu kuat dan terlalu ganas, Lo kan tau geng halilintar itu seperti apa." kata mouse dengan tersenyum kepada Rahel.


"Menurut kalian, siapa orang yang nusuk Dewa? Kenapa harus dewa yang jadi korban?" Tanya Rahel dengan nada khawatir, seraya melihat ke mereka semua.


"Tante, saya rasa orang yang nusuk dewa adalah orang yang cemburu dengan Dewa." Kata Galang sambil tersenyum.


"Maksudnya? Cemburu?" tanya Rahel dengan kebingungan sambil terus melihat ke arah Galang.


"Ya, karena dia jalan sama Lita, ada satu orang yang cemburu dengan Dewa sehingga dia menyerang dewa agar dia tidak mendekati Lita lagi." Jelas Galang kepada mama dewa.


"Apa kalian tahu siapa orang dibalik semua ini?" tanya Rahel singkat sambil duduk dan mulai menundukkan kepala.


"Kita tidak tahu, soalnya dia menutupi wajahnya dengan topeng badut." kata Reyhan kepada Rahel.


"Tante mau, kalian menyelidiki siapa yang menyerang Dewa." kata Rahel dengan melihat ke mereka semua dan nampak serius dengan perkataannya.


"Hah? Menyelidiki?" tanya Mauren dengan kebingungan sambil melihat sekeliling.