
Sementara itu dengan mama Reyhan, yaitu Judy, dia sedang memasak dan tiba tiba saja ada telepon dari seseorang yang tidak dia kenal, Judy pun mengangkat telepon itu, namun tidak ada jawaban apa apa dari orang yang menelepon, tapi hanya ada deru nafas dari penelepon tersebut.
"Snake? Apa ini Lo?" Tanya Judy dengan nada pelan.
"Hai Judy, udah lama kita gak ketemu lagi yah, gue mau ketemu sama Lo, soal geng halilintar!" Kata snake Dengan nada lembut.
"Gue udah tau dari anak gue, Reyhan." Jelas Judy dengan tersenyum.
"Anak Lo? Jadi anak Lo yang waktu itu ikut lawan geng Halilintar?" Tanya snake Dengan terkejut.
"Iyah, gue rasa dia lagi dalam bahaya." Kata Judy singkat.
"Ayo kita bicarakan ini di markas lama kita." Kata snake Dengan sedikit tersenyum bahagia.
"Jangan di markas lama, itu sudah di gusur oleh pemerintah, gue udah buat markas baru untuk kita." Jelas Judy kepada snake.
"Markas baru? Dimana markasnya? Sebaiknya Lo kirimkan lokasi sekarang juga." Kata snake kepada Judy.
Judy pun mengirimkan lokasi yang dimaksud, snake pun berangkat menuju loksi yang diberikan oleh Judy, Judy juga kesana dan disana hanya ada sebuah lapangan kosong yang tidak ada apa apa, dan hanya ada satu pohon ditengah lapangan itu, snake yang datang bersamaan dengan judy pun berdiri di samping Judy dan melihat sekeliling dengan heran.
"Ini markasnya? Gue kira rumah tua lagi, kayak dulu." Kata snake Dengan memiringkan kepalanya dan mengamati lapangan tersebut.
"Udah, Lo ikut gue sini, gue rasa ada mata mata geng Halilintar disekitar sini." Ucap Judy dengan menarik snake ke arah pintu masuk markas.
Judy pun menekan tombol di pohon tersebut, dan seketika ada jalan yang terbuka di sebelah kanan mereka, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam dengan sangat cepat agar tidak ketahuan oleh mata mata geng Halilintar, Judy dan snake pun berjalan menuju ke tempat yang ditentukan oleh Judy, dan mereka pun sampai di markas yang berlogo panci.
"Apa geng panci presto masih ada?" Tanya Snake Dengan melihat sekeliling.
"Lo udah lupa? Mereka semuanya udah mati dibunuh oleh guntur!" Kata Judy dengam menggebrak meja karena kesal.
"Lalu? Kenapa Lo buat markas kalo geng Lo udah pada meninggal anggotanya?" Tanya snake kebingungan dan mendekati Judy yang Sedang duduk santai.
"Walau geng panci presto udah meninggal para Anggotanya, tapi geng itu harus tetap ada." Jelas Judy dengan mengelap air matanya.
"Mau ngomongin apa Lo emangnya?" Tanya snake Dengan kebingungan.
"Lah? Lo yang nelepon gue Kenapa jadi Lo yang nanya gue?" Kata Judy kebingungan karena ulah snake.
"Baiklah, sebenernya gue mau membicarakan tentang geng Halilintar yang mulai beraksi lagi." Kata Snake dengan memasang wajah serius.
"Beraksi lagi? Dia ngapain emang?" Tanya Judy dengan kebingungan.
"Dia mulai kembali membegal lagi, dan membunuh orang yang dibegal tersebut dengan golok legendaris!" Jelas snake Dengan menunjukkan sebuah foto kepada Judy.
"Gue rasa ini harus di diskusikan bersama dengan geng yang lainnya." Kata Judy singkat lalu menelpon beberapa orang yang dia maksud.
Beberapa menit kemudian, seluruh orang penting dalam penyerangan tersebut, dan juga ketua geng yang dahulu ikut membantu menghentikan geng halilintar itu, mereka sudah berkumpul dalam satu ruangan lagi, yaitu markas yang lebih baru dan juga lebih besar.
"Kenapa Lo ngumpulin kita lagi Judy?" Tanya seorang wanita berjaket dengan logo Lolipop.
"Wah, Ruby, ketua geng Lolipop manis! Akhirnya kita ketemu lagi!" Ucap Judy dengan memeluk Ruby.
"Gue juga kangen banget sama Lo!" Kata Ruby dengan tersenyum lalu membalas pelukan Judy.
"Hadeh, ini mah jadi reuni dong??" Kata tofu dengan menghela nafas.
"Widih, ada bang tofu, ketua geng ninja merah." Seru snake Dengan tersenyum, lalu menepuk pundaknya.
"Ada apa kita dikumpulin begini?" Tanya salah seorang yang sedang memegang rokok, dengan jambul di kepalanya.
"Gue mau kalian bantu gue." Kata Judy dengan sangat serius.
"Bantu apa nih?" Tanya salah satu pria berjas rapi dan tampak mewah.
"Kalian tahu kan kalau geng Halilintar itu mulai beraksi lagi?" Tanya Judy dengan sangat serius kepada mereka.
"Hah? Geng Halilintar beraksi lagi? Lo serius?" Kata orang berjas hitam dan mewah itu dengan terkejut.
"Iyah, gue mau kalian bantu gue untuk melindungi anak gue dan teman temannya, agar tidak menjadi korban oleh geng Halilintar itu." Kata Judy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Iyah, dia mulai membegal lagi, dan gue udah ada buktinya!" Kata snake Dengan menunjukkan sebuah foto.
"Hape siapa tuh yang berdering? Lagi rapat para geng juga, malah berdering begitu!" Ketus Ruby dengan melirik ke arah pria ber jas mewah.
"Maaf, gue akan matikan seluruh alat komunikasi gue, kita akan lanjutkan rapat ini, karena lebih penting!" Kata orang berjas hitam itu dengan mematikan seluruh alat komunikasi miliknya.
"Jadi? Apa akan terjadi sesuatu lagi?" Tanya tofu dengan mengepalkan tangannya.
"Gue rasa Iyah, karena kemarin gue liat keponakan gue pulang dengan wajah penuh luka, karena menolong temannya yang di hajar sama geng Halilintar." Kata orang berjambul tersebut dengan tersenyum.
"Lo serius? Siapa nama keponakan Lo?" tanya Judy dengan wajah serius.
"Keponakan gue Verrel, dia cukup kuat sih bagi gue, mungkin dia akan menjadi penerus geng gir motor." Kata orang berjambul tersebut dengan tersenyum.
"Baiklah, kalo gak salah kata anak gue si Reyhan, keponakan Lo dan teman temannya tidak menggunakan topeng pada saat melawan geng Halilintar, jadi gue khawatir mereka akan selalu diincar sama geng Halilintar itu." Kata Judy dengan khawatir terhadap mereka semua.
"Lo seriusan? Aduh tuh anak ngapain coba gak pake topeng!" Kata orang berjambul itu dengan menepuk jidatnya.
"Kita memang harus berhati hati terhadap geng Halilintar itu, karena dia sudah membunuh 10 orang dalam waktu semalam!" Kata orang berjas itu dengan memberikan sebuah berita kepada mereka di monitor.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Geng Halilintar beraksi lagi, pasti ada sesuatu yang membuat mereka kembali bangkit!" Kata tofu dengan serius kepada mereka.
"Gue rasa gara-gara anak itu, karena cemburu mungkin?" Kata snake Dengan mengangkat bahunya.
"Anak itu? Bukannya gue udah bunuh? Kok dia hidup lagi?" Kata Ruby dengan kebingungan.
"Maksud Lo cemburu?" Tanya tofu dengan serius dan melirik ke arah snake.
Snake pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mereka, dan mereka tampak terkejut kecuali Judy dan juga ruby, seketika mereka langsung panik karena akan ada peperangan besar kedua kalinya di Indonesia.
"Gawat! Gue rasa gue harus ngumpulin semua anak buah yang gue punya deh!" Kata tofu dengan menghela nafas lega dan hanya diam saja.
"Apa yang harus kita perbuat? Kita harus apa?" Kata orang berjambul tersebut dengan panik.
"Gue rasa geng yang kita punya memang harus beraksi lagi, walau hanya tersisa kita." Kata Judy dengan serius kepada mereka semua.
"Baiklah, geng miliader, saatnya kembali beraksi lagi!"kata orang berjas hitam tersebut dengan tersenyum.
"Kalian harus terus mengawasi geng Halilintar itu, minta bantuan seluruh anggota yang tersisa agar melindungi teman teman Reyhan, yaitu anak gue." Kata Judy dengan serius kepada mereka.
"Saatnya kembali beraksi lagi! Hahaha!" Kata orang berjambul tersebut dengan tersenyum.
Malam hari, lebih tepatnya di rumah Roy dia sedang asyik membuat suatu teknologi akan dia gunakan untuk melawan para geng Halilintar tersebut, dan tepatnya membuat teknologi tersebut di kamarnya, pada saat sedang asyik tiba tiba saja alarm yang berada di ruang kerja ayahnya itu berbunyi dengan sangat nyaring, Pertanda bahwa ada maling yang masuk.
"Hah? Kok bunyi? Ada apa tuh?" Kata Roy dengan terkejut dan segera dia merapikan barang barangnya, dan berlari menuju ruang kerja ayahnya.
"Bos! Ada maling bos kayaknya!!" Kata Goku dengan nafas terengah-engah.
Roy dan Goku pun langsung berlari ke arah ruang kerja ayahnya, dan pada saat membuka pintu hanya jendela saja yang terbuka, dan tidak ada apapun yang dicuri, Roy pun kembali memastikan lagi agar tidak ada barang apapun yang hilang dengan memeriksa seluruh ruangan itu, tetapi tidak ada apa apa dan hanya ada secarik kertas di meja.
"Apa apaan, dia bilang makasih? Makasih buat apa coba? Maling mana sih yang mau ngerampok rumah gue!!" Geram Roy dengan menggebrak meja.
"Lalu kita harus apa bos?" Tanya Goku dengan kebingungan.
"Periksa seluruh rumah, bahkan sampai ke komplek juga, kalo ada yang mencurigakan bilang gue!" Kata Roy dengan kesal dan kembali ke kamarnya.
"Siapa sih yang mau maling rumah bos Roy?" Gumam Goku dengan merapikan ruang kantor ayahnya yang berantakan.
Sementara itu orang berjaket dengan logo petir itu pergi ke arah markas geng Halilintar, dan pada saat sudah di markas dia menemui Michael yang sedang duduk di kursi dengan menonton sebuah film.
"Gimana? Lancar gak?" Tanya Michael dengan tersenyum.
"Lancar bos, ini dia berkasnya!" Kata orang tersebut dengan memberikan sebuah berkas dan pergi dari hadapan Michael.
"Hehe, Lo akan mati sama gue Roy!" Kata Michael dengan tersenyum licik.
Sementara itu, keesokan harinya, tepatnya di rumah Reyhan dia baru saja bangun tidur dan langsung mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian, dia pun langsung menuju ke meja makan untuk sarapan.
"Mama kemaren kemana? Di rumah siang siang kok ga ada?" tanya Reyhan dengan melihat mamanya secara serius.
"Mama kemaren lagi arisan, emangnya kenapa?" Ucap Judy dengan berusaha berbohong kepada Reyhan.
"Yakin? Tapi kok sampe malam gitu sih?" Tanya Reyhan dengan penasaran.
"Ya, namanya juga cewek kalo udah kumpul pasti yang di obrolin banyak banget!" Jelas Judy dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Yaudah, kalo begitu, aku berangkat duluan yah ma! Bye!" Ucap Reyhan dengan beranjak pergi meninggalkan rumah.
Reyhan pun menyalakan motornya dan mulai beranjak pergi, tetapi dia ditahan oleh mamanya yang tiba tiba memegang belakang motornya dengan sangat kuat.
"Kenapa ma? Ada apalagi?" Tanya Reyhan seraya mematikan motornya.
"Kamu pakai ini buat jaga jaga, tinggal pencet pasti akan ada sesuatu!" Kata judy dengan memberikan sebuah jam tangan yang canggih dan mewah.
"Ini kan mahal banget mama! Kenapa bisa dapet?" Kata Reyhan dengan Setengah berteriak karena terkejut.
"Udah, kamu pake aja yah, buat menjaga kamu dari geng Halilintar." Kata Judy dengan tersenyum dan mengusap wajah Reyhan.
"Tuhan selalu bersamaku mama, aku selalu berdoa sama Tuhan semoga diberikan perlindungan." Kata Reyhan dalam hati dan tersenyum kepada mamanya.
"Hati hati di jalan! Waspadalah, dia ada dimana mana." Kata Judy dengan setengah berteriak.
Reyhan pun langsung mengendarai motornya menuju sekolah, setelah beberapa menit kemudian, Reyhan pun sampai dan dia langsung memakirkan motornya terlebih dahulu, lalu berjalan ke arah kelas dengan santainya, tetapi pada saat dia sedang berjalan Roy yang ada di belakangnya langsung menepuk pundaknya dan membisikkan sesuatu.
"Ikut gue sebentar ke gazebo, ini penting banget!" Kata Roy dengan berbisik kepada Reyhan.
Roy dan Reyhan pun berjalan menuju ke gazebo untuk mendiskusikan sesuatu, dan suasana pagi yang hangat serta juga gazebo yang menyejukkan dikarenakan diatas gazebo ada pohon mangga yang besar, Roy dan Reyhan menunggu disitu hingga akhirnya verrel dan Willy pun datang, dan mereka nampak baru bangun dari tidur.
"Mana pizza Roy? Gue lapar!" Kata verrel dengan lemas dan berjalan ke arah Roy.
"Astaga, rambut berantakan, muka kucel, Lo berdua baru bangun langsung ke sekolah atau gimana?" Kata Reyhan dengan melihat mereka berdua yang masih berantakan.
"Gue baru bangun nih, masih ngantuk banget, hoaam." kata Willy dengan menguap sangat lebar dan nampak bermalas-malasan.
"Astaga, bau nafas Lo! Cuci muka dulu sana, kalo perlu mandi." Kata Roy dengan menutup hidungnya dan menyuruh mereka untuk mandi.
"Astaga, gue cuci muka aja deh, masa Iyah mandi disekolah? Kan ga mungkin." Ucap verrel dengan tersenyum kepada Roy, dan menyeret Willy.
Willy dan verrel pun mencuci muka, setelah beberapa lama menunggu kini mereka nampak segar dan sudah tidak mengantuk seperti pada saat pertama kali datang.
"Nah, gini kan enak ngobrolnya!" Kata Roy dengan semangat untuk membicarakan hal tersebut.
"Emang mau ngobrol tentang apa sih?" Tanya Willy dengan kebingungan.
"Kemaren rumah gue kemalingan!" Kata Roy dengan wajah serius.
"Hah?!! Kemalingan?? Lo seriusan??" Ucap mereka bertiga secara bersamaan dan melihat ke arah Roy.
"Wooo! Slow dong, gausah pada barengan gini." Kata Roy dengan mundur dan menenangkan mereka.
"Kok bisa kemalingan? Apa yang diambil?" Kata verrel dengan sangat serius.
"Gak ada sih, tapi dia masuk ke ruang kerja bapak gue." Kata Roy dengan kesal.
"Lah terus kenapa kalo masuk ke ruang kerja bapak Lo? Apa ada masalah?" tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Ya, masalah besar yang akan datang, takutnya dia mengambil sebuah berkas dimana di berkas itu ada sejarah perusahaan bapak gue didirikan." Kata Roy dengan sangat serius.
"Menurut Lo siapa yang maling rumah Lo?" Tanya Willy dengan tersenyum kepada Roy.
"Lihat pesan ini, dia bilang terima kasih pada surat itu, kan aneh banget!" Jelas Roy dengan memberikan sebuah surat.
"Gue rasa ini ulah geng Halilintar, gue yakinkan ini!" Kata verrel dengan tersenyum ketika melihat logo petir di belakang surat tersebut.
"Kenapa dia maling rumah gue? Terus gak ada barang apapun yang dia ambil?" Tanya Roy dengan kebingungan seraya meminum air mineral.
"Gue rasa rumah Lo dipasangin bom sama dia, jadi bisa saja sewaktu waktu meledak gitu!" Gurau Verrel dengan sedikit tersenyum.
"Astaga, becandaan Lo gak lucu kampret!" Kesal Roy dengan menjitak kepala verrel.
"Bila memang dia tidak mengambil apa-apa dari rumah Lo, terus dia ngambil apa? Berkas yang lo maksud?" Kata Reyhan dengan melirik ke arah Roy.
"Gue rasa bukan, dia mengambil sesuatu yang akan membuat Lo terkejut."ucap Willy dengan menirukan gaya Galang.
"Jangan menirukan gaya Galang, di jitak sama dia dari jauh tau rasa Lo!" Kata Reyhan dengan tersenyum kepada Willy.
"Yaudah, ke kelas yuk udah jam segini anjir!" Kata Reyhan dengan melihat jam tangannya.
"Lah? Jam tangan baru itu? Dapet darimana Lo?" Tanya Roy dengan melihat jam tangan tersebut secara rinci.
"Ini kan jam tangan mahal, harganya sekitar tiga ratus miliar!" Ucap verrel dengan melihat jam tangan tersebut yang menempel pada tangan Reyhan.
"Lo berdua juga pake, kenapa kita pada pake jam tangan yang Sama sih?" Kata Reyhan dengan melirik ke arah tangan Roy dan juga verrel.
"Sejak kapan jam tangan ini ada di tangan gue? Kok gue gak nyadar ya?" Kata verrel dengan kebingungan.
"Kata mama gue ini buat jaga-jaga dari geng Halilintar, entah apa maksudnya." Kata Reyhan dengan kebingungan.
"Yaudah, gausah dipikirin, kita balik aja ke kelas sekarang." kata Roy dengan menyuruh teman temannya kembali ke kelas.
Mereka pun langsung kembali ke kelasnya masing masing, dan Reyhan sekarang sudah berada di kelasnya, dia sedang mengamati jam tangan tersebut yang nampak mewah, dan pada saat dia mengamati jam tersebut tiba tiba saja lewat Nikita di hadapannya dan menyapanya dengan senyuman ramahnya.
"Hai Reyhan, selamat pagi!" Kata Nikita dengan tersenyum ramah kepada Reyhan.
"Iyah pagi, Lo udah makan belom?" Kata Reyhan dengan tersenyum kepada Nikita.
"Itu apaan? Lo beli jam tangan baru?" Tanya Nikita dengan melirik ke arah jam tangan Reyhan yang berada di tangan kanan.