
Krekkkkk.
Seketika bianglala tersebut berhenti, semua orang yang naik bianglala itu langsung panik seketika, Reyhan dan Nikita dalam posisi paling atas sekali, dan itu membuat Nikita ketakutan dengan memeluk Reyhan.
"Reyhan, gue takut Reyhan." Kata Nikita dengan memeluk Reyhan.
"Yaelah, hal begini mah udah biasa, paling kesalahan teknis doang." Kata Reyhan dengan melihat ke bawah yang nampak sedang dibetulkan.
"Tapi Reyhan, gue takut, takut ini jatuh tiba-tiba." Kata Nikita dengan melihat wajah Reyhan secara manja.
"Kalo jatuh ke bawah kok, tenang aja." Kata Reyhan dengan Tersenyum.
"Ah Lo, ya jelas jatuh ke bawah lah, masa iya ke atas." Kata Nikita seraya mencubit perut Reyhan.
"Nikita, ada hal yang pengen gue omongin sama lo." Kata Reyhan dengan melihat ke arah Nikita dan menggenggam tangan Nikita.
"Mau ngomongin apa?" Tanya Nikita dengan kebingungan.
"Entah mengapa, semenjak bertemu sama Lo gue merasakan ada yang beda dalam diri gue, gue merasa ada yang memperhatikan gue setiap saat, ada yang menemani gue, serta juga ada yang mengisi kekosongan di dalam hati gue." Kata Reyhan dengan Tersenyum, dan Nikita hanya diam saja memperhatikan Reyhan.
"Lo yang selalu menemani gue setiap saat, apakah Lo mau menjadi pacar gue, dan mengisi kekosongan hati gue?" Ucap Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita dan sangat serius.
"........." Nikita hanya diam saja dan terus memperhatikan Reyhan.
"Kalo gak bisa jawab sekarang, gue tunggu jawaban Lo besok." Kata Reyhan dengan mencubit pipi Nikita secara halus.
"Iyah Reyhan, gue mau kok jadi pacar Lo." Kata Nikita dengan tersenyum manis kepada Reyhan.
"Apa Lo serius? Apa Lo siap menjalani hubungan ini sama gue?" Tanya Reyhan dengan keseriusan.
"Gue siap, gue siap apapun demi Lo." Kata Nikita dengan sangat yakin.
"Gue sayang sama Lo, gue cinta sama Lo, gue mau Lo selalu bersama dengan gue." Kata Reyhan dengan memeluk Nikita secara lembut dan juga erat.
"Gue juga Reyhan, gue udah suka sama Lo dari lama, dari semenjak gue kenal sama Lo." Bisik Nikita dengan membalas pelukan Reyhan.
"Lo emang yang terbaik buat gue." Kata Reyhan dengan melihat Nikita, lalu mencubit pipi Nikita secara lembut.
"Reyhan, jangan dicubit dong, sakit pipi gue." Kata Nikita dengan nada manja.
"Haha, yaudah gue peluk Lo aja." Kata Reyhan dengan Tersenyum lalu memeluk Nikita sangat erat.
"Gue sayang sama Lo Reyhan, gue berharap kita akan selalu bersama." Kata Nikita dengan membalas pelukan Reyhan.
Pada akhirnya mereka berdua pun berpelukan di puncak tertinggi bianglala tersebut, malam hari yang indah, dan juga sejuk pada saat itu, Sabtu, 23 Desember 2019, puncak, itu adalah hari jadian mereka berdua, dimana kedua insan saling menyatakan perasaan yang sudah lama mereka pendam, kini akhirnya mereka bisa bersatu.
Sudah lama mereka menunggu, akhirnya bianglala tersebut kembali menyala dan berputar lagi, setelah berada di bawah mereka pun turun beriringan dan saling bergandengan tangan menuju parkiran.
Di parkiran sudah ada semua yang sedang menunggu Reyhan serta Nikita dari tadi sore, Reyhan pun menghampiri mereka semua dengan senyuman gembiranya.
"Kenapa Lo senyum-senyum?" Tanya Roy kebingungan.
"Lama amat Lo, kita nungguin sampe lumutan nih." Geram Willy yang sedang duduk menikmati kopi.
"Lumutan aja kagak Lo, bohong aja." Kata Dewa dengan meledek Willy.
"Ya, istilahnya kan begitu anjir." Kata Willy kepada Dewa.
"Kenapa Lo berdua lama banget?" Tanya Rizky dengan kesal.
"Ini adalah hari paling bahagia bagi gue." Kata Reyhan dengan tersenyum dan membentangkan tangannya.
"Hari paling bahagia? Maksud Lo?" Tanya Rizky kebingungan.
"Enggak kok, gimana Roy? Lancar apa nggak nih?" Tanya Reyhan dengan memberikan kode kepada Roy.
"Entahlah Reyhan, gue masih belom yakin, dia juga udah tidur tuh." Kata Roy dengan mengangkat kedua bahunya dan melihat Aulia yang tertidur pulas di dalam mobil.
"Kenapa belom yakin? Dia katanya suka juga sama lo." Jelas Mauren kepada Roy.
"Entahlah, mungkin di saat yang tepat gue akan menyatakan perasaan gue." Kata Roy dengan masuk ke dalam mobil dan nampak kelelahan.
"Yaudah, ayolah udah malam juga, bahaya kalo pulang malam." Ajak Bobi dengan tegas.
"Yaudah, ayo semuanya masuk ke mobil." Teriak Dewa kepada mereka semua yang masih asik menikmati jajanan dan juga angin sejuk.
"Yaelah, gue lagi makan bakso nih, tanggung banget." Keluh Willy dengan menyuap bakso terakhirnya.
Mereka semua pun langsung masuk ke mobil, Bobi dan juga Siti langsung menyalakan mobilnya dan menjalankan mobil tersebut menuju ke villa yang jaraknya tiga kilometer dari tempat tersebut, beberapa lama menunggu di mobil, kini akhirnya mereka sudah sampai di parkiran villa yang cukup luas, karena kelelahan menikmati malam yang cukup menyenangkan, termasuk Reyhan, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan langsung tertidur di kamar masing-masing.
Keesokan harinya, tepatnya siang hari yang cukup panas tersebut membuat mereka lapar dan juga haus, serta membuat mereka malas untuk bergerak, Nikita dan Reyhan adalah pasangan yang disatukan akibat bianglala yang berhenti, mereka berdua sedang duduk di teras depan menikmati siang Hari dengan sebuah jus buah yang segar.
"Gila yah, panas banget nih hari." Keluh Reyhan dengan mengibaskan bajunya.
"Iyah nih, cuacanya kok jadi berubah gini sih?" Tanya Nikita dengan melihat Reyhan.
"Gue mana tau, kan gue bukan peramal kayak Galang." Jelas Reyhan dengan mengangkat kedua bahunya.
"Ya, kali aja Lo dikasih jurus sama dia?" Tanya Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Ehem, hati-hati berduaan di siang hari bisa menyebabkan stroke loh." Canda Willy dengan berdehem, lalu duduk di samping mereka.
"Apaan anjir, hubungannya sama stroke apa?!" Bentak Nikita dengan kesal.
"Udah sayang, jangan dipikirin, dia kan cuma bercanda." Kata Reyhan dengan menenangkan Nikita.
"Pufttt, sayang? Sayang Lo bilang? Lo seriusan?" Tanya Willy dengan menyemburkan air minum yang sedang diminumnya karena kaget.
"Iyah, kita berdua pacaran, kenapa emangnya?" Jelas Nikita dengan menggenggam tangan Reyhan.
"Hah? Kapan Lo berdua pacaran?" Tanya Willy dengan terkejut.
"Kemarin Reyhan nembak Nikita pas naik bianglala, bener kan Reyhan." Ujar Galang yang muncul di belakang mereka dan menggoda Reyhan.
"Hahaha, ada Galang kan, jadi kebongkar deh." Kata Reyhan dengan melihat Galang dan tertawa.
"Gak asik Lo Galang, harusnya jangan bilang dong!" Geram Nikita dengan melihat ke Galang secara sinis.
"Bikin sendiri Sono, celamitan lo!" Kata Reyhan dengan tidak memberikan es teh manis miliknya.
"Kasih ke gue, atau gue sebarin ke semua kalo Lo berdua pacaran." Ancam Galang dengan menunjuk es teh manis milik Reyhan.
"Terserah ya, lagian gue gapapa kok mereka tahu kalo gue pacaran." Jelas Nikita dengan santainya.
"Udah yuk Nikita, disini ada pengganggu nih." Ajak Reyhan dengan menggandeng tangan Nikita dan berjalan menuju keluar area villa.
"Mau kemana Lo? Mau gue temenin gak?" Tawar Willy dengan menghampiri mereka berdua.
"Udah, gausah ikut Lo, gue sama Nikita mau keliling villa nih." Kata Reyhan dengan melarang Willy untuk ikut bersamanya.
"Reyhan, sini bentar deh!" Teriak Roy dari dalam rumah.
"Yaelah, padahal pengen berduaan, apalagi sih?" Keluh Reyhan dengan berjalan menuju Roy, Nikita pun ke mengikutinya.
"Ada apa Roy? Lo jadi gak nembak Aulia?" Tanya Nikita yang secara tiba-tiba.
"Justru itu, rencananya gue mau nembak dia hari ini, tanggal 24 Desember." Kata Roy dengan serius kepada Reyhan.
"Lo mau nembak dia dimana?" Tanya Reyhan dengan tersenyum kepada Roy.
"Mungkin gue akan nembak dia di tempat labirin itu, sebelum itu gue mau menyiapkan sesuatu disana, ayo ikut gue, ajak yang lain juga." Kata Roy dengan mengajak Reyhan, dan berjalan menuju rumah Bobi yang letaknya tidak jauh dari rumah villa tersebut.
"Pak Bobi, pak Bobi, saya butuh bantuan bapak." Panggil Reyhan dengan mengetuk pintu rumah pak Bobi.
"Kenapa Roy? Lo mau nembak dia atau gimana?" Tanya Bobi dengan membukakan pintu lalu tersenyum kepada mereka berdua.
"Bantu gue atur rencana, ke tempat labirin yang kemarin, ada hal yang harus gue urus disana." Jelas Roy dengan tersenyum kepada pak Bobi.
"Yaudah, ayo kita pergi sekarang." Ajak Bobi dengan menutup pintu rumahnya dan Tersenyum.
"Reyhan, kalo udah jam 6 Lo ajak Nikita kesana sama Siti yah, biar gue urus sesuatu disana." Kata Roy dengan serius kepada Reyhan.
"Yaudah, biar gue bilang dulu ke yang lainnya." Kata Reyhan dengan Tersenyum.
"Roy! Lo mau kemana Roy?" Panggil Aulia dengan menghampiri Roy.
"Gue mau pergi, ada suatu hal yang mau gue urus." Kata Roy dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Pergi kemana? Gue ikut boleh?" Tanya Aulia dengan menggenggam tangan Roy dan memaksa untuk ikut dengannya.
"Udah Aulia, Lo sama gue aja, kita keliling villa ini, ada satu tempat yang belum pernah gue kunjungi." Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Roy dan mengajak Aulia berkeliling.
Reyhan pun memanggil semua temannya, sementara itu Rizky dan yang lainnya di rumah untuk membantu mengalihkan perhatian dari Aulia agar tidak terus mencari Roy, setelah sudah siap mereka pun langsung pergi ke tempat yang kemarin, yang letaknya tiga kilometer dari tempat mereka, setelah beberapa jam kemudian, kini akhirnya mereka sampai di parkiran dan di siang hari pun arena bermain Tersebut sudah nampak ramai.
Roy beserta yang lainnya pun langsung berjalan ke arah arena bermain labirin untuk menyewa tempat tersebut pada nanti malam, setelah beberapa lama berdiskusi akhirnya Roy pun berhasil menyewa labirin tersebut.
"Jadinya gimana nih Roy?" Tanya Reyhan dengan menghampiri Roy yang sedang duduk.
"Verrel sama Willy, Lo berdua beli konfenti sama balon huruf yah." Perintah Roy dengan mengeluarkan uang tiga ratus ribu.
"Buat apaan nih? Kayaknya bakal jadi hari yang paling berarti buat Aulia nih." Kata Verrel dengan Tersenyum kepada Roy.
"Ya jelas buat nembak dia, hurufnya Will you be mine." Jelas Roy dengan Tersenyum.
"Idih, homo Lo kampret." Kata Willy dengan tersenyum kepada Roy.
"Gak gitu anjir, maksud gue itu huruf balonnya yang bakal Lo berdua beli hurufnya 'WILL YOU BE MINE' ngerti gak sih?" Geram Roy yang kesal kepada Willy.
"Iyah, gue ngerti anjir, gue beli dulu yah." Jelas Willy dengan Tersenyum dan mengajak verrel untuk membelinya.
"Enaknya itu, labirin ini kita modifikasi lagi supaya lebih seru Roy, gimana?" Usul Galang dengan memperhatikan labirin tersebut.
"Lebih seru? Maksudnya?" Tanya Dewa kebingungan.
"Iyah, jadi Lo di dalam sana nanti seolah-olah terjebak sama dia, dan gabisa keluar sama sekali." Jelas Galang dengan Tersenyum kepada Roy.
"Jelas, kesitunya mah gue paham." Kata Roy dengan terkekeh.
"Nanti Lo bisa kesempatan buat nembak dia, tanpa ada gangguan apapun." Jelas Dewa dengan mendukung Roy.
"Semangat Roy, semoga Lo diterima sama Aulia." Kata Galang dengan menepuk pundak Roy.
"Iyah nih, biar bisa nyusul kayak gue." Seru Reyhan dengan Tersenyum kepada Roy.
"Nyusul? Maksud Lo nyusul?" Tanya Roy dan Dewa secara bersamaan.
"Iyah, dia kemaren lama di bianglala itu, karena dia nembak Nikita." Jelas Galang dengan Tersenyum kepada mereka berdua.
"Pantesan lama, begitu toh ternyata, hahaha." Kata Dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Yaudah Galang, Lo coba periksa disekitar sini apakah ada geng yang bakal gangguin kita." Bisik Roy dengan melihat sekeliling.
"Gak ada Roy, lagian kalo mereka emang ganggu, gue bakal berusaha membuat mereka tidak menggangu kita lagi." Jelas Galang dengan memejamkan matanya.
"Baiklah, saatnya kita mendekor labirin ini." Seru Roy dengan Tersenyum kepada mereka.
Mereka pun langsung mengelilingi labirin tersebut terlebih dahulu, dan ternyata ada suatu tempat yang cukup luas dan menurut Galang itu dapat digunakan untuk Roy menyatakan perasaannya kepada Aulia dengan cara yang romantis.
"Ini mungkin cocok buat Lo nembak Aulia, gimana Roy?" Usul Galang dengan berkacak pinggang dan melihat sekeliling.
"Gue rasa cocok sih, lihat aja, disekelilingnya ada bunga-bunga dan juga lampu taman, serta sebuah kursi di dekat air mancur." Jelas Dewa dengan melihat sekeliling dan memperhatikan sekeliling.
"Cocok banget Roy, gue yakin Aulia bakal suka sama suasana seperti ini." Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada Roy.
"Makasih ya semuanya, Lo udah bantu gue buat nembak Aulia." Ucap Roy dengan Tersenyum kepada mereka semua.
"Yaelah Roy, tenang aja sih, kita kan sahabat selamanya, kita akan selalu membantu Lo." Seru Reyhan dengan merangkul Roy.
"Baiklah, mungkin itu cocok buat gue menutup jalan, dan membuat kalian berdua terjebak disini." Kata Galang dengan melihat kedua pintu yang terbuka.
"Lo bakal tutup pake apa?" Tanya Roy kebingungan.