
"Ternyata...... Lo Setega itu yah demi mendapatkan lita?" Kata Roy dengan menggelengkan kepalanya.
"Lo harus bertanggung jawab atas kerusuhan ini, suruh mereka berhenti!" Kata verrel dengan mencekik leher Michael.
"Cukup verrel, atur emosi Lo." Kata Willy dengan menahan tangan verrel.
"Baiklah, gue bakalan suruh mereka berhenti, tapi kalian semua akan mati terlebih dahulu!!" Kata Michael seraya mengeluarkan pistolnya dan menembakkannya kepada dewa.
"Gue sudah dalam kondisi sangat kuat, Lo gak akan bisa mengalahkan gue." Kata dewa dengan mengambil peluru tersebut yang hampir mengenai matanya.
"Sialan!! Gue gak terima! Gue, gue, gue akan..." Michael bangkit berdiri dan hendak berkata kata, tetapi dia kehilangan kata-katanya.
"Waduh, kamu sudah gila yah? Kenapa kamu tembakkan flare gun?" Kata Guntur dengan Menghampiri Michael yang sedang berusaha bangkit berdiri.
"Bukankah itu bagian dari kesepakatan dan rencana kita?" Tanya Michael dengan sedikit tersenyum.
"Halah, Lo selalu keluar dari kesepakatan yang Lo buat bersama orang lain, Lo itu egois!" Sambung Andre yang baru saja datang bersama dengan Rizky dan yang lainnya.
"Maksud Lo?" Tanya Reyhan kebingungan.
"Waktu penyerangan dewa, dia bilang ke gue kesepakatannya adalah mencelakai Dewa dan Reyhan, tapi dia malah mau membunuh Dewa, ya itu kan gak sesuai kesepakatan!" Jelas Andre kepada mereka semua.
"Oh, jadi Lo yang nyerang dewa pada saat waktu itu??" Tanya Verrel dengan mendekat ke Andre dan mencengkram kerah bajunya.
"Cukup verrel, dia udah gak bekerja sama lagi dengan Michael." Cegah Roy agar tidak ada keributan, dan verrel pun melepaskan cengkraman tersebut.
"Kesepakatan kita adalah, membangkitkan kembali geng yang pernah ada, dan supaya gua bisa melawan snake, tapi gak ada kesepakatan kalo harus menembakkan flare gun itu!" Kesal Guntur dengan berteriak.
"Gue udah gamau kerja sama dengan Lo lagi, kalian geng Halilintar gak guna!" Kesal Michael dengan beranjak pergi dari atap, tetapi ditahan oleh guntur.
"Lo udah membuat kerusuhan dimana mana! Lo harus tanggung akibatnya, Lo penyebab dari semua ini! Lo adalah dalang dari semua ini!" Kata Guntur dengan menahan tangan Michael dengan sangat erat dan mencekiknya.
"Guntur, sebaiknya Lo penjarakan saja dia, karena dia adalah dalang dari semua ini!" Kata snake Dengan tersenyum.
"Ya, biar gak ada orang yang meneror gua lagi!" Kesal dewa dengan memberikan senyuman kepada Michael.
"Baiklah, sebenernya gua adalah polisi mata mata, ayo ikut gua ke penjara!" Kata goat dengan melepas bajunya dan memborgol tangan Michael.
"Tidak! Lita, gua sayang sama Lo! Gua gamau kehilangan Lo Lita, gua tau Lo bisa dengar ini, karena topeng yang digunakan oleh mereka! Dengar gua Lita dengar!!" Teriak Michael yang perlahan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Katanya geng Halilintar geng paling mematikan? Tapi kok nyatanya? Biasa ajah tuh?" Kata Willy dengan kebingungan dan tersenyum kepada mereka.
"Percayalah anak bocah, kita lagi gapunya mood untuk bangkit!" Kata Guntur dengan mengambil sebuah pedang dan menyelipkannya di pinggang.
"Bangkit dong, biar ada kerusuhan lagi!" Kata verrel dengan tersenyum.
"Bego Lo! Yang ada semua orang celaka kalo ada kerusuhan lagi!" Kata Roy dengan menjitak kepala Verrel.
"Gua bisa merasakan, kalau geng halilintar akan kembali bangkit." Bisik Galang kepada mereka semua.
"Gausah ngomongin geng halilintar lagi! Kalian pergi saja, kalian kali ini gua kasih toleransi, lain kali mungkin nggak!" Kata Guntur dengan menyuruh mereka untuk pergi.
"Baiklah, kita semua akan pergi om!" Kata Reyhan dengan ketakutan dan semua pun pergi keluar dari markas geng Halilintar.
Sekarang mereka sudah diluar bersama yang lainnya, yaitu keenam anggota geng naga api tersebut, serta juga Judy mama Reyhan, Rizky beserta kawan kawannya, dan Nikita, mereka sedang berjalan menuju ke rumah Reyhan untuk istirahat sejenak, orang orang melihat mereka dengan penuh keceriaan, karena berkat mereka geng Halilintar dan geng yang lainnya tidak lagi membuat kota menjadi kacau dan juga rusak.
"Akhirnya, pertarungan ini berakhir juga yah..." Kata Reyhan dengan tersenyum seraya menatap langit.
"Iyah, tapi gua capek banget nih! Melawan banyak preman, udah gitu gak habis habis lagi!" Ketus Verrel dengan berusaha untuk meluruskan tangannya.
"Iyah sih, mereka terlalu kuat untuk kita yang masih SMA kayak gini." Jelas Willy dengan melirik ke arah belakang dan tersenyum.
"Sudah, lebih baik kita sekarang pulang saja ke rumah Tante, kita harus membicarakan tentang ini di rumah Tante." Jelas Judy kepada mereka semua dengan tersenyum.
Setelah beberapa menit kemudian, kini mereka sudah berada di halaman depan rumah judy dan nampak kelelahan.
"Eh, ada Nikita? Sejak kapan Lo disini?" Kata Galang kebingungan ketika melihat Nikita berada di sampingnya.
"Lah, Iyah nih gua baru nyadar, kok Lo bisa ada disini?" Tanya Reyhan kebingungan.
"Tadi gua diajak mama Lo, disuruh ikut buat bantuin Lo melawan geng halilintar." Jelas Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Kok Lo bisa tahu kalau gua diserang sama geng Halilintar?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Mama sebenernya udah tahu, karena ada flare gun yang ditembakkan oleh Michael, jadi mama tahu bahwa itu adalah tanda saatnya teman teman dari geng halilintar itu beraksi." Jelas Judy seraya membuka pintu rumah yang dikunci, dan mempersilahkan mereka semua masuk.
"Tapi, kenapa ada banyak kerusuhan? Kenapa geng naga api gak membantu?" Tanya Verrel dengan Melirik ke arah Dewa.
"Menyindir atau nanya Lo?" Tanya dewa dengan melirik ke arah verrel.
"Sudah, tidak usah ribut lagi, Dewa apa kamu bisa matikan sinar itu? Terlalu terang dan dapat mengundang geng yang lainnya untuk beraksi." Jelas Judy seraya menghalangi matanya yang terkena sinar dari tatto yang menyala dengan sangat jelas.
"Maaf tante, saya harus kendalikan dulu emosi saya, saya butuh pelukan Seseorang agar dapat memulihkan keadaan." Jelas Dewa dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Gua rasa Lo butuh pelukan hangat dari gua." Kata Lita yang datang bersama dengan Mauren.
"Reyhan, apa Lo gapapa?" tanya Mauren seraya berjalan mendekati Reyhan dan mengecek keadaan reyhan.
"Tenang mauren, gua gapapa kok cuma lemas doang." Kata Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu.
"Sebaiknya kita bahas masalah ini di dalam." Kata Judy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Bahas apa Tante?" Tanya Nikita dengan kebingungan.
"Salah satu dari kalian, coba antar Nikita pulang, kamu tidak cocok untuk membahas ini semua, karena bila kamu ikut membahas permasalahannya, kamu akan dalam bahaya besar." Jelas Judy seraya masuk ke dalam kamarnya.
"Baik Tante, biar kita aja yang antar Nikita pulang." Jelas Rizky dengan menggandeng tangan Nikita untuk pulang ke rumahnya, dan Nikita pun ikut melangkah bersama dengan Rizky dan teman temannya.
"Gua kok merasa gimana gitu kalo Nikita digandeng begitu? Perasaan apakah ini?" Batin Reyhan dengan memegangi dadanya yang nampak perih kesakitan.
"Reyhan, ajak semua teman Kamu masuk ke dalam sini, bahaya kalo kita bahas disitu." Jelas Judy dengan memberikan sebuah kode kepada Reyhan, dan Reyhan pun mengangguk seakan akan mengerti.
Reyhan pun mengajak mereka masuk ke dalam kamar, dan Judy mendorong lemari tersebut, lalu mereka pun masuk ke dalam sebuah lubang yang ada di kamar judy, yaitu markas rahasia milik Judy, kini semua pun duduk di sofa yang tersedia, sementara itu Judy menyiapkan minuman dan cemilan untuk mereka semua.
"Baiklah, kalian semua harus tahu sesuatu tentang geng Halilintar!" Jelas Judy dengan berjalan perlahan ke arah mereka semua yang sedang duduk dan menyodorkan sebuah cemilan serta minuman.
"Memang apa Tante? Bukankah kerusuhan itu sudah berakhir?" Tanya Mauren dengan mengambil gelas miliknya dan meminumnya.
"Geng halilintar itu sangat cerdik, berbahaya, serta juga jago mengatur sebuah rencana." Jelas Judy dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Kamu pikir mereka gapunya teman di penjara tersebut? Kamu pikir geng halilintar, hanya punya pasukan geng lain? Tidak Reyhan, tidak!!" Jelas Judy dengan sedikit bernada agak tinggi.
"Jadi? Apakah Michael akan kembali?" Tanya dewa dengan kebingungan.
"Iyah, Tante yakin itu karena senyumannya sungguh mencurigakan!" Jelas Judy dengan sangat serius.
"Tapi Tante, kalo dia kembali lagi kita harus apa?" Tanya Lita dengan ketakutan seraya memeluk lengan dewa.
"Kita harus bersiap siap melawan mereka lagi, jadi pulihkan kondisi kalian dan persiapkan seluruh tenaga kalian, bila sewaktu waktu mereka menyerang lagi." Jelas Judy dengan sangat serius kepada mereka semua.
"Kenapa mama bisa tahu kalau mereka akan menyerang lagi? Kan katanya mereka lagi gak mood untuk bangkit?" Tanya Reyhan kebingungan.
"Biar mama jelaskan Reyhan, dan kalian harus dengar Tante ngomong!" Kata Judy dengan bangkit berdiri. "Geng Halilintar itu terkenal sebagai geng yang licik, kejam, cerdas, pandai dalam segala hal, punya banyak anak buah, jago dalam menyamar, dan masih banyak lagi." Jelas Judy kepada mereka semua dengan sangat serius.
"Tante yakin mereka sedang merencanakan sesuatu, dia tidak mungkin semudah itu memenjarakan Michael, karena Michael adalah anak Guntur." Jelas judy kepada mereka semua, dan mereka nampak terkejut.
"Apa?! Anak Guntur? Siapa Guntur?" Kata Milea dengan terkejut dan kebingungan.
"Guntur adalah ketua geng Halilintar, dan percayalah sama Tante, Guntur dan Michael sedang merencanakan sesuatu." Jelas Judy kepada mereka semua.
"Tante, apakah Dewa akan diculik lagi?" Tanya Willy dengan penasaran.
"Mungkin saja dia tidak akan menggunakan Dewa, tapi menggunakan umpan yang lainnya!" Jelas Judy kepada mereka semua.
"Gua bisa merasakan, akan terjadi sesuatu diantara kita semua dan juga geng Halilintar!" Jelas Galang dengan menghembuskan nafas panjang.
"Galang saja sudah berbicara, tandanya yang dibilang Tante dan Galang akan terjadi." Jelas Judy kepada mereka dengan tersenyum.
"Yaudah tante, kita pulang dulu yah." Kata Santi dengan melangkah keluar, tetapi dihalangi oleh Judy.
"Tunggu sebentar, kalian semua sudah ketahuan identitas kalian siapa, jadi kalian harus melindungi diri dari geng halilintar itu." Jelas Judy seraya membuka sebuah lemari, dan nampak banyak senjata serta juga baju.
"Widih, ada senjata nih kayaknya bakalan asik!" Seru verrel dengan berusaha mengambil salah satu senjata tersebut.
"Eitss! Sabar dulu! Kalian harus Tante dandanin biar bisa menyimpan senjata mulai dari paling kecil sampai paling besar." Cegah Judy kepada mereka dengan tersenyum dan mulai menyiapkan sesuatu.
Judy pun langsung mendadani mereka agar bisa menyimpan senjata di dalam baju dan dimanapun, supaya dapat melindungi diri dari geng Halilintar tersebut, beberapa jam berlalu kini akhirnya mereka selesai didandani dengan hasil yang cukup bagus, dan mereka pun pamit pulang ke rumah masing masing, Reyhan yang kecapean pun langsung merebahkan diri di kamar.
Tiga bulan kemudian, pasca kejadian tersebut tidak ada teror apapun lagi dan kini Reyhan bisa hidup kembali normal walau mereka terkadang harus berhati hati ketika berkendara sendirian di tempat sepi, takut ada salah satu anggota geng Halilintar yang menyerang.
Rizky dan teman teman pun mengakui kesalahannya bila dia dan teman temannya yang melakukan teror terhadap Reyhan pada saat sebelum teror dewa, Reyhan dan yang lainnya ternyata hanya tersenyum, menandakan dia hebat mau mengakui kesalahan yang dia buat selama ini, dan Michael dikeluarkan dari sekolah dikarenakan terjerat kasus, beberapa bulan sempat ada sebuah gosip di sekolah dan gosip tersebut sangat viral, tetapi Reyhan bersama yang lainnya berusaha menjelaskan agar mereka tidak ngomongin Michael lagi, bila ngomongin akan terjadi masalah yang cukup besar dan akan membuat masyarakat sekitar kesusahan.
Sekarang Reyhan sedang duduk di gazebo bersama dengan Nikita, mereka sedang asik memakan eskrim, pada saat sedang asyik datanglah Rizky dengan memberikan sebuah senyuman khas miliknya.
"Makan apa nih? Gue gabung dong." Seru Rizky yang sekarang sudah duduk di samping Reyhan.
"Bawa apa tuh?" Tanya Reyhan dengan melihat ke arah Rizky yang membawa sebuah selebaran kertas.
"Ini nih, gua bawa selebaran kertas tentang turnamen tinju antar sekolah!" Seru Rizky dengan Memberikan selebaran kertas tersebut kepada Reyhan, dan Reyhan pun membaca kertas tersebut dengan cermat.
"Wih!! Roy bisa ikut nih kayaknya!" Seru Reyhan ketika tahu bahwa itu adalah turnamen tinju.
"Iyah, coba aja kasih ke Roy sana!" Seru Rizky dengan tersenyum kepada mereka berdua.
"Yaudah, gua duluan yah mau ke kelas dulu!" Kata Reyhan seraya beranjak pergi, dan Rizky hanya tersenyum.
Reyhan pun kini pergi ke kelas Roy, dan sekarang hanya tinggal Rizky dan juga Nikita di tempat tersebut, beberapa menit Tidak ada pembicaraan satu sama lain diantara mereka berdua, Rizky merasa bahwa ini canggung sekali tidak seperti biasanya.
"Lo udah makan?" Tanya Rizky dengan memberikan senyuman kepadanya.
"Ini gua lagi makan eskrim, kenapa emang?" Kata Nikita dengan tersenyum.
"Nggak kok, gua mau nanya sesuatu sama Lo boleh nggak?" Tanya Rizky dengan sedikit tersenyum.
"Boleh ajah, asal jangan banyak banyak, kayak Wartawan infotainment aja kalo banyak!" Kesal Nikita dengan melihat sekeliling.
"Lo suka sama Reyhan ya?" Tanya Rizky dengan sedikit tersenyum, dan itu membuat Nikita terkejut dan sedikit mematung beberapa menit.
"Kenapa Lo tiba tiba nanyain itu?" Kata Nikita dengan kesal dan terus melihat Rizky sangat serius.
"Lo suka kan sama Reyhan? Jujur aja, gue tau dari sikap Lo sama dia." jelas Rizky dengan tidak memperdulikan Nikita berbicara.
"Rizky, Lo udah jadi mantan gue, Lo gaperlu tahu gue suka sama siapa, kita udah gak ada hubungan lagi!" Kesal Nikita dengan beranjak pergi, tetapi ditahan oleh Rizky.
"Gue harus tahu Lo suka sama siapa, kasih tau gak." Kata Rizky dengan sedikit memberikan senyuman khas miliknya.
"Senyuman lo, kenapa selalu membuat gue selalu ingin menuruti kata kata lo." Kata Nikita dengan tersenyum kepada Rizky, dan kembali duduk.
"Lo suka kan sama Reyhan?" Tanya Rizky dengan tersenyum.
"Iyah, kenapa kalo gua suka sama dia?" Tanya Nikita dengan kesal dan mukanya memerah kayaknya tomat.
"Nah kan, dugaan gua ternyata selama ini benar, sikap Lo ke dia tuh beda banget sama yang lain." Kata Rizky dengan memberikan senyuman khas miliknya.
"Kenapa? Lo cemburu? Lo mau neror Reyhan lagi abis ini? Iyah??" Ketus Nikita dengan melengos pergi dari tempat tersebut.
"Gua ikhlas Lo pacaran sama Reyhan, jadi gua gak akan ganggu hubungan Lo sama Reyhan, malah gua bakal dukung Lo kok." Kata Rizky dengan sedikit berteriak, karena jarak mereka cukup jauh, dan Nikita hanya melihat sejenak lalu pergi ke kelas.
"Ciee cemburu nih, kalo Nikita suka sama Reyhan." Goda Andre yang baru saja datang dan menepuk pundak Rizky.
"Percayalah, gua udah mengincar cewek lain." Kata Rizky dengan sedikit tersenyum kepada Andre.
"Wih! Siapa nih?" Tanya Andre dengan penuh penasaran.
"Nanti juga Lo akan tahu pada saatnya, lihat aja nanti." Jelas Rizky dengan beranjak pergi ke kelasnya.
Di kelas, lebih tepatnya di kelas sebelas ips dua, Roy dan Reyhan sedang Asik mengobrol tentang kertas selebaran turnamen yang diberikan oleh Rizky, setelah mengecek selebaran turnamen tersebut dan itu hanyalah sebuah karangan Rizky saja.
"Waduh! Gue ditipu dong!" Kata Reyhan dengan menepuk jidatnya.
"Lo itu terlalu polos, mana ada turnamen tinju kertasnya begini, ga mungkin lah!" Ledek Roy dengan mengambil kertas tersebut dan membuangnya.
"Sorry yah Reyhan, gua sengaja ngelakuin ini, karena gua mau ngobrol sebentar tadi sama Nikita." Jelas Rizky dengan menyodorkan tangannya untuk meminta maaf, dan Reyhan pun memaafkan kesalahannya Rizky.
"Sebentar lagi bel masuk nih, gua duluan yah Roy!" Kata Reyhan dengan melihat jam tangan miliknya tersebut, dan Roy menahan tangan Reyhan.
"Lo dapet jam tangan ini darimana? Bukannya jam tangan yang gua kasih itu udah Lo buang?" Tanya Roy dengan melihat jam tangan tersebut secara cermat