Reyhan

Reyhan
ep 35



"Sst! Ini kita lagi menyamar!" Bisik Roy dengan mendekati Reyhan secara perlahan.


"Terus? Bagaimana rencananya?" Tanya Reyhan dengan mendekati mereka semua yang sedang memperhatikan sekeliling.


"Aduh! Kalian anak SMA begonya natural banget! Kenapa deketin dia!!" Geram goat dengan menepuk jidatnya.


"Kenapa emang? Kan kita ngasih tau Reyhan." Kata Willy dengan kebingungan.


"Disini ada cctv! Sudahlah, gua yakin ini akan gagal!" Kata goat dengan kesal dan frustasi.


"Kalian percuma menyamar, gua udah melihat dari cctv!" Kata suara tersebut lewat speaker yang ada.


"Hah? Siapa itu om?" Tanya Willy dengan kebingungan.


"Gua adalah ketua geng Halilintar ini, mereka berenam pasti tahu siapa gua karena gua udah melawan mereka, hahaha!" Kata orang tersebut dengan tertawa.


"Waah gua kira Lo udah mati ya? Ternyata belum?" Kata bear dengan tersenyum ketika mendengar suara itu.


"Hadeh dari dulu geng naga api gapernah berubah, begonya natural sama kayak anak SMA!" Kata orang tersebut dengan menepuk jidatnya.


"udah tahu kalo cctv itu cuma gerakan doang, ga bisa ada suara ini malah ngobrol sama gua lewat cctv, emang bisa? Hahaha" ledek orang tersebut dengan tertawa dan itu membuat snake merasa direndahkan.


"Sialan! Rasanya gua mau menghajar dia lagi tepat di wajahnya!" Kata bear dengan emosi dan menonjok dinding yang nampak rapuh tersebut.


"Gua rasa kalian perlu reunian, yah lebih tepatnya kembali melawan pasukan geng Halilintar!" Ucap suara tersebut dengan speaker yang terdengar dengan sangat jelas.


Seketika keluar beberapa anggota geng Halilintar dengan membawa sebuah golok serta juga pisau yang siap melawan mereka semua, dan Reyhan serta yang lainnya mulai waspada dengan keadaan sekitar.


"Percayalah para bocah Sma! Mereka suka jumscare!" Bisik white dengan mundur perlahan ke belakang.


"Maksudnya jumscare?" Tanya Willy kebingungan.


"Sst! Mereka bisa menyerang kapan saja!" Cegah snake agar mereka tidak mengobrol.


"Kenapa diem aja kayak patung? Kenapa kita gak lawan mereka aja?" Tanya Verrel yang sudah bersiap dengan sebuah balok besar dan siap menghajar mereka.


"Gua rasa mereka akan bergerak bila diperintahkan oleh ketuanya." Jelas Tiger dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Maksudnya? Kok gua gapaham?" Tanya Reyhan kebingungan.


"Yah, itulah yang biasa dilakukan oleh geng Halilintar ketika membuat kekacauan, menunggu perintah dari atasan terlebih dahulu!" Jelas bear dengan kesal dan mulai serius.


"Yah, pada nunggu ya? Ciee nunggu..." Ucap orang tersebut lewat speaker yang ada.


"Sialan, kira dipermainkan! Gua gak terima kalo geng naga api itu dipermainkan dan direndahkan." Tegas mouse yang sudah merobek bajunya dan ada sebuah tatto naga di punggungnya yang tidak teratur.


"Om, itu tattonya kok?" Tanya Galang dengan menahan tawanya ketika melihat tatto yang nampak jelek tersebut.


"Ya, ini waktu lagi nato, tiba tiba geng kucing garong menyerang markas, yaudah jadinya seadanya!" Kesal mouse dengan sedikit menahan malu.


"Haha, ternyata menunggu itu gak enak, buat mereka menderita." Perintah orang tersebut lewat speaker dan tiba tiba anggota yang tadinya hanya diam saja langsung menyerang mereka dengan sangat brutal.


Reyhan beserta yang lainnya melawan dengan kemampuan mereka masing masing, dan terus melawan hingga beberapa dari mereka tumbang dan juga pingsan, orang tersebut kembali tertawa lewat speaker dan tersenyum.


"Kalian pikir kalian sudah menang? Jelas belum!!" Teriak orang tersebut dengan sangat kesal.


"Yah, jelas gue bisa ngelawan sendirian, dikit sih." Kata verrel dengan memperhatikan sekitar.


"Halo Reyhan, kalo Lo mau menyelamatkan dewa, Lo harus ke atap dimana dia disiksa sama gua." Kata Michael dengan santainya dan tersenyum.


"Sialan! Kita harus segera ke atap sebelum nyawa Dewa hilang!" Kata Galang dengan sangat kesal.


"Baiklah, kalian akan mati disini dan jasad kalian tidak akan ditemukan oleh siapapun!" Kata orang tersebut dengan kesal dan tiba tiba saja anggota geng Halilintar tersebut keluar dari berbagai tempat dan mulai melawan mereka semua.


"Kita kalo kayak gini terus gak akan bisa menyelamatkan Dewa!" Kata Reyhan yang terus menghindar seraya memukul para preman tersebut.


"Om, kita butuh bantuan om, agar kita bisa menyelamatkan Dewa di atap!" Teriak Roy dengan terus melawan preman yang datang ke arah mereka.


"Mouse, Lo mau senang senang?" Tanya snake Dengan sedikit memberi sebuah senyuman yang seakan akan itu kode.


"Gua butuh bantuan seseorang, gua gak mungkin melawan mereka sendiri!" Kata mouse dengan berjalan ke arah snake lalu menonjok preman yang hampir menusuknya di belakang.


"Bear, apa Lo mau berpesta juga?" Tanya snake Dengan mengangkat kedua alisnya dan tersenyum.


"Gua tau maksud Lo, sebaiknya Lo semua pergi duluan biar gua dan mouse yang--" kata kata bear terpotong karena verrel yang tiba-tiba tiba saja Berteriak.


"Gua ikut! Gapeduli apapun resikonya yang penting gua harus membalaskan dendam kakak gua!!" Potong verrel yang sudah siap dengan gir motornya dan melawan mereka dengan gir tersebut.


"Yaudah, gua duluan yah semoga Lo berhasil membalaskan dendam kakak Lo!" Kata Roy dengan menepuk pundak verrel dan memberikan senyuman kepadanya


Reyhan beserta yang lainnya. Pun berjalan menaiki anak tangga satu persatu, menuju ke lantai 2 dan kini mereka sudah waspada ketika memasuki lantai 2 yang nampak sepi,tetapi dinding yang nampak luntur pada catnya, retakan demi retakan di tembok, dan juga lantai yang retak di bagian Pojok kanan mereka.


"Waspadalah, takutnya mereka muncul dari mana mana!" Kata snake Dengan memberikan instruksi kepada mereka.


"Galang kan Lo bisa ngilang, kenapa nggak langsung ajah ke atap?" Tanya Willy dengan menepuk pundak Galang.


"Gabisa, entah kenapa seperti ada sesuatu yang menyegel kekuatan menghilang gua." Ucap Galang dengan desis yang cukup pelan.


"Menyegel? Maksudnya??" Tanya Reyhan kebingungan.


"Ini soal kekuatan yang gua punya, kalo gua jelaskan ngerti gak?" Kata galang dengan sedikit menahan tawanya.


"Yah, yaudah gausah deh." Ucap Reyhan dengan sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa disini sepi banget? Di topeng gua udah gua cek tapi gak ada satu pun orang yang sembunyi Disini!" Kata Roy dengan memainkan topeng tersebut dan mengecek keadaan sekitar dengan sensor yang ada.


"Geng halilintar ini tidak mungkin seperti ini, gw yakin mereka merencanakan sesuatu!" Ucap snake Dengan berjalan seraya memperhatikan sekitar.


"Galang, akhirnya kita bertemu lagi ya? Hahaha!" Kata seseorang yang tiba tiba muncul dengan menggunakan baju ninja berwarna pink.


"Astaga, siapa Lo? Gua gapernah liat Lo sebelumnya." Kata Galang dengan terkejut dan menepuk jidatnya.


"Ninja itu cewek atau cowok? Kenapa pake warna pink?" Tanya Reyhan kebingungan dan menahan tawanya.


"Gua adalah musuh keluarga Lo, masih belum tahu gua siapa??" Kata orang tersebut dengan membuka penutup wajahnya dan menunjukkan dirinya di hadapan Galang dengan tersenyum.


"Hah?!! Bukankah Lo udah mati tertimpa reruntuhan batu??!" Ucap galang dengan sangat terkejut dan nampak tidak percaya.


"Tertimpa reruntuhan batu? Maksudnya?" Tanya white dengan kebingungan.


"Percayalah, keberuntungan selalu berpihak bersama gua." Ucap orang berbaju ninja tersebut dengan tersenyum.


"Tidak kali ini, mungkin Lo akan beneran gua habisin!" Ucap Galang dengan bersiap untuk melawannya.


"Galang, apa Lo yakin mau melawan dia sendirian?" Tanya Reyhan dengan menepuk pundak Galang.


"Siapa bilang gua sendirian? Gua bawa 2 orang lagi yang siap membantu gua kapanpun, dan mungkin Lo akan terkejut ketika melihat salah satu dari mereka." Jelas orang tersebut dengan melebarkan kedua tangannya, dan muncullah kedua orang yang salah satunya Galang mungkin kenal.


"Lo?! Kenapa bisa Lo bergabung sama dia? Kenapa?!!" Teriak Galang ketika melihat salah satu dari mereka.


"Astaga, Lo kenapa Galang? Sebenernya ada masalah apa?" Tanya Reyhan yang nampak kebingungan ketika melihat Galang berteriak.


"Sudah, ini adalah lawan yang pantas buat gua, kalian pergi saja duluan." Kata Galang dengan kesal dan mengusir mereka untuk pergi.


"Tidak semudah itu kalian pergi, ada beberapa anak buah yang siap untuk kalian lawan, serang mereka!" Kata orang tersebut dengan memberikan perintah kepada para anggotanya dan menyuruhnya untuk menyerang.


"Snake, Lo dan yang lainnya pergi saja duluan, biar gua sama Galang yang lawan ini!" Kata Tiger dengan mengepalkan tangannya dan menonjok kepala preman yang datang.


"Baiklah, semoga beruntung!" Ujar snake Dengan tersenyum kepada Tiger.


Mereka pun berjalan menuju ke lantai selanjutnya yaitu lantai 3, dan disana sudah ada beberapa preman yang siap melawan mereka tetapi masih dalam keadaan diam mematung, Reyhan yang sudah siap dengan balok kayu miliknya berjalan perlahan menuju tangga selanjutnya bersama yang lainnya, tetapi tiba tiba saja ada suara yang menyuruh mereka menyerang Reyhan dan yang lainnya.


"Yah, kalian gak akan bisa kabur, lawan mereka usahakan bunuh!" Teriak seseorang itu dari speaker dan nampak sangat kesal.


"Reyhan! Kasih itu ke gua!" Teriak Willy dengan menunjuk pemukul baseball di sampingnya Reyhan.


Reyhan pun langsung melempar pemukul baseball tersebut kepada Willy, dan seketika Willy langsung melawan para preman yang datang tersebut dengan pemukul baseball yang nampak kuat itu.


"Reyhan, selamatkan dewa, biar gua yang lawan mereka!" Teriak Willy yang sedang melawan beberapa preman.


"Bocah Sma! Lo gausah egois! Lo gak akan kuat melawan ini semua, biar gua yang bantu Lo!" Kata goat dengan mengeluarkan sebuah golok dan mulai melawan mereka dengan golok tersebut.


"Baiklah, semoga Lo beruntung Willy!" Kata Roy dengan tersenyum kepada Willy dan memberikan sebuah jam tangan miliknya kepada Willy, dan Willy pun tersenyum.


Reyhan bersama beberapa orang yang tersisa pun langsung berjalan menuju lantai 4, dan disana nampak ada seseorang yang sedang duduk dengan kursi yang sangat mewah, dan ada 2 bodyguard yang cukup besar dan kuat di kanan kiri orang tersebut.


"Sepertinya gua kenal orang itu, tapi siapa ya???" Gumam Roy dengan memofkuskan matanya kepada orang tersebut.


"Siapa dia? Kok kayaknya beda dari yang lain yah?" Kata Reyhan dengan kebingungan.


"Wah, apa jangan jangan itu--" kata snake Dengan melihat secara cermat dan tiba tiba saja terpotong oleh orang tersebut.


"Ya! Gua adalah Alexander Window iPhone! Orang paling kaya di dunia!!" Potong orang tersebut dengan bangkit berdiri dan tersenyum di hadapan mereka.


"Hah? Kok bisa sih anjir??" Ucap Roy dengan kebingungan melihatĀ  orang tersebut.


"Geng Halilintar itu memiliki banyak sekali anak buah yang siap membantunya kapanpun, dari kalangan tingkat bawah sampai tingkat paling atas" jelas Tiger dengan tersenyum kepada mereka.


"Lo? Lo kan musuh dari perusahaan papa gua! Musuh abadi yang selalu mau menghancurkan usaha papa gua!" Geram Roy ketika melihat Alexander yang berdiri di hadapannya.


"Wah, berani juga kamu disini Roy, kalo saya foto dan berikan kepada perusahaaan papa kamu mungkin perusahaan papa kamu akan ternodai dan bangkrut." Ledek orang tersebut dengan nada seakan akan ingin menghancurkan.


"Kenapa?!! Kenapa gua harus melawan Lo?!!" Geram Roy dengan menundukkan kepalanya.


"Karena berkat berkas yang gua curi itu, gua bisa menghubungi dia." Jelas Michael dari belakang orang tersebut.


"Sialan! Lo kemanain dewa?!! Hah?!!" Kesal Reyhan ketika melihat orang tersebut.


"Ada di atap, coba saja kalau bisa!" Jelas Michael yang sudah mengenakan topeng badut dan menghilang entah kemana.


"Om, ayo bantu gua menyelamatkan dewa, om!" Ajak Reyhan dengan sedikit tersenyum.


"Goat, Lo bantu dia, kali aja ada anggota yang lainnya" suruh snake Dengan menepuk pundak goat.


"Mari kita ke atas om!" Ajak Reyhan dengan tergesa gesa.


"Sabar! Geng Halilintar itu cerdik dan kuat, pasti dia punya suatu rencana!" Kata snake Dengan menahan Reyhan.


"Rencana? Maksudnya?" Tanya Reyhan kebingungan dan melihat sekeliling.


Sementara itu dengan Mauren dan yang lainnya, mereka sedang berkumpul di rumah Mauren dan nampak khawatir dengan keadaan Reyhan serta yang lainnya, karena mereka melawan geng Halilintar yang dikenal sangat jahat dan juga kejam.


"Duh, gua khawatir Reyhan kenapa kenapa nih!" Kata Mauren dengan melihat ke arah mereka semua.


"Ya, apa boleh buat? Kita gak bisa bantu mereka kok, karena gak diijinkan sama mereka!" Ketus Lauren dengan kesal dan menghembuskan nafas.


"Menurut Lo mereka akan selamat gak?" Tanya Milea dengan sedikit tersenyum.


"Lo jangan ngomong gitu dong!!" Bentak lauren dengan menggebrak meja.


"Ya kan gua nanya anjir, apa salahnya sih." Balas Milea dengan sedikit ketakutan.


"Sudahlah! Gausah ribut gini Napa, kita kalo udah kayak gini harus berbuat apa? Ga ada cara lain selain berdiam diri di rumah Lo, karena kita cewek!" Tegas Lita agar mereka tidak berantem.


"Gua rasa kita harus lakukan itu!" Jelas Shinta dengan tersenyum kepada Milea.


"Tapi, apa barang barangnya udah Lo siapkan? Apa Lo bisa meretas sistem kemanan di topeng punya Roy?" Tanya Milea yang nampak serius kepada Shinta.


"Kalian ngomongin apa? Kita gak paham nih!" Jelas Santi dengan kebingungan.


"Bila kita tidak bisa membantu mereka dalam jarak dekat, maka kita bisa membantu mereka dari jarak jauh." Jelas Shinta seraya mengeluarkan laptop miliknya yang nampak berwarna cerah.


"Apa itu?" Tanya Lauren dengan Penasaran