Reyhan

Reyhan
ep 32



Reyhan kini sudah turun dari motor dan sudah bersiap dengan pisau di tangan kirinya, sudah lama dia menunggu tetapi para anak buah geng Halilintar tersebut belum menyerang dia, dan muncullah orang bertopeng badut dan sudah dilengkapi dengan jaket berlogo petir, dia keluar dari kerumunan para anggota geng Halilintar tersebut dengan membawa sebuah pisau.


"Hahaha, kita bertemu lagi Reyhan!" Ucap orang topeng badut tersebut dengan tertawa.


"Mau Lo apa? Kenapa jadi gua juga yang kena?" Tanya Reyhan dengan sangat kesal dan penuh kebingungan.


"Gue? Gue mau Lo jauhin Nikita, dan bilang ke teman teman Lo serta juga orang disekolah, jangan ada yang ngomongin gua lagi atau mereka akan celaka!" Ancam orang tersebut dengan berteriak.


"Bukankah Lo suka sama Lita? Kenapa Lo nyuruh gue untuk jauhin dia?" Tanya Reyhan kebingungan dengan menyipitkan matanya.


"Siapa sebenernya dia?" Kata Nikita dalam hati sambil terus melihat ke arah Reyhan yang sudah dikepung.


"Karena dia, ah lupakan! Lebih baik Lo siapkan kuburan buat Lo, hahaha!" Ucap orang tersebut dengan tertawa.


"Gue bisa lawan mereka dengan sekuat tenaga gue!" Teriak Reyhan dengan bersiap untuk melawan mereka.


"Baiklah, kalo itu mau Lo, serang dan bunuh dia!" Ucap orang topeng tersebut dengan menyuruh para anggota geng Halilintar untuk menyerangnya.


Reyhan pun langsung melawan para anak buah dia, Reyhan terus menonjok dan menendang anak buah yang datang ke arahnya, dan Reyhan merasa bahwa semakin lama semakin banyak orang yang menyerangnya, Reyhan pun mundur ke arah Nikita dengan nafas terengah-engah.


"Gila! Mereka malah semakin banyak!" Teriak Reyhan dengan berdiri di samping Nikita.


"Reyhan, Lo harus kuat yah, gue bakal bantu Lo juga kok!" Ucap Nikita dengan tersenyum lalu turun dari motor dan bersiap untuk melawan mereka.


"Apa Lo bisa beladiri? Kalo bisa bantu aja gue." Jelas Reyhan dengan melirik ke arah Reyhan.


"Gampang lah! Gausah Lo ngeremehin gue." Ucap Nikita dengan menonjok preman yang datang ke arahnya.


"Widih, ayo kita lawan bareng bareng." Ajak Reyhan dengan Kagum terhadap Nikita.


Mereka berdua pun saling membantu satu sama lain, dengan sebuah combo yang dahsyat, bahkan para preman tersebut pun kewalahan melawan mereka, kini Nikita istirahat terlebih dahulu di motor Reyhan, dan Reyhan melawan para preman tersebut sendirian dengan pukulan yang sangat dahsyat.


Tetapi dari belakang ada salah satu preman yang hampir menusuk Reyhan, dan Reyhan menahan tangan orang tersebut, dan dari depan ada preman yang hendak menonjok wajah Reyhan,tetapi Reyhan Secara cepat langsung menendang orang di depan dan melompat ke belakang, lalu menonjok wajah orang yang memegang pisau tersebut.


"Wah, ternyata Lo hebat juga ya!" Ucap orang topeng badut tersebut dengan memberhentikan para anak buahnya.


"Mau Lo apa? Gue udah capek nih ngelawan mereka semua."  Ucap Reyhan kesal dengan nafas terengah-engah.


"Gue mau Lo gausah ikut campur urusan gue lagi, kalo Lo ikut campur urusan gue lagi, dewa akan jadi sasaran gue dan akan gue bunuh!" Ancam orang tersebut dengan pergi dan kembali menyuruh para anak buahnya untuk melawan Reyhan.


Kini Reyhan yang sudah kecapean berdiri di samping Nikita dengan tersenyum kepada nikita.


"Kalo memang kita bakalan mati disini, gue rela mati asalkan lu ada di samping gue." Ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Nikita.


"Maksud Lo? Lo udah gak kuat ngelawan mereka?" Tanya Nikita dengan melihat sekeliling.


"Gue udah capek, gue udah kewalahan ngelawan mereka yang kekuatannya lebih besar dan lebih kuat, gue hanya anak SMA biasa." Kata Reyhan dengan tersenyum kepada nikita.


"Tidak semudah itu Lo boleh menyerah, bocah Sma, kita datang untuk membantu kalian!" Kata seseorang dari atas pohon dan turun, lalu berjalan ke arah Reyhan.


"Siapa Lo?" Tanya Reyhan singkat dengan sempoyongan.


"Lo istirahat aja dulu, biar kita yang lawan mereka." Ucap orang misterius tersebut dengan tersenyum, dan keluarlah beberapa orang dengan helm di kepalanya.


"Ini geng apa sih? Kok pake helm?" Kata Nikita dengan kebingungan.


"Kita adalah geng tupai terbang, kita akan membantu Lo." Seru orang tersebut dengan menghampiri Reyhan.


"Bagus, gue udah capek banget nih." Kata Reyhan dengan duduk di samping Nikita dalam keadaan lemas.


"Reyhan, maafin gue yah gara-gara gue ngajak Lo temenin beli novel, malah begini jadinya." Sesal Nikita dengan menundukkan Kepalanya.


"Oh ayolah, Lo gak salah, memang geng Halilintar sedang mengincar gue untuk di bunuh!" Ketus Reyhan dengan melihat sekeliling yang tampak kacau.


"Kalo gue gak ngajak lo, mungkin sekarang Lo udah santai di rumah." ucap Nikita dengan menunduk ke bawah dan nampak canggung dengan Reyhan.


"Lo gak salah, jadi jangan salahkan diri Lo!" Kata Reyhan dengan sedikit membentak Nikita.


"Lalu? Sekarang bagaimana kita pulang?" Tanya Nikita kebingungan, karena mereka sedang dikepung.


"Yah, gue gak tau nih fungsi jam ini buat apa, mungkin saatnya menggunakan jam ini." Ucap Reyhan seraya turun dari motor dan mengotak Atik jam tersebut, tetapi tidak terjadi apapun.


"Gak ada apa apa tuh, gue rasa jam Lo rusak deh." Ucap Nikita dengan melihat sekeliling.


"Yah, mungkin ini hanyalah jam biasa, jadi gue rasa gue ditipu sama mama gue." Kata Reyhan dengan sedikit terkekeh.


"Reyhan! Awas di belakang Lo!!" Teriak Nikita dengan menunjuk ke arah belakang.


Reyhan pun langsung menutupi kepalanya dengan tangannya, tetapi preman tersebut secara tiba-tiba langsung pingsan dalam keadaan kejang kejang, Reyhan yang kebingungan langsung balik badan dan melihat preman tersebut pingsan.


"Aneh, kok bisa pingsan?" Kata Reyhan dengan kebingungan.


"Jam itu mungkin memberikan setruman, mungkin aja dia kesetrum." Ucap Nikita dengan menunjuk ke arah jam tersebut.


"Siapa ini? Kok tiba tiba ada orang yang ngomong?" Kata Reyhan dengan terkejut.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya, tapi ketika anda membutuhkan bantuan untuk melawan geng halilintar, saya akan membantu anda dari kejauhan." Jelas orang tersebut dari jam tangan Reyhan.


"Hmm, apa Lo yakin?" Tanya Reyhan dengan menghela nafas, dan tidak ada jawaban lagi.


"Astaga, orangnya kemana tuh? Apa mungkin dia hanya ada ketika sedang keadaan darurat?" Kata Nikita dengan kebingungan.


"Yah, gue juga gatau sih, tapi--" kata kata Reyhan terhenti ketika dia tiba tiba saja pingsan, karena ada salah satu dari mereka yang memukul kepala Reyhan dengan sangat keras.


"Reyhan!!! Sialan Lo brengsek!!" Teriak Nikita dengan melempar sebuah kamus besar bahasa Indonesia ke arah preman tersebut, dan preman Tersebut pun pingsan.


"Hah? Kenapa dia? Ada apa?" Tanya ketua geng tupai terbang dengan Menghampiri mereka berdua.


"Dia pingsan om, tolong bantu saya." Ujar Nikita dengan nada khawatir dan meneteskan sedikit air mata.


"Baiklah, bawa dia ke mobil bak itu, biar diantar ke rumah Judy." Kata orang tersebut dengan membawa Reyhan ke mobil bak tersebut.


Reyhan pun langsung dibawa ke rumah, setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di halaman depan rumah Reyhan, dan Reyhan langsung dibaringkan di sofa oleh beberapa orang yang membantunya, Nikita yang khawatir ikut masuk ke dalam dan duduk di sebuah kursi, Judy langsung menghampiri Nikita dan berusaha menenangkan Nikita.


"Tenang yah, kamu gausah takut lagi, Tante ada disini!" Jelas Judy dengan memeluk hangat Nikita.


"Tapi Reyhan gimana Tante? Aku takut dia kenapa kenapa." Kata Nikita dengan nada khawatir.


"Tenang aja, dia gak akan kenapa kenapa kok, kamu pulang sekarang ya? Udah mau jam 6, nanti bahaya kalo lama lama diluar." bisik Judy kepada Nikita.


"Baik Tante, aku pulang duluan yah, semoga Reyhan cepat sembuh." Kata Nikita dengan beranjak pergi keluar rumah Reyhan dan pergi ke rumahnya dengan berjalan kaki.


"Kenapa dia bisa pingsan? Kenapa Lo gak jagain anak gue?" Bentak Judy dengan Berteriak kepada ketua geng tupai terbang itu.


"Gue udah bantu lawan geng Halilintar, tapi gue lupa bantu jaga dia, maaf yah Judy." Ucap orang tersebut dengan menundukkan kepalanya.


"Kalo gini caranya, gue udah gamau minta bantuan Lo semua!!" Teriak Judy dengan menggebrak meja.


"Maaf Judy, kita udah melawan sekuat tenaga kita!" Kata salah satu orang berambut coklat.


"Baiklah, gue mau kalian jaga jaga disekitar rumah gue, dan kalo ada yang mencurigakan langsung saja hubungi gue!" Ucap Judy dengan tegas kepada mereka semua.


"Baiklah, kami akan usahakan untuk menjaga rumah Lo dari geng Halilintar itu." ucap ketua geng tersebut dengan tersenyum.


"Udah, gue lagi badmood, pergi Lo semua atau gue gampar satu satu!" Bentak Judy dengan melambaikan tangannya agar mereka semua pergi.


Mereka semua pun pergi dari hadapan Judy, dan mereka mencari tempat untuk berjaga, serta juga ada yang menyamar agar geng Halilintar tidak mengenali mereka.


Sementara itu dengan anto, dia yang melihat Reyhan dalam keadaan lemas, dan dia sudah tahu siapa yang membuat Reyhan seperti itu, langsung menelepon Rizky yang sedang fitness di malam hari.


"Halo, Rizky Lo sibuk gak?" Tanya Anto lewat handphone.


"Kenapa emang? Ada informasi apa?" Tanya Rizky yang sudah paham dengan maksud Anto.


"Gue rasa dia udah keterlaluan, sampai memanggil geng bapaknya sendiri, terus dia membuat Reyhan terluka, ini udah lewat batas banget sih." Kata Anto lewat telepon dan duduk di ujung ranjang miliknya.


"Lo gatau gue beberapa hari yang lalu itu ribut sama dia?" Tanya Rizky dengan kesal dan mulai serius.


"Hah? Kok bisa?" Tanya Anto dengan kebingungan.


"Ah sudahlah, gue gamau bahas dia lagi, lebih baik kita ketemu saja besok, karena dia punya banyak sekali mata mata!" Ketus Rizky dengan mematikan teleponnya dan berbaring di kasur miliknya.


Keesokan harinya,lebih tepatnya hari Rabu, Reyhan yang sudah agak sehat langsung bangun dan siap siap untuk ke sekolah, dia pun berjalan ke arah dapur dan menghampiri mamanya yang sedang masak untuknya.


"Kamu sekolah?" Tanya Judy singkat dengan melihat Reyhan yang sudah siap dengan baju sekolah miliknya.


"Iyah mama, kenapa emangnya?" Tanya Reyhan heran kepada mamanya.


"Kamu istirahat dulu, kemaren kan kecapean abis lawan geng Halilintar itu." Suruh judy agar Reyhan istirahat di kamarnya.


"Nggak ah, aku udah sehat kok, tenang aja ma!" Seru Reyhan dengan tersenyum kepada mamanya.


"Yaudah kalo kamu emang mau sekolah, bawa ini buat jaga jaga!" Ucap Judy dengan memberikan sebuah topeng agar menutupi wajahnya.


"Kenapa ini dibawa ke sekolah? Emang aku mau ngelenong?" Tanya Reyhan kebingungan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Udah, mama yakin ini akan berguna ketika melawan geng Halilintar!" Kata judy dengan memasukkan topeng tersebut ke dalam tas Reyhan.


Reyhan pun terpaksa, dia akhirnya sarapan terlebih dahulu setelah beberapa menit sarapan dia pun langsung pergi ke sekolah dengan motornya, setelah beberapa menit kemudian Reyhan sudah sampai di sekolah dan memakirkan motornya terlebih dahulu, setelah memarkirkan motor dia pun langsung berjalan menuju ke kelas, tetapi dia tak sengaja menabrak Roy yang sedang keluar dari kelasnya.


"Reyhan? Lo kenapa? Kok luka luka gitu?" Tanya Roy kebingungan dengan melihat wajah Reyhan yang penuh luka.


"Eh nggak kok, gue kemaren abis lawan geng Halilintar." Jelas Reyhan dengan mengelus pipi yang nampak memar.


"Hah? Kok bisa?" Kata verrel yang tiba tiba berada di samping Reyhan dan mulai penasaran.