
"Hai Nikita, kok Lo belom tidur?" Kata Reyhan yang sudah duduk di samping Nikita.
"Eh Reyhan, gue kebangun nih." Kata Nikita dengan mengusap matanya yang masih ngantuk.
"Gue juga kebangun gara-gara si Willy ngorok!" Sebal Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Kira-kira Roy bakal nembak Aulia kapan yah?" Tanya Nikita dengan melirik ke arah Reyhan.
"Gue gatau, kan gue bukan Galang yang bisa menerawang." Jelas Reyhan dengan memberikan senyuman kepada Nikita.
"Entah kenapa, gue selalu ingin berada di dekat lo, apapun caranya." Batin Nikita dengan memandang wajah Reyhan yang berantakan akibat baru bangun tidur
"Kenapa liatin gue?" Tanya Reyhan secara tiba-tiba yang membuat Nikita salah tingkah.
"Eh, gapapa kok." Kata Nikita dengan memegang gelas dan menyeruput kopi milik Reyhan.
"Salah minum Lo, itu punya gue, ini baru punya Lo." Jelas Reyhan dengan mengangkat gelas milik Nikita yang berisi teh manis.
"Astaga, salah minum dong, Pantesan aja rasanya beda." Kata Nikita dengan menepuk jidatnya dan Tersenyum.
"Gue liat di Instagram dan YouTube, Lo udah gak upload video lagi?" Tanya Reyhan dengan mengecek handphone miliknya.
"Gue udah males, gue mau jadi orang biasa." Jelas Nikita dengan merapatkan kakinya yang kedinginan.
"Maksud lo, jadi orang biasa?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Iya, jadi selebgram itu gak enak, selalu serba salah, dekat sama yang ini di gosipin, Deket sama yang itu di gosipin, jadi gue serba salah kalo jadi selebgram." Jelas Nikita dengan melihat Reyhan secara cermat.
"Jadi? Lo mau jadi orang biasa kayak gue? Padahal kan enak jadi selebgram, terkenal, dan bisa mendapatkan banyak uang." Ucap Reyhan kepada Nikita.
"Lo gak tau betapa sulitnya jadi selebgram, Lo gak pernah ngerasain sih!" Jelas Nikita dengan kesal.
"Emang sulitnya apa? Rasanya apa?" Tanya Reyhan dengan memberikan senyuman kepada Nikita.
"Seperti apa yang gue bilang tadi, jadi selebgram itu selalu serba salah Dimata para followers!" Geram Nikita dengan sangat kesal.
"Udah, kalo emang Lo mau jadi orang biasa, ya silahkan, biarkan mereka yang iri ngurusin hidup Lo, gausah dengerin kata orang lain, tetaplah berkarya semampu Lo." Jelas Reyhan dengan merangkul Nikita secara hangat.
"Oh ya, kok Lo bisa temenan sama mereka sih?" Tanya Nikita kepada Reyhan, yang membuat Reyhan kebingungan.
"Maksud Lo? Kok gue gapaham?" Kata Reyhan dengan kebingungan.
"Iyah, kok Lo bisa temenan sama Rizky, padahal kan Rizky udah neror Lo waktu itu." Jelas Nikita kepada Reyhan.
"Bagi gue, berteman itu tidak perlu memandang status dia apa, tetapi berteman dari keikhlasan dan kesetiaan dalam pertemanan itu." Jelas Reyhan dengan melihat langit pagi hari yang mulai nampak.
"Jadi, lo gak peduli siapapun mereka, asalkan bisa berteman dengan mereka?" Tanya Nikita dengan kebingungan.
"Iyah, kecuali Michael, mungkin gue akan jauhin dia, karena dia sangat berbahaya." Bisik Reyhan kepada Nikita.
"Tapi, kenapa sikap Lo ke gue biasa aja waktu ketemu sama gue?" Tanya Nikita kepada Reyhan.
"Karena gue memandang Lo itu, hanyalah orang biasa, bukan selebgram atau pun yang lainnya, jadi gue tidak menganggap orang itu statusnya Apa, tapi menganggap bahwa dia beneran pengen jadi sahabat gue atau nggak." Jelas Reyhan kepada Nikita, dan Nikita pun mengangguk menandakan mengerti.
"Udah jam segini, tapi gue belom ngantuk juga nih." Kata Nikita dengan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul empat pagi.
"Pagi hari yang sejuk, cuaca yang hangat, dan membuat gue mengantuk." Jelas Reyhan dengan memiringkan kepalanya ke kepala Nikita yang bersandar pada bahunya.
"Ngantuk juga yah lama-lama, jadi pengen tidur, hoaamm." Kata Nikita dengan perlahan menutup matanya dan menguap.
"Gue juga ngantuk nih, hoamm." Kata Reyhan dengan menguap panjang dan meletakkan kepalanya di kepala Nikita yang sedang tertidur pulas.
Mereka berdua pun tertidur dalam keadaan duduk berdua dengan saling berpegangan tangan dan bersandar satu sama lain, tertidur layaknya pangeran dan Putri, pagi hari yang cukup hangat dikarenakan matahari pagi perlahan lahan naik ke atas langit, dan menerangi daerah puncak yang cukup asri itu.
Roy yang baru saja bangun, hendak bersantai di ruang tamu, tetapi pada saat sedang duduk di sofa, dia melihat ada Reyhan dan Nikita yang sedang saling bersandar dan tertidur pulas.
"Wah, dua pasangan ini, ngapain yah kira-kira?" Kata Roy yang melihat mereka berdua dan Tersenyum.
"Kenapa Roy?" Tanya Aulia yang baru saja datang dan mendekati Roy dalam keadaan baru bangun.
"Lihat, mereka berdua, udah kayak pasangan yang lagi berbulan madu yah." Bisik Roy dengan menunjuk ke arah Reyhan dan juga Nikita yang sedang tidur lelap.
"Widih, ada apaan nih?" Tanya Willy dengan sedikit menaikkan nada suaranya.
"Ssst! Liat, dua pasangan ini lagi tidur nih!" Kata Roy dengan Tersenyum seakan memberikan kode.
"Mandi pagi-pagi di puncak, dingin gak yah?" Tanya Willy dengan melirik ke arah Roy.
"Gue rasa enak nih kalo mandi pagi-pagi disini." Bisik Roy dengan memberikan kode kepada Willy.
"Gue rasa jangan, nanti mereka malah kedinginan dan sakit." Kata Aulia dengan khawatir.
"Tenang aja, gak akan meninggal kok." Kata Willy yang sudah membawa seember air.
"Astaga, beneran dong!" Kata Aulia dengan menepuk jidatnya.
Willy pun langsung menuangkan air yang cukup dingin kepada mereka berdua, yang membuat mereka berdua bangun secara tiba-tiba dan saling bertatapan dalam keadaan kedinginan, walau hanya sebentar Reyhan langsung melihat ke belakang yang sudah ada mereka bertiga.
"Sialan Lo Willy! Orang lagi tidur malah disiram." Bentak Reyhan dengan memegangi tubuhnya yang menggigil.
"Gue kedinginan, dingin banget!" Kata Nikita dengan beranjak berdiri dalam keadaan menggigil.
"Ayo Nikita, kita ke kamar, ganti baju Lo." Ajak Aulia dengan membawa nikita yang sedang menggigil kedinginan ke kamarnya.
"Sialan Lo berdua! Dingin sialan!" Geram Reyhan dengan berjalan ke arah mereka berdua.
"Udah, sana Lo ganti baju, nanti masuk angin." Suruh Roy tegas dengan memberikan Reyhan sebuah handuk.
Reyhan pun segera mengganti bajunya, dan dia mandi air hangat di kamar mandi yang tersedia, setelah mandi dan berpakaian Reyhan pun membuka jendela kamarnya dan menghirup udara segar di pagi hari dengan hidungnya, tetapi pada saat sedang melihat sekeliling area villa itu dengan seksama, Reyhan dikejutkan oleh Galang yang tiba-tiba muncul dari bawah jendela dengan wajah seramnya.
"Reyhan, lagi apa Lo?" Kata Galang dengan memunculkan kepalanya ke arah tempat Reyhan berdiri.
"Sialan Lo! Bikin kaget aja!" Bentak Reyhan dengan menjitak kepala Galang sangat keras dan mendorongnya hingga jatuh ke bawah.
"Aduh, sakit kepala gue." Kata Galang dengan mengusap usap kepalanya.
"Hahaha, ternyata Lo bisa sakit juga?" Tanya Reyhan dengan melihat Galang yang kesakitan.
"Gue juga manusia biasa kali, bisa ngerasain yang namanya sakit!" Kesal Galang dengan bangkit berdiri dan melihat ke arah Reyhan.
"Sama bisa merasakan sakit hati ya?" Goda Andre yang baru saja keluar dari rumah di sebelahnya, yang membuat mereka berhenti bertengkar.
"Widih, udah bangun Lo?" Tanya Galang dengan melihat ke arah Andre yang sedang duduk di teras.
"Gue udah bangun dari tadi, emangnya Lo baru bangun jam segini." Ledek Andre seraya tersenyum kepada Galang.
"Gue udah lama gak nonjok orang nih, kalo nonjok pasti rasanya enak yah." Kata Galang dengan Memutar tangannya dan menunjukkan tinjunya kepada Andre.
"Gue cuma bercanda doang kok, jangan marah yah." Kata Andre dengan berusaha menenangkan Galang yang nampak mulai kesal.
"Sudah Galang, lebih baik sekarang Lo masuk, kita sarapan." Kata Shannia yang baru saja keluar rumah dan berdiri di teras.
"Sarapan? Emang siapa yang buat sarapan?" Tanya Galang kebingungan ketika mendengar kata sarapan.
"Gue yang buat, dijamin enak deh pokoknya." Seru Angel dengan Tersenyum kepada Galang.
"Wah, mari kita coba, enakan mana, masakan Lo atau masakan restoran." Seru Galang dengan beranjak masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang makan.
"Saatnya makan!" Kata Willy yang hendak mengambil sebuah nasi, tetapi tangannya dipukul oleh zoey.
"Sebentar dulu! Verrel mana?" Tanya zoey dengan menahan tangan Willy.
"Gue rasa dia masih di kamar deh." Kata Reyhan dengan melirik ke arah lantai dua.
"Wah, bener-bener tuh anak, udah jam tujuh, masih belom bangun juga? Gimana mau sukses coba." Gerutu zoey dengan beranjak ke lantai dua untuk membangunkan verrel yang masih tertidur pulas.
"Kenapa tuh dia?" Tanya Willy dengan kebingungan.
"Lo liat aja, kita tunggu sampe dia bisa bangunin Verrel." Kata Roy dengan Tersenyum dan melanjutkan makannya.
Zoey pun menaiki anak tangga satu persatu dan berjalan menuju ke kamar Verrel, setelah membuka kamar verrel dia melihat verrel yang masih tertidur pulas dalam selimut yang cukup tebal, zoey pun membuka selimut tersebut dan melihat verrel sedang tertidur pulas, zoey langsung membangunkan verrel secara paksa.
"Verrel, bangun woi, udah pagi nih!" Kata zoey dengan menepuk pipi verrel secara halus untuk membuatnya bangun.
"Nghh, sebentar lagi dong, gue masih ngantuk nih!" rintih verrel yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Bangun gak! Atau gue siram nih!" Ancam zoey dengan menepuk pipi verrel.
"Nanti dulu, gue masih ngantuk!" Kata verrel seraya membungkus tubuhnya dengan selimut yang tebal itu.
"Ada Santi tuh, dia lagi nungguin di bawah." Kata zoey dengan cemberut dan duduk di samping Verrel.
"Gapeduli gue, biarin aja, gue pokoknya pengen tidur!" Kata Verrel dengan berteriak.
"Makan dulu verrel, sarapan bareng bareng!" Bentak zoey dengan membuka selimut tersebut.
"Apa Lo yakin kalo gue harus bangun sekarang?" Tanya verrel dengan memberikan senyuman menggoda.
"Yakin, Lo harus sarapan sama kita!" Kata zoey dengan wajah seriusnya.
"Gue Males gerak, nanti aja gue nyusul kok." Kata Verrel dengan menggenggam tangan Zoey.
"Yaudah, kalo gitu gue duluan yah." Kata Zoey dengan melepaskan tangannya dan beranjak pergi ke bawah.
"Nah, pergi juga deh, akhirnya bisa menikmati pagi hari yang indah!" Kata verrel seraya menutup kembali tubuhnya dengan selimut.
"Turun sekarang Verrel, atau gue siram Lo pake air dingin!" Ancam zoey dengan sedikit berteriak dari bawah.
"Ah, ribet banget sih! Iya gue segera turun!" Kesal Verrel dengan berteriak dari dalam kamarnya.
Verrel pun mengganti baju tidurnya, setelah selesai berganti baju dia pun turun dan ikut makan bersama dengan yang lainnya, setelah selesai makan mereka pun merapikan perabotan yang dipakainya untuk makan.
"Duh, kenyang banget gue!" Rintih Willy dengan memegangi perutnya yang tampak besar.
"Lo rakus, makanan yang lain diambil juga!" Ketus Jessica dengan melirik ke arah Willy.
"Gue gak rakus, cuma lapar doang!" Kata Willy dengan Tersenyum kepada mereka.
"Sama aja kampret, intinya Lo itu rakus!" Kesal Angel dengan merapikan piring yang ada di meja.
"Oh ya Reyhan, Lo sama Nikita tadi pagi ngapain? Kok bisa ada di belakang rumah?" Tanya Roy dengan mencurigai Reyhan dan juga Nikita.
"Hah? Ngapain Lo berdua?" Tanya dewa dengan terkejut dan melihat ke arah mereka berdua.
"Gue kebangun tadi jam tiga subuh, gara-gara Lo ngorok, gede banget tau gak." Geram Reyhan dengan menunjuk ke arah Willy yang sedang duduk santai.
"Apa apaan? Kok gue yang disalahin?" Kata Willy dengan kebingungan.
"Lo ngorok gede banget sial! Gue sampe kebangun!" Geram Reyhan dengan melihat Willy.
"Haha, maaf yah Reyhan, itu kebiasaan gue, suka ngorok!" Jelas Willy dengan Tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Intinya, gue ga ngapa ngapain sama Nikita, puas Lo semua?" Kata Reyhan dengan kesal dan melihat ke mereka semua.
"Udah dong, gausah ribut, masih pagi nih!" Kata Dewa dengan menenangkan Reyhan yang masih kesal.
"Joging enak nih kayaknya, matahari pagi yang menyehatkan." Kata Shannia dengan melirik arah jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan.
"Udah jam sembilan, joging apaan jam sembilan?" Kata Verrel dengan heran melihat Shannia.
"Daripada bosen di rumah terus selama seharian, mending kita jalan-jalan kemana gitu?" Usul Rizky yang sudah berada di depan pintu masuk.
"Gimana keadaan Lo? Udah baikan belom?" Tanya Reyhan dengan melihat ke arah Rizky.
"Gue udah mendingan kok, mumpung liburan masih panjang, kita kemana gitu?" Ajak Rizky dengan kebingungan melihat mereka.
"Kemana ya tempat yang asik dan cocok buat anak muda kayak kita?" Kata Angel dengan kebingungan dan melihat ke arah jendela.
"Gue tau kita harus menanyakan hal ini ke siapa." Jelas Roy dengan berjalan keluar dan pergi ke rumah penjaga villa tersebut.
Roy pun mengetuk pintu rumah tiga orang penjaga villa itu, dan mereka pun keluar dengan senyuman yang hangat di pagi hari.
"Ada apa Roy? Perlu bantuan?" Tanya penjaga villa yang bernama Udin.
"Kita mau jalan jalan, tapi gatau tempat yang menarik untuk anak muda seperti kita, kira kira bisa kasih tau gak tempat yang cocok dimana?" Tanya Roy dengan memandang mereka satu persatu.
"Kalian mau kemana? Daerah kuliner? Spot foto? Arena bermain? Atau apa?" Tanya penjaga villa yang bernama Doni.
"Ke tempat yang banyak makanan." Seru willy dengan berteriak.
"Wah, saya rasa anda harus ke sana, disana ada banyak sekali makanan khas daerah sini." Kata seorang penjaga villa yang bernama Arum.
"Baiklah, dimana tempatnya?" Tanya Roy dengan memasang mereka satu sama lain.
"Biar saya aja yang antar mereka pak." Kata seorang laki laki tampan yang keluar dari dalam rumah tersebut.
"Abang Bobi! Udah lama gak ketemu." Seru Roy dengan memeluk erat lelaki tersebut yang bernama Bobi.
"Wah Roy, ternyata Lo udah gede yah." Kata Bobi dengan membalas pelukan Roy.
"Waduh, ganteng banget dong!!" Kata Angel dengan menggoyangkan badan Nikita.
"Apaan anjir, badan gue malah digoyangin begini!" Risih Nikita dengan kesal dan melepas genggaman tangan Angel.
"Baiklah, kalian akan diantar oleh anak saya, dia namanya Bobi." Jelas Arum dengan memperkenalkan Bobi di depan mereka semua.
"Gue ikut dong! Apapun caranya, gue ikut." Seru Milea dari dalam rumah dan berjalan ke arah mereka.
"Nyamber aja lo, kayak tiang listrik." Kesal Reyhan dengan melihat ke arah Milea yang sedang berlari.
"Baiklah, saya yakin kalian akan suka dengan tempat ini." Kata Bobi dengan Tersenyum manis dan merapikan rambutnya.
"Ini nak, kunci mobilnya, hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut." Kata Arum dengan memberi dua kunci mobil kepada bobi.
"Ayo ikut saya, bawa tas dan handphone kalian, pemandangan disana sungguh indah." Jelas Bobi dengan berjalan ke arah mobil yang akan mereka gunakan.
"Asik! Akhirnya jalan jalan sama cowok ganteng." Seru Shannia dengan melihat ke mereka semua dan berjalan ke rumah untuk bersiap siap.
"Untuk Lo, gue saranin, ubah gaya rambut Lo jadi seperti dia, gue yakin akan ada banyak cowok yang melirik Lo nanti." Jelas Bobi dengan menunjuk ke arah Milea yang sedang berdiri di hadapannya.
"Baik, saran yang cukup bagus, gue akan mencobanya." Batin Milea dengan berjalan ke dalam rumah dan berdandan.