Reyhan

Reyhan
ep 34



"Dia diculik, gua rasa, kita coba cari diluar rumah sakit ini kali ajah masih belum jauh." Jelas Willy dengan berlari menuju keluar rumah sakit tersebut.


Willy dan Roy pun segera keluar dari rumah sakit tersebut dan mencari cari dimana dewa, tetapi entah kenapa setelah mereka mencari dewa tidak ada sama sekali di sekitar rumah sakit, Willy terpaksa meminta bantuan Reyhan dan yang lainnnya, setelah beberapa lama menunggu akhirnya Reyhan dan yang lainnya datang dengan tergesa gesa serta nampak khawatir.


"Ada apa nih?" Tanya Reyhan yang baru saja datang.


"Dewa baru saja diculik, entah dia dibawa kemana oleh orang itu." Jelas Roy singkat yang masih melihat sekeliling.


"Lalu? Kita harus cari kemana lagi?" Tanya verrel yang nampak kebingungan.


"Dia ada disana, tapi penjagaan oleh geng Halilintar sangat ketat dan mereka sangat kuat." jelas Galang dengan menunjuk ke arah sebuah gedung bertingkat 5 yang tampak rapuh.


"Gua rasa kita membutuhkan bantuan si om snake." Ucap Reyhan dengan melihat mereka sangat serius.


"Tapi, bagaimana kita menemukan om snake? Gua juga gatau nih." Kata Galang yang nampak kebingungan.


"Woi bocah Sma! Kalian nyari siapa?" Teriak seseorang dari belakang mereka semua, dan mereka pun melirik ke arah belakang, itu adalah mouse salah satu teman snake.


"Om? Siapa ya? Kayak pernah lihat tapi dimana gitu?" Ucap Reyhan kebingungan seraya menunjuk mouse yang baru saja datang.


"Gua mouse, salah satu dari geng naga api." ucap mouse dengan berjabat tangan bersama dengan mereka. "kalian kenapa? Kok kayaknya khawatir banget?" Sambung mouse yang baru saja selesai berjabat tangan.


"Om snake mana? Kita butuh bantuan mereka, ini darurat banget." Ucap Roy dengan tergesa gesa dan nampak khawatir.


"Dia lagi narik angkot, emangnya darurat apaan sih?" Kata mouse dengan kebingungan.


"Dewa diculik geng halilintar, kita minta--" ucapan Galang terhenti ketika snake, goat, bear, Tiger, white, datang secara bersamaan dan bergabung dengan mereka.


"Tanpa kalian minta, kita juga akan segera membantu kalian menemukan dewa." Ucap white kepada mereka semua yang nampak khawatir.


"Ayo om, kita langsung ke markasnya karena saya yakin--" ucapan verrel terhenti ketika goat membekap mulutnya dan menyuruhnya berhenti.


"Lo gak tau seberapa kuat dan seberapa banyak anggota geng Halilintar tersebu." Jelas goat dengan kesal kepada mereka semua.


"Tapi om, apa om tau kemana dia menculik dan membawa Dewa?" Tanya Reyhan dengan melihat ke arah 6 orang anggota geng naga api yang tersisa tersebut.


"Ke markasnya, yang letaknya tidak jauh dari sini, yaitu disana." Ucap Tiger dengan menunjuk sebuah gedung yang tidak terpakai dan terbengkalai, yang letaknya hanya 300 meter dari tempat mereka.


"Cih, mudah banget kalo seperti itu doang." Kata Roy dengan merendahkan geng Halilintar.


"Lo pikir Lo bisa lawan mereka sendirian? Gak akan bisa!" Ucap Willy dengan kesal kepada verrel.


"Tenanglah, kita kan ada om snake dan kawan kawan." Kata verrel dengan tersenyum kepada Willy.


"Lo gak bisa ngandelin kita terus, kita juga manusia, punya rasa takut dan rasa capek!" Geram mouse dengan melihat verrel sangat serius.


"Gausah lama lama lagi om, kita langsung aja kesana." Ucap Galang dengan beranjak pergi dari hadapan mereka,tetapi ditahan oleh Tiger.


"Lo harus tutupin identitas Lo, kalo nggak Lo akan celaka seumur hidup." Kata Tiger dengan tersenyum kepada Galang.


"Untung topeng rakitan gua udah selesai, dan gua bawa sepuluh nih, gua rasa pas untuk kita semua." Jelas Roy dengan mengeluarkan beberapa topeng yang sudah dimodifikasi olehnya, dan memberikannya ke mereka.


"Widih, canggih juga nih topeng!" Kata Willy dengan sedikit tersenyum dari balik topeng tersebut.


"Geng Halilintar sudah mengenal kita, gua rasa kita gak perlu topeng ini." Jelas goat dengan memberikan kembali topeng tersebut kepada Roy.


Roy pun mengambilnya kembali dan memasukkannya kedalam tas miliknya dan menyimpannya.


"Baiklah, saatnya berangkat menuju markas geng Halilintar dan menyelamatkan Dewa." Ucap Reyhan dengan tersenyum kepada mereka semua, dan mereka pun mengangguk seakan akan mengerti apa yang dimaksud oleh Reyhan.


Mereka pun berjalan menuju markas geng Halilintar dengan menggunakan sebuah topeng serta fisik dan mental yang sangat kuat dan yakin, para masyarakat melihat mereka dengan kebingungan, hingga snake berteriak bahwa mereka akan melawan geng Halilintar, seketika masyarakat panik dan langsung berhamburan entah kemana, kini jalanan sepi dan hanya ada mereka saja di sekitar tempat tersebut.


Mereka terus berjalan dengan santainya, hingga mereka sampai di depan gerbang gedung tersebut yang nampak usang, gedung yang ada pecahan kaca, tembok yang rapuh dan berwarna kecoklatan, lumut di tembok bagian gerbang, serta tanaman liar yang ada dimana mana, itu membuat suasana semakin mencekam, mereka kini sudah berdiri di depan gerbang tersebut, dan verrel hendak membuka pintu, tetapi di tahan oleh Roy.


"Sabar! Jangan main masuk aja." Bisik Roy dengan menahan tangan verrel yang hendak menyentuh gerbang yang dilapisi oleh besi tersebut.


"Kita gaboleh gegabah, kita harus susun sebuah rencana." Bisik Reyhan kepada mereka semua.


"Eh bocah Sma! Sini Lo semua, ada mobil pengangkut barang milik geng Halilintar yang datang." Ucap mouse dengan nada pelan dan menyuruh mereka semua untuk bersembunyi bersamanya.


Mereka pun langsung bersembunyi di balik tembok yang ada di sebelah kanan, kini mereka terus memperhatikan mobil yang hendak masuk tersebut, dan goat memiliki sebuah rencana agar mudah masuk ke dalam markas mereka.


"Gua ada sebuah rencana yang akan berhasil, Lo semua kalo mau selamat ikutin rencana gua." Tegas goat dengan serius kepada mereka.


"Apa rencananya?" Tanya mouse dengan penasaran terhadap rencana goat.


Goat pun menceritakan semua rencana miliknya dan mereka pun nampak tersenyum dan mulai melirik ke arah Reyhan yang sedang merapat di tembok seraya memperhatikan mobil tersebut.


"Reyhan, Lo harus lakukan ini kalo mau Dewa selamat." Kata Roy dengan menepuk pundak Reyhan dan berbisik.


"Rencananya apa? Siapa yang akan masuk kesana duluan?" Tanya reyhan dengan kebingungan.


"Siapa lagi kalo bukan Lo." Kata Willy dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Tapi......gua gatau di dalam sana seperti apa." Kata Reyhan yang nampak kebingungan.


"Bawa ini, ini adalah peta 15 tahun yang lalu, entahlah mungkin dia sudah merenovasi gedung ini atau tidak" kata mouse dengan memberikan sebuah struktur gedung tersebut. "Tapi, paling tidak ini akan membantu kamu" sambung snake Dengan memberikan senyuman.


"Baiklah, gua bakalan masuk duluan, tapi kalian gimana?" Tanya Reyhan yang baru saja hendak keluar.


"Udah Lo masuk duluan, keburu mobilnya gak ada! Kita akan pikirkan cara lain." Kata verrel dengan tersenyum kepada Reyhan.


Di halaman tersebut cukup banyak preman yang sedang berjaga, dan ada banyak sekali rumput dan juga tanaman liar yang akan membantu Roy beserta yang lainnya dalam masuk ke dalam gedung tersebut, Reyhan yang kebingungan harus berbuat apa, kini mobil tersebut sudah berhenti di suatu tempat entah apa dia juga tidak tahu.


Reyhan yang sedikit mengintip dari lubang langsung kaget dan mulai mendengar pembicaraan dari salah satu sopir yang ada.


"Bro, ini narkoba mau disimpan dimana nih?" Tanya sopir tersebut dengan membawa sebuah kotak yang Reyhan tidak tahu apa isinya.


"Simpan aja disitu, masih banyak gak?" Kata orang tersebut dengan menunjuk ke arah sudut ruangan.


"Masih, Lo bantu angkat sana!" Kata sopir Tersebut dengan nafas tidak teratur karena beratnya kotak yang dibawa.


Orang tersebut berjalan ke arah mobil, dan mulai membuka terpal itu, seketika preman tersebut kaget dan hampir saja berteriak, Reyhan pun secara cepat langsung menendang kemaluannya hingga dia merasakan sakit yang luar biasa, dan preman tersebut pun pingsan karena tendangan yang cukup dahsyat dari Reyhan.


"Astaga, dia mati?" Gumam Reyhan dengan mengecek nadinya dan masih ada nyawa.


"Woi! Siapa--" ucapan orang tersebut terpotong karena dari topeng tersebut keluar peluru bius dan membuat preman tersebut pingsan.


"Anjay, canggih juga nih topeng rancangan Roy." Kata Reyhan dengan memuji topeng yang Roy buat.


Sementara itu, dari tempat pengawasan kamera cctv nampak beberapa anggota geng Halilintar yang paling diandalkan oleh ketuanya, dan dia sedang mengamati dari kamera cctv, dan mulai tersenyum.


"Hehe, apa yang saya bilang berhasil kan?" Kata orang tersebut dengan tersenyum kepada Michael.


"Ternyata, mereka telah masuk ke dalam perangkap tikus." Jelas Michael dengan penuh kebencian.


"Menurut kamu, mereka akan meninggal disini? Atau bagaimana?" Tanya orang tersebut dengan melirik ke arah Michael.


"Jangan buat mereka mati, cukup lukai saja mereka agar kapok." Jelas Michael dengan memberikan senyuman kepada orang tersebut.


"Kamu adalah calon penerus geng Halilintar." Kata orang tersebut dengan mengusap rambut Michael.


"Tidak, saya akan membuat geng saya sendiri, yaitu geng topeng badut!" Kata Michael dengan memakai topengnya dan mulai beranjak pergi.


"Mau kemana? Kita belum selesai ngomong loh!" Kata orang tersebut dengan menahan tangan Michael.


"Ada yang perlu saya urus, tolong awasi mereka!" Jelas Michael dengan melepaskan tangan orang tersebut dan pergi entah kemana.


Michael pun berjalan menuju ruangan gelap, dimana di ruangan tersebut terdapat banyak senjata turun temurun dari geng Halilintar, dan di tempat tersebut ada sebuah golok yang pernah diberikan oleh orang tadi, Michael pun mengambil golok tersebut, lalu tersenyum seraya memainkan golok tersebut.


"Hehehe, saatnya golok ini gua gunakan untuk membunuh Dewa." Kata Michael dengan memainkan golok tersebut.


Tidak hanya golok, Michael pun mengambil beberapa senjata seperti pisau, yoyo, pulpen, dan masih banyak lagi, serta juga sepatu roda yang akan dia gunakan untuk bertarung dengan seseorang nanti, Michael pun kini sudah berada di atap gedung tersebut dengan berjalan perlahan ke arah dewa yang kepalanya sedang ditutupi karung.


Michael pun membuka karung tersebut dari kepala dewa dan dia mulai tersenyum ketika melihat dewa yang sedang terduduk di sebuah kursi dengan lemas, Michael pun membuka lakban yang menutupi mulutnya, seketika dewa terbangun.


Dewa memerjapkan mata, berusaha mencerna dimana dia kali ini dan bersama dengan siapa, dewa pun melihat sekeliling yang tampak tidak asing baginya, dan pada saat melihat ke depan, ada Michael yang sedang berdiri di hadapannya sedang memegang sebuah pisau.


"Halo dewa, apa kabar?" Kata Michael dengan tersenyum dari balik topeng.


"Hah? Gua dimana? Ada apalagi? Emang urusan kita belom selesai?" Tanya dewa kebingungan.


"Ya, karena beberapa hari ini seluruh teman teman Lo disekolah selalu membicarakan gua, Dan itu membuat gua kesal!" Geram Michael dengan nada tinggi.


"Lalu? Kenapa gua doang yang diincar?" Tanya dewa dengan tersenyum.


"Kenapa Lo doang?!! Karena Lo udah merebut lita dari gua!" Teriak Michael dengan menendang sebuah kotak yang sangat besar.


"Gua? Gua gak merebut lita dari Lo, dia aja yang deketin gua duluan." Kata dewa dengan santainya.


"Cih, gua gak percaya, dan lihatlah ini" ucap Michael dengan menunjukkan sebuah monitor cctv. "Mereka sedang masuk ke dalam perangkap, mereka sedang berusaha menyelamatkan Lo! Hahaha!" Sambung Michael tersebut dengan tertawa.


"Hah! Kenapa bisa? Padahal gua kan bisa ngelawan Lo sendirian!" Kata dewa dengan tersenyum.


"Sudah, gua akan membunuh lo di hadapan teman teman Lo, dan lihat reaksi mereka!" Ketus Michael yang beranjak pergi meninggalkan dewa yang sedang diikat di kursi.


"Kejadian pada saat itu akan terulang lagi, percayalah." Batin Dewa dengan tersenyum kepada Michael.


Sementara itu dengan Roy dan yang lainnya, kini mereka sudah masuk ke lapangan gedung tersebut, dan sudah melumpuhkan beberapa penjaga yang berjaga secara diam diam, mereka sudah di depan pintu masuk dan hendak masuk tetapi pintu di kunci.


"Gimana kita masuk kalo pintunya ajah dikunci?" Tanya Willy kebingungan.


"Serahkan sama gua, si maling rumah!" Kata white dengan maju dan mulai mengeluarkan alat alat malingnya.


Seketika pintu tersebut pun terbuka dengan gampangnya oleh white, dan mereka pun masuk secara perlahan, tetapi saat hendak masuk ada 3 orang yang berjalan ke arah mereka dengan santainya dan membawa sebuah pisau di tangannya, mereka pun bersembunyi di balik pintu.


Pada saat ketiga orang itu keluar, Willy, Roy, dan juga snake langsung mencekik ketiga orang tersebut dan menyembunyikan dibalik semak semak, tetapi goat memiliki ide tersendiri.


"Sebentar gua ada ide nih!" Ujar got yang sedang melihat mereka terbaring.


"Ide apa?" Tanya Tiger singkat.


"Kita menyamar ajah dengan rompi mereka serta topi mereka, gua yakin gak akan ketahuan!" Ucap goat seraya memakai rompi penjaga tersebut.


Kini semua pun memakai rompi dan penampilan yang hampir mirip dengan penjaga geng Halilintar, mereka pun masuk secara perlahan, bAru saja mereka masuk tiba tiba Reyhan muncul dari pintu sebelah kanan.


"Waduh, gua ketahuan nih!" Batin Reyhan dengan melihat ke arah mereka.


"Sst! Ini kita lagi menyamar!" Bisik Roy dengan mendekati Reyhan secara perlahan.


"Terus? Bagaimana rencananya?" Tanya Reyhan dengan mendekati mereka semua yang sedang memperhatikan sekeliling.