
Sementara itu dengan dewa, dewa yang baru saja bangun langsung mandi dan siap siap untuk ke rumah Lita dan menjemputnya, tetapi pada saat hendak keluar dewa selalu saja mendapatkan masalah di rumahnya dari ayah tirinya yang menghalanginya untuk keluar rumah.
"Mau kemana Lo anak haram?" tanya sanji dengan keadaan masih mabuk.
"Gue mau keluar, awas Lo!" Bentak Dewa dengan tidak memperdulikan sanji yang masih mabuk.
"Gue bunuh Lo anak sialan! Beraninya sama orangtua!" Teriak Sanji sambil berjalan dengan sempoyongan menghampiri dewa.
Brakk!!
Terdengar suara pintu dibanting oleh dewa dengan sangat keras, dewa yang tidak memperdulikan sanji langsung menaiki motornya dan pergi menuju ke rumah Lita dengan kecepatan sedang, beberapa menit kemudian dewa kini sudah sampai di depan rumah Lita, dewa berjalan ke arah teras rumah Lita, tetapi pada saat dewa sedang berjalan Lita sudah ada di belakangnya dan memeluknya dari belakang.
"Halo dewa, selamat siang!" Sapa Lita dengan memeluk dewa dari belakang.
"Eh, jangan meluk meluk anjir, belom sah." Risih dewa dengan melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Lita.
"Hahaha! Maaf yah Dewa udah meluk Lo tiba-tiba." Kata Lita dengan melepaskan pelukannya dan tertawa manis di hadapan dewa.
"Yaelah tenang aja sih, Lo udah makan belom?" tanya dewa kepada Lita dengan melihat Lita.
"Hmm, udah sarapan sih tadi sama nasi goreng, kalo makan siang belom!" Ucap lita dengan tersenyum kepada dewa.
"Mau makan dulu gak? Baru kita nonton abis makan." Ajak dewa kepada Lita seraya berjalan menuju motornya.
"HM boleh deh, tapi jangan ditinggalin lagi kayak waktu itu." Kata Lita dengan menundukkan kepalanya.
"Iyah, tenang aja sih sama gue, kali ini gabakal gue tinggal lagi, gue Janji sama Lo." Kata dewa dengan mengangkat kepala Lita dan tersenyum kepadanya.
"Yaudah, ayo kita ke mall." Ajak Lita dengan naik di atas motor dewa dan berpelukan dengan dewa.
"Okeh, pake dulu nih helmnya." ucap dewa dengan memberikan sebuah helm kepada Lita, dan mereka pun berangkat menuju mall.
"Lihat saja Dewa, gue bakal buat Lo menderita, karena udah ngerebut Lita dari gw!" Kata seseorang dengan menggunakan topeng badut tersebut dan mulai mengikuti dewa.
Di lain tempat, Galang yang sudah dandan rapi langsung menghilang dan muncul tepat di depan rumah Lauren, Lauren yang menyadari bahwa ada Galang langsung keluar dan tersenyum di hadapan Galang.
"Kenapa Lo anjir senyum senyum?" Tanya Galang yang baru saja muncul dan dikejutkan oleh Lauren yang keluar dengan senyum senyum tidak jelas.
"Kira kira ada yang beda dari gue gak?" tanya lauren dengan tersenyum kepada Galang, lalu berputar di tempa tersebut.
"Mampus! Pertanyaan paling mengerikan nih!" Batin Galang dengan melihat dari atas sampai bawah bagian tubuh Lauren.
"Woi! Kenapa Lo diem diem aja? Jawab dong! Ada yang beda gak dari gue?" Ucap Lauren dengan mencubit pipi Galang dan tersenyum kepada Galang.
"Iyah, baju Lo gue baru liat, beli baru yah?" Kata Galang asal dengan menunjuk ke arah baju yang dipakai oleh Lauren.
"Gue ini cewek tomboy!! Gue biasa pake baju begini, ah Lo mah masa gapeka!!" Geram Lauren dengan cemberut kepada Galang.
"Buset, gue gatau lauren, gue belom menerawang!" ucap Galang kepada Lauren dengan menghampirinya yang sedang duduk di kursi.
"Dasar gapeka!! Rambut gue liat dong!" Kata Lauren seraya mencubit pinggang Galang dengan sangat keras.
"Awww!! Sakit Lauren!!" Rintih Galang kesakitan dan mengusap pinggangnya.
"Bodo lah! Gue ngambek sama Lo!" Kata Lauren dengan beranjak pergi ke dalam.
"Eits, tidak semudah itu Lo pergi dari gue." Kata Galang dengan menggenggam tangannya dan mengggunakan jurusnya untuk pergi ke mall, Kini mereka sudah berada di McDonald yang ada di mall tersebut.
"Loh? Kok kita ada disini?" tanya Lauren yang kebingungan sambil melihat sekeliling.
"Gausah banyak omong Lo anjir, ikut gue sekarang!" ucap Galang dengan menggandeng tangan Lauren dan berjalan menuju ke McDonald, kini mereka sudah berada di depan kasir dan Galang mulai tersenyum kepada Lauren.
"Lo mau pesen apa?" tanya Galang dengan tersenyum kepada Lauren.
"Eh? Gue mau pesen paket ayam ajah deh!"ucap Lauren dengan melihat ke arah menu yang terpampang jelas.
"Oh yaudah, mbak paket ayam 2 yah mbak, makan disini." ucap Galang dengan memesan makanan tersebut.
Mereka pun menunggu pesanan mereka jadi, beberapa menit Galang dan lauren menunggu kini akhirnya pesanan mereka sudah siap dan mereka pun langsung menyantap makanannya dengan lahap, sementara itu dengan Reyhan kini dia sedang berada di toko boneka bersama dengan Mauren, Mauren yang masih memilih milih boneka, serta Reyhan yang sedang menunggu dan duduk di kursi yang tersedia.
"Aduh, lama banget sih anjir." ucap Reyhan kesal dengan melihat jam di handphone miliknya.
"Reyhan, kira-kira boneka ini bagus gak?" tanya Mauren dengan memperlihatkan boneka beruang sangat besar kepada Reyhan.
"Buset, itu boneka apa orang? Kok gedenya sama kayak orang?" tanya Reyhan yang kebingungan dengan boneka tersebut.
"Ih Reyhan, ini boneka jumbo namanya." ucap Mauren dengan tersenyum manja kepada Reyhan.
"Coba, sini gue bandingin sama Lo." ucap Reyhan dengan mengambil boneka tersebut dan membuatnya berdiri tepat di samping Mauren.
"Kenapa sih emangnya?" tanya Mauren kebingungan dengan melihat Reyhan.
"Lihat, boneka aja tinggi, masa Lo nggak sih?! Hahaha!" Ledek Reyhan dengan membandingkan boneka tersebut bersama Mauren.
"Ih Reyhan, gapapa pendek lu aja pacaran sama gue waktu SMP!" Kata Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Eh, lihat deh boneka itu bagus banget anjir." ucap Reyhan dengan mengalihkan pembicaraan dan menunjuk suatu boneka.
"Yah, dia malah berusaha mengalihkan pembicaraan ternyata!" Batin Mauren dan tersenyum kepada Reyhan.
"Eh, Lo kenapa diem aja? Nih lo liat bonekanya bagus kan." ucap Reyhan dengan mengambil boneka gurita dan menunjukkan itu ke Mauren.
"Idih! Bagusan juga beruang sih, enak buat di peluk." Ucap Mauren dengan menunjukkan boneka tersebut kepada Reyhan dan memeluknya.
"Hmm, nggak sih cuma lagi pengen meluk boneka ini aja." ucap Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.
Mauren yang berada di hadapan Reyhan melihat dari kaca toko tersebut ada Nikita dan juga Rizky yang sedang berjalan menuju ke toko boneka tersebut, Mauren pun secara cepat langsung menaruh kembali boneka tersebut dan menarik Reyhan keluar dari toko boneka itu, Reyhan yang kebingungan pun langsung berhenti ketika jarak antara Nikita sudah agak jauh dengannya.
"Kenapa sih narik narik? Lo pikir gue sapi apa di tarik tarik?" tanya Reyhan dengan melepaskan tangannya dari genggaman tangan mauren.
"Emm, gapapa Kok, gue lapar nih makan dulu yuk?" ajak Mauren dengan menggandeng tangan Reyhan menuju McDonald yang ada di lantai tersebut.
"Iyah dah, nurut aja sama ibu negara mah." ucap Reyhan sambil terus mengikuti arah Mauren berjalan.
Kini mereka berjalan menuju McDonald, dan sudah berada di depan kasir, Reyhan pun kebingungan untuk memilih makanan yang mana karena banyak sekali pilihannya, hingga Mauren yang menentukan mereka makan apa pada saat itu, setelah selesai memesan Reyhan pun menunggu pesanan di meja mereka, pada saat sedang menunggu pesanan, Reyhan seperti melihat Galang dan lauren dari kejauhan yang sedang makan.
"Mauren, itu kayak Galang sama Lauren, iya nggak sih?"ucap Reyhan sambil melihat ke arah yang ditunjuk.
"Emm, Iyah kayaknya, tapi ngapain mereka disini?" ucap Mauren kebingungan sambil terus melihat ke arah Galang.
"Oh ya! Galang pernah bilang ke gue, dia hari Sabtu bakalan ngajak si Lauren nonton." Kata Reyhan sambil menepuk jidatnya.
"Hmm, sepertinya ada yang bakal jadian nih sebentar lagi." Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Iyah sih, gue rasa mereka cocok deh, hahaha." ucap Reyhan dengan tertawa bersama Mauren.
"Eh, ada Mauren sama Reyhan, ngapain Lo berdua?" tanya Lauren yang kini berada di samping Mauren.
"Biasa deh, mereka berdua paling lagi ngedate! Hahah." ucap Galang dengan tertawa melihat Mauren dan Reyhan.
"Kayaknya kita mencium bau bau orang balikan nih yah." ucap Lauren dengan tersenyum kepada Galang.
"Hmm, bener juga, baunya sangat menyengat sekali!" Ucap Galang dengan mencium bau tersebut di hadapan mereka berdua.
"Yeh Lo! Lo bukan nyium bau orang balikan, tapi bau orang bakal jadian sebentar lagi, ya gak Mauren?" ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren dan melirik ke arah Galang dan juga Lauren.
"Hahaha! Iyah nih, gue yakin kalian pasti bakal jadian." Ucap Mauren dengan tertawa di hadapan mereka.
"Eh? Gue cuci tangan dulu yah Galang, Lo tunggu sini aja"
ucap Lauren sambil pergi meninggalkan Galang untuk mencuci tangannya.
"Wah, dia salah tingkah tuh! Hahaha." Ledek Reyhan dengan tersenyum kepada Galang.
"Udah anjir, jangan bikin dia salah tingkah terus nanti yang ada gue gak bisa jadian sama dia." ucap Galang dengan menginjak kaki Reyhan sangat kencang.
"Anjir Lo!! Sakit kampret!" Teriak Reyhan yang melepaskan kakinya lalu menjitak Galang dengan sangat keras.
"Udah napa, jangan ganggu Kita makan." ucap Mauren dengan kesal kepada Galang.
"Woi! Ayo ikut gue Lo kampret." ucap Lauren dengan menarik kerah bajunya dan pergi keluar McDonald.
"Hahaha! Main diseret aja dia, udah kayak kambing aja." ucap Reyhan dengan mentertawakan mereka berdua.
"Gue kasian yah sama Galang, serasa disiksa sama Lauren." Kata Mauren kepada Reyhan.
"Biarin, Galang kan fisiknya kuat, disiksa sama Lauren mah udah wajar sih." ucap Reyhan dengan tersenyum kepada Mauren.
"Yaudah, lanjut makan lagi yuk." ucap Mauren dengan melanjutkan makannya dan tersenyum kepada Reyhan.
Sementara itu dengan verrel dan juga zoey, merekw sudah berada di mall,,mereka sedang duduk di kursi yang tersedia di mall sambil menikmati eskrim, pada saat sedang menikmati eskrim verrel melihat Galang yang sedang di seret oleh Lauren ke arahnya, verrel bersama dengan zoey pun langsung menghampiri Galang dan lauren.
"Wah Galang, Lo diseret seret udah kayak kambing aja." Ledek verrel yang masih makan eskrim dan menghampiri Galang.
"Widih, ketemu sama babang tampan." ucap Galang dengan memberhentikan langkahnya.
"Eh verrel, Lo ngapain disini?" tanya Lauren dengan melihat verrel.
"Kita mau nonton bioskop, Lo sendiri?" tanya zoey dengan melihat ke arah Lauren.
"Wah, kalo dikasih tau Santi, bakal diapain nih si zoey? Hahaha!" Kata Lauren dalam hati dan tersenyum kepada zoey.
"Woi! Ngapain Lo senyum senyum begitu?" tanya Galang dengan menjentikkan jarinya tepat di depan wajahnya.
"Ah nggak kok, ayo kita langsung ke bioskop aja." ucap Lauren dengan menarik kembali Galang menuju bioskop.
"Bentar dulu! Masa iya langsung nonton? Gamau main main dulu?" tanya Galang dengan tersenyum kepada Lauren.
"Dih! Main apaan sih?" tanya Lauren Dengan kebingungan kepada Galang.
"Kita main bom bom car! Yang kalah beliin eskrim untuk yang menang, gimana?" Usul verrel Dengan menantang mereka berdua.
"Hmm? Boleh juga tuh, ayo lah siapa takut!" ucap Galang dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Hehehe! Kalian pasti bakal beliin eskrim buat gue." ucap Lauren dengan tersenyum kepada verrel dan zoey.
"Lihat saja nanti siapa yang kalah! Udah ayo kita ke Timezone!" Ucap verrel dengan menggandeng tangan Galang serta juga zoey.
"Ngapain gandeng tangan gue anjay? Homo lu!" ucap Galang dengan melepaskan tangannya dan langsung menjitak kepala verrel.
"Hahaha! Udah lah ayo, gausah lama lama disini!" ucap verrel dengan mengajak mereka semua ke Timezone yang berada di lantai 5.
Mereka berempat pun langsung pergi ke Timezone yang letaknya berada di lantai 5, sementara itu dengan Rizky dan juga Nikita, mereka masih berada di toko boneka tersebut, Nikita masih mencari boneka yang cocok untuk menemaninya saat tidur di malam hari, Rizky yang melihat Reyhan sedang makan di McDonald yang letaknya tak jauh dari toko boneka tersebut langsung berusaha untuk mengalihkan Nikita agar tidak melihat Reyhan dan tidak bertemu dengan Reyhan.
"Nikita, lihat deh disitu ada boneka bagus." ucap Rizky sambil menggandeng tangan Nikita dan berjalan menuju boneka beruang besar.