
Rizky pun mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi untuk Mauren dengan penuh kelembutan pada malam hari itu, dia menyanyikan lagu yang berjudul cinta luar biasa, yang dia persembahkan untuk Mauren, Mauren dan Rizky pun saling bernyanyi dan saling bertatapan satu sama lain dengan Tersenyum dan kehangatan di malam hari.
"Ada yang mau gue omongin sama Lo." Kata Rizky dengan menatap Mauren secara serius dan menaruh gitarnya di sampingnya, lalu menggenggam tangan Mauren.
"Mau ngomong apa?" Tanya Mauren dengan dada yang berdetak cukup kencang.
"Matahari memiliki pasangan, yaitu bulan, benar bukan?" kata Rizky yang tiba-tiba saja menjadi puitis.
"Benar, memangnya kenapa?" Tanya Mauren dengan melihat langit.
"Kau selalu ada di hatiku
Kau selalu hadir di hatiku
Kau selalu berada di sampingku
Aku selalu berharap kau menjadi milikku
Aku berharap kau selalu ada untukmu
Aku melalui masa masa sulit dalam hidupku
Aku ingin kau menjadi milikku" kata Rizky seraya menggenggam tangan Mauren dan menatapnya dengan sangat serius, tetapi Mauren hanya diam saja, dan nampak tersipu malu.
"Gue suka sama Lo, mau nggak Lo jadi pacar gue?" Kata Rizky dengan menyatakan perasaan yang selama ini dia pendam, dan menggenggam tangan Mauren semakin erat.
"Gue-gue-gue, gue bingung mau jawab apa." Kata Mauren dengan kebingungan dan menatap Rizky dengan sangat serius.
"Baiklah, kalo memang Lo bingung mau jawab apa, gue tunggu sampai lu jawab, pikirkan aja dulu." Jelas Rizky dengan melepas genggaman tangannya dan Tersenyum secara terpaksa.
"Udah Rizky, Lo gausah sedih, percayalah gue bakal selalu ada di samping Lo." Jelas Mauren dengan memeluk Rizky secara erat.
"Udah malem nih, mendingan Lo tidur aja sekarang, gue juga udah ngantuk." Jelas Rizky dengan tersenyum kepada Mauren dan mengelus rambutnya secara halus.
"Lo mau kemana lagi? Gue ikut, gue takut Lo kenapa-napa." Kata Mauren dengan menggenggam tangan Rizky dan menahannya.
"Gue jelas mau ke rumah, udah Mending kita tidur aja." Jelas Rizky dengan menggenggam tangan mauren dan berjalan menuju ke rumah untuk tidur.
Rizky pun masuk ke kamarnya, dan tidur bersama dengan Anto, sementara itu Mauren tidur bersama dengan Shinta, dan ternyata pada saat itu Shinta belum tidur sama sekali dan masih main laptop dengan sangat serius.
"Shinta, Lo belum tidur?" Tanya Mauren yang sedang berjalan ke arahnya yang sedang duduk di kursi dan masih fokus dengan laptopnya.
"Lo tidur aja duluan, ada hal yang pengen gue periksa." Jelas Shinta dengan memainkan laptop miliknya dan tidak menengok sama sekali ke Mauren.
"Lo ngapain sih? Kayaknya fokus banget?" Tanya Mauren dengan menghampirinya dan melihat laptopnya.
"Lo gak akan ngerti, ini urusan gue kalo soal hacking." Jelas Shinta dengan terus fokus terhadap laptopnya.
"Yah, tulisan apaan anjir, gue gak ngerti, yaudah lah gue tidur duluan aja." Kata Mauren dengan berbaring di kasur dan tertidur dengan lelap.
"Baiklah, saatnya memeriksa seluruh kamera di tempat wisata tadi." Batin Shinta dengan memperhatikan laptopnya.
Shinta pun mulai mengotak Atik laptop tersebut, dan dia sudah terhubung dengan rekaman cctv pada saat kejadian tadi siang, dia pun memeriksa itu dengan sangat jelas dan menscreenshot foto yang menurutnya mencurigakan.
Shinta terus memeriksa dengan detail dan teliti, hingga dia menemukan sebuah kejanggalan dalam aksi Milea dan yang lainnya sedang dicegat di parkiran oleh para preman tersebut, dia melihat ada orang yang terus memperhatikannya dari bangunan tua di seberang pasar tersebut, tetapi apa boleh buat Shinta tidak bisa melihat orang itu dengan jelas, karena tidak ada kamera atau apapun di sekitar tempat itu.
"Baiklah, gue rasa ini Michael." Kata Shinta dengan menscreenshot itu, dan menyimpan kembali laptopnya, lalu ke kasur dan tidur di samping Mauren yang sudah terlelap.
Malam yang cukup melelahkan bagi mereka, mereka sudah tertidur dengan lelap, dikarenakan seharian penuh mereka sudah beraktivitas, terlebih lagi pada saat mereka dikejar oleh para preman tadi, Rizky yang sudah menyatakan perasaan kepada Mauren, dia pun tidak sabar untuk menunggu besok.
Beberapa hari kemudian, dan sudah tanggal dua puluh Desember, mereka yang sedang berkumpul di gazebo dan sedang bermain monopoli pun mulai saling jahil satu sama lain, dan saling ledek-ledekan karena kebangkrutan yang dialami oleh dirinya di permainan monopoli.
"Hahaha! Kalah kan Lo semua! Bangkrut tuh Lo semua!" Seru Galang dengan memegang uang monopoli yang cukup banyak.
"Sialan, Lo mulu yang menang, pake jimat apaan Lo?" Ledek Reyhan dengan memberikan senyuman kepada Galang.
"Jimat pala Lo pitak! Lo aja yang gabisa mainnya!" Bentak Galang dengan terkekeh.
"Hahaha! Cuma main monopoli doang kok, pake ribut segala?" Kata Bobi yang baru saja keluar dan menghampiri mereka.
"Eh kang Bobi, sini kang ikut main." Ajak Verrel dengan logat Sunda.
"Udah, gue udah sering menang main monopoli." Kata Bobi dengan meremehkan mereka.
"Yah sombong dah sombong, kebiasaan nih!" Kata Roy dengan melihat bobi dan Tersenyum.
"Hahaha, Roy katanya Lo mau nembak cewek? Yang mana ceweknya?" Kata Bobi dengan berbisik kepada mereka.
"Nah!! Pas nih pas, kapan Lo mau nembak?" Tanya Reyhan dengan menepuk bahu Roy dan membuat Roy terkejut.
"Gue gatau kapan, gue juga bingung mau nembaknya gimana." Jelas Roy dengan menundukkan kepala.
"Tenang, ada orang legend disini, tanyakan saja sama Reyhan." Kata verrel dengan merangkul Reyhan.
"Apaan anjir? Kok gue lagi?" Kata Reyhan dengan melepaskan Rangkulan verrel.
"Iyah nih, bentar lagi tahun baru, masa Lo mau jomblo terus setiap tahun?" Ledek Anto dengan memberikan kode kepada mereka.
"Iyah nih, ganti status dong!" Seru Andre kepada Roy.
"Gue bingung cara nembak dia gimana, bantu gue dong!" Kata Roy dengan memohon kepada mereka.
"Tenang aja, kita pasti bantu Lo buat nembak Aulia." Kata Reyhan dengan tersenyum.
"Caranya nembak dia gimana?" Tanya Roy dengan kebingungan.
"Ini tanggal berapa?" Tanya Rizky kepada mereka semua.
"Tanggal dua puluy Desember." Jawab verrel.
"Lo tembak dia nanti, pas hari natal, gimana?" Usul Rizky dengan melihat ke arah Roy.
"Jangan Roy, Lo nembak dia pas tanggal tiga puluh satu, tengah malam sewaktu pergantian tahun baru." Kata Galang dengan membantah usulan dari Rizky.
"Yah, pake aja cara gue, pasti berhasil kok." Seru Rizky dengan Tersenyum.
"Kalo Galang yang ngomong, gue percaya banget akan diterima sama dia." Jelas Roy dengan Tersenyum Kepada Galang.
Lalu datanglah Mauren bersama dengan Lita, mereka berdua berjalan menghampiri para lelaki yang sedang duduk di gazebo, Mauren dan Lita membawakan mereka rujak buah yang cukup menggiurkan, dan menaruhnya di hadapan mereka.
"Nih rujak buah, pasti kalian suka." Kata Lita dengan meletakkan piring tersebut di hadapan mereka.
"Rizky sayang, kita jalan-jalan disekitar sini yuk?" Ajak Mauren dengan menggenggam tangan Rizky, dan semua yang disitu pun hanya terdiam sejenak ketika mendengar perkataan Mauren.
"Sayang? Lo serius manggil Rizky pake sayang?" Kata Reyhan dengan melongo dan terkejut.
"Iyah, emangnya kenapa?" Tanya Mauren dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Oh ya mauren, jadi Lo Nerima gue nih?" Tanya Rizky dengan tersenyum kepada Mauren.
"Gue udah manggil sayang, ya jelas Nerima Lo anjir! Jadi cowok kok gak peka banget!" Geram Mauren dengan menjitak kepala Rizky sangat keras.
"Jadi ini cowok yang lo maksud itu?" Tanya Reyhan dengan Tersenyum.
"Hah? Kok bisa?, kapan Lo nembak dia?" Tanya Andre dengan terkejut.
"Hmm, pas tanggal lima belas Desember, baru kok." Kata Rizky dengan berdiri dan Tersenyum kepada mereka.
"Waduh, pajak jadian dong!!" Teriak Willy dengan menadahkan tangannya di depan Rizky.
"Gue bilangin ke yang lain ah, kayaknya seru nih!" Kata dewa yang hendak pergi ke dalam rumah untuk membocorkan rahasianya.
"Rizky sama mauren udah jadian? Gue rasa kita harus rayakan ini, ya nggak?" Kata Lauren dengan Tersenyum kepada mereka.
"Iyah nih! Makan makan dong, gue udah gak sabar nih!" Seru willy dengan sangat antusias.
"Makan aja Lo cepet, giliran belajar aja ngawur!" Geram Shinta yang baru saja datang.
"Suka-suka gue dong anjir, ngurusin hidup Orang amat Lo!" Kesal Willy dengan melihat ke Shinta secara sinis.
"Katanya kalo gak dirayain, nanti dua hari kemudian putus loh." Gurau Galang dengan meluhat ke arah mereka berdua.
"Sialan! Gue baru jadian, pj Mulu Lo pada!" Geram Rizky dengan kesal.
"Udah, kalo emang mau langgeng, Lo harus ngerayain ini, makan makan gitu!" Kata Reyhan kepada Rizky.
"Yaudah, nanti kita makan makan, ayo kita beli bahan makanannya dulu." Ajak Mauren kepada mereka semua.
"Yakin Lo? Apa situasi di luar sudah aman?" Tanya Anto dengan berusaha memastikan.
"Sebentar ya, gue periksa dulu lewat cctv di setiap jalan, apakah geng itu sudah kabur atau gimana." Kata Shinta dengan duduk di samping Reyhan dan mulai mengeluarkan laptopnya.
"Lu ngapain sih? Kok bawa laptop terus?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Ya jelas, gue mau ngehack seluruh kamera cctv di puncak, untuk memastikan keadaan sekitar, apakah aman atau tidak." Jelas Shinta dengan melihat sekeliling.
"Biar gue bantu, gue liat keadaan di luar villa pake drone aja." Kata Santi yang baru saja keluar dan mengeluarkan sebuah drone.
"Baiklah, mari kita bekerja sama." Seru Shinta dengan mengotak Atik laptopnya.
Mereka berdua pun bekerja sama untuk melihat keadaan di luar villa dan keadaan di puncak, lewat cctv serta juga drone.
Setelah beberapa menit mereka memeriksa kondisi diluar, ternyata tidak ada gerak gerik ataupun sesuatu yang mencurigakan, pada akhirnya Shinta dan Santi pun saling tersenyum dan memberikan sebuah kode.
"Baiklah, keadaan udah aman, ayo kita ke pasar, dan gue harap kita gak kesana lagi." Jelas Shinta dengan melihat ke arah Bobi.
"Om, apa ada pasar yang lainnya selain disana? Anterin dong om." Seru Roy dengan tersenyum kepada Bobi.
"Sejujurnya di puncak ini banyak sekali pasar, dan juga tempat wisata, tapi yang paling dekat dengan daerah villa kita cuma Tempat wisata kemarin, yang lainnya cukup jauh dan membutuhkan perjalanan 4 jam." Jelas Bobi dengan melihat kepada mereka.
"Waduh, terus kita belanjanya di mana dong?" Tanya Lita dengan kebingungan.
"Sudahlah, sebaiknya ada tiga orang cowok dan tiga orang perempuan yang pergi untuk belanja, gimana?" Usul Roy dengan Tersenyum kepada mereka.
"Boleh juga tuh, yaudah siapa aja yang mau ikut nih!" Seru dewa kepada mereka.
"Yang tahu bahan-bahan masakan hanya angel, gimana biar angel aja yang milih?" Usul Andre kepada mereka semua.
"Angel, sini bentar angel!" Teriak Reyhan dengan sangat kencang yang membuat angel keluar rumah dengan sangat cepat.
"Kenapa nih? Kok rame-rame?" Tanya Angel yang baru saja keluar.
"Kita lapar nih, baru makan bubur tadi pagi, beli bahan masakan dong buat bikin makanan." Kata Willy dengan nada lemasnya.
"Halah, pura-pura lemes aja bangga." Bentak angel dengan kesal kepada Willy.
"Angel, Lo ke pasar buat belanja bahan masakan, soalnya nanti malem ada pesta." Jelas Andre dengan melirik ke arah Rizky yang sedang menikmati rujak buah.
"Hah? Pesta apa?" Tanya Angel dengan kebingungan.
"Biasa tuh, pesta merayakan hari jadian Rizky sama mauren." Kata Reyhan dengan melirik ke arah mereka berdua.
"Yaudah, ayo siapa aja yang mau ikut sama gue ke pasar?" Ajak angel dengan melihat ke mereka.
"Ada tiga cewek dan tiga cowok, Lo ajak siapa aja yang menurut Lo guna, asalkan jangan Aulia." Bisik Roy kepada Angel, dan angel pun mengangguk menandakan mengerti.
"Yaudah, Lita, Lauren, Galang, Andre dan Dewa ikut gue ke pasar, kita beli bahan makanan!" Seru Angel dengan mengambil sebuah tas selempang dan bersiap untuk ke pasar.
"Yaudah, ayo lah gue udah lapar banget nih!" Kata Lauren dengan Tersenyum kepada Galang
"Lita dan Dewa jangan selalu bersama, nanti akan terjadi sesuatu." Jelas Galang kepada Angel.
"Yaudah, Dewa diganti sama Alucard." Kata Angel dengan menunjuk Alucard yang sedang duduk.
Mereka semua pun masuk ke mobil dan di antarkan oleh Bobi ke pasar yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari villa yang mereka tempati, sementara itu dengan Reyhan dan juga Nikita mereka sedang bersantai di gazebo bersama yang lainnya dan masih bermain monopoli bersama Rizky, Nikita, Mauren, Reyhan, Roy, dan juga Aulia.
"Sialan! Gue kenapa berhenti di rumah Lo sih!" Geram Roy dengan melirik ke arah Rizky.
"Hahaha! Bayar Lo sini sama gue! Dua ratus ribu!" Kata Rizky dengan tertawa dan menadahkan tangannya.
"Sialan, uang gue tinggal dua puluh ribu nih!" Kesal Roy dengan menunjukkan satu lembar uang berwarna hijau.
"Hahaha! Jelas Lo kalah Roy." Kata Aulia dengan tertawa dan mencubit pipi Roy.
"Kita jangan jadi nyamuk yuk, kita jangan ganggu Romeo dan Juliet." Ledek Reyhan dengan beranjak pergi, tetapi ditahan oleh Roy.
"Gausah kabur Lo, bentar lagi Lo bakal kalah sama Rizky tuh!" Kata Roy dengan melirik ke arah Rizky Yang sudah menguasai beberapa wilayah.
"Astaga, wilayah punya gue cuma ada lima, dia udah hampir semua anjir." Kata Reyhan dengan terkejut ketika melihat bahwa itu semua hampir punya Rizky.
"Oh ya Roy, gue aja udah nembak Mauren terus di terima, lah Lo kapan?" Ledek Rizky dengan merangkul Mauren yang berada di sampingnya.
"Iyah nih Roy, Lo kapan nembak dia?" Bisik Reyhan dengan menyenggol lengan Roy dan melihat ke arah Aulia.
"Heh Reyhan! Nyadar diri dong anjir, Lo juga jomblo!" Bentak Roy dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Hahaha! Udah sama-sama jomblo mah diem aja!" Seru Mauren dengan tertawa.
"Percayalah Roy, gue sebentar lagi juga akan jadian sama dia." Bisik Reyhan dengan melihat ke arah Nikita.
"Ayolah, kapan nih main lagi? Gue mau liat siapa yang menang." Kata Nikita dengan semangat dan memegang tangan Reyhan.
"Aduh pegangan tangan, udah kayak mau nyebrang aja." Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Eh maaf Reyhan, gue kira ini dadu." Kata Nikita dengan melepaskan genggamannya, tetapi di tahan oleh Reyhan.
"Udah, Lo pegang aja tangan gue, gue takut Lo hilang dari muka bumi ini." Canda Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Hahaha! Gajelas anjir si Reyhan, minta di gaplok!" Jelas Aulia dengan tertawa.
"Suasana di puncak dingin yah, rasanya gimana gitu." Kata Mauren dengan bersandar di pundak Rizky.
"Dingin banget tau, walaupun siang hari panas tapi anginnya dingin yah." Kata Nikita dengan tersenyum dan Reyhan pun semakin erat menggenggam tangannya.
"Namanya juga puncak, kalo Lo mau panas, ya Lo ke Mesir aja Sono." Geram Aulia dengan melihat sekeliling.
"Kenapa Lo Aulia? Ga merasa kedinginan gitu?" Tanya Rizky dengan memberikan kode kepada Roy.
"Yah, si Roy mana ngerti dikasih kode begitu." Bisik Reyhan kepada Rizky yang berada di sampingnya.
"Gapernah pacaran gitu sih, hahaha!" Kata Rizky kepada reyhan dan tertawa bersama.
"Kapan kali mau nembaknya, lama amat coba." Sindir Reyhan dengan melirik ke arah Roy.
"Gue bakal nembak dia dengan cara gue sendiri, ingat itu!" Bentak Roy yang sudah kesal sedari tadi karena terus diledekin oleh mereka semua.