Reyhan

Reyhan
ep 51



"Naik itu aja gimana?" Tanya Aulia dengan menunjuk ke arah wahana kora-kora, dan Roy nampak terkejut.


"Waduh? Gue gamau ah, gue gamau!" teriak Roy dengan berusaha melarikan diri, tetapi ditahan oleh Andre dan juga Anto yang memaksanya untuk naik.


"Cemen Lo Roy, gitu aja masa gamau." Ledek Andre dengan Menarik Roy dan Tersenyum kepadanya.


"Roy, ayolah gue pengen naik itu, kayaknya asik." Ucap Aulia dengan nada manja dan Tersenyum manis kepada Roy.


"Ya-ya-yaudah, gue ikut asalkan ada Aulia di samping gue." Jelas Roy dengan gugup.


"Yaelah, bucin amat nih anak, udah ayo kita langsung beli tiket dan naik ke arena itu." Ajak Andre dengan berjalan menuju tempat pembelian tiket untuk membeli tiket.


Sementara itu dengan Reyhan dan juga Nikita, mereka sedang berjalan menuju ke rumah hantu bersama dengan Rizky, Mauren, Alucard, dan juga Willy, mereka pun membeli tiket dan langsung masuk ke dalam rumah hantu yang tampak seram, baru saja mereka masuk, sudah dikagetkan oleh suara suara yang menyeramkan, dan juga sosok yang selintas melintas di depan mereka, Alucard merasa bahwa ini biasa saja dan tidak ada apa apanya.


"Halah, biasa aja ini, gak ada apa apanya." Ketus Alucard dengan melihat sekeliling yang gelap dan tampak seram.


"Begayaan Lo, ada jumscare aja, pingsan ga gue tolongin Lo." Kata Reyhan dengan kesal kepada Alucard.


"Reyhan, gue takut." Kata Nikita dengan memeluk lengan Reyhan sangat erat.


"Lebay ah, disini kan setannya bohongan doang." Kata Alucard dengan tersenyum kepada mereka semua.


"Kalo ada jumscare, terus Lo lari duluan, Awas Lo yah bayarin kita bakso." Tantang Rizky dengan melihat ke arah Alucard.


"Bakso doang? Itu sih gampang!" Jelas Alucard dengan mendahului mereka semua.


"Biarin aja, palingan di depan ada jumscare tuh!" Ledek Willy dengan terkekeh.


Dan benar saja, pada saat Alucard sedang berjalan persis dari atas muncul sebuah tengkorak dan membuat Alucard terkejut, dia pun langsung lari duluan menuju pintu keluar dengan sangat cepat, Reyhan serta yang lainnya melihat itu langsung tertawa


"Hahaha! Katanya gak takut apa-apa, tapi pas jumscare tengkorak mainan malah kabur." Seru Rizky dengan memainkan tengkorak tersebut dan tertawa.


"Ngakak aja gue, lagian sok banget sih." Kata Reyhan dengan tertawa.


"Jadi orang makanya, jangan songong Lo, kena getahnya kan, hahaha!" Kata Nikita dengan tertawa terbahak-bahak bersama yang lainnya.


"Yaudah yuk, kita lanjut lagi aja." Jelas Willy dengan berjalan duluan menuju pintu keluar.


Setelah melewati beberapa hantu, mereka pun keluar dan melihat Alucard yang sedang duduk di kursi yang tersedia, Reyhan Serta yang lainnya pun menghampiri Alucard dan duduk di samping Alucard.


"Haha, gimana tadi? Kaget ya?" Ledek Rizky dengan menepuk pundak Alucard.


"Sialan Lo, kaget banget gue." Geram Alucard dengan melihat ke mereka semua dan mengelus dadanya.


"Mau nyoba lagi gak? Katanya gak ada apa-apanya!" Sindir Willy dengan melirik ke arah Alucard.


"Gue tentang Lo semua buat naik itu!" Seru Alucard dengan menunjuk sebuah wahana Hysteria.


"Waduh, gue takut ketinggian, enggak ah kalo itu." Kata Willy dengan mengangkat tangannya.


"Kita taruhan, siapa yang nggak muntah setelah selesai bermain itu, dia dapet boneka ini." Kata Alucard dengan menundukkan sebuah boneka kelinci yang imut dan lucu.


"Waaaah! Lucu banget, gue mau dong Reyhan, plis dapetin ini buat gue." Paksa Nikita dengan melihat manja kepada Reyhan.


"Boleh juga tuh, gue terima tantangan Lo!" Seru Rizky dengan Tersenyum kepada Alucard.


"Reyhan, gimana Lo?" Tanya Alucard dengan terkekeh.


"Gue-gue-gue entahlah gue bingung." Kata Reyhan dengan kebingungan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Reyhan, ayolah dapetin Boneka itu buat gue..." Mohon Nikita dengan Tersenyum manis kepada Reyhan.


"Tapi, gue takut kalo nanti.." kata Reyhan dengan ragu-ragu.


"Yaah payah Lo, masa takut sih?" Kata Alucard dengan mengacungkan jari jempol terbalik seperti meremehkan diri Reyhan.


"Gue gak terima Lo gituin gue, gue terima tantangan Lo!" Kata Reyhan dengan membentak Alucard dan menerima tantangannya.


"Sportif yah, jangan ada yang curang." Kata Willy dengan terkekeh.


"Eh Lo jomblo, jadi juri aja yah." Kata Alucard dengan Tersenyum kepada Willy.


"Sialan Lo, minta di hajar kali." Kata Willy dengan kesal.


Reyhan, Rizky dan Alucard pun membeli tiket masuk dan langsung masuk ke wahana Hysteria tersebut, Reyhan yang nampak tegang sudah duduk di kursi dengan sabuk pengaman yang cukup kuat, dan seketika mereka langsung dinaikkan ke atas dengan sangat cepat.


Reyhan yang belum pernah menaiki itu pun langsung berteriak histeris karena ketinggian yang dia lihat dari atas Sampai bawah, wahana Tersebut memutari dirinya dengan sangat cepat yang membuat Reyhan pusing seketika.


"Gue pusing woiiii, jangan diputer terus anjirrr!" Teriak Reyhan dengan memegang sabuk pengamannya sangat kuat.


"Hahaha! Seru juga nih wahana! Wohooo!" Seru Alucard dengan tertawa menikmati wahana Tersebut.


"Seru pala lu gede!!!" Teriak Reyhan yang secara tiba-tiba wahana Tersebut menurunkannya sangat cepat.


Dan wahana Tersebut pun turun dengan sangat cepat, hingga kaki mereka menapak di tanah, tetapi wahana Tersebut belum berakhir, seketika mereka kembali dinaikkan dengan sangat cepat dan terus seperti itu hingga dua menit, yang membuat Reyhan pusing tujuh keliling.


Setelah dua menit, mereka bertiga pun turun dan menghampiri Willy yang sedang duduk, dengan nafas terengah-engah Reyhan berjalan ke arah Nikita yang duduk di rerumputan, lalu tiduran di kaki Nikita dengan sangat cepat.


"Gila, gue pusing banget ah, gamau naik itu lagi!" Kata Reyhan dengan menutup wajahnya.


"Hahaha! Muntah si Rizky, kalah Lo kalah." Ledek Alucard dengan tertawa, dan seketika Alucard juga muntah dengan sangat banyak.


"Mampus, udah dua orang yang muntah, apa Reyhan juga bakal muntah?" Batin Willy dengan melihat Reyhan yang sedang memejamkan matanya.


"Gue pusing, gue gamau naik wahana itu lagi." Kata Reyhan dengan menutup wajahnya.


"Tenang Reyhan, Lo udah menang, mereka berdua muntah tuh!" Bisik Nikita dengan melihat ke mereka berdua.


"Hahaha! Akhirnya gue menang, gue menang!!" Teriak Reyhan yang masih dalam kondisi memejamkan matanya.


"Lo pantas menerima boneka ini, terimalah Reyhan." Kata Alucard dengan memberikan boneka tersebut kepada Reyhan.


"Duh, kepala gue masih pusing nih." Kata Reyhan yang masih dalam posisi tiduran.


"Gila sih tuh permainan, kita kayak lagi dikocok-kocok aja, sampe muntah gue." Geram Rizky dengan melihat Alucard.


"Norak Lo, belom pernah main Hysteria gini nih." Ledek Alucard dengan terkekeh.


"Matahari sore yang cukup bagus, gue rasa saat yang tepat adalah sekarang." Kata Reyhan dengan Tersenyum.


"Ah, nggak kok gue kayaknya tadi ngelantur deh." Jelas Reyhan dengan terkekeh geli melihat Nikita.


"Hidung Lo pesek yah, kalo gue pencet makin masuk ke dalam nih kayaknya." Ledek Nikita dengan memencet hidung Reyhan.


"Udah dong, nanti gue mati gak dan yang jagain Lo." Kata Reyhan dengan Tersenyum.


"Hahaha, bucin banget lo Reyhan." Kata Rizky dengan merangkul Mauren.


"Lo nyadar dong, yang Bucin duluan di depan semua orang pas makan siapa?" Sindir Reyhan dengan melihat mereka berdua dan terkekeh.


"Ups, malu nih gue rasa." Kata Willy dengan menutup mulutnya dan tekekeh.


"Yaudah, udah jam lima nih, mau pulang kagak?" Tanya Alucard dengan melihat jam tangannya.


"Yakin mau pulang? Roy aja belom nembak Aulia." Kata Reyhan dengan berusaha meyakinkan mereka.


"Nanti aja pulangnya, ada hal yang pengen gue bicarakan sama Nikita." Bisik Reyhan kepada mereka semua.


"Widih, kayaknya ada yang pengen nembak nih." Seru Willy dengan Tersenyum.


"Reyhan, naik itu yuk?" Ajak Nikita dengan menunjuk ke arah biang lala yang nampak ramai sekali.


"Buset, itu antri mau naik biang lala atau sembako?" Kata Reyhan dengan heran.


"Makanya ayo kita beli tiket dulu, biar gak makin panjang tuh antrian." Seru Nikita dengan menarik tangan Reyhan.


"Semoga aja Reyhan diterima sama Nikita." Kata Mauren dengan Tersenyum.


"Emang Reyhan kalo nembak cewek gimana sih?" Tanya Willy dengan kebingungan.


"Dulu sewaktu dia nembak gue itu bertepatan dengan hari ulang tahun gue." Jelas Mauren dengan menceritakan kembali kejadian masalalu.


"Terus? Lo merasa gimana? Bisa ceritain Reyhan lebih banyak lagi gak, kalo nembak cewek dia gimana." Kata Alucard dengan penuh penasaran.


"Reyhan itu termasuk cowok yang hebat, dia kalo mau menentukan sesuatu akan sangat teliti dan jelas, serta juga melihat kondisi terlebih dahulu." Jelas Mauren dengan Tersenyum.


"Maksudnya melihat kondisi? Kok gue gapaham yah?" Tanya Rizky dengan kebingungan.


"Ya, contohnya aja dia nembak gue disaat kondisi mood gue sedang hancur, dan pada saat itu juga Reyhan membuat mood gue kembali naik lagi." Jelas Mauren kepada mereka semua.


"Apa mungkin ini saat yang tepat untuk Reyhan buat mendapatkan hati Nikita?" Tanya Alucard dengan penuh penasaran.


"Yah, bisa jadi, karena Reyhan selalu membuat Nikita senang, sama halnya sewaktu gue pdkt sama dia." Jelas Mauren dengan Tersenyum.


"Percayalah, kalo Nikita pacaran sama Reyhan, mereka berdua akan menjadi pasangan yang cukup romantis dan juga harmonis." Kata Galang yang tiba-tiba muncul.


"Sialan Lo! Buat gue kaget aja!" Bentak Alucard dengan melihat Galang.


"Hahaha, parah Lo Galang, main muncul Aja, harusnya kasih tanda dulu dong." Kata Lauren dengan terkekeh.


"Perasaan gue aja, atau gue daritadi gak ngeliat Jessica yah?" Tanya Willy dengan kebingungan.


"Dia lagi di parkiran, jomblo mah gitu tuh." Kata Galang dengan tekekeh.


"Naik biang lala yuk? Gue bosen naik yang ekstrim terus daritadi." Ajak Lauren Dengan menyeret Galang secara paksa.


"Yaelah, dia berdua pdktnya gitu amat yah, terlalu ekstrim." Kata Willy dengan terkekeh.


Sementara itu dengan Reyhan, dia sudah berada di antrian yang cukup panjang tersebut, mereka berdua pun menunggu cukup lama, hingga akhirnya pada jam tujuh malam giliran mereka berdua untuk naik biang lala tersebut, Reyhan yang tidak sabar untuk menyatakan perasaannya kepada Nikita pun langsung grogi, kini mereka sudah berada di salah satu biang lala tersebut.


"Kenapa lo grogi?" Tanya Nikita dengan melihat ke arah Reyhan yang nampak grogi.


"Eh, gue gapapa kok, siapa juga yang grogi?" Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.


"Apa Lo yakin mau naik ini? Gak takut kan?" Goda Nikita dengan tekekeh.


"Siapa juga yang takut, justru ini kan enak." Kata Reyhan dengan santai dan Tersenyum.


"Enak apanya? Gue justru takut ketinggian nih." Kata Nikita dengan mendekati Reyhan.


"Lah? Kalo Lo takut ketinggian, kenapa Lo ngajak gue naik ini?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.


Krieek


bunyi bahwa bianglala tersebut sudah berjalan secara perlahan, bianglala itu cukup indah, dikarenakan berbalut lampu warna warni yang menerangi malam hari yang indah, juga pemandangan disekitar area tersebut yang memanjakan mata pada malam hari, seluruh pasangan muda-mudi sangat berbahagia pada malam itu, termasuk Reyhan dikarenakan hari ini adalah malam terindah bagi Reyhan.


"Aaah, akhirnya jalan juga nih bianglala." Kata Reyhan dengan tersenyum dan melihat ke arah luar biang lala.


"Gue takut Reyhan, gue takut ketinggian." Rintih Nikita dengan terus memeluk lengan Reyhan dan memejamkan matanya.


"Kenapa takut? Justru Lo yang ngajak gue naik ini, kok jadi Lo yang takut?" Kata Reyhan dengan kebingungan dan mengusap kepala Nikita secara lembut.


"Gue takut ini tiba-tiba berhenti." Kata Nikita dengan melihat ke arah Reyhan.


"Tenang aja Nikita, disini ada gue, gue akan selalu jagain Lo." Kata Reyhan dengan menatap wajah Nikita secara serius.


"Yaudah, kalo gini kan gue bisa tenang." Kata Nikita dengan melepaskan pelukannya.


"Nih, Lo minum dulu, biar gak tegang banget." Kata Reyhan dengan memberikan sebotol minuman kepada Nikita.


"Makasih ya Reyhan, Lo emang cowok yang pengertian." Kata Nikita dengan menerima botol tersebut lalu meminumnya.


"Malam yang indah, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menyatakan perasaan cinta gue kepada Nikita." Batin Reyhan dengan melihat ke arah pemandangan.


"Kenapa Lo diem aja? Awas kesambet loh." Goda Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan.


"Ya jelas nggak, kan gue punya Galang, setan aja takut sama Galang." Kata Reyhan dengan terkekeh.


"Berarti Galang lebih serem dari setan dong? Hahaha!" Kata Nikita dengan tertawa.


Krekkkkk.


Seketika bianglala tersebut berhenti, semua orang yang naik bianglala itu langsung panik seketika, Reyhan dan Nikita dalam posisi paling atas sekali, dan itu membuat Nikita ketakutan dengan memeluk Reyhan.


"Reyhan, gue takut Reyhan." Kata Nikita dengan memeluk Reyhan.