
"Udah iya, gue juga mager nih buat gerak." Kata Reyhan dengan posisi masih memejamkan matanya.
"Sayang, aku lapar, makanan gak ada, temenin beli makanan dong." Kata Nikita yang ada di depan pintu dan dengan nada manja.
"Aduh, mager banget sayang." Kata Reyhan masih dalam posisi tiduran.
"Ih kamu mah gitu sama aku, yaudah aku pergi aja sendiri." Kata Nikita dengan beranjak pergi keluar rumah.
"Sayang, tunggu sebentar." Teriak Reyhan dengan merapikan dirinya secara cepat, dan langsung mengikuti Nikita.
"Kenapa? Kok nyusul? Katanya mager nemenin aku?" Tanya Nikita dengan kesal kepada Reyhan.
"Tadi lagi mager, sekarang udah nggak, karena aku juga lapar banget nih." Kata Reyhan dengan Tersenyum dan memegangi perutnya yang sedari tadi berbunyi.
"Itu perut isinya dangdutan ya? Kok bunyi terus sih?" Canda Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Ah kamu, bisa aja deh." Kata Reyhan dengan mencubit pipi Nikita gemas.
"Yaudah, ayo kita keluar villa, aku pengen beli makanan nih." Ajak Nikita dengan menggandeng Reyhan keluar villa.
Mereka berdua pun berjalan keluar villa, dan nampak diluar villa ramai oleh penduduk sekitar yang berlalu lalang, mereka mencari pedagang kaki lima atau pun warteg, sayangnya disekitar situ tidak ada satu pun, pada saat hendak masuk ke dalam villa, ada seorang tukang bakso yang lewat, Nikita pun memanggilnya agar ke tempatnya untuk dibeli.
"Bang bakso!" Panggil Nikita dari kejauhan.
Tukang bakso itu pun langsung menghampiri Nikita dan Reyhan seraya memberikan senyuman.
"Mau berapa porsi mbak? Mas?" Tanya tukang bakso tersebut.
"Dua porsi ya, yang satu jangan pake saos, yang satu lagi pake saos yang banyak." Kata Nikita dengan memesan dua mangkok bakso.
"Loh? Pake saos banyak buat kamu?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Iya lah, aku kan doyan pedes, emangnya kamu sambel aja gak doyan." Ledek Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Yakin tuh pake saos yang banyak? Apa gak kepedesan?" Tanya Reyhan dengan berusaha meyakinkan Nikita.
"Yakin lah, aku kan kuat kalo makan pedes." Ucap Nikita dengan Tersenyum.
"Awas nanti jadi diare loh kalo makan yang pedes-pedes." Kata Reyhan dengan merangkul Nikita.
"Nih mbak, mas baksonya." Kata tukang bakso Tersebut dengan memberikan dua mangkok kepada Reyhan.
Reyhan dan Nikita pun langsung memakan bakso tersebut dengan nikmat, setelah beberapa lama menikmati bakso bersama, Nikita dan Reyhan pun membayar bakso tersebut dan langsung masuk ke dalam villa lagi, mereka berdua berjalan beriringan hingga Reyhan merasakan bahwa akan ada Galang yang muncul di belakang cara tiba-tiba.
"Aku ngerasa kalo Galang sebentar lagi bakalan muncul." Bisik Reyhan seraya melihat sekeliling.
"Ah, mana? Aku takut nih kalo Galang, dia lebih serem daripada setan." Kata Nikita dengan memeluk lengan Reyhan.
"Yaudah, daripada dikagetin mendingan kita langsung aja ke villa." Kata Reyhan dengan berjalan cepat bersama Nikita.
Reyhan dan Nikita sudah sampai di depan rumah, dan di depan rumah nampak Andre dan Alucard sedang bersantai menyeruput kopi dengan ditemani oleh kacang serta juga kuaci, mereka menikmati sore hari yang indah dengan bermain gitar.
"Coba Lo nyanyiin lagu Kesempurnaan cinta dong." Suruh Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Najis lah, bucin banget Lo, gamau lah gue." Ketus Andre kepada Reyhan.
"Itu udah tanggal satu Januari, tanggal sepuluh kita masuk nih, kapan mau balik ke Tangerang?" Kata Alucard dengan kebingungan.
"Bener juga tuh, kita gak bisa lama-lama disini." Jelas Nikita.
"Tanya yang lain, mau pulang besok apa nggak, kita sebentar lagi masuk nih." Kata Alucard kepada mereka bertiga.
"Yaudah, kumpulin aja mereka di dalam." Jelas Reyhan kepada mereka semua.
Seketika mereka langsung mengumpulkan semua teman-temannya, lebih tepatnya mengumpulkan mereka semua di ruang keluarga yang cukup luas tersebut, setelah semua terkumpul, mereka pun kebingungan kenapa mereka dikumpulkan.
"Kenapa nih? Kok kita dikumpulin sih?" Tanya Dewa dengan kebingungan.
"Tanggal sepuluh Januari kita kan masuk, kita kapan pulangnya nih?" Tanya Alucard dengan melihat sekeliling.
"Betul juga, gue baru inget kalo kita tanggal sepuluh masuk." Kata Lauren dengan menggebrak meja.
"Kapan mau pulang ke Tangerang?" Tanya Reyhan singkat.
"Apa situasi di Tangerang sudah aman dan kondusif?" Tanya Verrel dengan melihat ke arah Galang.
"Gue gabisa ngeliat sejauh itu, belom gue kuasai jurusnya." Jelas Galang kepada mereka semua.
"Tenang aja, gue yakin aman kok, selagi Lo berdua nggak jalan bareng lagi." Jelas Roy dengan menunjuk Dewa dan juga Lita.
"Kenapa jadi gue? Kok gue sih?" Tanya Lita kebingungan.
"Michael tidak mungkin menyerah gitu aja, apalagi dia punya geng Halilintar, gue yakin dia punya rencana lain." Jelas Rizky kepada mereka semua.
"Yaudah, intinya kapan mau pulang nih?" Tanya Reyhan dengan melihat mereka semua.
"Tunggu dua hari lagi, badan gue masih pada sakit." Kata Anto dengan meregangkan ototnya.
"Iyah nih, lusa aja sih." Teriak Angel dengan nada malas.
"Roy, gimana? Pada maunya Lusa tuh." Kata Reyhan dengan melihat ke arah Roy.
"Yaudah, lusa kita pulang ke Tangerang, maka dari itu sekarang kalian persiapkan semua barang-barang kalian." Perintah Roy kepada mereka semua agar mempersiapkan barang bawaan.
"Udah malem Roy, gue ngantuk banget." Kata Aulia dengan menyenderkan kepalanya di bahu Roy.
"Iyah nih, ga sadar kalo udah jam sembilan." Kata Andre dengan melihat jam tangannya.
"Yaudah, intinya besok kita siap-siap, dan lusa pagi kita berangkat." Jelas Roy dengan beranjak masuk ke kamarnya.
"Roy, kaki gue pegel banget, tolong gendong." Kata Aulia dengan nada manjanya.
"Aduh, manja banget sih." Batin Roy dengan menuruti perkataan Aulia.
"Biasa lah ya, namanya juga pasangan baru." Kata Reyhan dengan Tersenyum.
"Terus? Kita bukan pasangan baru? Pasangan lama?" Tanya Nikita dengan melihat Reyhan.
"Bukan gitu maksud aku, kita juga pasangan baru sayang." Kata Reyhan dengan tersenyum kepada Nikita.
"Aku tadinya mau ngambek, tapi kamu senyum ke aku, jadi gak jadi ngambek deh." Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
Semua pun langsung masuk kembali ke kamarnya masing masing, sedangkan Nikita dan Reyhan menonton tv di ruang keluarga yang cukup luas tersebut, dan mereka hanya berduaan saja di malam yang dingin itu.
"Dingin yah, buat kopi kayaknya enak nih?" Saran Reyhan dengan memberikan kode kepada Nikita.
"Sebentar ya, aku buatin dulu kopinya." Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
Nikita pun langsung menuju dapur dan membuatkan kopi untuk Reyhan, serta membuat teh untuk dirinya, di dalam kulkas masih ada beberapa cemilan seperti biskuit dan juga roti, Nikita langsung membawanya ke meja ruang keluarga tersebut.
"Nih udah siap semuanya." Ucap Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Asik nih, malem malem ngopi sambil ditemani cemilan." Kata Reyhan dengan mengambil gelas tersebut dan hendak menyeruput kopinya.
Reyhan pun menikmati kopi tersebut, sayangnya kopi itu dibuat dengan air panas, dan pada saat kopi itu masih panas Reyhan langsung menyeruputnya, membuat bibir dan juga lidahnya menjadi melepuh dikarenakan kopi panas tersebut.
"Aduh, lidah sama bibir gue, panas banget nih kopinya." Keluh Reyhan dengan menaruh gelas kopi tersebut.
"Kamu gapapa? Apanya yang sakit?" Tanya Nikita dengan khawatir.
"Itu panas banget sih, kenapa gak bilang dulu coba?" Kata Reyhan dengan mengusap bibirnya yang masih melepuh.
"Maaf yah sayang, aku lupa bilang." Kata Nikita dengan menundukkan kepalanya.
"Aku ngantuk banget, aku tidur di bahu kamu boleh nggak?" Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Kenapa gak di kamar kamu aja?" Tanya Reyhan kebingungan.
"Aku males, pengen selalu di samping kamu, takut kamunya hilang." Kata Nikita dengan terkekeh.
"Aku gak akan hilang sayang, aku akan selalu ada disamping kamu." Kata Reyhan dengan mencium kepala Nikita.
"Apa kamu berjanji bakalan selalu ada buat aku?" Tanya Nikita yang nampak serius dengan perkataannya.
"Iyah sayang, aku akan selalu ada buat kamu, disaat susah maupun Senang, tapi kamu juga begitu kan ke aku?" Jelas Reyhan dengan menatap Nikita serius.
"Iyah Reyhan, aku akan selalu nemenin kamu kok." Kata Nikita dengan Tersenyum.
"Terima kasih karung berasku, karena kamu udah mau Nerima aku apa adanya." Kata Reyhan dengan memeluk Nikita sangat erat.
"Karung beras? Maksud kamu?" Tanya Nikita dengan kebingungan.
"Iyah, kamu kan doyan makan, tapi gak pernah gendut tuh, hahaha." Canda Reyhan dengan mencubit pipi Nikita.
"Ih, panggilannya jangan begitu dong, gak enak banget di dengernya." Kata Nikita dengan mencubit pipi Reyhan gemas.
"Hahaha, yaudah aku gak manggil kamu begitu kok." Kata Reyhan dengan tertawa.
"Elus elus kepala aku dong, biar makin nyaman di Deket kamu." Ucap Nikita dengan nada lembutnya.
"Yaudah, aku Elus Elus deh." Kata Reyhan dengan menuruti perkataan Nikita.
Reyhan pun mengusap kepala Nikita dengan perlahan, serta juga secara halus dan lembut, Nikita yang suka sekali di Elus rambutnya pun langsung semakin mendekat dengan Reyhan bersandar di bahu Reyhan, seraya memejamkan matanya.
"Selamat malam sayang, semoga kamu mimpi indah." Ucap Nikita dengan perlahan memejamkan matanya.
Reyhan terus mengusap kepala Nikita dengan lembut, itu membuat Nikita nyaman dan dia pun tertidur pulas setelah beberapa lama dielus Elus rambutnya, Reyhan pun langsung mencium kepala Nikita dengan halus, perlahan Reyhan meletakkan tubuh Nikita di sofa tersebut, dan beranjak masuk ke kamar untuk mengambil selimut agar Nikita tidak kedinginan.
"Selamat malam sayang, semoga kamu mimpi indah." Kata Reyhan dengan mencium kening Nikita dan meletakkan selimut tersebut di tubuh Nikita, agar dia tidak kedinginan.
Reyhan yang mulai mengantuk langsung masuk ke dalam kamar, dan tertidur dengan pulas, keesokan harinya, Nikita yang masih tidur langsung terbangun dari tidurnya dan sudah ada Reyhan yang sedang duduk di sofa samping Nikita tidur.
"Hai sayang, udah bangun?" Tanya Reyhan yang masih fokus bermain PS4.
"Enggh....aku masih ngantuk nih." Kata Nikita dengan nada malasnya dan masih mengusap matanya.
"Ayo bangun sayang, besok kan kita mau pulang ke Tangerang, jadi harus beres-beres barang." Jelas Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.
"Kamu emang udah beresin barang bawaan kamu?" Tanya Nikita yang sudah duduk dengan rambut acak-acakan.
"Udah dong, udah sana kamu mandi dulu, bau bawang nih." Ledek Reyhan dengan menutup hidungnya.
"Sembarangan aja, aku gak bau bawang sayang, ih kamu ngeledekin aku terus." Kata Nikita dengan mencubit Reyhan.
"Yaudah, sana kamu mandi." Kata Reyhan agar Nikita mandi.
"Yaudah, tunggu sebentar yah, aku mandi dulu." Kata Nikita dengan Beranjak masuk ke kamar, dan mulai menjalankan ritual mandinya.
"Reyhan, Lo main game gak ngajak gue, parah bener." Teriak Willy dari luar pintu dan mulai menghampiri Reyhan.
"Hahaha, sini main bareng sama gue." Ajak Reyhan dengan Tersenyum kepada Willy.
"Main apa? Naruto nih? Gue mau tes kemampuan Lo main Naruto gimana." Tantang Willy dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Waah, ada yang bilang Naruto? Gue jagonya nih." Seru Anto yang baru saja masuk dari pintu belakang.
"Boleh juga gaya Lo, sini lawan gue Lo." Tantang Willy dengan Tersenyum.
"Boleh, siapa takut." Kata Anto dengan Tersenyum.
Mereka berdua pun mulai beradu skill dengan bermain game Naruto, beberapa kali bermain, ternyata hasilnya adalah seri, tidak ada yang menang sama sekali, Reyhan hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
"Lo berdua udah siapin koper belom? Besok kan kita mau berangkat." Tanya Reyhan dengan melihat mereka berdua.
"Gue sih ya jelas udah, tinggal nunggu besok pagi." Seru Willy dengan Tersenyum.
"Oh ya, gue lupa siapin dong, lebih baik gue siapin sekarang daripada besok ditinggal." Kata Anto yang beranjak pergi meninggalkan mereka berdua untuk mempersiapkan kopernya.
"Haduh, ada aja yang dilupain sama dia." Keluh Willy dengan menepuk jidatnya.
"Reyhan, bantuin aku dong." Teriak Nikita dari dalam kamarnya.
Reyhan pun segera menghampiri Nikita dan masuk ke dalam kamarnya, kini Reyhan berdiri di depan pintu dengan melipat kedua tangannya.
"Bantuin apaan?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.
"Bantuin aku masukin barang-barang aku ke koper." Kata Nikita dengan nada manja.
"Yaelah, masa harus aku juga sih?" Tanya Reyhan dengan mengeluh.
"Kamu kan pacar aku, ya bantuin aku dong." Jelas Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Kamu, kalo ada maunya pasti selalu senyum manis ke aku." Kata Reyhan dengan mencubit pipi Nikita dengan gemas.
"Yaudah, bantuin aku yah sayang." Kata Nikita dengan mencium pipi Reyhan singkat.
Reyhan pun langsung terdiam seketika, dan dia langsung membantu Nikita membereskan barang-barangnya, setelah selesai membereskan semuanya kini Reyhan dan Nikita berduaan bersama di taman yang kemarin mereka berfoto dan menikmati malam tahun bersama-sama.
"Sore hari yang indah kan?" Tanya Reyhan dengan menatap Nikita.
"Iyah sayang, aku gak sabar untuk pulang ke Tangerang." Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.
"Iyah nih, udah lama aku gak ngeliat adek aku yang rese itu." Jelas Reyhan kepada Nikita.
"Berduaan terus Lo, nanti yang ketiganya setan." Kata Galang yang muncul secara tiba-tiba dan membuat Nikita memeluk Reyhan yang berada di sampingnya dengan sangat erat.
"Huaaa Reyhan, aku takut." Teriak Nikita dengan memeluk Reyhan.
"Tenang sayang, itu Galang bukan setan." Kata Reyhan dengan mengelus rambut Nikita secara lembut.
"Sialan Lo Galang, ngagetin gue aja!" Ketus Nikita dengan menjitak Kepala Galang.
"Lo berdua udah siapin barang-barang lo?" Tanya Galang dengan Tersenyum kepada mereka berdua.
"Udah kok, tenang aja." Kata Reyhan dengan Tersenyum.
"Galang, Reyhan, Nikita, Roy manggil tuh." Kata Verrel yang baru saja datang.
Mereka semua pun langsung menuju tempat Roy, yaitu di dalam rumah, kini mereka semua pun sudah berada di dalam rumah dan Roy sedang duduk di kursi, setelah semuanya berkumpul Roy pun mulai berbicara dengan serius kepada mereka semua.
"Oke semuanya, kita kan besok mau pulang ke Tangerang, gue mau besok kita jam sebelas siang udah berangkat." Tegas Roy kepada mereka semua.
"Tenanglah Roy, kita pasti bakalan ontime kok." Kata Dewa dengan Tersenyum.
"Pastikan gak ada barang yang tertinggal, dan gue gak tanggung jawab kalo ada barang yang tertinggal, jadi coba kalian cek barang bawaan kalian." Oceh Roy dengan panjang lebar.
"Siap Roy, tenang aja." Kata mereka semua dengan serentak.
Setelah berkumpul, kini mereka semua yang sudah lelah langsung masuk ke dalam kamar untuk berisitirahat agar besok bisa semangat untuk pulang ke Tangerang, keesokan harinya, Roy beserta yang lainnya sudah siap dengan barang bawaannya, dan sedang menunggu di gazebo, menunggu yang lainnya yang sedang bersiap-siap.
"Lama banget nih, panas banget lagi nih hari." Keluh Reyhan seraya mengipaskan tubuhnya dengan tangan.
"Kamu keringetan tuh, sini biar aku lap keringetnya." Kata Nikita seraya mengusap keringat di pipi Reyhan dengan tissue.