Reyhan

Reyhan
ep 60



"Lama banget nih, panas banget lagi nih hari." Keluh Reyhan seraya mengipaskan tubuhnya dengan tangan.


"Kamu keringetan tuh, sini biar aku lap keringetnya." Kata Nikita seraya mengusap keringat di pipi Reyhan dengan tissue.


Reyhan yang tadinya banyak gerak, menjadi diam seketika dan mulai grogi karena Nikita yang mengusap wajahnya dengan perlahan, Reyhan pun mematung beberapa menit, Nikita menyadari itu dan langsung menepuk pundak Reyhan.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Nikita dengan menepuk pundak Reyhan.


"Eh? Aku grogi nih sayang." Kata Reyhan dengan tersenyum.


"Grogi kenapa sih? Kan aku pacar kamu, Masa grogi sih?" Tanya Nikita dengan kebingungan.


"Iyah, aku tau itu, tapi aku belom terbiasa sayang." Kata Reyhan dengan nada lembut.


"Belom terbiasa apanya? Kan kita temenan udah lebih dari dua bulan, masa iya belom terbiasa sama aku?" Kata Nikita kebingungan.


"Tapi aku belom terbiasa sayang, namanya juga masih baru." Kata Reyhan dengan mengelus rambut Nikita.


"Ih kamu gitu banget sama aku, tau ah bete." Kata Nikita dengan cemberut.


"Jangan ngambek lagi yah? Nanti aku beliin eskrim deh." Kata Reyhan dengan menggenggam tangan Nikita dan Tersenyum kepadanya.


"HM? Yaudah aku gak jadi ngambek." Kata Nikita dengan kembali menunjukkan senyumannya.


Lalu beberapa menit kemudian datanglah Mauren bersama dengan Rizky, mereka sudah siap dengan kopernya masing-masing mereka pun menunggu di gazebo bersama dengan Reyhan.


"Ciee yang baru jadian." Ledek Rizky dengan Tersenyum kepada Reyhan.


"Apaan sih? Lo juga kan baru jadian, intinya kita itu sama!" Ketus Reyhan dengan melihat Rizky.


"Kapan yah berangkatnya? Mana udah panas banget lagi." Kata Mauren dengan kesal.


"Iyah nih, yang lainnya lama banget deh." Ucap Nikita dengan melihat sekeliling.


"Roy, kapan berangkatnya Nih?" Tanya Reyhan kepada Roy.


"Sebentar lagi dulu dong, yang lainnnya aja belom pada siap." Kata Roy dengan menghampiri mereka.


"Siapa sih yang belum siap? Udah jam sepuluh nih." Kata Rizky dengan kebingungan.


"Tinggal Nunggu Verrel doang kok, dia lagi pakai baju dulu katanya." Kata Roy dengan melihat ke arah rumah tersebut.


"Akhirnya kita pulang ke Tangerang, semoga perjalanan menuju rumah masing-masing berjalan lancar." Kata Reyhan dengan Tersenyum bahagia.


"Tuan Roy, kalian sudah mau pulang?" Tanya penjaga villa yang perempuan tua itu.


"Iyah nih mbak, kita udah mau pulang, saya pamit dulu yah mbak." Kata Roy dengan mencium tangan penjaga villa perempuan tua itu.


"Iyah tuan Roy, hati-hati di perjalanan." Jelas perempuan tua itu.


"Roy, semoga Lo Selamat sampai rumah ya, dan selalu waspada dengan keadaan sekitar." Perintah Bobi dengan tegas.


"Roy, maaf gue gabisa balik lagi ke Tangerang buat jagain kalian, tapi gue udah bilang ke mouse dan yang lainnya buat jagain kalian bila kalian dalam masalah." Jelas Snake dengan Tersenyum kepada Roy.


"Lo mau apa disini? Bukannya markas Lo di Tangerang?" Tanya Dewa yang baru saja datang dengan kopernya.


"Dewa, ini adalah wasiat bapak Lo, gue disuruh merekrut beberapa anggota di puncak, percayalah Dewa, geng naga api akan kembali bangkit." Jelas Snake dengan serius kepada Dewa.


"Gue dukung usaha Lo om, semoga Lo berhasil membangkitkan kembali geng naga api." Kata Dewa dengan menepuk pundak snake dan Tersenyum.


"Roy, Lo pegang ini, kalo ada apa-apa hubungin aja kita." Kata goat dengan memberikan sebuah hp jadul.


"Buset, jadul banget ini mah, terus kalo kita diserang gimana?" Tanya Roy dengan kebingungan.


"Tinggal telepon aja kita, disitu ada nomor geng naga api, gampang kok cara gunainnya." Kata goat dengan Tersenyum.


"Ayo nih, gue udah siap, kapan berangkatnya." Kata Verrel yang sudah dalam keadaan rapi dan siap untuk berangkat.


"Yaudah Om, kita pulang dulu ke Tangerang yah, makasih bantuannya." Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada mereka.


"Ingatlah, jurus yang gue ajarkan, praktekan itu pada saat kalian dalam bahaya." Teriak Doni kepada mereka.


Semua pun langsung masuk ke dalam bus, mereka duduk berpasangan bersama dengan pacar maupun dengan gebetan, sementara yang jomblo duduk dengan temannya yang jomblo juga, kini semua sudah siap di dalam bus, sopir bus tersebut mulai menyalakan mesin dan berangkat menuju Tangerang.


"Asik, akhirnya kita pulang juga." Seru Reyhan dengan Tersenyum kepada mereka.


"Iyah nih, akhirnya kita kembali ke sekolah." Kata Nikita dengan Tersenyum.


"Kamu kenapa sih kalo soal sekolah selalu aja seneng gitu?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.


"Gapapa kok sayang, aku cuma senang aja." Kata Nikita dengan Tersenyum.


"Eh Roy, beli oleh-oleh buat orang di rumah dong, masa iya kita ke puncak gak beli oleh-oleh?" Kata Galang dengan berteriak kepada Roy.


"Wah, bener juga tuh, mampir ke toko oleh-oleh dong Roy." Seru santi dengan berteriak.


"Tunggu aja dulu, nanti kita sampai di toko oleh-olehnya kok." Kata Roy dengan Tersenyum.


"Sayang, kamu udah makan?" Tanya Aulia dengan melihat Roy.


"Belom sayang, kamu mau suapin Aku?" Tanya Roy dengan Tersenyum kepada Aulia.


"Iyah, kamu makan nasi goreng buatan aku nih." Kata Aulia dengan menyendokkan nasi goreng Tersebut dan mulai menyodorkannya kepada Roy.


Roy pun menerima suapan pertama, dan dia mulai memakan nasi goreng buatan Aulia, yang Roy rasakan pada saat itu adalah kenikmatan dari nasi goreng Aulia, menurut Roy dia belum pernah makan nasi goreng seenak buatan Aulia.


"Enak banget sayang, kamu pake bumbu apaan nih?" Kata Roy dengan melihat Aulia.


"Aku kan paling jago buat nasi goreng, ya jelas enak dong." Seru Aulia dengan Tersenyum.


"Pake bumbu instan atau bumbu halus alami?" Tanya Roy dengan kebingungan.


"Rahasia perusahaan dong, yang penting kamu makan aja dulu." Kata Aulia dengan kembali menyuapkan sesendok nasi goreng.


"Bucinnnya keluar dah si Aulia, ayo deh bucinnnya keluar." Ledek Nikita yang berada di depan Aulia.


"Lo juga biasanya bucin sama Reyhan, ngaca dong." Sindir Aulia dengan Tersenyum kepada Nikita.


"Hahaha, intinya kita semua sama-sama bucin deh." Kata Reyhan dengan tertawa.


Beberapa jam mereka melakukan perjalanan, kini mereka sudah berada di tempat pembelian oleh-oleh, yaitu pusat oleh oleh Mega rasa yang terletak di Cipayung datar, Megamendung, bus tersebut pun diparkirkan di parkiran yang cukup luas tersebut, mereka semua turun dan berjalan menuju tempat pembelian oleh-oleh.


"Reyhan, beli ini yuk?" Kata Nikita dengan menunjukkan asinan mangga.


"Kamu suka asinan? Boleh tuh kayaknya buat mama." Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.


"Yaudah, beli lima bungkus aja, gimana?" Kata Nikita dengan Tersenyum.


"Lima bungkus? Banyak amat dah, siapa yang mau makan?" Tanya Reyhan dengan kebingungan.


"Kamu kayak baru kenal aku aja." Kata Nikita dwnhan Tersenyum dan menyuruh pedagang tersebut untuk membungkusnya.


"Iyah deh, aku paham kesitunya." Kata Reyhan dengan mencubit pipi Nikita gemas.


"Kalo misalnya aku gendut, kamu masih mau sama aku?" Tanya Nikita kepada Reyhan.


"Aku? Ya jelas masih mau lah, kenapa nggak?" Kata Reyhan kepada Nikita.


"Aku takutnya kamu ninggalin aku pas aku gendut." Kata Nikita kepada Reyhan.


"Aduh, kamu mikirnya apaan sih? Aku gak akan ninggalin kamu, aku akan selalu Setia sama kamu." Kata Reyhan dengan mengusap rambut Nikita.


"Ih, ada pisang molen, aku mau dong sayang." Kata Nikita dengan menunjuk pisang molen yang baru saja matang.


"Astaga? Pisang? Nggak ah, jangan makan pisang." Kata Reyhan seraya berjalan ke tempat oleh-oleh lainnya.


"Dia gasuka sama pisang, dan ada trauma tersendiri sama pisang." Jelas Dewa yang sedang memilih ubi bakar.


"Oh begitu, kenapa emangnya sama pisang? Kan itu manis dan enak." Kata Nikita dengan melihat Reyhan.


"Gausah bahas lagi, daripada dia makin bete." Jelas Dewa kepada Nikita.


"Yaudah, kamu maunya apa sayang?" Tanya Nikita dengan menggandeng Reyhan.


"Aku mau bolu lapis." Kata Reyhan dengan tersenyum.


"Laga Lo makan bolu, makan pizza aja diare langsung." Ledek Dewa kepada Reyhan dengan Tersenyum.


"Ikut aku aja sini, bawain oleh-oleh buat mama sama papa kamu juga." Ajak Reyhan dengan menarik tangan Nikita ke tempat Bolu lapis.


"Emang mama kamu suka bolu lapis?" Tanya Nikita dengan penasaran.


"Mama aku paling suka bolu lapis, adik aku juga suka, aku beliin buat mereka, kalo mama sama papa kamu gimana?" Kata Reyhan dengan Tersenyum.


"Mereka suka sih, beli aja tiga bungkus." Kata Nikita kepada Reyhan.


"Yaudah, pak saya beli bolu lapisnya tiga loyang yah." Kata Reyhan kepada Penjual Tersebut.


"Aku nunggu disitu yah, kaku aku pegel banget." Kata Nikita dengan berjalan ke arah kursi yang tersedia.


Reyhan pun menunggu cukup lama, hingga akhirnya bolu lapis tersebut sudah siap, Reyhan segera membayarnya dan langsung duduk di samping Nikita.


"Mau beli apalagi? Asinan udah, terus bolu lapis udah, apalagi yang kurang?" Tanya Reyhan dengan melihat Nikita.


"Gak enak kalo gak beli Keripik singkong beserta teman-temannya." Kata Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan, lalu menarik tangannya untuk ikut bersamanya.


Reyhan pun dengan terpaksa mengikuti Nikita berjalan, dengan membawa belanjaan di tangan kanan dan juga kirinya, kini akhirnya mereka sampai di tempat pembelian keripik, segala jenis keripik bervarian rasa tertata rapi disitu.


"Aku mau keripik singkong rasa asin, dan rasa pedas." Kata Nikita dengan mengambil dua bungkus keripik singkong.


"Mau apalagi nih?" Tanya Reyhan dengan melihat sekeliling.


"Beli buah salak dong, di bus nanti kita ngemil salak." Kata Galang yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


"Gue udah tau kalo itu Lo, ternyata kalo Lo mau muncul bau bangke tikus yah." Kata Nikita dengan terkekeh.


"Bener juga kata Galang kita beli salak aja." Seru Reyhan dengan menjentikkan jarinya.


"Yaudah, ayo sayang." Kata Nikita dengan menarik tangan Reyhan lagi.


Reyhan dan Nikita sudah berada di tempat pembelian buah, mereka membeli buah salak sebanyak tiga kilo, yang harganya cukup mahal, yaitu enam puluh ribu, beberapa jam kemudian, setelah banyak sekali berbelanja dan memborong oleh-oleh, kini akhirnya mereka sudah berada di depan bus dan siap untuk berangkat.


"Udah semuanya belom? Coba periksa." Kata Roy dengan berteriak di hadapan mereka.


"Andre sama Anto lagi ke toilet, tunggu dulu." Teriak Rizky kepada Roy.


"Sabar dong, kita baru aja selesai." Kata Andre dan Alucard yang muncul di depan pintu dan masuk.


"Beneran udah semua belom? Ada barang yang ketinggalan?" Tanya Roy dengan berteriak.


"Gak ada Roy." Teriak mereka dengan bersamaan.


Mereka semua pun berangkat menuju ke Tangerang dengan bersamaan, sore hari yang cukup melelahkan dikarenakan mereka selama beberapa jam lamanya, membeli oleh-oleh, sekarang Jam sudah menunjukkan pukul enam sore, tetapi mereka baru sampai tol dikarenakan macet yang cukup panjang, mereka menikmati liburan Tersebut walau terkadang banyak sekali gangguan dari geng yang lainnya, yang membuat liburan mereka menjadi kacau.


Beberapa jam kemudian, lebih tepatnya pukul sembilan malam, mereka sudah sampai di Tangerang dan bus tersebut di parkirkan di halaman rumah Roy yang cukup luas, mereka yang kelelahan dan mengantuk pun berisitirahat sejenak di teras rumah Roy yang luas.


"Aduh, capek banget gue." Kata Reyhan yang baru saja duduk.


"Tuan muda Roy, selama datang kembali." Kata salah satu asisten rumah tangga Roy.


"Iyah pak, tolong ya keluarin semua barang mereka yang di dalam bus." Perintah Roy dengan Mengusap wajahnya.


"Reyhan, anterin aku pulang dong." Kata Nikita dengan manja kepada Reyhan.


"Iyah sayang, tapi motor aku mana?" Kata Reyhan dengan kebingungan.


"Eh iya Roy, motor gue kemana?!!" Kata Rizky dengan panik dan bangkit berdiri secara cepat.


"Ada di garasi mobil tuan Roy, biar kami tunjukkan." Kata salah satu penjaga disana.


Reyhan pun mengikuti penjaga tersebut menuju garasi Roy, penjaga itu membuka pintu garasi tersebut, dan nampaklah mobil mewah milik Roy serta juga motor mereka yang terparkir di garasi.


"Nah, ini dia motor gue." Seru Reyhan dengan menaikkan motornya dan keluar dari garasi.


"Mobilnya bagus banget, mana mahal semua lagi kayaknya." Kata Rizky dengan takjub melihat mobil Roy.


"Namanya juga orang kaya, bebas lah mau punya mobil berapapun." Kata Reyhan dengan sedikit berteriak.


"Hahaha, emang sih bener, gak diragukan lagi deh." Seru Willy kepada mereka.


"Gue duluan yah semuanya, makasih atas liburannya." Kata Reyhan dengan menaiki motornya dan keluar dari rumah Roy.


"Reyhan, gue ditinggal! Katanya pengen nganterin gue!" Teriak Nikita dengan mengejar Reyhan.


"Oh iya, aku lupa kalo sekarang aku udah gak jomblo lagi." Kata Reyhan dengan memundurkan motornya.


"Maksud kamu apa? Kamu kan sekarang udah jadi pacar aku." Kata Nikita kepada Reyhan.


Nggak kok, yaudah ayo kita naik, ke rumah aku dulu ya?" Kata Reyhan dengan Tersenyum kepada Nikita.


"Yaudah, ayo cepetan keburu malem." Kata Nikita kepada Reyhan.


Reyhan pun langsung mengendarai motornya menuju rumah Reyhan, setelah beberapa menit berlalu mereka berdua pun sudah sampai di rumah Reyhan, Nikita yang kecapean langsung duduk di kursi depan bersama dengan Reyhan, Judy yang sedari tadi menunggu ketika mendengar suara motor Reyhan langsung keluar dengan sigap.


"Reyhan sayang, kamu udah pulang nak?" Kata Judy kepada Reyhan.


"Iyah ma, udah pulang nih." Kata Reyhan dengan Tersenyum.


"Tante, aku bawa oleh-oleh buat Tante, mohon diterima yah." Kata Nikita dengan memberikan beberapa oleh-oleh tersebut.


"Makasih ya Nak, kamu emang paling baik." Kata Judy dengan mengusap pipi Nikita.


"Kamu mau pulang kapan?" Tanya Reyhan kepada Nikita.


"Baru aja sampai, masa udah mau pulang aja? Nongkrong aja dulu disini." Kata Judy kepada Nikita.


"Tapi ma, ini kan udah malem, nanti dia dicariin sama orangtuanya." Kata Reyhan kepada mamanya.


"Udah gapapa, bilang aja ngindep di rumah temen." Kata Judy dengan Tersenyum.


"Ngindep? Maksud Tante?" Tanya Nikita dengan kebingungan.


"Kamu malam ini tidur aja di rumah Tante, tapi tidurnya sama Tante yah." Bisik Judy kepada Nikita.


"Tapi, apa gapapa aku tidur di rumah Tante? Apa nggak ngerepotin?" Tanya Nikita dengan penasaran.


"Nggak sayang, tenang aja kok." Kata Judy dengan mengelus rambut Nikita secara lembut.


"Mama, mau gak asinan buah? Aku beli di puncak." Tawar Reyhan dengan mengeluarkan asinan buah tersebut.


"Boleh juga, kamu emang anak terbaik yang paling peka." Kata Judy dengan memuji Reyhan, dan membuat Reyhan tersipu malu.


"Kamu mau makan dulu nggak?" Tanya Reyhan kepada Nikita.


"Dulu manggilnya Lo gue, sekarang aku kamu nih, gimana hubungan kalian?" Goda Judy dengan menyenggol lengan Reyhan.


"Kasih tau jangan?" Tanya Nikita dengan Tersenyum kepada Reyhan.