
Sementara itu dengan zoey, dia sedang berlari menuju ke toilet dalam keadaan menangis, tetapi pada saat hendak masuk ke toilet tangannya di tarik oleh seseorang dan itu adalah verrel, Verrel mulai menatap zoey dengan sangat serius.
"Gue mau ngomong serius sama Lo." ucap Verrel yang wajahnya sangat dekat dengan wajah zoey
"Jangan- jangan- jangan Deket banget dong!!" ucap zoey dengan sangat gugup karena wajah Verrel yang sangat dekat dengan wajahnya.
"Eh, maaf udah terlalu Deket sama Lo." ucap Verrel yang kini tidak terlalu dekat dengan wajah zoey.
"Yaudah, gapapa kok, gue pergi dulu yah." ucap zoey dengan beranjak pergi, tetapi verrel memegang tangannya.
"Lo mau kemana lagi? Gue mau ngomong serius sama lo!" Tegas verrel yang kembali menarik tangan zoey.
"Lo mau ngomong apaan sih? Gue lagi badmood nih!" ucap zoey dengan memalingkan wajahnya dari verrel.
"Lo cemburu gua deket deket sama Santi?" tanya Verrel kepada zoey dengan sangat serius, dan seketika suasana di sekitar pun menjadi hening.
"Gue gak cemburu kok, ngapain juga gua cemburu karena gua bukan--" kata kata zoey terhenti ketika Verrel menempelkan jari telunjuknya di mulut zoey.
"Gua paham, tanpa Lo kasih tau juga gua udah tau, kalo Lo suka sama gua, ya kan?"ucap verrel dengan serius kepada zoey.
"Kalo Iyah kenapa?, Kalo gue gasuka sama Lo kenapa?" tanya zoey kepada verrel dengan nada kesal.
"Okeh, sejujurnya gue suka juga sama lo!" ucap verrel dengan tersenyum kepada zoey.
"Hah? Apa-apa-apaan? Lo serius bilang begitu barusan?" tanya zoey kepada verrel dengan terbata-bata.
"Ya! Tapi meskipun begitu, gue lagi gamau pacaran dulu, gue lebih mementingkan sekolah terlebih dahulu!" ucap verrel dengan menatap zoey.
"Tapi, apa Lo serius suka sama gue?" tanya zoey sekali lagi dan verrel mulai heran.
"Banyak nanya Lo kayak wartawan aja." ucap verrel kepada zoey.
"Gue juga suka sama Lo verrel, gue berharap kita selalu bersama, gue berharap Lo jadi--" ucapan zoey terhenti karena Verrel yang secara tiba tiba memeluknya dengan sangat erat.
"Tenang aja, gue akan selalu ada di samping Lo, gue akan nembak Lo pada saat yang tepat, bukan sekarang, gue janji!" Bisik verrel kepada zoey yang sedang dipeluk olehnya.
"Tapi-tapi-tapi kapan Lo mau nembak gue?" tanya zoey kepada verrel yang masih memeluknya.
"Tadi kan gue udah bilang, Lo tenang aja sama gue, okeh!" ucap verrel yang melepas pelukannya dan menatap zoey sangat serius.
"Tapi, digantungin itu ga enak, gua gamau digantungin kedua kalinya, sakit rasanya!" ucap zoey kepada verrel dengan sangat serius dan mulai menundukkan kepalanya.
"Udah, gausah dipikirin, yang penting sekarang fokus aja sama sekolah dulu, ayo ke kelas!" ucap verrel kepada zoey dan mengajaknya ke kelas sebelas IPS dua.
Sementara itu dengan Nikita dan teman temannya, Kini Roy sudah berkumpul bersama dengan Reyhan dan teman temannya, Nikita ingin memberi tahu kejadian sewaktu kemarin malam, tetapi dia masih ragu ragu dan nampak khawatir dengan teror tersebut.
"Lo kenapa? Kok daritadi diem aja?" tanya Shannia yang melihat Nikita sedari tadi hanya diam saja.
"Eh, gua gapapa kok, gua lagi pusing aja." ucap Nikita dengan tersenyum kepada mereka.
"Gua tau, Lo pasti ada masalah kan? Cerita aja sama kita, kali aja kita bisa bantu, ya gak?" ucap jessica sambil melihat ke mereka semua, dan semua pun mengangguk tanda akan setuju.
"Kalo gua ceritain kalian pada percaya gak?" tanya Nikita dengan tersenyum kepada mereka semua.
"Udah, cerita aja, apa masalahnya?" ucap Jessica agar Nikita menceritakan masalah yang sebenernya.
"Jadi, sebenernya gue kemaren di teror sama seseorang!" ucap Nikita dengan wajah sangat serius kepada mereka semua.
"Hahahaha! Lo mikir apaan sih? Mana ada orang yang neror Lo!" ucap Angel dengan tertawa karena mendengar ucapan Nikita.
"Gue serius kok, gue beneran di teror!!" ucap Nikita dengan melihat ke mereka semua.
"Apa buktinya kalo Lo di teror?" tanya Jessica dengan menantang Nikita agar memberikan buktinya.
"Nih!!! Gue kemaren nemuin ini di dalam kamar gue! Kalian lihat aja sendiri!" ucap Nikita dengan memberikan foto boneka tersebut kepada mereka semua.
"Widih! Setelah sekian lama berteman sama Lo, akhirnya Lo ada juga yah hatersnya!" Seru Aulia kepada Nikita yang sedang melahap makanannya.
"Eh, anjir! Masa iya ada yang neror Lo sih? Kok gue ga percaya yah?" Kata Shannia yang nampak tak percaya dengan ucapan Nikita.
"Iyah! Lo kan cantik gini, masa Iyah ada yang neror sih?" ucap Jessica kepada Nikita.
"Gue rasa gue percaya kalo Nikita itu sedang di teror!"ucap Angel dengan terus melihat ke arah Nikita.
"Nah! Denger tuh kata angel! Dibilang gue beneran di teror!"ucap Nikita dengan kesal karena mereka tidak percaya.
"Kenapa Lo bisa percaya? Gua rasa ini hanya orang iseng doang." ucap Aulia yang masih tidak percaya dengan ucapan Nikita.
"Karena disitu Nikita disuruh jauhin Reyhan, apa mungkin hanya orang iseng doang? Kan gak mungkin." ucap Angel yang masih mengamati handphone milik Nikita.
"Berarti, Lo beneran di teror dong?" tanya Shannia dengan melihat ke arah Nikita.
"Ya emang gue beneran di teror anjir, masih pada ga percaya coba." ucap Nikita dengan kesal.
"Menurut Lo ini ulah siapa?" tanya Nikita dengan melihat ke arah angel.
"Gue gatau ini ulah siapa, yang jelas orang ini lagi Deket sama Reyhan atau suka sama Reyhan!" ucap Angel dengan sangat serius.
"Gue rasa kita jangan obrolin masalah ini disini!, Lebih baik kita obrolin masalah ini di rumah Lo aja, gimana?" ucap Shannia dengan memberikan usul.
"Yap! Takutnya dia ada disekitar kita, bahaya kalo kita ngomongin masalah ini, bisa bisa lo malah makin di teror!" ucap Jessica yang nampak setuju dengan pendapat Shannia.
"Yaudah! Nanti pulang sekolah kita ke rumah gue aja." ucap Nikita kepada mereka semua.
"Sebentar! Ada satu hal yang pengen gue tanyain ke Lo!" ucap Aulia yang mulai serius kepada Nikita.
"Tanya apaan nih? Jangan banyak banyak." ucap Nikita yang risih dengan banyak pertanyaan.
"Nggak kok, Lo suka sama Reyhan ya?" tanya Aulia yang sambil tersenyum kepada Nikita.
"Dih, apaan sih Lo! Gatau gue." ucap Nikita yang berusaha menyembunyikan sesuatu dari mereka.
"Dih? Kok gatau sih? Jujur aja sama kita! Hahaha!" ucap Shannia dengan menggoda Nikita.
"Ah udah lah! Gue pengen ke toilet dulu." ucap Nikita yang salah tingkah dan meninggalkan mereka semua untuk pergi ke toilet.
"Hahaha! Lihat tuh dia, gue rasa beneran suka sama Reyhan dah!"ucap Angel yang tertawa bersama yang lainnya.
Kring!!!!
Pertanda bel masuk pelajaran sudah dimulai, semua murid pun langsung masuk ke kelasnya masing masing dan memulai pelajaran seperti biasanya, hingga jam pulang pun berbunyi, Reyhan yang sudah merapikan tempat duduknya kini dia pun mulai berjalan ke Parkiran untuk menyalakan motornya dan pergi ke rumahnya, tetapi pada saat sedang bersiap untuk berangkat ke rumah, Reyhan melihat dewa yang seperti sedang menunggu seseorang, dia pun menghampiri dewa dan menepuk pundaknya.
"Lagi ngapain Lo?" tanya reyhan dengan menepuk pundak dewa.
"Huftt, cukup Galang aja yang ngagetin dan muncul tiba tiba! Lo jangan!" ucap dewa dengan melihat ke arah Reyhan dan mengelus dadanya.
"Hahaha, maaf deh maaf, Lo lagi ngapain? Tumben belom pulang?" tanya Reyhan kepada dewa yang nampak sedang menunggu seseorang.
"Gue lagi nungguin Roy, biasa pulang bareng sama dia!" Ucap dewa kepada Reyhan.
"Hahaha! Enak banget yah pulang bareng sama Roy terus, irit ongkos!" Sindir Reyhan dengan tertawa.
"Tapi, gue sebenernya pengen main dulu ke rumah Roy, biasa lah ya, main PS 4 dulu! Hahaha!" Seru dewa dengan tertawa bersama dengan Reyhan.
"Mending main game! Daripada mainin perasaan wanita! Hahaha!" ucap dewa dengan tertawa bersama Reyhan.
"Yah, bisa aja Lo kampret!" ucap Reyhan dengan kembali menoyor kepala dewa.
"Lo gak pulang? Nunggu siapa nih?" tanya dewa dengan melirik ke arah Reyhan.
"Nunggu siapa anjir! Gue ga nunggu siapa siapa tuh!" ucap Reyhan kepada dewa.
"Yah, kali aja nungguin gebetan atau mantan pacar gitu? Hahaha!" Ucap dewa dengan tertawa.
"Yah, Lo mah gitu sih, kan gue ga ada gebetan masa Lo gatau sih!"ucap Reyhan kepada dewa.
"Yakin? Terus Nikita gimana tuh?" tanya dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Kenapa? Gue kenapa?" tanya Nikita yang tiba tiba ada di samping Dewa dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Waduh, singa mulai ngamuk nih." ucap dewa yang ketakutan dengan Nikita.
"Maksud Lo apa ngomongin gue kata Nikita kepada dewa.
"Eh Nikita? Lo belum pulang?" tanya Reyhan kepada Nikita.
"Eh, Lo Reyhan! Ini gue mau pulang tapi ga ada yang anterin gue nih!" ucap Nikita dengan sedikit tersenyum kepada Reyhan.
"Sama gue aj--"ucapan Reyhan terpotong karena ada seseorang yang tiba tiba mengajak Nikita juga.
"Ayo biar gue anterin,mau nggak?" ajak Rizky yang secara tiba-tiba memegang tangan Nikita dan berjalan menuju ke parkiran.
"Eh, apaan sih Lo? Lepas anjir!" Bentak Nikita dengan berusaha melepaskan genggaman tangan Rizky.
"Sorry deh sorry, mau pulang bareng gak sama gue?" ucap Rizky dengan tersenyum kepada Nikita.
"Aduh, gue bingung nih harus milih siapa." ucap Nikita dalam hatinya dengan melirik ke arah mereka berdua.
"Udah, Lo pulang aja sama Rizky, gue mau beli bahan makanan dulu buat mama gue" ucap Reyhan kepada Nikita.
"Oh yaudah deh, sorry ya Reyhan!" ucap Nikita dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Yaudah, gapapa kok!" ucap Reyhan dengan tersenyum dan Nikita pun pulang bareng Rizky.
"Ciaaa! Cemburu nih yah?" ledek dewa dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Apaan sih Lo kampret! Gajelas banget, siapa juga yang cemburu?" Ucap Reyhan dengan menoyor kepala dewa yang sedang meledeknya.
"Dewa, sorry lama, ayo kita berangkat sekarang!" ucap Roy kepada dewa dengan berjalan ke arah mobilnya yang sedang terparkir.
"Ayo dah, gasabar gue mau main PS 4!" ucap dewa yang jalan beriringan dengan Roy.
"Apa jangan jangan dewa yang homo sama Roy? Kok gue takut yah sama dewa." gumam Reyhan sambil berjalan menuju motornya, tetapi pada saat dia berjalan dengan santainya mauren dan teman temannya berada di belakang Reyhan.
"Reyhan! Tunggu!" ucap Mauren dengan berteriak karena Reyhan yang sudah menyalakan motornya.
"Hah? Kenapa?" tanya Reyhan yang kebingungan karena dipanggil oleh Mauren.
"Gue kerumah Lo yah, boleh nggak?" tanya Mauren dengan tersenyum manis kepada Reyhan.
"Asik, kayaknya bentar lagi ada yang bakal balikan nih!" Canda Lita kepada mereka semua dengan berbisik.
"Kayaknya sih Iyah deh, karena gue bisa merasakan itu." ucap Galang yang muncul tiba tiba di motornya Reyhan.
"Brengsek Lo! Mau buat gue jantungan!!" Bentak Reyhan dengan berteriak dan kaget karena Galang yang muncul secara tiba tiba.
"Hahaha! Maaf Reyhan maaf!" ucap Galang dengan menepuk pundak Reyhan.
"Eh brengsek! Kalo orang jantungan gimana? Lo mau tanggung jawab? Hah!!!" Geram Lauren dengan sangat marah dan mulai mendekati Galang sambil mengepalkan tangannya.
"Hatiku selalu bergetar ketika berada di dekatmu!" ucap Galang kepada lauren yang kini sangat dekat.
"Woooo! Sepertinya gue mencium bau bau percintaan disini!" ucap Lita sambil meledek Lauren.
"Mauren, emang Lo mau apa ke rumah gue?" tanya Reyhan yang kini sedang duduk di motornya.
"Gue mau main aja ke rumah Lo, kangen sama si Michelle, udah lama gak ketemu!" Seru Mauren dengan tersenyum kepada Reyhan.
"Kangen sama adeknya atau kangen sama kakaknya? Hahahaha!" ledek Galang yang kini sedang di jewer oleh Lauren.
"Pengen main sama adeknya atau sama kakaknya?" ledek Lauren dengan sedikit tertawa.
"Yeh, Lo berdua paling bentar lagi bakalan jadian nih!" ledek Shinta dengan melihat kelakuan mereka berdua.
"Iyah, sama kayak gue dan Reyhan, waktu dulu gue sering begini dan akhirnya malah jadian! Hahaha!" Jelas Mauren dengan tertawa, tapi Reyhan malah cemberut ketika Mauren membahas masalalu tersebut.
"Kenapa jadi bahas masalalu sih?" tanya Reyhan yang sudah menyalakan motornya.
"Eh, maaf Reyhan, maaf!" ucap Mauren dengan tertunduk dan meminta maaf kepada Reyhan.
"Yaudah, ayo naik ke motor gue, mau ke rumah gue kan?" ucap Reyhan dengan membersihkan jok motornya.
"Asik! Kayaknya bisa balikan lagi nih! Hahaha!" ucap Milea dengan tertawa.
"Rese banget Lo!" ucap Mauren dengan kesal kepada mereka semua.
"Yaudah, semuanya gue pergi duluan yah, bye!!" ucap Reyhan dengan melambaikan tangannya dan pergi menuju rumahnya.
Reyhan dan mauren pun pergi menuju ke rumah Reyhan, di dalam perjalanan mereka berbincang bincang sejenak, setelah beberapa menit melakukan perjalanan mereka pun sampai di rumah Reyhan, reyhan memakirkan motornya di halaman rumahnya, Reyhan menyuruh Mauren untuk duduk di kursi depan, sedangkan Reyhan berganti pakaian.
"Reyhan! Makan dulu nih! Udah siap nih makanannya!" ucap mama Reyhan dengan berteriak memanggil Reyhan.
"Iyah ma! Bentar dulu!" Sahut Reyhan dari dalam kamar dan pergi menuju ke dapur untuk makan bersama mamanya.
"Reyhan, gue masa sendirian di depan sih? "ucap Mauren dengan berteriak kepada Reyhan.
"Mama kayaknya kenal suara itu, itu suara Mauren kan?" ucap mama Reyhan dengan mendengarkan suara tersebut dengan seksama.
"Oh ya! Mauren kan ada di depan!" ucap Reyhan dengan menepuk jidatnya dan berteriak.
"Apa? Kakak Mauren ada di depan? Asik!" seru Michelle yang baru saja keluar kamar, dan langsung berlari ke arah luar rumah.
"Awas ya, jangan jailin dia lagi." ucap Reyhan dengan memberikan peringatan kepada Michelle.
Sementara itu dengan dewa, kini dia sedang bermain PS 4 bersama Roy, dan Roy selalu kalah dari dewa yang jago dalam bermain game Naruto.
"Hahaha! Kalah Mulu Lo daritadi!" ejek dewa yang merasa jago dalam hal bermain Naruto.
"Yeh, gue ga biasa main game Naruto, biasanya gue main game tembak tembakan!" ucap Roy yang kesal karena daritadi kalah dari dewa terus.
"Hahaha! Yaudah, gue cuma bercanda doang kok Roy!" ucap dewa dengan tertawa dan meminum soda yang tersedia.
"Gue tau maksud Lo datang kesini apa, jadi ada informasi terbaru apa disekolah?" ucap Roy yang nampak serius.