Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 78 | Ujian Akhir Sekolah (I)



...Ujian Akhir sekolah (I)...


Minggu ujian akhir pun yang mana pemegang poin tertinggi selama beberapa bulan ialah Felix dengan poin 14.350, dibawahnya Lisa dengan poin 14.200, Hirano dengan poin 10.100 juga Yeon Jin dengan poin 9.560. Semua poin itu ditampilkan pada papan digital.


Yeon Jin yang melihat peringkat itu sontak terkejut, "Apa Sembilan ribu? Sial! Jika begini terus, ayah dan ibu ku akan marah," gumam Yeon Jin.


Hirano yang mendengar itu, "Ini semua karena Felix," potong Hirano.


Yeon Jin pun menengok kearah Hirano, "Hirano, apa maksudmu?"


"Sejak Lisa berkenalan dengan Felix. Dia tidak pernah berkumpul sama kita, bukan! Lebih dari itu, dia bahkan tidak memerlukan uang lagi hingga dia tidak mau berbisnis dengan kita," ucap Hirano.


"Ahufuu ... benar. Sejak Eddy mengundurkan diri. Kita tidak bisa mendapatkan nilai tinggi lagi bahkan Lisa tidak ingin membantu," jawab Yeon Jin.


"Cobalah kamu bujuk kembali Lisa dan aku akan membujuk Felix!" ucap Hirano.


"Baiklah, aku akan mencobanya," ucap Yeon Jin.


Malam harinya, Yeon Jin menghampiri Lisa yang sedang belajar dengan penuh rasa keraguan.


"Lisa, bisa bicara sebentar?"


Lisa menghela nafas dan menaruh pulpen. Lalu, menoleh melihat Yeon Jin.


"Ada apa?"


Yeon Jin yang respon dari Lisa itu, dia pun mengambil kursi dan duduk disampingnya


Lalu, memegang tangan Lisa.


"Lisa, bisakah aku membeli jawaban ujian mu nanti? Please!"


Lisa melepaskan tangannya dari genggaman Yeon Jin.


"Aku sudah katakan bukan beberapa saat yang lalu, Aku sudah berhenti menjual jawaban ku."


"Lisa, aku akan bayar dua kali lipat. Tidak, tiga kali lipat. Aku mohon bantuanmu!" ucap Yeon Jin sampai menitihkan air matanya.


Lisa pun menghela nafas panjang, "Maafkan aku, Yeon Jin," jawab Lisa sambil tersenyum lalu, dia kembali mengambil pulpennya.


Yeon Jin pun mengusap air mata nya.


"Lin, jika kamu tidak mau membantu mungkin Felix akan dalam bahaya," ancam Yeon Jin.


Lisa menoleh kembali melihat Yeon Jin dan menatap tajam, "Apa maksudmu?!"


Yeon Jin tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya. Sesaat kemudian, Lisa melihat ponsel Yeon Jin yang menyala dan melakukan panggilan dengan Hirano.


Sontak Lisa pun mengambil ponsel Yeon Jin dan meski, Yeon Jin mencoba untuk menolaknya namun, Lisa lebih cepat dan menerima panggilan Hirano tersebut.


"Hirano, apa yang sedang kamu lakukan?!" tanya Lisa.


Hirano pun menjawab nya dan panggilan pun terputus. Hal itu membuat Lisa panik dan beranjak dari kursi meninggalkan kamarnya.


"Lisa!" seru Yeon Jin yang ingin menghentikan


Ditempat yang berbeda, Felix sedang makan malam bersama Tae Woong dan Roman. Tiba-tiba beberapa siswa yang berada di kelas biasa menghampiri Felix dan mengepung nya.


Salah satu dari mereka, menyuruh Tae Woong dan Roman menjauhi Felix dengan nada yang kasar.


Tapi, Felix tidak mempedulikan nya dan terus menyantap makan malamnya. Roman, Tae Woong juga siswa lainnya merasa ketakutan.


Siswa yang menantang Felix pun merasa kesal hingga dia melemparkan makanan Felix yang ke lantai. Felix pun masih belum marah dan masih terdiam lalu, Felix pun dijambak oleh siswa yang mengancamnya.


"Oi, apa kamu tuli atau apa, Aaa!" teriak siswa yang menjambak Felix.


"Apa urusanmu denganku?," jawab santai Felix.


"Njing!" siswa itu dari menjambak Felix beralih ke memegang kerah baju jaket Felix dan ingin melemparnya namun, Felix tidak tinggal diam dengan memegang satu tangan siswa itu untuk menahan lemparan nya.


"Aku tidak mengerti. Kenapa kamu menyerang ku?" ucap santai Felix namun, menatap tajam siswa itu.


"Bjingan!" siswa itu pun kesal dan melesatkan pukulan dengan tangan yang dipegang oleh Felix.


Felix menyadari serangan itu dan memukul dagu siswa itu lebih cepat daripada siswa itu. Dia pun sontak terjatuh ke lantai dan terbentur kursi di kursi belakang nya.


Beberapa temannya pun terkejut dan mereka pun sontak melanjutkan serangan kepada Felix.


Disaat Felix melihat serangan dari belakang, dia pun melesatkan tendangan yang membuat siswa itu juga terjatuh ke tanah karena serangan tersebut.


Sesudah itu Felix dengan beberapa siswa disana saling jual beli serangan meski Felix kalah jumlah namun teknik bela dirinya sudah berada di tingkat master ditambah kemampuan fisik Felix yang meningkat membuat Felix dengan mudah menangkis serangan-serangan para siswa berandal dan melakukan serangan balik.


Sesaat Felix berhasil menjatuhkan semua siswa berandal, dia mendengar suara Bu Maya.


"Felix Anggara, berhenti! apa yang sedang kamu lakukan?!" teriak Bu Maya.


Felix pun tidak menjawab nya dan menoleh ke arah Bu Maya yang mana dirinya terkejut melihat Hirano yang tersenyum lebar disamping Bu Maya.


Saat melihat Bu Maya, semua murid yang terjatuh berpura-pura bahwa mereka kesakitan yang parah.


Bu Maya pun terperdaya oleh geraman kesakitan para siswa tersebut.


"Felix, ikut Bu ke kantor! Hirano, bantu mereka!" seru Bu Maya yang dengan kesal nya membalikan badan dan pergi.


"Baik," jawab tegas Hirano.


"Baik, Bu," jawab Felix.


Felix pun yang melihat keadaan dirinya, dia menyadari bahwa dirinya terjebak dalam perangkap. Hal itu membuat Felix tersenyum sambil melangkah mengikuti Bu Maya.


Tae Woong dan Roman hanya bisa terdiam meski mereka ingin membantu namun, mereka menyadari kemampuan nya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Felix," gumam Tae Woong yang melihat kepergian Felix begitu pun Roman.


Setibanya di luar sebuah murid wanita ikut keluar melihat apa yang terjadi. Yang mana salah satu nya, Lisa dan Karina.


Lisa tahu bahwa itu jebakan dari Hirano maka, dia pun menghampiri Felix dan berbisik.


"Felix, tenang saja. Aku akan membantumu," bisik Lisa.


Felix tersenyum seraya menatap Lisa. " Terimakasih, Lisa." jawab santai Felix.


Felix pun menepuk pelan bahu Lisa lalu, melanjutkan langkah mengikuti Bu Maya.


Lisa pun terus memandangi Felix dari belakang dengan ekspresi empati.


Bersambung ... Ujian Akhir sekolah (II)