
...Situs Casino online....
...# 27 September 2008 ( Tengah Malam/Felix28)...
Saat ini Felix masih bermain Casino Online dengan tubuh 28 tahun nya yang mana sebuah tubuh yang malas berolahraga jadi, Felix memutuskan untuk mengunakan waktu nya untuk bermain Judi.
Felix sendiri bukanlah pencandu judi, dia bermain demi menghancurkan situs perjudian sebelum mereka menghancurkan para pengguna yang tidak mengerti sesungguhnya permainan judi itu hingga mereka menjadi candu dan bangkrut.
Felix juga merasa akan banyak orang dari mafia-mafia dunia yang mengincar dirinya namun, berkat sistem Felix bisa bersembunyi dengan aman dan menyamar sebagai pemain judi genius dengan insial Crow.
Karena Felix berhasil memenangkan 8 juta US Dollar dari permainan Baccarat. Situs itu pun mengundang Felix untuk main permainan selanjutnya yakni ...
Blackjack.
Blackjack adalah permainan kartu yang dikenal sebagai dua puluh satu. Blackjack 21, biasanya dilakukan di kasino menjadi salah satu permainan paling disukai di seluruh dunia di tempat-tempat ini dan tanpa melampaui jumlah 21 poin.
Tujuan utama dalam cara bermain blackjack ini adalah mengalahkan bank dengan sangat gesit yang akan menjadi saingan antar pemain dan pemain harus melakukannya dengan menghasilkan lebih banyak chip.
Akan tetapi, permainan ini sama dengan sebelumnya meski mengunakan Video Call dalam permainan. Felix bisa mengingatkan semua kartu nya. Hal hasil Felix mampu mengalahkan bandar hingga membuat nya rugi.
Kling!
[S-Banking: 15.000.000 US Dollar telah tersimpan dari transaksi situs Casino online. Saldo: 45.565.700 US Dollar.]
Setelah mendapatkan jumlah yang luar akun Felix di usir dari permainan dan terkena Banned.
Meski begitu ...
"Aku memiliki 100 akun untuk bisa menyerang mu," gumam Felix seraya berganti akun dan kembali ke situs Casino online.
Kali ini Felix bermain ...
Roulette
Permainan Roulette adalah sebuah permainan yang dimana seorang bandar memutar roda itu ke sebuah arah, lalu melemparkan sebuah bola ke arah yang berlawanan pada sebuah permukaan bulat yang dimiringkan sehingga berputar mengelilingi roda itu sampak Bola akhirnya jatuh di permukaan roda ke salah satu dari 37 atau 38 kotak-kotak berwarna dan berangka pada roda tersebut.
Saat mendapatkan undangan permainan itu, Felix pun tidak mau terima lantaran permainan itu banyak mengandung trik curang meski Felix bisa bertanya kepada Viki untuk prediksi tapi, itu bukan mutlak karena bandar bisa merubah arah bola.
Dan, Felix sendiri tidak bisa menemukan trik curang dalam mengatasi trik curang bandar.
Lalu, Felix pun memutuskan untuk bermain Poker.
Dan, inilah permainan tersulit didalam perjudian kasino.
Lalu, Felix mengawali permainan dengan taruhan 10.000 US dollar sampai akhir nya mempertaruhkan 10 juta US Dollar.
Hal hasil dalam permainan empat jam Felix berhasil membuat situs Casino online itu bangkrut.
Kling!
[S-Banking: 165.000.000 US Dollar telah tersimpan dari transaksi situs Casino online. Saldo: 210.565.700 US Dollar.]
Melihat itu, Felix sontak beranjak dari kursi dan menjatuhkan diri diatas kasur.
"Wuahh ... Lelahnya. 4 jam main poker. Pandangan ku penuh dengan kartu-kartu dan ..."
Krukkk!
"Lapar nya ..." gumam Felix seraya memegang perut nya.
Ditempat yang berbeda terlihat sebuah Casino yang masih aktif dan mereka sedang ricuh lantaran kantor itu sedang mengalami kerugian hingga ratusan US Dollar.
Mereka pun saling mengumpat satu sama lain dengan bahasa inggris sampai salah satu petinggi nya menelepon seseorang yang tidak lain pemilik dari situs Casino, Robert Wijaya.
Yang mana saat itu, Robert sedang tidur tanpa busana bersama seorang wanita disampingnya sedang tertidur lelap.
Karena ponselnya yang bergetar, dia pun meraba-raba dan mengangkat telepon nya.
"Bedebah sialan. Kenapa lu telepon Tengah malam begini?"
Dari ponsel terdengar suara panik dalam bahasa Inggris, "Tuan Muda. Situs Casino terkena rugi lebih dari 150 juta US Dollar. Kami harus bagaimana?!"
Mendengar itu, Robert sontak terkejut dan bangun dari rebahan. "Apa?! Bagaimana bisa?"
"Hal ini disebabkan oleh pemain poker yang akun Crow666."
"Lalu, apakah sudah di banned?!"
"Sudah. Tuan muda. Tapi ..."
"Tapi, apa? Bjingan!"
"Uang taruhan tidak bisa kami banned dan secara otomatis transfer ke rekening yang bahkan belum terdaftar."
Robert yang mendengar itu, dia pun semakin kesal hingga melemparkan ponselnya.
"Bedebah!" teriak kesal Robert.
Keesokan paginya, Robert berlutut didepan ayahnya, Agung Wijaya yang sedang mengurusi beberapa dokumen.
"Iya, ayah. Aku tidak tahu harus bagaimana?" ucap Robert yang ketakutan.
Agung pun menghela nafas panjang dan menutup dokumen nya. Lalu, beranjak diri seraya bertanya kepada putra nya.
"Robert, apa kamu tahu berapa kerugian mu?"
"Iya, ayah. Jika diakumulasikan di new Indonesia bisa mencapai 1,6 triliun rupiah," jawab Robert yang semakin ketakutan dan menundukkan kepalanya kebawah.
Robert pun mengambil tongkat golf dari tas golf yang juga berada di kantor itu dan menghampiri Robert. Lalu, Robert pun mengayunkan tongkat nya tepat kepala Robert.
Buk!
"Aaa!" teriak dan geram Robert yang tersungkur di lantai.
"Bocah laknat. Setelah kehilangan 8 milliar rupiah sekarang 1,6 triliun rupiah!" seru kesal Agung seraya terus menerus memukul Robert hingga memar dan berdarah.
Robert hanya bisa melindungi kepala dengan dua tangan nya namun, dia tetap tidak bisa melawan.
Beberapa saat kemudian, Agung kembali tenang dan melemparkan tongkat golf nya.
"Sekarang, kamu kembali ke sekolah." Agung pun mengambil rokok dan menyalakan nya dengan pemantik mahal. "Ayah dengar bocah ingusan Felix pindah ke sekolah mu. Jadi, urus dia. Ayah ingin lihat, apakah kamu bisa mengurus nya atau tidak? Ingat! Ini kesempatan mu untuk menunjukkan bahwa kamu pasti menjadi anak ayah."
Mendengar itu, Robert membuka mata dan tersenyum. Lalu, dia sontak beranjak duduk kembali dan menjawab nya ...
"Baik, ayah. Aku tidak akan mengecewakan ayah!" jawab Robert dengan senyuman kecil.
...# 28 September 2008 (Juan)...
Pagi pun tiba, murid-murid berbondong-bondong masuk ke sekolah dan ditengah itu juga Juan yang hendak masuk ke kelas nya. Dia dihadang oleh Victor, Siska dan kelompoknya.
"Hei, pengemis. Minggir, Gua mau lewat!" seru Victor.
Melihat itu, Juan sontak mengingat kejadian yang ada di minimarket dan mengepalkan tangan nya.
Kling!
[Quest: Kalahkan Victor dan tunjukkan tekad anda.
Hadiah: 1 kartu emas.]
Melihat itu, Juan sontak memperkuat tekad nya dengan menatap balik.
"Kalian lah yang menghalangiku."
Melihat respon Juan, Victor pun malah tertawa. "Hahaha ... lihatlah dia! baru saja naik motor sport dan berdandan sudah belagu."
Siska dengan teman-temannya juga ikut menertawakan Juan. "Tertawa lah, kalian sepuas nya dan menyingkir dari jalan ku." ucap dingin Juan namun masih tersenyum.
"Apa, katamu?!" ucap kesal Victor dengan perkataan dan ekspresi Juan.
"Me ... nying ... kir ... dari ... hadapan ... Ku!" ucap Juan dengan nada menantang.
Victor yang mendengar itu sontak dia pun menjadi lebih kesal dan emosi yang tidak bisa dibendungnya membuat Victor melesatkan pukulannya namun, Juan juga tidak tinggal diam. Dia mengunakan teknik weaving hingga mampu menghindari pukulan Victor dan Juan juga membalas serangan nya.
Juan melompat dengan bahu Victor yang menjadi tumpuan lalu menendang dagu Victor dengan lututnya Juan sehingga Victor terjatuh di lantai.
Teknik Muay Thai itulah teknik yang digunakan nya.
Sesudah itu, Juan melihat kearah rekan-rekan Victor.
"Sudah ku katakan. Menyingkir dari jalanku!"
Mendengar nada suara dan tatapan Juan yang berbeda. Teman-temannya Victor pun memberikan jalan untuk termasuk Siska.
Tidak hanya mereka, semua murid yang ada di sana menatap heran dengan perubahan sikap Juan yang dahulu dianggap remeh. Sekarang, pandangan murid ke Juan menjadi sebuah ketakutan.
Juan pun tidak mempedulikan itu dan melangkah masuk ke dalam.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil sport Lamborghini mewah datang ke sekolah yang membuat seluruh murid heboh dengan kedatangan.
Juan juga menghentikan langkah melihat sosok yang datang tersebut.
Sesaat kemudian, Hirano datang menghampiri mobil Lamborghini itu dan menundukkan kepalanya.
Lalu, keluar lah sosok murid tampan dan tinggi yang mengenakan jaket mahal serta beberapa barang lainnya.
"Lama tidak berjumpa, Robert," sapa Hirano.
"Iya, Hirano." Robert melihat sekeliling sekolah. "Ya ... Gua jadi kangen sekolah ini."
Hirano pun tersenyum mendengar ucapan Robert.
Disudut lain, Felix melihat kehadiran Robert itu.
"Ternyata dia yang nama nya Robert. Menarik!" ucap Felix dengan senyuman kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...