Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 58 | Penusukan Joko (Selesai)



...Penusukan Joko (Selesai)...


Felix yang memutuskan untuk mencari pelaku dari pelecehan di cafe nya Joko, dia pun pergi ke lokasi yang tentu dibantu oleh sistem.


Sesaat di mobil nya, Felix tidak lah langsung berangkat melainkan mencari lokasi.


"Viki, tunjukkan rekaman CCTV dan kejadian cafe."


Kling!


[Hacking: Video telah terunduh. Biaya: 20G. Saldo: 188.330G.]


Setelah terunduh, Felix pun melihat video itu dan melihat pelaku nya.


Dari Video itu, Felix pun mendapatkan informasi bahwasanya preman yang menyerang cafe Joko ialah gang preman kapak hitam yang dimana mereka memang suka melakukan kerusuhan apalagi jika tempat usahanya ada di wilayah kekuasaan nya.


Viki juga menjelaskan tentang struktur organisasi yang ternyata bos besar dari gang kapak hitam ialah Wijaya Group. Dia sepupu dari Robert dan juga enam orang yang terlibat dalam perkelahian terutama sosok preman yang menusuknya.


Felix yang mendengar itu, dia tersenyum lebar.


"Kebetulan yang menarik," gumam Felix.


Dan terakhir, Felix meminta lokasi yang mana Viki dengan mudah menunjukkan lokasi preman.


Kling!


[Hacking: Informasi ilegal. Biaya: 30G. Saldo: 188.300G.]


Setelah itu, Felix menyalakan mobil dan pergi menuju markas kapa hitam dengan kecepatan tinggi mencapai diatas 80km/jam.


Tidak sampai sejam, Felix menghentikan laju mobilnya di sebuah tempat kumuh dibawah jalan flyover yang dimana terdapat beberapa preman yang sedang duduk.


Mobil mewah Felix pun sontak menarik perhatian para preman dan menghampirinya.


Sesaat kemudian, Felix pun keluar dari mobil dan dia meregang kan leher serta memperbaiki kerah bajunya sambil menghampiri para preman.


"Hei, serahkan mobil itu dan kalian bisa pergi!" seru salah satu preman.


"Atau lu, pilih mati!" ucap preman yang lain yang ingin mendorong Felix.


Namun, sebelum terdorong. Felix sontak menangkap tangan preman dan melesatkan pukulan chop pada leher preman hingga dia pun terjatuh dan meringis kesakitan.


Para preman yang melihat itu sontak marah dan perkelahian pun dimulai. Kemampuan para preman jauh dibandingkan Felix maka dari itu, dia dengan mudah menumbangkan preman-preman disana.


Setelah itu, Felix melanjutkan langkah dengan masuk kedalam gedung yang merupakan markas mereka.


Setibanya didalam banyak preman disana yang sedang bersantai namun, kehadiran Felix membuat mereka berdiri dan mengambil senjata untuk melawan.


Felix pun tersenyum dan terus melangkah.


Lalu, pertarungan pun terjadi Felix terus jual beli serangan kepada banyak preman didalam gedung. Meski Felix tidak memakai senjata, kemampuan preman masih jauh diatas Felix.


Dalam gedung itu terdiri dari 4 lantai dan Felix terus melangkah dengan para preman yang meringis kesakitan.


Dan, saat menaiki lantai tiga. Felix berhadapan dengan kelima preman yang mengeroyok Joko.


Felix yang melihat mereka sontak mengerutkan dahinya dan berlari dengan kecepatan tinggi hingga dalam kelima preman terpukul dan meringis kesakitan.


Setelah itu, Felix melihat para preman tersebut.


"Bagaimana rasanya? sakit, bukan?!" ucap Felix.


Seusai mengatakan itu, Felix melanjutkan langkahnya sampai mereka di lantai empat dan tiba-tiba preman yang menusuk Joko menodong senjata dan menarik pelatuknya.


Dor!


Felix pun sontak mencari perlindungan.


Dor! Dor! Dor!


Preman itu terus melesatkan tembakan tanpa arah sampai peluru nya abis. Menyadari itu, Felix mengambil pisau yang sebelumnya diambil dari preman dan melemparkannya.


Cluk!


Lemparan Felix tepat mengenai dada preman itu hingga preman itu terjatuh kelantai dengan berlumuran darah dan meringis kesakitan.


Melihat itu, Felix keluar dari tempat berlindung dan menghampiri preman penembak yang mana dia mencabut pisau dan menusuk kembali perut nya.


Club!


"Aaaa ...." teriak preman yang kesakitan.


"Tenang saja, aku tidak menusuk ke titik vital mu!" ucap Felix.


Sesudah itu, barulah Felix memasuki ruangan admistrasi dan Boss mereka yang dimana saat masuk di sana. Bos mereka hanya mengenakan kemeja terbuka dan celananya pun terbuka.


Tidak hanya bos itu, ada juga beberapa wanita sewaan yang memakai baju seksi dengan tampilan yang sudah berantakan. Mereka ketakutan jongkok disisi ujung ruangan.


"Siapa lu?!" seru bos itu.


"Maaf, aku menganggu kesenangan mu. Namun, salah satu anak buahmu telah mengusik teman ku dan kedamaian ku."


Bos itu sontak kesal dan beranjak diri seraya mengambil pisau besar.


"Bedebah, berani nya lu! Jangan harap bisa keluar dari sini hidup-hidup!"


Seusai mengatakan itu, bos gang sontak melompat seraya mengayunkan pisau besar nya. Namun, Felix sontak menghindari serangan itu dengan mengunakan Chop untuk memukul leher bos hingga membuat Bos gang sontak terjatuh dan pisau pun jatuh.


Bruakk!


Serangan Felix tidak berhenti disitu, dia mengambil pisau yang terjatuh dan menusuk perut nya.


"Aaaa ...!"


Melihat bos preman itu sudah meringis kesakitan, Felix pun mengancam nya.


"Aku tidak membunuh kalian namun, jika kalian melakukan nya lagi, aku tidak akan segan-segan membunuh kalian!"


Bos preman tidak menjawab dan dia hanya melihat Felix seraya menahan rasa sakit dari pisau hanya tertancap.


Seusai itu, Felix berbalik badan dan menghampiri wanita yang ada di ruangan tersebut.


"Apakah kalian bisa berdiri?"


Beberapa wanita mengangguk kepalanya.


"Kalau begitu, berdirilah. Aku akan mengantarmu."


Setelah itu, Felix pergi bersama beberapa wanita panggilan yang diprkosa oleh Bos gang kapak hitam.


Seusai itu, Felix menghubungi kepolisian dan menceritakan kronologis nya. Karena laporan itu berasal dari Felix, pihak kepolisian pun percaya dan menangkap anggota gang hitam beserta anak buah nya.


Dan, beberapa hari kemudian. Joko keluar dari rumah sakit dan keadaan nya menjadi tenang kembali.


Kling!


[Anda mendapatkan hadiah kartu status acak dan 5.000G


[S-Banking: Golden bertambah dari quest 5.000G. Saldo: 193.300G.]


[S-Banking: 20.000.000 rupiah telah dikeluarkan untuk biaya rumah sakit. Saldo: 27.063.100.000 rupiah.]


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...