Reborn Genius

Reborn Genius
Reborn Genius | Bab 45. Operator 002 (II)



...Operator 002 (II)...


Saat ini Juan dan Alexa sedang berdua saja di kelas lantaran sedang kelas olahraga. Alexa memang tidak pernah ikut kelas olahraga dengan alasan sakit.


Begitu juga Juan saat ini yang mana dia berusaha untuk menyelesaikan misi pertamanya.


Dan, saat ini Alexa sedang menaruh kepalanya diatas meja.


Tidak lama kemudian, Alexa pun bangun dan sontak menyapa Juan.


"Lu gak ikut pelajaran olahraga?"


"A-Aku sedang sakit."


"Pembohong. Hahaha ..." ledek Alexa.


Juan yang sedang berdiri didekat jendela, dia sontak gugup dan terkejut lantaran Alexa sudah bangun.


"Meski sudah berdua dikelas. Apa yang bisa kulakukan untuk menyelesaikan misi ini?" batin gugup Juan.


Alexa duduk dengan menyilangkan kaki dan meletakkan kepala pada tangan kanan nya diatas meja.


"Gua tahu tujuan, Lu. Pasti Lu mau melihat Gua saat lagi tidur."


"Ng- gak."


"Semakin kelihatan kena kau Juan. Biar ku sebarkan nanti, dasar msum!"


Juan yang mendengar itu, dia sedikit kesal dan berbalik badan.


"Alexa, aku sungguh-sungguh tidak melihat mu."


"Gua bercanda kali ... Gak seru, Lu. By the way Lu kan lagi gak ada kerjaan mending pergi belikan Gua susu coklat."


Juan yang mendengar itu, dia pun sudah mengerti kalau setiap jam olahraga. Alexa akan meminta dibelikan susu coklat.


"Sudah kubelikan."


Mendengar itu, Alexa sontak menoleh kesamping yang mana pesanan dia sudah disana dan membuat nya sedikit terkejut.


"Eh? Sudah dibelikan. Loyal juga Lu?"


Sesaat kemudian, Alexa mengambil sedotan dan memasukkan nya kedalam kemasan susu.


Melihat itu, Juan pun terpikir sebuah ide.


"Ah, aku punya cara," batin Juan.


Juan sontak berlari menghampiri Alexa.


"Alexa, maaf!" seru Juan seraya mengambil susu coklat yang hendak diminum nya.


"Apaan sih, Ba-bi!" ucap kesal Alexa.


Tanpa ada keraguan, Juan meminum sedikit susu coklat itu dari sedotan.


"Lu ngapain sih, dasar gila!"


Setelah itu, Juan menaruh kembali susu coklat itu keatas meja dan dia mempertanyakan sesuatu.


"Alexa, apa kamu pernah berciuman?" tanya tegas Juan.


Alexa menghela nafas panjang, "Berciuman? Hei, Ba-bi. Lu ingin dipenjara ya?"


Juan mengangkat tangan nya, "Hihihi ... Maaf, aku bercanda. Aku bertanya karena penasaran."


"Apa sih, gak jelas banget."


Juan tertawa kecil. Lalu, dia berbalik badan dan berlari kearah luar.


"Seperti nya aku pasrah bisa menyelesaikan misi ini. Lebih baik, aku kembalikan saja cincin aneh ini ke paman Felix jika bertemu dengan nya," batin Juan yang terus berlari tanpa tujuan.


Setelah melihat sikap Juan itu, Alexa menghela nafas lagi.


"Cihh ... Dia kira, aku gadis payah sampai bertanya pernah berciuman."


Alexa pun mengambil susu coklat nya dan meminum nya sampai Alexa tersadar lalu, menghentikan minumnya.


"Ah, Sial! Ini kan bekas mulut si Ba-bi."


Juan yang ada di halaman belakang terkejut saat melihat pemberitahuan dari cincin nya.


[Quest.


1.Membantu Alexa membelikan makanan dan minuman pesanan nya (Selesai)



Mencium Alexa (Selesai) ]



[Anda mendapatkan 1 kartu emas dan 1 kartu perak.]


[Apakah anda ingin membuka nya? Iya / Tidak.]


Melihat itu, Juan tanpa keraguan memilih [Iya]


[Kartu Perak: Anda mendapatkan ketrampilan Bela Diri - Tinju.]


[Kartu emas: Tinggi anda bertambah +4 cm (161-165). Body Muscle rank F.]


Melihat pemberitahuan itu, Juan tersenyum dan melihat tangan kanan nya.


"Ini kah hadiah nya. Aku dapat merasakan kekuatan dan ... Anehnya, aku memahami teknik bela diri Tinju. Tapi ini... sungguh menarik! Aku akan mencoba nya."


Juan pun berdiri dan mencari target. Meski, ini aksi nekat karena Juan tidak pernah bertarung namun, menurut nya tidak masalah.


Juan berjalan-jalan mencari target dengan mengeluh sendiri.


"Ini mungkin seperti kambing menghampiri serigala. Tapi, aku tidak perlu takut ..." batin Juan.


Tak lama kemudian, Juan melihat ada seorang murid yang juga gendut sedang dibully oleh tiga murid anak buah nya Victor dan sosok murid yang terkena bully itu dikenal oleh Juan.


"Andy?" gumam Juan.


[Main Quest:


Mengalah anak buah Victor (0/3)


Hadiah: 1 kartu perak.]


Juan yang melihat itu, dia pun sontak mengepalkan tangan nya dan memutuskan untuk mencoba kemampuan nya.


"Hei, Bjingan!" seru Juan.


Anak buah dari Victor sontak menghentikan menginjak Andy dan menoleh kearah Juan. Lalu, menghadap kearah Juan dengan tatapan kesal.


"Bjingan? B*Bi apa Lu sadar dengan berhadapan dengan siapa?! Dan, seperti Lu sudah Gila."


Tanpa ada keraguan lagi, anak buah Victor sontak melesatkan pukulan kearah Juan. Melihat itu, Juan terheran lantaran pukulan anak buah Victor itu ...


"Aku bisa melihat nya," gumam Juan dengan senyuman kecil.


Lalu, Juan memasang kuda-kuda bela diri Tinju dan menghindari pukulan itu. Setelah itu, melesatkan serangan balik dengan teknik pukulan Jab dan pukulan lurus.


Dan, hanya dengan beberapa pukulan berturut-turut. Anak buah Victor itu jatuh pingsan.


"Juan..." gumam Andy.


Mendengar gumaman Andy itu, Juan menoleh kearah nya dengan memberikan senyuman kecil.


Kedua rekan anak buah Victor lainnya tidak menerima kekalahan rekan nya dan mereka sontak menyerang secara bersamaan.


"Dasar b*bi! Enyah lah!"


"Mati!"


Juan yang melihat serangan itu, dia sontak melepaskan beberapa pukulan lagi dan kedua nya juga jatuh dengan mudah nya.


Juan tersenyum senang dan bangga melihat kemampuan nya yang meningkat tajam.


"Kemampuan kartu memang luar biasa," batin Juan.


Lalu, Juan menghampiri Andy yang sudah babak belur, "Andy, kamu tidak apa-apa?"


"Iya, seperti yang kamu lihat."


Juan membantu Andy berdiri dan membopong nya berjalan ke arah dalam gedung.


Akan tetapi, beberapa anak buah Victor lainnya menghalangi Juan dan Andy.


"Oi, yang benar saja. Masa dia dihajar oleh b*Bi seperti ini," ucap salah satu murid.


"Sungguh tidak masuk akal memang, Hahaha ..." sambung rekan yang lain.


[Main Quest.


Kalahkan anak buah Victor II (0/2) (Belum selesai).


Hadiah: 1 kartu perak.]


Disaat yang bersamaan Andy yang melihat itu, dia pun melepaskan diri.


"Juan, terimakasih dan maaf, aku menjadi beban."


Saat mendengar itu, Juan teringat akan ucapan Felix dan dia pun mengucapkan nya kembali.


"Tidak alasan untuk menolong seorang teman. Jadi, tenang saja. Aku akan melawan mereka."


Juan pun juga teringat kembali dengan pertarungan Felix melawan Victor dan Jin Seong yang mana mereka berdua sama-sama mengunakan bela diri Tinju. Mengingat itu membuat keyakinan Juan bertambah.


"Aku juga bisa seperti mereka," gumam Juan.


Mendengar dan melihat tatapan Juan, kedua anak buah Victor itu sontak melesatkan tinju nya. Namun, Juan juga melesatkan serangan balik yang lebih cepat dan kuat.


Kekuatan nya itu bukan berasal dari otot melainkan berat badan Juan yang besar.


Buk! Buk!


Kedua anak buah Victor itu pun jatuh dan Juan berhasil mengalahkan nya.


[Main Quest.


Kalahkan anak buah Victor II (2/2) (Selesai).


[Selamat anda mendapatkan Hadiah: 1 kartu perak.]


Melihat pemberitahuan itu, Juan tersenyum kecil. Meski diri nya dalam kondisi kelelahan.


"Aku harap hadiah yang didapat seusai dengan rasa lelah ini."


Sesaat kemudian, Felix yang melihat Juan dan teman nya terluka. Dia pun menghampiri Juan.


"Juan!"


Mendengar sapaan itu, Juan sontak mengarah perhatian nya kearah Felix dan disaat yang bersamaan Quest pun datang.


[Quest.


Temui Felix dan meminta nya untuk melatih tubuh anda (Belum Selesai)


Hadiah: 1 kartu emas dan 2 kartu perak.


Gagal: Seluruh hadiah dari Quest akan hilang dan Host tidak akan menerima Quest lagi.]


"Eh? Ini sungguhan?"


Felix pun sampai didekat Juan dan mempertanyakan.


"Apa yang terjadi? Kalian kenapa?"


Juan tidak menjawab lantaran dia memiliki ambisi untuk menjadi kuat. Maka tanpa ada keraguan, Juan sontak menegakkan badan nya. Lalu, membungkukkan badannya.


"Felix, izin kan aku berlatih bela diri dari anda! Aku mohon!"


Melihat itu Felix tersenyum dan berpura-pura terkejut.


"Eh? Melatih bela diri? Untuk apa?"


"Aku ingin melindungi teman-teman ku yang lemah. Aku mohon!"


Felix yang melihat itu, dia memasukkan kedua tangan nya disaku dan dia mengingat sosok dirinya ada pada Juan. Maka dari itu juga Felix memilih nya sebagai anggota operator pertama.


"Baiklah. Tapi, pelatihan ku tidak ringan. Kamu harus siap!"


"Baik. Terimakasih, Felix!"


[Quest.


Temui Felix dan meminta nya untuk melatih tubuh anda (Selesai)


[Anda mendapatkan Hadiah: 1 kartu emas dan 2 kartu perak.]


Beberapa hari kemudian...


# 25 September 2008 (Pagi)


Seorang siswa yang memiliki tinggi sekitar 175 cm berjalan masuk ke salah satu kelas yang mana membuat semua murid tertuju kepada nya.


Lalu, siswa itu duduk di bangku Juan yang mana Alexa yang ada disampingnya nya sontak terheran.


"Siapa kamu? Murid pindahan ya? Lagipula itu tempat duduk si B*bi. Cihh ... bicara dia kemana pergi nya seminggu ini gak masuk sekolah. Ahufuu ... Gua jadi harus ke kantin sendiri. Dasar Ba-bi."


Siswa itu tersenyum kecil dan menoleh kearah Alexa.


"Selamat pagi, Alexa! Maaf, membuat mu khawatir."


Alexa pun terheran dengan ucapan siswa tampan di sebelah nya, "Eh? Khawatir..." Alexa pun memperhatikan dengan seksama siswa tampan disebelah dan teringatlah wajah yang tidak asing. "Ini bohong kan? Lu ... Juan?"


Felix tersenyum seraya menjawab, "Iya, memang siapa lagi yang duduk disamping mu."


Alexa dan murid lainnya pun terkejut saat menjawab dari siswa tanpa itu.


"Eh?!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kling!


[Operator: Anda telah mengeluarkan 40.000G untuk Quest System Operator 002, Juan. Saldo: 167.514G.]


[S-Banking: Anda telah mengeluarkan 20.000.000 untuk pelatihan dan kebutuhan Juan. Saldo: 27.103.100.000 rupiah.]