Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 21 | One Night Stand



...One Night Stand...


# 26 July 2008 (Malam)


Malam yang panjang pun di habiskan oleh Felix di pesta ulang tahun kalangan atas dan pesta itu usai pukul tiga pagi.


Waktu yang sudah sangat malam, Felix pun mengantar Irene pulang dengan mobil sport nya.


Selama perjalanan, tidak ada percakapan apapun karena rasa lelah yang dirasakan oleh Felix dan Irene dan tibalah di pintu masuk apartemen nya.


"Irene, kita sudah sampai," ucap Felix yang melihat kearah Irene.


Irene pun juga melihat Felix, "Terima kasih ya sudah mau menjadi pacar pura-pura ku."


"Sama-sama meski aku tidak tahu kenapa kamu begitu? Tapi, tidak masalah buatku. Namun, Irene! kamu telah mencuri ciuman pertamaku," ucap Felix.


Irene tersenyum dan tertawa kecil.


"Oiya?! Wow. Aku jadi merasa terhormat mendengar nya," ucap Irene.


"Aku juga merasa terhormat dicium oleh wanita secantik kamu," jawab Felix.


"Cihh ... Bisa aja dasar gombal!" ucap Irene sambil tersenyum lebar dan mengalihkan pandangannya ke depan.


Felix pun tersenyum melihat ekspresi malu Irene. Setelah mengatakan itu, Irene kembali memandangi Felix.


"Boleh lagi?" tanya Irene.


"Kenapa tidak?" jawab Felix.


Wajah Irene pun mendekat begitu juga Felix Lalu, mereka saling berciuman dan lebih lama dibandingkan sebelumnya bahkan Irene mengalungkan leher Felix sampai pada akhirnya, Irene melepaskan ciuman dan mengembalikan posisi badannya sambil tersenyum dan memegang bibirnya.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G dan tambahan 500G dari ciuman Rachel. Saldo: 9.960G.]


"Wow, kamu tuh playboy ya. Bagaimana bisa kamu ciuman sebaik itu?" ucap Irene.


Felix tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya memberikan senyuman.


"Felix, sekali lagi terima kasih ya. Aku pamit dulu," ucap Irene sambil menatap Felix.


"Iya, selamat malam dan tidur ya, Irene," ucap Felix.


Irene menganggu kan kepala dan membuka pintu. Lalu, keluar dari mobil Felix. Sesaat di luar, Irene menoleh ke jendela mobil dan Felix membuka kan jendela tersebut.


"Jangan lupa kabarin ya kalo kamu sudah ada di rumah!" ucap Irene.


Felix pun menganggukkan kepalanya, "Iya."


"Bye, hati-hati dijalan ya!" ucap Irene sambil melambaikan tangannya.


"Bye," jawab Felix.


Felix pun menutup jendela dan kembalikan pandangan nya kedepan lalu, Felix melajukan mobilnya.


Saat mobil melaju beberapa jarak, Felix melirik spion dan melihat sosok Irene yang masih berdiri di pintu masuk apartemen. Hal itu membuat Felix menghela nafas bahwasannya semua yang terjadi malam itu sangat diluar dugaan. Dia bahkan berpikir mungkin dirinya sudah jatuh hati kepada Irene tapi, di lain pihak. Felix hanya berpura-pura untuk memanfaatkan nya.


"Mungkin, aku sudah banyak berubah," gumam Felix sambil melihat Irene.


Tidak lama kemudian, panggilan telepon masuk dan itu berasal dari Irene.


"Irene?"


Felix sontak melihat kearah spion yang mana Irene memang sedang menelepon dan melihat kearah mobil Felix.


Memahami itu, Felix menghentikan laju mobilnya dan mengangkat telepon nya.


"Irene, ada apa?"


"Maaf, ngerepotin bisa bantuin aku gak memperbaiki lampu. Lampu ku mati," jawab Irene.


Felix yang mendengar itu, dia menaruh curiga namun, sifat nya yang tidak tega dan suka membantu. Dia pun membantu nya.


"Iya. Tidak masalah."


Felix pun memundurkan kembali mobilnya dan kembali menghadap Irene yang dimana dia sontak disambut senyuman kecil Irene.


Lalu, Felix masuk kedalam apartemen bersama Irene.


"Selamat datang dI Apartemen dingin ku, Felix!" ucap Irene.


"Lalu, dimana yang harus ku ganti lampu nya?"


"Disini, Felix!" ajak Irene.


Setelah itu, Felix pun mengikuti langkah Irene dan ditengah itu, dia melihat ada sebuah piano disana.


"Itu piano ku," ucap Irene yang tahu pandangan Felix tertuju pada piano milik nya.


"Kamu suka bermain piano?" tanya Felix.


"Iya, dahulu piano ini sering ku mainkan dan berlatih. Namun, sekarang hanya sebuah koleksi saja dan tidak pernah digunakan lagi."


"Kenapa?"


"Bukan hal yang penting," jawab Irene dengan senyuman lebar. Lalu, dia meraih tangan Felix. "Ayo, Felix!"


Pegangan itu tentu membuat Felix terkejut namun, dia tetap menerima nya sampai di sebuah ruangan yang dimana ruangan itu lampu nya tidak hidup meski Felix memencet stop kontak dan ruangan itu ...


"Ini kamar ku," ucap Irene.


"Oh, iya. Dan, mana lampu nya?"


"Tunggu biar aku ambilkan!" jawab Irene yang pergi ke ruang yang berbeda


Dan, Irene pun meninggalkan Felix sendiri di kamar nya. Meski keadaan kamar itu gelap, Namun, Felix masih bisa melihat dengan jelas.


Semua kamar yang tertata rapih dan sangat wangi dan Felix tidak pernah masuk ke kamar wanita selain ibu dan Kakaknya.


Meski begitu, entah kenapa hatinya berdebar-debar dan membuat Felix bingung. Lalu, dia pun ternyata kepada Viki.


"Viki, apa yang terjadi kepada ku?"


Kling!


[Tuan, nikmatilah malam ini! Dan, waktu nya untuk melepaskan nya.]


Melihat jawaban itu, Felix menjadi sedikit kesal. "Apa maksudmu coba?" batin Felix


Sungguh ini sebuah momen yang membuat Felix gugup yang mana seorang gadis cantik yang tinggal seorang diri mengajak seorang pria ke kamar nya.


Tidak lama kemudian, Irene datang dengan membawa lampu dan kursi.


"Ini kak, lampu dan kursi nya."


"Iya."


Melihat Irene yang membawa lampu dan Kursi. Dia pun menguatkan mental nya.


"Benar, saat ini yang harus kulakukan tetap tenang. Aku kesini bukan maksud apa-apa dan murni yang ingin membantu," batin Felix.


Setelah itu, Felix menempatkan kursi dan menaikinya. Lalu, memulai pergantian lampu.


Dibawah, Irene mengunakan ponsel nya untuk membantu penerangan dalam pemasangan nya yang sebenarnya tidak perlu dilakukan namun, Felix membiarkan nya.


Seusai memasang nya lampu pun sontak menyala dan langsung menyinari Irene yang sedang menghadap keatas.


"Wow! Terang sekali!"


Mendengar itu, Felix sontak menoleh kearah Irene yang mana dia terpesona saat melihat nya.


Dari lampu yang sangat terang, Felix bisa melihat kecantikan wajah nya serta belahan buah dadanya yang menonjol dari pakaian yang dikenakan nya.


Dan, melihat itu junior Felix menjadi naik.


"Ah, gawat!"


Karena terkejut, Felix pun sontak kehilangan keseimbangan dan jatuh kearah Irene yang mana Irene sontak panik dan kehilangan keseimbangan juga kearah belakang nya.


"Felix!"


Mendengar itu, Felix dengan sigap mendarat dan menahan jatuh nya Irene ke tanah.


Akan tetapi, ada sesuatu yang membuat mereka terdiam yakni Irene secara tidak sengaja memegang Junior Felix yang sedang mengeras.


"Ah?"


Ini merupakan kejadian pertama kali seumur hidup nya. Junior milik nya dipegang oleh seorang gadis cantik dan membuat nya terbujur kaku.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 50G dari senjata anda di pegang target. Saldo: 9.110G]


Irene yang bingung, dia pun menelan ludah dan meremas pelan yang tentu saja membuat junior Felix semakin keras.


Memahami itu, Felix sontak panik dan membantu Irene berdiri. Lalu, berbalik badan.


"Maaf. Aku harus pergi!"


"Ini merupakan kejadian yang sangat memalukan dan ini semua kesalahanku," batin Felix sambil melangkah.


Namun, saat Felix melangkah cepat keluar pintu tiba-tiba Irene meraih tangan Felix dan ...


"Tunggu! Ahh!"


Buk!


Suara jatuh terdengar dan Felix pun menghentikan langkah. Lalu, menoleh kesamping yang mana Irene terjatuh saat menahan langkah nya.


Menyadari itu, Felix sontak membantu nya namun ...


Irene sontak memegang kedua pipi Felix dan memberikan ciuman bibir.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G ciuman bibir. Saldo: 10.110G]


[Tips: Berikan target French Kiss untuk mendapatkan bonus tambahan.]


"Hangat dan lembut itulah yang kurasakan dan ini kah juga yang disebut ciuman yang sebenarnya. Aku pun juga tidak ingin melepaskan kenikmatan ini," batin Felix.


Ciuman terus di berlanjut sampai Irene bermain lidah didalam nya. Felix pun juga mengikuti nya seusai arahan sistem sampai Irene memutuskan untuk melepaskan ciuman.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G dan 600 dari ciuman bibir French Kiss. Saldo: 11.710G]


Seusai itu, wajah putih Irene kini berubah menjadi merah.


"Felix, aku minta maaf. Tapi, aku tidak ingin kamu pergi."


"Eh? Apa maksudnya?"


"Aku sangat ingin menjamah seluruh tubuhmu dan biarkan aku menyantap mu untuk semalam saja. Sebelum, aku kembali ke Singapore Island," ucap Irene seraya mengusap-usap junior Felix yang masih mengeras didalam celana nya.


Felix masih terdiam dan gugup lantaran ini pertama kalinya dia diajak gadis untuk melakukan itu namun, disisi lain Felix juga ada ketertarikan dengan Irene yang mana menurut nya dia sosok wanita sempurna. Akan tetapi, dihadapan nya saat ini berbeda. Dia terlihat begitu agresif terhadap dirinya.


Ditengah kebimbangan nya, Felix memutuskan untuk menerima rayuan nya itu dengan beberapa motif yang pertama, dia ingin mendapatkan jumlah Golden yang berlimpah, kepercayaan Irene dan keuntungan dalam memanfaatkan nya kedepan nya nanti.


Meski begitu, Felix ingin tetap menjaga kewibawaan nya sebagai pria dan bukan budak cinta.


"Hanya satu malam. Anggap saja ini kesepakatan kita dalam bisnis ini."


Irene tersenyum kecil seraya merayap kedua tangan ke dada Felix yang bidak. "Oke, Deal. Anggap saja ini sebuah kesepakatan kontrak."


Felix yang Irene pun saling bertukar senyum dan Felix mencium nya kembali. Irene menerima nya dari mereka berdiri sampai menjatuhkan diri keatas kasur besar Irene.


'Berterimakasih kepada film dewasa yang pernah ku tonton, aku harap bisa memenuhi hasrat Irene dan aku sendiri," batin Felix diatas Irene.


Kling!


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.500G dari French Kiss. Saldo: 11.610G]


[Game Of Love: Anda mendapatkan 5.000G dari ciuman bibir dan tubuh dalam waktu yang panjang. Saldo: 16.610G]


[Game Of Love Anda mendapatkan 10.000G dari S3x dengan target. Saldo: 26.610G.]


[Game Of Love: Hadiah 100.000G untuk pertama kali melakukan S3x. Saldo: 126.610G.]


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 13.500G dari bonus lain nya. Saldo: 140.110G.]


Dan, kejadian malam itu tentu menjadi rahasia Felix sendiri karena dirinya tidak mungkin mengaku kepada kedua orangtuanya yang dimana seorang anak 15 tahun melepaskan keperjakaan dengan gadis yang lebih tua dari nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...