Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 28 | Mengobati Sang Ibu dan mabuknya Michelle



...Mengobati Sang Ibu dan mabuknya Michelle....


...# 13 Agustus 2008....


Hari ini akhir pekan, Felix memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di rumah nya untuk membantu sang ibu yang sedang sakit dan karena alasan itu, Felix terus mencari cara untuk mengobati sang Ibu sampai akhirnya, pertanyaan Felix mampu membuat Viki memberikan informasi nya.


Kemampuan sistem sebenarnya bisa melakukan apapun kecuali membangkitkan sebuah kematian namun, sistem juga tidak berguna jika pengguna nya tidak pandai berencana dan bertanya dengan tepat.


"Viki, apakah sistem bisa memberikan kemampuan rehabilitasi tingkat tinggi?"


Kling!


[Bisa. Sistem Rehabilitasi sendiri merupakan sistem yang mampu menyembuhkan segala penyakit mental dalam singkat namun, sistem ini tergantung pada target yang ingin disembuhkan dan biaya pengobatan ini sebesar 10.000G.]


Felix pun tersenyum kecil, "Semahal apapun. Jika itu demi orang tua, tidak masalah bagiku."


Setelah memiliki solusi itu, Felix menghampiri ibu nya yang sedang berbaring atas kasur. Lalu, dia duduk disamping sang ibu yang sedang tertidur dan memegangi tangan kanan nya.


"Ibu, sekarang ibu harus bisa maju kedepan dan relakan kepergian ayah agar ayah bisa tenang di surga. Meski, aku, kak Renaldy dan kak Nova tidak bisa mengantikan ayah tapi, kami akan sebaik mungkin untuk menjaga dan berbakti kepada ibu sebagaimana ayah juga memberikan amanat untuk mengantikan ayah. Maka dari itu, Ibu aku mohon. Terima pengobatan ku ini," ucap Felix dengan menitihkan air mata nya.


Seusai itu, Felix memberikan perintah kepada Viki.


"Viki, gunakan Kartu Rehabilitasi!"


Kling!


[Dalam penggunaan akan memakan biaya 10.000G. Apakah anda ingin menindaklanjuti nya? Iya / Tidak.]


"Iya."


Kling!


[Kartu Rehabilitasi telah digunakan dengan ini 10.000G telah terpotong. Saldo: 119.394G]


Sesaat sistem Rehabilitasi aktif, diseluruh tubuh sang ibu muncul butiran cahaya hijau namun, tidak lama cahaya itu menghilang.


Setelah itu, nafas berat dari sang ibu. Kini menjadi tenang dan terlihat sang ibu tertidur pulas.


Felix yang melihat itu, dia pun tersenyum kecil. "Terimakasih, sistem, Viki."


Felix pun beranjak diri dan sebelum meninggalkan kamar. Felix mengecup tangan sang ibu. Baru, dia meninggalkan kamar nya untuk membantu Renaldy mengurus warung makan mereka.


Kehadiran Felix itu pun membuat lebih banyak pengunjung sehingga Felix dan Renaldy kewalahan namun, kehadiran Boim ke warung makan dan membantu mereka. Permasalahan itu teratasi.


...# 13 Agustus 2008 (Malam)...


Saat hendak Felix menutup warung, dia mendapatkan sebuah panggilan masuk yang itu berasal dari Ibu Rani. Felix pun sontak mengangkat telepon nya.


"Iya, Bu. Ada apa?" tanya Felix.


"Felix, Michelle sama kamu tidak?" tanya Ibu Rani.


"Tidak, Bu. Kenapa dengan Michelle?" tanya balik Felix.


"Ibu khawatir sampai jam segini Michelle belum pulang," ucap khawatir Ibu Lani.


"Oh, begitu. Tenang saja, Bu! Saya akan mencari Michelle dan mengantarkan nya pulang," jawab Felix.


"Terima kasih, Nak Felix. Maaf telah merepotkan!" ucap Ibu Lani.


"Tidak, Bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin," jawab Felix.


"Tolong ya, Nak!" ucap Ibu Lani.


"Iya, Bu," jawab Felix.


Setelah itu, Felix pun memutuskan panggilan dan meminta tolong Viki.


"Viki, cari lokasi Michelle sekarang ini!"


Kling!


[Lokasi Michelle saat ini berada di klub Eternally Midnight.]


[Biaya pencarian 30G. Saldo:119.364G]


Mengetahui itu, Felix sontak kembali ke rumah sewa nya untuk mengambil mobil barulah menyusul Michelle ke klub malam.


Setibanya disana, Felix menyerahkan kunci ke valet lalu, masuk kedalam klub. Gemuruh musik EDM masih terdengar dan pengunjung juga masih lah banyak padahal sudah jam tiga pagi.


Felix yang sudah didalam, dia sontak dikelilingi oleh para gadis disana yang ingin berkenalan bahkan meminta foto dan nomor. Felix pun mengabaikan mereka dan fokus untuk mencari Michelle di sekeliling klub.


Lalu, Felix pun menemukan Michelle sedang duduk dan bersulang dengan teman-temannya.


Felix pun menghela nafas dan menghampirinya.


Michelle dan teman-teman nya melihat kearah Felix bahkan ada dua teman wanita nya Michelle malah terpesona dengan Felix. Sedangkan Michelle tersenyum sambil melihat Felix.


"Ah, ada Felix. Loe juga disini!" ucap Michelle yang sudah setengah sadar.


"Michelle pulang biar aku yang antar!" ucap Felix lalu, dia pun menarik tangan Michelle dan memaksanya untuk berdiri.


Michelle pun berdiri sambil tertawa-tawa kecil dan Felix tanpa mempedulikan temannya Michelle, dia menyeret Michelle keluar


Akan tetapi, Michelle menahannya dan menarik Felix kearah berlawanan menuju tempat dansa.


"Sekali lagi, please!" pinta Michelle.


Felix pun menuruti nya dan dia berdansa pelan dengan Michelle. Lalu, dalam setengah sadarnya Michelle terus menatap Felix lalu, mengalungkan lehernya Felix.


"Sudah, Yuk. Kita pulang!" seru pelan Felix.


Michelle menggelengkan kepalanya dan memegang bibir Felix dengan jari nya.


"Lix, kamu ganteng banget! Tau gak!" ucap Michelle.


Felix tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan, "Udahlah. Yuk, pulang!"


Sesaat kemudian, tiba-tiba Michelle mencium bibir Felix dengan tempo yang cukup lama. Felix pun membiarkan nya. Michelle sepertinya menikmati bibir Felix meski Felix harus menahan bau alkohol dari mulut Michelle.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G dan bonus 500G. Saldo: Saldo:120.864G]


Tidak lama Michelle melepaskan ciumannya dan menatap Felix sambil tersenyum, "Bibir mu hangat!"


Seusai mengatakan itu, Michelle pun tertidur di pelukan Felix.


Felix pun tersenyum sendiri dan menghela nafas.


"Aku tidak tahu apa reaksinya nanti setelah sadar," gumam Felix.


Setelah itu, Felix pun mengendong Michelle seperti seorang putri keluar dari klub malam dan masuk kedalam mobil.


Seperjalanan pulang, Felix pun menelepon Bu Rani dan menjelaskan bahwa Michelle berada di rumah temannya namun, Michelle tertidur di rumah temannya.


Rencana itu sudah di sepakati oleh temannya Michelle yang ikut ke klub malam. Sedangkan, Felix menyemprotkan parfum mahal kepada Michelle sehingga bau alkohol hilang. Felix melakukan itu agar Bu Rani percaya akan perkataan dari Felix dan tidak begitu memarahi Michelle.


Setibanya di rumah Michelle, Felix mengendong Michelle ke kamarnya. Lalu, memberikan selimut kepada Michelle.


"Terima kasih ya, Nak Felix," ucap Bu Rani yang berada disamping Felix.


"Sama-sama, Bu. Sudah pagi, saya pamit dulu," ucap Felix.


"Iya," jawab Bu Rani.


Felix pun meninggalkan kamar Michelle dan saat berjalan keluar, Felix bertemu dengan ayahnya Michelle yang sedang duduk di ruang keluarga. Lalu, dia menoleh kearah Felix.


"Terimakasih, Nak. Kamu yang tinggal di rumah putih itu ya?" ucap ayahnya Michelle.


Felix menghentikan langkahnya dan melihat kearah ayahnya Michelle, "Iya, pak," jawab Felix.


"Tolong tetap jaga putri ku ini! Dia anak yang bandel juga dia masihlah kanak-kanak!" ucap ayahnya Michelle.


"Baik, Pak," jawab Felix.


"Yasudah, hati-hati dijalan!" ucap ayahnya Michelle.


"Iya, Pak!"


Seusai itu, Felix melanjutkan langkah dan dia pun pulang ke rumahnya.


Keesokan harinya, Michelle membuka mata dan terkejut saat melihat dirinya berada di kamarnya sendiri. Michelle pun menjadi panik dan bangun secara terburu-buru juga memeriksa pakaiannya yang masih sama seperti saat dirinya pergi.


"Gimana gue pulang?" gumam panik Michelle.


Michelle pun mencoba mengingat semua kejadian yang dialaminya waktu semalam.


Lalu, dia teringat tentang Felix yang menjemput dan juga dirinya yang mencium bibir Felix.


Mengingat itu, Michelle sontak memegang bibirnya.


"Hiya...." gumam kesal Michelle yang merebahkan badannya lagi lalu, menutupi dirinya dengan selimut serta kakinya yang diayunkan diatas kasur.


Michelle pun menjadi malu kepada Felix atas perbuatannya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...