Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 26 | Ketua kelas dan Tantangan



...Ketua kelas dan Tantangan....


# 8 Agustus 2008.


Bel masuk sekolah berbunyi yang mana Bu Anastasia datang ke kelas dengan pakaian resmi nya sebagai guru yang sontak menyampaikan sesuatu.


"Selamat pagi, semuanya!"


"Pagi..." jawab serempak para murid.


“Sebelum dimulai kelas, ada beberapa pengumuman yang harus ibu sampaikan! Apakah kelas ini sudah ada ketua kelas?"


Semua murid kelas 11 D terdiam dan memalingkan wajah mereka semua.


Melihat itu, Bu Anastasia menghela nafas panjang. "Seperti nya memang tidak ada." Bu Anastasia melipatkan tangan nya. "Jadi, apakah ada diantara kalian yang ingin menjadi ketua kelas?"


Disaat Bu Anastasia menanyakan itu, semua teman sekelas terdiam dan menundukkan kepalanya karena diri mereka yang tidak ingin menjadi ketua kelas begitu juga Felix.


“Tidak ada seorang pun?” tanya bu Anastasia namun teman-teman sekelas masih bersikap tidak peduli.


Akan tetapi, Rachel beranjak diri seraya mengangkat tangan dan menyarakan sesuatu.


"Bu Anastasia, aku menyarankan agar Felix menjadi ketua kelas. Selain dia tampan, Felix juga pintar dan jago berkelahi. Aku pikir tidak ada yang lebih pantas jadi pemimpin dikelas ini," ucap Rachel yang diakhiri dengan senyuman lebar.


Felix sontak terkejut dengan perkataan Rachel, "Aku?!" tanya heran Felix dengan menunjukkan diri nya sendiri.


Disisi lain, semua murid pun memberikan respon positif dan menerima nya.


“Benar, aku setuju!”


“Aku juga!”


“Aku pun setuju!”


....


Bu Anastasia sontak melihat Felix, "Bagaimana menurutmu, Felix?"


Disaat yang bersamaan semua arah pandang para murid tertuju kepada Felix dan tidak ada yang menolak nya menjadi pemimpin.


Memahami itu, Felix menghela nafas panjang dan menerima jabatan itu.


"Iya. Aku akan menjadi ketua kelas," jawab Felix.


Plok! Plok!


Iringan tepuk tangan menyambut ucapan Felix tersebut.


Dalam jabatan itu, Felix harus mengerjakan beberapa kewajiban sebagai ketua kelas yaitu;


Pertama, ketua kelas harus memimpin kegiatan di sekolah.


Kedua, membersihkan papan tulis dan kebersihan lainnya termasuk menemani murid yang piket setiap harinya.


Ketiga, Ketua kelas harus membacakan berita dan informasi kelas.


Keempat, Ketua kelas harus mendengarkan keluhan serta saran kelas.


Dan kelima, ketua kelas juga harus melakukan mengerjakan pekerjaan kecil lainnya.


...# 9 Agustus 2008...


Felix merasa damai-damai saja saat menjalani hari sekolah nya. Dia pikir akan menghadapi beberapa masalah terutama murid-murid disini yang merupakan budak uang.


Tidak lama Felix berpikir seperti itu, pria besar bersama dengan kelompok berhenti di depan Felix yang sedang berjalan yang mana pemimpin mereka menatap Felix dengan senyuman remeh.


"Kamu kah Felix, ketua kelas XI D. Aku dengar kamu mengalahkan Jin Seong," ucap pria besar dengan bahasa inggris.


Memang tidak hanya pria itu, sejak hari pertama bersekolah di Utopia selalu mengunakan bahasa inggris.


Felix yang mendengar itu, dia pun menghela nafas panjang dan menanggapi nya dengan malas.


"Iya, aku Felix dan aku mengalahkan Jin Seong hanya rumor. Kalau begitu, aku pamit!" jawab Felix seraya melangkah ke sisi samping pria besar.


Akan tetapi, Pria besar menahan langkah Felix dengan memegang bahu nya.


"Tunggu! Apa kamu tidak tahu siapa aku?"


Lalu, rekan yang mengikuti nya sontak memperkenalkan pria besar.


"Hei, anak baru. Apakah kamu tahu yang ada dihadapan mu adalah kakak senior kelas 12 dan ketua dari eskul Judo, Viktor. Jadi, kamu harus memberikan hormat? Jika tidak ingin wajah tampan pun babak belur."


"Hihihi .... Bagaimana apakah kamu tertarik untuk bergabung dengan klub Judo? Jika kamu mau bergabung maka, aku akan memaafkan sikap kekurangan ajaran mu itu."


"Aku tidak tertarik." Felix mengambil tangan Viktor dan memaksa tangan untuk turun dari bahunya.


Semua rekan Viktor terkejut bahwasanya baru ada orang yang bisa melepaskan diri dari cengkraman Viktor.


Tidak hanya itu, Felix juga mendorong Viktor hingga membuat nya mundur beberapa langkah.


"Bedebah! Dasar bocah sombong!" seru kesal Viktor.


Lalu, Viktor pun memerintahkan rekan nya untuk menyerang Felix dan atas perintah itu, kedua siswa yang mengikuti Viktor memulai serangan dengan pukulan. Namun, Felix dengan mudah menghindar dan melancarkan serangan balik dengan Chop pada leher mereka hingga membuat kedua rekan Viktor jatuh ke tanah dengan geram kesakitan.


Seusai pertarungan itu, Viktor dengan sigap mengambil tangan Felix dan pinggang Felix.


"Ketangkap!"


Felix yang melihat itu, dia pun mengerutkan keningnya dan bergumam. "Apa?"


"Habislah kau!" seru Viktor seraya memasang kuda-kuda dan mulai mengangkat Felix. "Hiyaa!"


Tubuh Felix pun terangkat dan berpindah tempat namun, kondisi Felix yang sadar dia sontak menguatkan kaki nya dan berdiri di sisi yang berbeda dengan posisi tangan Viktor masih berada di pinggang Felix.


Felix pun berhasil menahan jatuh dari bantingan Viktor. Lalu, Felix sontak menyerang balik dengan tendangan samping yang tepat mengenai leher Viktor dan serangan itu membuat Viktor terjatuh dengan geram kesakitan ditanah.


Pertarungan pun usai yang dimana tanpa Felix sadari sudah banyak murid-murid yang melihat pertarungan itu dan saat Felix menang, semua murid bersorak-sorai.


...# 10 Agustus 2008, Diruang Platinum Student....


Seorang siswa sedang menghadap Hirano dengan wajah yang penuh dengan keringat dingin.


Siswa kelas 12 yang berkulit hitam negro dengan kepala botak namun, memiliki badan yang besar dan bidak. Dia bernama Roman.


"Roman, kamu sebagai ketua eskul game harus tahu. Kenapa dirimu dipanggil?" ucap Hirano yang duduk di kursi ketua besar dengan tangan segitiga menutupi mulutnya.


"Iya, Ketua. Beri waktu saya sebulan lagi karena akan diadakan festival game indie. Jika, sekolah kita bisa menang. Saya harap ketua bisa menarik pembubaran eskul game," pinta Roman.


"Baiklah, sebulan. Jika, kamu tidak bisa mendapatkan juara maka, eskul game harus dihapuskan! Kamu mengerti, Roman?!" seru tegas Hirano.


"Baik, ketua. Terimakasih atas kebijakan nya," ucap Roman.


"Yasudah, sana pergi! Dan persiapkan dengan baik!" seru Hirano.


"Baik, Ketua!" jawab Roman yang menunduk kepalanya. Lalu, pergi meninggalkan ruang Platinum Student.


Lalu, seorang siswi yang berambut pendek dengan tatapan tajam, dia wakil Presiden Platinum Student, Kim Ha Neul.


Ha Neul yang ada disana juga memberikan komentarnya.


"Sepertinya itu akan sulit memenangkan game indie dalam waktu sebulan. Pengalaman mereka membuat game saja tidak pernah."


"Aku tidak peduli. Lagipula ini bukan urusan ku. Ada atau tidak ada nya eskul itu. Apalagi menang festival. Itu hanya khayalan belaka."


Ha Neul yang mendengar itu, dia pun tersenyum kecil.


Beberapa saat kemudian, seorang anggota Platinum Student datang masuk kedalam ruangan.


"Ketua, wakil ketua. Ada yang ingin aku laporkan."


"Ada apa?" tanya dingin Hirano.


"Siswa kelas XI, Felix. Berhasil mengalahkan dan menumbangkan Viktor dan gang nya."


Mendengar itu, Felix sontak mengerutkan keningnya. "Begitu kah, seperti kita kedatangan sosok petarung yang hebat." Hirano teringat sesuatu. "Tidak hanya kuat. Dia juga peraih peringkat pertama seleksi calon murid kelas internasional. Genius kah ..." Hirano tersenyum lebar. "Sungguh menarik."


Mendengar itu, Yeon Ji mengangkat satu alisnya dan tersenyum seraya menempelkan telunjuk ke sisi bibirnya.


"Seperti nya, kita bisa memanfaatkan."


"Jika menurut mu begitu, baiklah. Ayo kita undang dia kesini, jawab Hirano.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...