
...Permintaan maaf...
...# 3 September 2008 (Felix 15 )....
Sepulang sekolah, Felix pun berjalan seperti biasa meninggalkan pintu gedung sekolah namun, sore itu terlihat Lisa yang sedang menunggu seseorang yang tidak lain Felix.
Sesaat dia melihat Felix, Lisa sontak tersenyum dan menghampiri nya.
"Felix, akhirnya kamu keluar juga," ucap senang Lisa.
"Kamu menunggu ku? Ada apa?"
"Hei, Felix. Apakah kamu ada acara?"
Felix memalingkan wajahnya dan mengusap-usap pipinya. Sebenarnya dia hanya ingin berpindah tubuh dan melakukan aktifitas malam dengan tubuh umur 28 tahun namun, menurut nya menjalin pertemanan itu lebih penting. Maka dari itu, Felix menjawab...
"Tidak ada."
"Kalau begitu, ikut dengan ku!" seru Lisa yang sontak meraih tangan Felix dan mengajak nya ke sebuah tempat.
Karina dan Tae Won yang berjarak tidak jauh dari Felix melihat proses itu membuat Karina menghentikan langkah.
"Sebenarnya, apa sih tujuan dari si Lisa itu? Kenapa selalu menempel dan godain Felix? Nyebelin banget," gumam kesal Karina.
Tae Won yang mendengar itu, dia pun menghela nafas dan bersyukur didalam batin nya.
"Beruntung aku tidak menjadi orang tampan."
# 3 September 2008 (Malam/ Felix 15 ).
Felix dan Lisa pun tiba di salah satu tempat karaoke yang cukup besar yang mana sudah ada teman Lisa yang sudah tiba terlebih dahulu dan setibanya di salah satu ruangan yang cukup besar, ada beberapa orang yang dikenal oleh Felix.
"Felix!" sapa senang Rachel seraya melambaikan tangan nya.
Tidak hanya Rachel. Tapi, ada Cindy beserta kelompok nya Jin Seong hingga menimbulkan pertanyaan didalam benak Felix. "Kenapa mereka ada disini?"
"Oh, Lisa. Kamu sudah datang sama Felix juga, Ayo duduk!" seru Cindy.
Felix yang penasaran hubungan Lisa dengan Cindy, dia pun mempertanyakan nya.
"Lisa, kamu sudah kenal Cindy dan Rachel?"
Lisa pun tersenyum lebar dan sontak berlari kearah Cindy, duduk disampingnya dan memeluk lengan nya. "Iya, tentu saja. Karena kami berteman sejak SMP."
Cindy tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Melihat kehadiran Cindy, Felix menduga Jin Seong juga akan hadir namun, dihadapan nya tidak ada sosok Jin Seong.
"Oi, kenapa kamu menghalangi pintu?!"
Suara itu tidak asing bagi Felix yang membuat nya membuka mata dan menoleh kebelakang yang mana dia melihat sosok Jin Seong.
"Jin Seong?"
"Felix ... Cihh. Aku mau lewat dulu." ucap Jin Seong seraya menarik pelan agar dirinya bisa melewati Felix dan duduk dihadapan Cindy.
Felix masih berdiri sontak mengingat tentang kejadian sewaktu hari pertama masuk sekolah dan pembullyan terhadap anak sekolah yang bekerja di minimarket 24 jam.
"Felix, kenapa kamu berdiri saja?" tanya Lisa.
Mendengar itu, Felix pun menyadarkan lamunan nya. "Oh, iya. Maaf. Aku melamun."
Lalu, Felix pun duduk tepat dihadapan Jin Seong dengan suasana yang canggung. Lalu, teman nya, Bean coba menengahi nya.
"Hei, kenapa dengan kalian? Ayo lah kita bersenang-senang disini!" seru Bean seraya menawarkan Soju.
Tanpa ada jawaban, Jin Seong memberikan gelas kecilnya dan membiarkan Bean menuangkan soju tersebut.
Seusai itu, Bean juga menawarkan nya ke Felix. "Kamu juga, Felix?!"
Meski mendapatkan penawaran, Felix pun menolak nya. "Tidak. Aku tidak bisa minum. Maaf."
"Hei, jangan seperti anak kecil seperti itu."
Lisa pun tersenyum, "Kalau begitu kita berdua sama."
"Tidak apa-apa minum. Kami akan mengantarkan mu jika kamu mabuk," sambung Bean.
Jin Seong yang melihat sikap kekanak-kanakan dari Felix, dia sontak kesal dan langsung meminum nya. "Tambah!" seru Jin Seong seraya memberikan gelas nya untuk diisi.
"Jin, kamu yakin? Kamu sudah mabuk," ucap khawatir Cindy.
"Diam lah! Tuangkan lagi!" seru Jin Seong.
Cindy pun menghela nafas panjang dan Bean dengan senyuman kecil menuangkan soju.
Beberapa saat kemudian, mereka pun bersenang-senang dengan nyanyi dan menari bersama.
Saat Felix melihat Jin Seong terus memandangi Cindy yang sedang bernyanyi, dia pun mempertanyakan sesuatu kepada Bean.
"Hei, apakah Jin Seong dan Cindy berpacaran?"
Lisa yang mendengar itu, dia pun menjawab nya. "Tidak. Mereka teman masa kecil dan SMP kami juga bersama. Namun, Jin Seong sering kali mengajak Cindy berkencan meski status mereka teman."
Dalam setengah sadar nya, Jin Seong pun menjawab. "Cih ... Jawaban yang aneh." Jin Seong menatap tajam Felix. "Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Bukan, apa-apa. Aku hanya berpikir kalian pacaran dan ku pikir kalian serasi."
Mendengar ucapan Felix Lisa dan teman-teman Jin Seong tersenyum. Lalu, Jin Seong pun beranjak diri dan berjalan menghampiri Felix.
Cindy yang melihat itu, dia sampai menghentikan nyanyi nya dan melihat Jin Seong takut-takut Jin Seong akan berkelahi lagi dengan Felix.
Akan tetapi, Jin Seong sontak duduk disamping Felix dan merangkul nya. "Hahaha ... Felix, kamu memiliki penilaian yang bagus. Hahaha ... Terimakasih."
Situasi itu membuat suasana yang sebelum tegang menjadi senyuman kecil kepada Cindy dan lainnya. Meski sebenarnya, Cindy tidak mendengarkan dan mengerti dengan maksud ucapan Jin Seong itu kepada Felix.
Melihat keramahan Jin Seong dengan Cindy dan teman-teman lain nya, Felix pun tersadar bahwa Jin Seong anak yang baik.
"Tapi kenapa ... Dia sering membully anak yang lemah?" batin Felix.
Felix yang penasaran dia pun mempertanyakan nya.
"Jin Seong, kalian semua. Kenapa kalian membully anak-anak yang lemah?" tanya dingin Felix dengan menatap tajam Jin Seong.
Jin Seong dan lainnya ragu untuk menjawab nya. Namun, Cindy yang mendengar nya. Dia sontak kesal dan marah kepada Jin Seong.
"Jin Seong, apakah benar kamu membully?!" tanya marah Cindy dengan menolak pinggang.
"Ah, itu ..."
Jin Seong teringat akan kejadian di minimarket itu lantaran dia melihat Cindy dekat dengan siswa lain hingga membuat nya cemburu dan penjaga minimarket itu menjadi korban kemarahan nya.
Hal yang sama juga terjadi saat kasus pencurian yang dimana dirinya kesal kepada Om-om yang ikut masalah anak muda yang tidak lain sebenarnya Felix itu sendiri.
Jin Seong yang mengingat itu, dia mengepal keras tangan nya namun, dia tidak ingin marah didepan Cindy apalagi kondisi nya dalam keadaan mabuk seperti itu. Maka dari itu, Jin Seong sontak bersujud didepan Cindy dan berseru ...
"Maaf, Cindy. Aku tidak akan mengulanginya lagi!"
Bean dan rekan lainnya saling bertukar pandang. Lalu, mengikuti sikap Jin Seong dengan bersujud dihadapan Cindy dan Felix.
"Maafkan kami juga!" seru serempak Bean dan rekan lainnya.
Lisa dan Rachel yang melihat itu, mereka saling bertukar senyum.
"Dasar kamu, Jin! Tidak pernah berubah." Cindy pun meraih tangan Jin Seong untuk bangun dan Jin Seong pun menuruti nya. "Sekarang, ikut aku ke minimarket! Dan, minta maaf kepada penjaga itu!"
"Hah? Iya, baik," jawab Jin Seong.
Setelah itu, Cindy dengan ekpresi kesal. Dia melihat kearah Bean dan lainnya.
"Kalian juga ikut dengan ku!"
"B-Baik!" jawab Bean dan lainnya.
Lalu, semua orang yang ada di ruangan itu pergi ke minimarket dan meminta maaf kepada penjaga toko gemuk dan name tag nya bernama Juan.
Seusai permintaan maaf itu, Felix juga meminta maaf kepada Jin Seong.
"Maaf, Jin Seong. Aku sudah memukul mu."
Jin Seong tersenyum lebar dan memegang bahu kanan Felix. "Tidak perlu dipikirkan. Aku juga minta maaf karena duluan memprovokasi mu dan dipukul, aku sudah biasa."
Dan, mereka pun saling bertukar tawa canda di minimarket yang membuat Penjaga minimarket, Juan bingung sendiri.
"Kenapa mereka semua berkumpul disini tanpa membeli apapun?" batin Juan yang ngedumel sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...