
...School Party (Selesai)...
...# 4 Oktober 2008....
Malam akhir pekan tiba yang mana Felix di undang ke School party yang ada di gedung sekolah lama.
Felix pergi ke acara itu dengan mengunakan mobil sportnya yang mana membuat beberapa murid yang ada di luar melihat mobil Felix terutama saat Felix keluar dari mobil tersebut.
Semua mata wanita yang ada dekat parkir menatap Felix dengan senyuman menggoda nya.
Dari informasi yang didapatkan oleh Felix bahwa ada banyak murid sekolah lain yang hadir dalam acara School party maka dari itu, yang hadir di pesta itu tidak lah sedikit lantaran Robert juga bukanlah orang biasa melainkan dia putra kedua dari Keluarga Wijaya. Penguasa Metropolis Jakarta Timur.
Meski Felix menjadi sorotan, dia tidak mempedulikan nya dan masuk kedalam gedung.
Sama seperti sebelumnya, Felix menjadi sorotan juga didalam bahkan beberapa wanita ada yang memegang dan mengelus tangan Felix dengan senyuman seksinya.
Felix hanya tersenyum tapi tidak menanggapi mereka.
Lalu disaat Felix melangkah, dia didatangi oleh salah satu anggota Murid Platinum dan Felix menghentikan langkahnya.
"Felix, ikut lah dengan ku! Ketua Murid Platinum sudah menunggu!" seru anggota Murid Platinum.
Felix tanpa menjawab, dia pun mengikuti anggota Murid Platinum itu dan pergi ke atap yang mana disana terdapat arena kecil yang mana ada dua petarung yang tidak mengenakan baju sedang bertarung dan banyak orang mengelilingi arena untuk memberikan dukungan lantaran mereka sedang bertaruh kemenangan.
Lalu, langkah Felix pun terhenti di hadapan Robert yang sedang memangku seorang gadis yang berpakaian seksi, berciuman serta meraba tubuh nya.
Lalu, Anggota Murid Platinum itu melaporkan kehadiran Felix. "Ketua, Felix udah datang!"
Mendengar itu, Robert menghentikan kesenangan nya dan melihat kearah Felix.
"Terimakasih, Felix. Kamu sudah datang!"
Disaat Robert sudah menghentikan kesenangan nya.
Gadis yang bersamanya kembali ke tempat duduk nya dan menatap Felix dengan tatapan menggoda.
Saat Felix menyadari tatapan itu, dia pun juga menatapnya dan gadis itu yang tahu bahwa dirinya dilihat oleh Felix, dia pun memainkan lidahnya dengan membasahi mulutnya.
Felix pun hanya tersenyum lalu, mengembalikan pandangan kearah Robert.
"Lalu, untuk apa aku diundang ke sini?"
Robert yang mendengar itu, dia pun beranjak dari kursi nya lalu, menghampiri Felix.
"Felix, Lu lihat pria disana!" seru Robert menunjuk kearah arena pertarungan.
Felix yang melihat arah yang ditunjuk oleh Robert membuat nya tersenyum lantaran pria yang ditunjuk nya ialah Juan yang sedang bersiap tarung dengan siswa berbadan besar.
"Jadi, kenapa?"
"Lu mau bertaruh?" tanya Robert.
"Berapa?" tanya balik Felix.
"10 juta rupiah. Bagaimana?"
"Baiklah, aku memegang siswa kecil," jawab Felix.
Robert tersenyum kecil, "Oke, Gua pegang pria besar."
"Oke Deal!"
Lalu, Robert menghadap arena pertarungan.
"Yosh ... Semua nya dengarkan!" seru keras Robert lalu, semua orang yang ada di atap itu melihat kearah Robert. "Petarung pendatang baru telah datang mari kita beri sambutan!"
Lalu, semua murid disana memberikan sambutan meriah dan pria besar tersenyum remeh.
Memahami situasi itu, Juan menoleh kearah Felix. Lalu, Felix memberikan senyuman dan anggukan kepala. Juan pun juga membalasnya dengan anggukan kepala nya.
Disisi lain, Juan teringat akan ajakan teman nya untuk pergi ke School Party yang dimana dirinya akan mendapatkan 1 juta rupiah setiap memenangkan pertarungan.
Juan yang sudah yakin dengan kemampuan nya, dia pun pergi ke School Party. Terlebih lagi, Juan melihat Felix yang membuat keyakinan nya bertambah.
Sesudah itu, Juan melakukan persiapan dengan hanya melepaskan baju.
Lalu, saat berjalan ke arah arena semua orang disana terkejut dan para gadis terpesona melihat tubuh Juan yang sudah penuh dengan otot disertai otot perut yang sudah terbentuk enam.
Sedangkan Robert tersenyum remeh, "Dasar tukang pamer!"
Dan, Juan juga sudah ditunggu oleh pria besar di arena.
"Akhirnya, gua bisa membalas penghinaan lu, Njing!" ucap pria besar.
"Benarkah?" jawab remeh Juan.
Jawaban Juan itu membuat semua orang disana mempertawakan pria besar yang mana membuat nya kesal.
"Bjingan!"
Disaat yang bersamaan, pertandingan dimulai. Pria besar itu berlari dan melesat kan pukulan kearah Juan. Namun, Juan menyerang balik lebih cepat dengan tendangan samping kearah leher pria besar yang mana membuatnya sontak terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Done," gumam Juan dengan senyuman senang.
Melihat pertandingan yang begitu cepat membuat semua orang bersorak senang. Sedangkan, Robert tersenyum namun, tangan nya dikepal dengan keras seraya menahan emosinya.
Felix pun tersenyum dan mengejek Robert, "Robert, jangan lupa bayaran nya."
"Iya, Gua tahu."
Setelah Juan menjatuhkan pria besar dengan mudah dan pertandingan tidak sampai di situ. Juan harus menghadapi semua peserta lantaran tema pertarungan itu ialah Survival.
Lalu, satu demi satu Juan berhasil mengalahkan nya hingga Robert sebagai bandar menjadi rugi besar lantaran pertaruhan semua terarah pada Juan dan uang taruhan habis di sedot Felix.
Robert pun tidak kuasa menahan amarahnya hingga dia memutuskan untuk turun sendiri.
Hal itu sangat menghebohkan School party dan membuat semua orang yang hadir menyaksikan pertandingan Juan melawan Robert.
Juan yang masih santai tersenyum remeh saat melihat Robert dihadapan nya.
"Ketua, kamu yakin?" tanya remeh Juan.
Robert juga tidak mau kalah, dia juga tersenyum remeh menjawab Juan. "Gua akan tunjukkan kepada kalian bahwa Gua yang terkuat."
"Oiya, Show me," jawab Juan dengan senyuman kecil.
Sesaat kemudian pertandingan pun mulai. Robert berlari kearah Juan. Lalu, melesatkan pukulan bertubi-tubi dengan berbagai teknik tinju yang dimiliki nya namun, Juan dengan mudah menghindari nya.
Sambil terus menyerang, Robert berbicara kepada Juan, "Kenapa lu terus menghindar, Njing?"
"Aku akan ingin tahu seberapa kuat dirimu. Tapi, aku kecewa karena kamu sangat lemah," ucap Juan seraya terus menghindari serangan Robert.
Mendengar itu Robert semakin marah dan memperkuat serangan, "Bjingan!"
Meski begitu, kemampuan Robert jauh dibawah Juan. Lalu, Juan juga melesatkan serangan balik dengan membanting Robert dengan teknik Aikido nya disusul dengan pukulan di kepalanya lalu, Juan menghentikan pukulan dan menempatkan kepal tangan nya berada di depan wajah Robert dengan jarak yang sangat dekat.
"Lalu, siapa yang membayar ku?" tanya Juan.
"Kamu bisa mengambil nya dari Yeon Jin," jawab Robert yang tergeletak di tanah.
Setelah mendapatkan jawaban itu Juan melanjutkan pukulan nya hingga membuat Robert pingsan juga seperti lawan Juan yang lain.
Dan, permainan pun usai dengan sorakan dukungan kepada Juan dan Juan pun pergi meninggalkan arena menunju ruang ganti untuk berganti pakaian.
Ditempat ruang ganti, Juan bertemu dengan Felix yang mana Juan sontak membungkukkan badannya. "Kakak."
Maksudnya dari panggilan itu bukan lah kakak sebenarnya melainkan penghormatan Juan karena telah melatih dirinya selama beberapa hari dan menjadi kuat dalam sekejap terlebih lantaran dibantu oleh sistem Quest.
"Kerja Bagus. Aku senang melihat perkembangan mu," ucap Felix dengan senyuman kecil.
"Iya, kakak."
Felix pun melangkah dan memegang bahu Juan, "Sekarang kamu istirahat, aku akan mengambil uang hadiah nya untuk mu."
Juan sontak mengembalikan posisi badannya, "Kak, aku mendapatkan informasi kalau, aku bisa mengambil hadiah taruhan di Yeon Jin."
"Baiklah, kakak akan ambilkan. Berapa lawan yang kamu Kalahkan?"
"20 orang."
"Berarti 20 juta rupiah. Oke, tunggulah disini!"
"Baik, kak."
Setelah itu, Felix mencari Yeon Jin di sekitar sekolah lama.
Lalu, Felix menemukan Yeon Jin sedang berbincang di halaman belakang dengan seseorang yang di kenal oleh Rain yaitu wali kelas nya sendiri pak Edi.
"Maaf, Yeon Jin. Bapak tidak bisa melakukan nya lagi. Polisi sudah membuntuti dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak," jawab pak Edi.
"Bapak tidak bisa sepihak seperti itu, anda sudah kontrak dan masa kontrak belum berakhir. Jika bapak berani membatalkan maka bapak harus denda dua kali lipat atau bapak memang harus tinggal di penjara dan selama nya tidak bisa menjadi guru!" ancam Yeon Jin.
"Terserah kamu!" jawab pak Edi yang membalikan badan dan meninggalkan Yeon Jin.
Melihat sikap dari Pak Edi membuat Yeon Jin jengkel. "Pak Edi, tunggu!" seru Yeon Jin
Setelah Pak Edi meninggalkan Yeon Jin, Yeon Jin terlihat frustasi dengan memegang kepala dengan kedua tangannya dan jongkok. "Apa yang harus kulakukan sekarang? Sial!" gumam Yeon Jin
Felix yang melihat percakapan Yeon Jin dan Lisa selesai. Dia pun menghampiri Yeon Jin, "Yeon Jin?" tanya Felix.
Yeon Jin yang sedang jongkok menoleh kearah Felix dan yang awalnya di berekspresi dingin sontak berubah, dia bergegas bangun dan mengusap wajah nya.
"Oh, Felix. Kalau kamu disini berarti si bodoh Robert telah kalah taruhan," ucap Yeon Jin.
Felix tersenyum kecil, "Ya, begitu dan kata Robert pembayaran Juan ada di kamu?"
Yeon Jin tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu, dia mengambil tas dan memberikan dua kepok merah kepada Felix, "Ini 20 juta rupiah."
"Terimakasih, Yeon Jin," ucap Felix seraya menerima uang tersebut.
Disaat Felix mengambil uang dari tangan Yeon Jin. Yeon Jin memegang tangan Felix dengan satu tangan nya lagi lalu, menatap Felix dengan tatapan berharap. "Felix, bisakah kamu menemani ku malam ini?"
Felix yang mendengar itu, dia pun juga melihat kearah Yeon Jin, "Menemani?"
Yeon Jin mengangguk kepalanya, "Iya, aku ingin menyewa dirimu untuk waktu yang panjang," jawab Yeon Jin.
Felix tersenyum, "Boleh saja? tapi, aku memiliki tarif yang mahal dan apa kamu sudah siap?"
Yeon Jin pun mengangguk pelan kepalanya dengan ekspresi sedih.
Melihat keputusan itu, Felix pun sontak mengambil sikap dengan mencium bibirnya dan Yeon Jin pun terkejut namun tidak menolak. Lalu, Yeon Jin pun menikmati bibir dan lidah Felix di bibirnya.
Kling!
[Game Of Love: Target keempat telah ditentukan, Yeon Jin.]
[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G Poin dari ciuman dan bonus 500G dari French Kiss. Saldo: 168.964G]
Sesudah itu, Felix mengajak Yeon Jin ke hotel berbintang.
Lalu, mereka saling menikmati tubuh satu sama lain terutama Yeon Jin dengan emosi dan air mata dia menikmati tubuh Felix hingga berlangsung berjam-jam.
Kling!
[Game Of Love: Total Akumulasi pegangan 4.000G. Saldo: 172.964G]
[Game Of Love: Akumulasi ciuman 16.000G Saldo: 188.964G
[Game Of Love: Anda telah S3x. Total akumulasi 30.000. Saldo: 218.964G.]
[Game Of Love: Anda mendapatkan bonus tambahan 5.000G. Saldo: 223.964G.]
Felix yang melihat itu, dia tersenyum senang lantaran fitur Game Of Love berjalan lancar seperti yang dipikirkan nya. Sekarang, Felix sudah tidak peduli akan kejantanan dan meski, dianggap g*golo. Dia siap! Demi mendapatkan Golden yang berlimpah untuk kelancaran penggunaan sistem nya.
Dan, setelah usai. Yeon Jin memeluk Felix dengan tanpa busana serta lengan Felix yang jadi bantalan nya. Lalu, Yeon Jin pun menceritakan semua hal yang dialami oleh nya.
Dalam cerita nya, Pak Edi dan kepala sekolah merupakan guru korup yang menjual belikan kunci jawaban, prestasi dan peringkat sekolah. Namun, Yeon Jin tidak menerima pak Edi yang ingin membatalkan kontrak.
Selain itu, Yeon Jin juga memiliki masalah keluarga yang mana ayahnya telah selingkuh dan ibunya yang merupakan salah satu CEO perusahaan besar Korea Selatan yang tidak mempedulikan suaminya itu bahkan kepada Yeon Jin.
Itulah alasan Yeon Jin meluapkan perasaan nya didalam tubuh Felix.
Felix pun mengerti dan mereka membuat kesepakatan untuk hubungan One Night Stand saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...